
"Oh Shi*t!" Black mengumpat dengan wajah mengeras marah. Netranya masih berada pada layar smartphonenya.
Beberapa gambar dan juga video dikirim oleh sopir pribadi keluarga Richard baru saja masuk ke dalam benda pipih elektronik yang sedang dipegangnya. Dan tak ayal membuatnya sangat kesal dan marah.
"Ada apa Black?" tanya Samuel Richard pada pria kepercayaannya itu. Pria dingin yang jarang menunjukkan ekspresi wajahnya itu sepertinya tidak berniat untuk menjawab. Ia hanya menyerahkan handphonenya pada pimpinannya sebagai bagian dari jawaban sang pimpinan.
Samuel Richard pun menonton video itu dengan wajah yang ikut kesal. Ia mengalihkan pandangannya dari layar smartphone ke wajah Black sang pemilik alat elektronik itu.
"Heh! Siapa mereka Black?!' tanya pria itu dengan perasaan yang sama dengan yang dirasakan oleh orang kepercayaannya itu. Ia marah dan juga cemburu.
Tangannya menggenggam erat handphone milik Black dengan sangat keras. Sungguh Ia tidak tahan melihat kedekatan istrinya dengan dua orang pria di sebuah Cafetaria meskipun Devi juga berada di tempat itu.
"Pria itu yang ingin menebus Nyonya muda pada anda Tuan." jawab Black.
"Apa?! Singkirkan pria itu dari Prilya. Saya tidak suka." Samuel langsung menatap tajam pria berpakaian hitam-hitam itu dengan rahang mengeras. Prilya adalah istrinya dan ia tidak ingin gadis itu bersama dengan pria lain.
"Baik Tuan." Black patuh. Ia juga sesungguhnya sama kesalnya dengan pria itu. Devi Aldiva tak boleh dekat dengan pria manapun selain dirinya. Dan ia bisa melihat tatapan pria bernama Praja Wijaya pada gadis itu.
"Pergilah dan pastikan kalau Prilya tidak dekat dengan siapapun saat berada di luar rumah. Saya tidak suka Black."
"Baik Tuan." Pria berkostum hitam-hitam itu pun pergi dari hadapan Black dan menghubungi sopir pribadi yang baru saja mengirim video itu padanya.
"Minta Nyonya muda untuk pulang ke Hotel. Begitu pun Nona Devi Aldiva." Darwis, sang sopir menjawab dari ujung panggilan telepon itu.
"Dan beritahu Nona Devi untuk mengaktifkan handphonenya sekarang juga. Karena saya baru saja mengirimkan pesan yang sangat penting padanya."
"Baik Tuan Black."
"Ya Bagus!" Black pun memutuskan panggilan telepon itu kemudian kembali ke dalam ruangan, ke meja Tuannya.
Sementara itu, Samuel Richard kembali sibuk dengan smartphonenya. Ada banyak email yang harus dibalasnya saat ini. Jadi untuk sementara ia menyerahkan semua urusan Prilya kepada Black.
__ADS_1
"Halo Sam," sapa seorang gadis cantik dengan senyumnya yang sangat menawan. Samuel Richard yang sedang sibuk dengan smartphonenya langsung mengangkat wajahnya. Ia memandang perempuan itu sekilas kemudian melanjutkan lagi pekerjaannya.
Nargya Martha, seorang model seksi besutan Miss world tahun lalu itu nampak kecewa. Ia tak menyangka akan ekspresi datar pria itu padanya.
"Sam, ini aku, Martha." Gadis itu tidak menyerah. Ia bahkan membuka tangannya lebar-lebar dan siap untuk memeluk pria tampan blasteran Indonesia-Inggris itu. Langkahnya mendekat ke arah pria tampan itu.
Samuel Richard kembali mengangkat wajahnya. Ia menatap perempuan cantik berpakaian terbuka itu dengan tatapan datarnya. Tak ada ekspresi yang nampak diwajahnya yang tampan. Hingga membuat Nargya Martha bukan hanya kecewa tetapi sangat malu.
"Sam, are you okey?" tanya gadis cantik itu dengan perasaaan yang tak nyaman. Sungguh ia sangat malu pada teman-temannya. Pria yang selalu memuja dan menyanjungnya kini mengabaikannya. Dan ia tidak suka itu.
"Sam, sayang," ujar gadis itu lagi dengan suaranya yang merajuk manja. Ia bahkan berani mengelus tangan pria tampan itu dengan jari-jarinya yang lentik.
"Martha, sepertinya kekasihmu sedang tidak ingin diganggu sayang," ujar Sandra dengan kedipan matanya. Gadis cantik bernama Nargya Martha itu langsung tersenyum. Ia sangat mengerti arti dari kedipan mata Sandra.
"Sam, aku merindukanmu sayang. Kamu tahu gak, kalau aku bawakan kamu hadiah yang sangat istimewa," ujar gadis itu dengan rasa penuh percaya diri. Ia pun sudah mulai mencium pipi Samuel Richard dan membelainya.
Pria itu tersenyum kemudian membalas mencium pipi Nargya Martha. Selanjutnya, ia mengelus pipi halus gadis itu kemudian berucap dengan senyum diwajahnya, "Sudah berapa pria yang telah kamu perlakukan seperti ini Hem?"
"Lain kali kalau kamu ingin menemuiku, cucilah wajah dan tubuhmu itu dengan air suci supaya saya tidak mampu menghirup aroma pengkhianatan mu padaku?"
"Sam, apa yang kamu katakan hah?! Kamu pikir saya sedang selingkuh, iyya?" tanya gadis itu dengan nada suara yang masih sangat tenang. Ia tidak ingin terpancing atau kehidupan karirnya mengalami hal yang sangat buruk.
"Menurutmu?" lanjut Samuel Richard dengan tampilan wajah yang masih sama. Datar dan tanpa ekspresi.
"Sam, kita bicara di tempat yang nyaman Okey?" Nargya Martha mencoba merayu dengan senyum dan mata indahnya.
"Tempat ini nyaman sebelum adanya dirimu Martha. Begitu pun dengan hidupku."
Nargya Martha menutup mulutnya yang ternganga tak percaya dengan pendengarannya.
"Sam, kamu kok ngomong kayak gitu sih? Hubungan kita sudah lama lho, Mama kamu juga sudah pengen kita menikah secepatnya."
__ADS_1
"Menikah?" Samuel Richard menatap gadis cantik dihadapannya dengan tatapan tajam. Sedangkan Nargya Martha tersenyum kemudian mengangguk.
"Saya sudah menikah. Jadi carilah kebahagiaanmu sendiri." Pria itu langsung berdiri dari duduknya dan meninggalkan gadis cantik itu bersama dengan teman-temannya.
"Sam? Kamu tidak sedang mengigau 'kan?" Gadis itu bertanya dengan perasaan yang tiba-tiba sangat hancur. Sungguh ia tidak menyangka kalau pria itu tega mengatakan hal itu di depan semua orang.
"Tidak samasekali Nona Nargya Martha. Saya sedang tidak mengigau dan sedang sadar sesadar-sadarnya."
"Sam!" Nargya Martha memburu langkah pria itu untuk menahannya. Akan tetapi pria itu tidak menggubris sama sekali. Gelar bodoh dari Prilya padanya selalu terngiang-ngiang di telinganya jika ia mau memberi kesempatan kedua untuk perempuan itu.
"Sam! Awwwwww!" Gadis cantik yang sedang memburu langkah panjang pria itu tiba-tiba saja berhenti karena kakinya terkilir.
Pria itu berbalik dan ingin menolong seperti kebiasaannya selama ini. Akan tetapi tiba-tiba ia merasa sangat jijik dengan gadis itu.
"Sam, tolong aku sayang. Kakiku tidak bisa berjalan." Nargya Martha meringis kesakitan. Wajahnya sampai memerah menahan rasa sakit yang tidak tertahankan.
"Lihatlah teman-temanmu itu. Apakah mereka peduli padamu Nona Martha?"
"Awwww, sakit. Bukan mereka yang aku inginkan untuk menolongku Sam tapi kamu."
"Nikmatilah rasa sakit itu." Pria itu pun berlalu dari hadapan Miss world yang sedang ingin merayunya untuk kembali merajut hubungan lagi.
Ia pun berjalan ke arah luar ruangan untuk menenangkan pikirannya.
Saat ini bukan Martha yang ada didalam nafasnya. Akan tetapi Prilya yang sedang berada dengan beberapa pria di suatu tempat.
🌻🌻🌻
*Bersambung.
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?
__ADS_1
Nikmati alurnya dan happy reading 😍