Tawanan Hati Sang Musuh

Tawanan Hati Sang Musuh
Bab 48 Semua Akan Kembali


__ADS_3

"Innalilahi wa Inna ilaihi rojiun," ucap Prilya dengan tangis sesenggukan. Ayahnya benar-benar telah pergi dari dunia ini untuk selama-lamanya.


"Kenapa justru ketika keluarga kita sudah saling menyayangi seperti ini, ayah malah pergi?" Prilya memeluk jasad ayahnya yang sudah semakin dingin itu.


Tangisnya tak bisa lagi ia tahan. Kelopak matanya terus saja mengeluarkan cairan bening yang sepertinya tidak habis dan kering.


"Sayang, yang sabar ya. Insyaallah Ayah pergi dengan tenang. Tak ada lagi yang perlu dipikirkannya karena kamu sudah diserahkannya padaku. Aku akan menjagamu dan mencintaimu melebihi ayahmu Pril."


"Tapi Kak, Ayah begitu cepat perginya. Rasanya saya belum menyempatkan waktu bersamanya dengan baik selama ini." ucap gadis itu dengan tangis yang belum juga berkurang.


"Ayah, maafkan Dina huaaaaa." Ardina ikut memeluk jasad pria itu dengan tangis sedihnya.


"Kamu beruntung Din, karena kamu ada banyak waktu dengan ayah selama ini. Sedangkan saya? Saya tidak pernah, huaaa." Prilya kembali meratap. Ia sangat menyesali keadaannya saat ini. Kecil ditinggalkan oleh ibu sedang hubungan keluarga yang sudah membaik malah harus putus dengan sangat cepat seperti ini.


"Ayah, bangunlah. Masih ada janjimu padaku yang belum kamu tepati ayah," ratap Prilya lagi. Ia lupa diri kalau tak ada yang bisa menahan yang namanya kematian. Tak seorangpun meskipun ia mempunyai kedudukan yang sangat tinggi. Samuel Richard langsung meraih istrinya kedalam pelukannya agar berhenti menangis. "Kamu yang ikhlas sayang supaya ayah pergi dengan tenang."


"Tapi kak."


"Hubungan kalian juga sudah baik jadi mungkin karena itulah Allah mengambilnya dari kita semua Pril."


"Ayah hiks." Gadis itu masih saja terisak. Samuel Richard berusaha menenangkan istrinya dengan memeluknya dan memberinya kata-kata penghiburan.


"Kita akan mengurus jenazah almarhum di rumah saja ya sayang?" Prilya tidak menjawab. Bukan hanya dia seorang yang memiliki hak pada ayahnya saat ini. Ibu tirinya yang juga merupakan istri dari ayahnya juga punya hak untuk memberikan pendapatnya. Pria itu mengerti perasaan istrinya. Ia pun memandang Asna dan juga Ardina yang sedang menunduk karena menangis.


"Bagaimana menurutmu bibi? Bagaimana kalau kita bawa saja jenazah ayah di kediaman kami. Almarhum juga kita kebumikan di kota ini juga. Di pemakaman keluarga Richard." Asna dan Ardina saling bertatapan. Mereka juga adalah bukan asli daerah yang mereka tinggali sekarang. Tak banyak keluarga di sana. Setelah menimbang-nimbang dengan cukup lama, akhirnya perempuan paruh baya itu menyerahkan saja semua urusan pemakaman Sofyan pada Samuel Richard.


"Terserah padamu nak. Kami menyerahkan semuanya padamu." Akhirnya keluar juga kata-kata itu dari mulutnya.


"Baiklah bibi. Jenazah almarhum akan disemayamkan di rumah kami."

__ADS_1


"Kak, boleh saya meminta sesuatu? Ibu Din?" timpal Prilya setelah keputusan sudah diambil oleh suaminya.


"Ada apa Pril?"


"Bisa gak kita menguburkan ayah di samping kuburan ibu?" pinta gadis itu takut-takut. Ketiga orang yang ada didalam ruangan itu saling berpandangan.


"Tentu saja boleh Pril. Saya juga berharap kalau saat meninggal nanti bisa dikuburkan di dekat kuburan Ibumu." Asna menjawab dengan perasaan yang terasa semakin sedih.


"Terimakasih banyak ibu." Prilya memeluk tubuh perempuan paruh baya itu dengan tangis yang kembali pecah.


Setelah mengurus ini dan itu jenazah Sofyan pun dibawa ke rumah mewah keluarga Richard sebagai penghormatan terakhirnya dari keluarga dekatnya.


Seorang mubaligh pun didaulat membawakan hikmah tentang kematian di depan para pelayat.


"KEMATIAN adalah muara akhir dari setiap kehidupan makhluk di dunia. Al-Quran menyebut kematian sebagai ajal, tawaffa atau istifa’. Istilah ini terdapat pada empat belas tempat dalam Al-Quran yang kesemuanya mengandung makna yang sama, yaitu kematian."


"Kematian dalam perspektif Al-Quran merupakan putusnya keterikatan ruh dengan badan dalam bentuk yang diketahui, perubahan perubahan, serta perpindahan dari satu alam ke alam lain. Perpisahan antara ruh dan jasad ini adalah pintu gerbang untuk memasuki kehidupan yang baru."


"Allah SWT dalam Al-Quran hanya menjelaskan tentang adanya perjanjian antara manusia dengan rabb-nya serta penciptaan proses manusia, namun tidak menjelaskan kapan suatu makhluk akan mati."


"Al-Quran juga menjelaskan tentang adanya sebab-sebab seseorang akan mengalami kematian, seperti kematian, sakit, dan kecelakaan. Kesemuanya menjadi cara seseorang menuju kematian."


"Roh manusia yang wafat akan tinggal di alam barzakh hingga hari kebangkitan manusia dari kuburnya pada kiamat kelak."


Hal ini sesuai dengan hadits yang diriwayatkan dari Imam Tirmidzi. “Sesungguhnya kubur itu awal persinggahan dari persinggahan-persinggahan akhirat. Barang siapa yang selamat darinya, maka yang sesudahnya lebih mudah darinya. Barang siapa yang tidak selamat darinya, maka yang sesudahnya lebih sukar darinya. (HR Tirmizi, Ibnu Majah dan Ahmad dari Utsman bin Affan RA).


Tidak hanya menunggu datangnya sangkakala sebagai pertanda kiamat tiba, roh pun bisa berkunjung. Ibnu Qoyyim al-Jauziyah dalam bukunya berjudul Roh mengungkapkan, selama di alam barzakh, roh orang-orang yang meninggal dunia bisa saling bertemu.


Ibnu Qoyyim mendasarkan dalilnya pada QS Annisa ayat 69. Allah SWT berfirman:

__ADS_1


وَمَنْ يُّطِعِ اللّٰهَ وَالرَّسُوْلَ فَاُولٰۤىِٕكَ مَعَ الَّذِيْنَ اَنْعَمَ اللّٰهُ عَلَيْهِمْ مِّنَ النَّبِيّٖنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَاۤءِ وَالصّٰلِحِيْنَ ۚ وَحَسُنَ اُولٰۤىِٕكَ رَفِيْقًا


“Dan siapa yang menaati Allah SWT dan Rasulnya, mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah SWT, yaitu nabi-nabi, para shiddiqin, syuhada, dan orang-orang yang salih. Mereka merupakan teman yang sebaik-baiknya.”


Ibnu Qoyyim menulis bahwa kebersamaan ini berlaku di dunia, alam barzakh, hingga hari pembalasan. Kata Ibnu Qoyyim, ayat tersebut turun saat para sahabat Rasulullah ﷺ khawatir jika Nabi meninggal dunia dan berpisah dengan mereka.


Jarir meriwayatkan dari Manshur, dari Abudh-Dhuha dan Masruq. “Para sahabat Nabi Muhammad ﷺ berkata kepada beliau. ‘Tidak seharusnya kita berpisah dengan engkau di dunia ini. Jika engkau meninggal, maka engkau akan ditinggikan di atas kami, sehingga kami tidak bisa melihat engkau.”


Di samping itu, Allah SWT juga berfirman di dalam Al-Quran: “Hai, jiwa-jiwa yang tenang, kembalilah kepada Rabbmu dengan hati yang puas lagi diridhainya. Maka masuklah ke dalam jamaah hamba-hambaku dan masuklah ke dalam surgaku.” (QS. Al-Fajr: 27:30)


Kematian yang mendapatkan siksa dan roh yang mendapatkan kenikmatan.


Kematian yang mendapatkan siksaan akan disibukkan dengan siksaan yang menimpanya.


Mereka pun tidak bisa saling berkunjung dan bertemu. Sementara, roh-roh yang mendapatkan kenikmatan mendapatkan kebebasan dan tidak terbelenggu.


“Setiap yang bernyawa pasti akan mati. Dan sesungguhnya akan menyempurnakan pahala kalian pada hari-hari ini. Barangsiapa yang dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka ia benar-benar beruntung. Dan kehidupan dunia tidak ada kesenangan lain yang memperdaya.” ( QS. Al-Imran : 185)


Demikian sebuah kutipan dari QS. Al-Imran : 185. Kematian merupakan suatu hal yang pasti terjadi dan akan dihadapi semua makhluk hidup di dunia. Bila telah digariskan waktunya, siapapun, kapanpun, dan kematian akan tetap datang.


Bagi manusia yang optimistis, ia menganggap kematian itu bukan akhir dari segalanya. Mereka menganggap meninggalkan dunia hanya berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain.


Bagi orang-orang tertentu, kematian haruslah dihadapi dengan suatu persiapan agar bisa memasuki suatu dunia lain dengan damai. Kematian, bagi mereka, adalah suatu istirahat terakhir dalam damai. Itulah mungkin di batu nisan orang yang telah mati ditulis rest in peace (RIP).


Kematian adalah suatu peristirahatan menuju kedamaian. Damai adalah kelanjutan dan padanan dari mati, karena kematian akan menuju kedamaian. Dan kedamaian adalah dambaan setiap orang, yang jika tidak ditemukan di dunia orang hidup, mungkin bisa ditemukan di “dunia” orang mati.


🌻🌻🌻


*Bersambung.

__ADS_1


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?


Nikmati alurnya dan happy reading 😍


__ADS_2