
"Baiklah. Tunggu sebentar. Aku akan mengambil buku rekeningku dulu pria baik." Rendra berucap seraya mengelus wajahnya yang nampak memar karena pukulan dari Black. Pria itu meninggalkan Black dan juga Devi di depan Cafetaria sedangkan dirinya melangkah dengan sangat cepat ke dalam ruangan kantornya.
Beberapa orang yang sempat melihat kekacauan yang mereka lakukan tampak kasak-kusuk. Ada yang mulai memandang Devi dengan wajah kasihan, tetapi ada juga yang memandangnya dengan tatapan mencemooh.
"Bubar kalian!" Black memerintahkan semua orang untuk bubar dan meninggalkan tempat itu. Tak lama kemudian keadaan jadi sepi. Semua penonton yang tadinya ramai kini pada bubar dan melanjutkan urusan mereka kembali.
"Tuan. Kumohon jangan berikan uang itu padanya," mohon Devi dengan tangan ia lipat di depan wajahnya.
"Kenapa Dev? Kamu tidak mau bebas dari suamimu itu?" tanya Black dengan tatapan lurus kedalam mata gadis cantik itu.
"Bukan seperti itu Tuan. Itu karena uang itu terlalu banyak. Dan juga ia sudah sering menipu orang lain. Ia sudah sering menjual ku seperti ini," ucap Devi seraya menghampiri pria berpakaian hitam-hitam itu. Gadis itu menyusut airmatanya dengan punggung tangannya.
"Tenang saja. Saya tidak akan berlaku ceroboh di sini. Kita tunggu saja pria brengsek itu." Black menarik nafas panjang kemudian mengalihkan pandangannya ke arah pintu Cafetaria dimana Rendra keluar dari sana dengan membawa sebuah buku kecil yang ia pastikan adalah sebuah buku rekening.
"Ini Bro, buku rekeningnya. Pastikan tidak salah transfer ya," ujar pria itu dengan senyumnya yang sangat menyebalkan. Devi sampai sangat ingin muntah melihatnya.
"Apa jaminan yang akan saya dapatkan kalau saya membayar gadis ini Pak?" tanya Black seraya memperhatikan isi buku tabungan itu.
"Oh, kamu bisa langsung memakainya malam ini bro. Saya ikhlas dunia dan akhirat." Rendra menjawab dengan wajah santai. Ia seperti sedang bertransaksi dengan sebuah hal yang sangat ringan.
Black mengepalkan tangannya dengan keras di sisi kiri kanan tubuhnya. Ingin ia memukul wajah pria itu dengan tangannya saat ini tapi ia berusaha untuk tidak terpancing lagi.
"Saya bawa buku rekening ini bersama dengan Devi. Uangnya akan saya berikan saat kamu memberikan bukti perceraian kamu dengannya di pengadilan." Black berucap kemudian menarik tangan Devi untuk masuk ke dalam mobilnya. Untuk beberapa detik pria tak tahu malu itu terbengong-bengong.
"Hey? Kalian berusaha menipuku ya?" pria itu berteriak keras kemudian mengejar mobil mewah itu.
"Tidak. Saya tidak ingin menipumu. Saya hanya ingin kamu membuktikan kalau kamu benar-benar ikhlas menyerahkan Devi padaku. Itu saja." Pria itu pun memberikan satu ikat rupiah bergambar Presiden RI itu pada Rendra lalu berucap," nomor handphone saya ada disitu. Kamu bisa menghubungi saya setelah urusanmu di pengadilan telah selesai."
"Hey kamu menyalahi aturan nya. Berikan Devi kembali padaku!" Rendra berteriak tidak terima dengan tangan memukul body mobil mewah itu.
Broom
Black tidak perduli pada pria itu. Ia melajukan mobilnya dengan cepat dan meninggalkan pria itu berteriak-teriak seperti orang gila.
"Tuan, bagaimana kalau ia berulah lagi?" tanya Devi dengan wajah khawatir. Ia bisa melihat pria itu sedang memanggil semua anak buahnya untuk mengejar mereka.
"Tidak masalah. Saya akan menghadapinya. Kamu tidak perlu khawatir lagi."
"Terimakasih banyak Tuan. Kamu sudah banyak membantuku. Utangku yang dulu saja belum lunas." Devi Aldiva menundukkan wajahnya dengan jari-jari saling meremass.
__ADS_1
"Hem," hanya itu kata yang terucap dari mulut pria tanpa ekspresi itu. Untuk kesekian kalinya gadis itu merasa berhutang budi pada pria ini. Dulu, ia diselamatkan lagi oleh Black saat berada di sebuah tempat pelacuran karena ulah suaminya itu. Dan sekarang ia berada pada masalah yang sama lagi.
"Kita kembali ke Hotel saja." Black memutar arah ke kanan setelah berhasil berputar-putar mengelilingi kota ditengah malam itu. Dan ia sekarang yakin kalau Tuannya, Samuel Richard sudah selesai urusannya dengan sang istri.
Devi mengangguk setuju. Ia juga ingin kembali ke kamarnya untuk beristirahat. Meskipun begitu, hatinya tetap merasa was-was dengan suaminya yang sangat kejam dan brengsek itu.
Sepanjang perjalanan pulang itu mereka berdua tak ada lagi yang berbicara. Black sendiri tidak tahu bagaimana menyampaikan perasaannya pada gadis disampingnya ini. Apalagi saat ini ia sudah tahu kalau ternyata dalam hidup Devi Aldiva sudah ada pria yang pernah mengisinya.
Mobil itu pun berhenti di depan hotel itu. Akan tetapi saat mereka berdua ingin turun, beberapa orang tak dikenal langsung mengepung mobil mereka.
"Tuan Black, saya yakin mereka adalah orang-orang suruhan dari Rendra." Devi berucap dengan wajah yang mulai takut. Ia tahu betul bagaimana sifat asli suaminya itu. Pria itu sangat tak punya rasa empati sedikitpun pada orang lain. Baginya adalah, semua keinginannya harus tercapai.
"Tenang saja. Mereka tidak akan melakukan apa-apa," ujar pria itu menenangkan. Ia segera menelpon Samuel Richard untuk meminta bantuan, karena hanya pria itu yang paling dekat dengannya saat ini.
Drrrt
Drrrt
Samuel Richard memandang smartphonenya dengan wajah yang tampak semakin kesal.
"Kamu dimana Black!" pria itu langsung menyalak dengan perasaan campur aduk. Rasanya kekesalannya pada Prilya harus ia limpahkan pada pria itu saja saat ini.
"Di depan hotel Tuan. Tolong bantu saya. Beberapa orang tak dikenal sedang mengepung mobil saya bersama dengan Devi."
Praja Wijaya ikut keluar. Sudah cukup mereka berdua berdebat tak jelas sampai tengah malam seperti ini dan sekarang mereka berdua harus menolong pria serba bisa seperti Black.
"Hey siapa kalian?!" tanya Samuel pada beberapa orang yang masih berdiri di sekeliling mobil mewah miliknya.
"Kami yang tanya siapa kamu berani datang mengganggu kesenangan kami?!" salah satu dari mereka menjawab dengan wajah garangnya. Samuel Richard mengepalkan tangannya dan langsung memberikan satu pukulan diwajah pria itu.
Bugh
Karena saat ini emosinya tak bisa ia salurkan pada Prilya yang sudah cukup menggangu perasaannya, maka orang-orang inilah yang harus menanggungnya.
Bugh
Bugh
Sekali lagi ia menjadikan pria tidak sopan itu menjadi samsak. Sedangkan Black hanya tersenyum seraya menyandarkan punggungnya ke sandaran kursinya dengan santai.
__ADS_1
"Heh, kamu tidak membantu Tuan Richard?" tanya Devi dengan wajan bingungnya.
"Tak apa, sekali-kali membuat pria itu mengeluarkan keringat di daerah dingin seperti ini bagus untuk kesehatannya."
Devi memutar bola matanya. Ia benar-benar bingung dengan hubungan Tuan dan asisten itu.
"Aaaaaa!" Devi berteriak karena melihat salah satu dari pria asing itu jatuh tertelungkup di depan kaca mobilnya. Black sekali lagi tersenyum kemudian membuka pintu mobilnya. Ia ingin turun membantu Samuel Richard menyingkirkan cecunguk-cecunguk itu.
"Tetap disini dan jangan turun apapun yang terjadi," ujarnya pada Devi. Gadis itu hanya mengangguk patuh.
Bugh
Praja Wijaya berhasil melumpuhkan seseorang yang membawa sebuah balok besar untuk memukul Black.
"Aaaargh!" Pria itu mengerang kesakitan dan langsung jatuh ke tanah. Black mengangkat jempolnya dan mengucapkan terimakasih pada Praja Wijaya yang telah menyelamatkan nyawanya.
Karena banyaknya jumlah penyerang itu, hingga security hotel pun ikut turun tangan membantu mereka semua.
"Hey, katakan siapa kalian?!" Samuel Richard menekuk tangan salah satu dari mereka dan memutar kemudian menekannya. Terdengar bunyi patah pada tangan itu.
"Aaargh, ampun Tuan."
"Ayo katakan siapa kalian?!" Samuel Richard kembali bertanya dengan nada marahnya.
"Kami disuruh oleh Rendra, Tuan."
"Heh, siapa pula itu Rendra. Saya tidak mengenalnya."
Bugh
Samuel Richard kembali mendorong orang itu dan berhasil menabrak Black. Pria itu menatap pria kepercayaannya itu dengan tatapan tanya. Ia sangat butuh penjelasan saat ini.
"Nanti saya akan menjelaskannya Tuan."
"Tidak perlu nanti bro. Katakan saja di depan semua orang kalau kamu sedang ingin menculik istriku." Rendra tiba-tiba muncul di tengah-tengah mereka untuk menjelaskan latar belakang masalah ini.
🌻🌻🌻
*Bersambung.
__ADS_1
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?
Nikmati alurnya dan happy reading 😍