
Malam itu Prilya dan Samuel merasa sangat gelisah. Setelah mereka melaksanakan sholat magrib dan isya dengan terpisah, mereka berdua bertemu di Meja makan dengan perasaan yang sangat canggung. Elizabeth sampai menahan untuk tidak tersenyum melihat tingkah kedua suami istri yang sedang memasang perang dingin itu.
"Ekhem, gak baik lho saling diam-diam seperti itu," tegur sang Mama seraya mengisi piring keduanya dengan makanan dari hidangan di hadapan mereka berdua.
"Mama, aku akan ambil sendiri." Samuel menahan tangan ibunya agar tidak repot-repot melayaninya.
"Untuk sementara Mama yang akan menggantikan posisi istrimu. Bolehkan Prilya sayang?" Elizabeth memandang menantunya untuk melihat reaksinya. Prilya langsung merasa tak nyaman. Ia langsung berdiri dari duduknya dan meminta maaf pada sang ibu mertua.
"Maafkan saya Ma. Ini tugas saya. Mama duduk saja biar saya yang melayani mas Sam." Perempuan paruh baya itu tersenyum. Usahanya untuk mendekatkan kembali kedua pasangan itu berhasil.
"Mas, mau makan yang mana?" tanya Prilya dengan suara yang masih sangat datar. Samuel langsung tersenyum. Ia menatap istrinya itu dengan perasaan yang menghangat bahagia.
"Aku hanya ingin memakanmu sayang."
"Sam!" Elizabeth langsung berteriak dengan kesal. Putranya memang tidak tanggung-tanggung kalau soal yang berbau mesum.
"Hahaha!" Black tak mampu lagi untuk menahan tawanya.
"Heh, diam kamu Black!" Samuel langsung menatap pria itu agar menghentikan tawanya yang sangat menyebalkan.
"Sudah. Ayo mulai makannya. Dan ingat tidak ada yang boleh bicara saat makan." Elizabeth pun memberikan ultimatum untuk mereka semua agar kembali makan dengan tenang.
__ADS_1
Suasana ruang makan itu langsung hening. Yang terdengar hanya gesekan antara sendok dan garpu yang beradu di atas piring. Benar-benar tak ada yang bicara sampai acara makan selesai.
"Prilya sayang, ingat pesan mama ya," ujar Elizabeth saat semua anggota keluarga akan kembali ke kamar masing-masing.
"Iya Ma." Prilya menjawab dengan tak lupa tersenyum dengan sangat manis. Lesung pipinya langsung saja semakin kentara dan membuat suaminya jadi gregetan sendiri.
"Nah, sekarang kamu masuk kamar." lanjut Elizabeth seraya mengelus punggung menantunya itu. Prilya pun pergi dari sana untuk menuju kamarnya sedangkan Samuel hanya bisa menarik nafas panjang. Istrinya pergi tanpa mengajaknya dan ia jadi tidak nyaman sendiri karena hanya dia saja yang tinggal berdua di ruang keluarga itu dengan sang Mama.
"Sam, lihat ini." Elizabeth langsung memperlihatkan sebuah kabar yang baru saja masuk ke dalam handphonenya. Seorang kepercayaannya telah ia tugaskan untuk melaporkan kegiatan apa saja yang dilakukan oleh Nargya Martha padanya.
"Itu kan apartemen Martha, siapa itu yang - Astagfirullah." Pria itu menutup mulutnya tak kuasa membaca sebuah berita tentang seorang perempuan ditemukan tewas di dalam salah satu unit apartment.
Salah satu pelayan di dalam apartemen itu yang menemukannya telah tak bernyawa setelah mendengar sebuah teriakan kesakitan.
"Iya Sam, Mama juga bertemu dengannya di tempat itu. Kami sempat mengobrol lama. Dan ia masih sangat kekeh ingin melanjutkan hubungan kalian."
"Iya Ma, perempuan itu ya Allah, aku tak sanggup berkata-kata. Ia ingin menggodaku lagi." Samuel Richard meraup wajahnya kasar. Ia tidak tahu harus mengatakan apa. Perasaannya sekarang terasa campur aduk.
"Bagaimana perasaanmu Sam? Apakah kamu merasa kehilangannya?" Sang Mama bertanya dengan tatapan lurus pada wajah putranya yang nampak sangat shock berat.
"Tidak Ma. Aku bukan merasa kehilangan. Aku hanya merasa bahwa ajal manusia tidak ada yang tahu. Begitu cepat dan juga tak perlu ada alasan jika Ia sudah berkehendak."
__ADS_1
"Ah iya, nak. Sekarang pergilah ke kamarmu dan pastikan kamu memberikan penjelasan yang baik pada istrimu. Hubungan kalian harus kuat dengan saling percaya. Tak ada hal yang kalian sembunyikan."
"Iya Ma, terima kasih banyak."
Samuel pun ingin segera pergi ke kamarnya untuk menemui Prilya tapi seketika ia ingat tentang ancaman perempuan itu padanya beberapa saat yang lalu kalau ia akan menyebarkan banyak gambar dan video mesum mereka kepada publik jika ia tidak juga datang padanya.
"Mau kemana lagi Sam?" tanya Elizabeth saat melihat pria itu malah berbalik arah.
"Mau ke apartemen Martha Ma," jawabnya seraya meraih kunci mobilnya dari atas meja di dalam ruangan itu.
Prilya yang melihat suaminya akan pergi lagi langsung memburu pria itu.
"Saya ikut Mas!"
"Eh?!" Pria itu tampak kaget. Ia tak menyangka kalau Prilya akan menemaninya bicara dan bahkan ingin ikut bersamanya.
"Ayo!" Ia pun menarik tangan Istrinya itu dan membawanya ke apartemen Nargya Martha. Elizabeth tersenyum. Ia yakin masalah yang dihadapi oleh putranya akan segera berlalu jika mereka berdua kompak menghadapinya.
🌻🌻🌻
*Bersambung.
__ADS_1
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?
Nikmati alurnya dan happy reading 😍