
Black menatap punggung istrinya yang sedang tidur membelakanginya itu dengan perasaan nelangsa. Untuk pertama kalinya ia dikacangi oleh seseorang yang ternyata adalah istrinya sendiri yang sangat dicintainya.
Dengan menarik nafas panjang ia pun menyimpan kertas yang berisi do'a-do'a itu diatas meja kerjanya. Setelah itu ia masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri. Waktu sudah sangat larut dan ia maklum kalau Devi mungkin sedang sangat lelah dan mengantuk.
Mengganti pakaiannya dengan kaos putih dan bokser yang biasa ia gunakan saat tidur. Ia pun naik ke atas ranjang yang selama ini ia tempati sendiri. Akan tetapi sekarang ia sudah mempunyai seorang partner yang akan menemaninya menua dan kembali kepada sang Khaliq.
"Dev, begini kah rasanya menikah denganmu? Kamu mengabaikanku dan terlelap sendiri?" tanyanya di belakang punggung sang istri. Nada suaranya sangat menyedihkan. Tak ada jawaban dari yang ditanya hingga ia hanya tersenyum kecut.
Tangannya pun bergerak menyentuh punggung istrinya itu dengan pelan. Ia pun menulis kata "Love You" pada punggung itu dengan menggunakan jari telunjuknya.
Tak ada reaksi dari istrinya hingga ia yakin kalau Devi pasti sedang tidur nyenyak saat ini. Kembali ia menarik nafas panjang.
"Apa yang harus aku lakukan disaat seperti ini Dev? Ini pertama kalinya aku tidur dengan yang namanya perempuan. Dan aku sungguh gelisah." Pria itu mengeluarkan uneg-unegnya seolah-olah Devi mendengarnya.
"Dev, kamu dengar apa kata pak Kyai tadi gak?"
"Iya saya dengar."
"Seorang istri akan dilaknat oleh malaikat jika tidak melayani suaminya padahal tidak ada uzur. Istri juga harus berada disamping suaminya baik itu dalam keadaan sedih maupun bahagia. Lalu kenapa kamu tidak menemani ku sekarang Dev?"
"Ah kata siapa? Nih buktinya saya temani anda berbaring di ranjang ini." Pria itu terkesiap kaget. Ia segera mengubah posisinya sekarang dan memandang istrinya yang juga sedang memandangnya.
__ADS_1
"Kamu tidak tidur?" tanya Black dengan wajah serius.
"Siapa yang bisa tidur dengan suami yang berbicara sendiri seperti itu." Devi berpura-pura tampak sangat kesal dan terganggu.
"Dibilang menyanyi tapi tak merdu, dibilang mendongeng juga tidak menarik lalu apa Tuan Black?" lanjut Devi dengan bibir manyun.
"Jadi kamu terganggu Dev? Baiklah, aku tidak akan berbicara lagi. Dan kamu boleh tidur lagi maaf.". Black jadi sensitif. Ia pun merubah posisinya jadi membelakangi isterinya.
"Heh enak saja mau menyuruh saya tidur tanpa mendapatkan pahala." Devi langsung bangun dari posisinya. Setelah itu Ia meraih tubuh suaminya agar berhadapan dengannya.
Ia pun memandang pria yang telah menghalalkannya itu dengan senyum diwajahnya. Seketika ide jahil pun muncul di kepalanya. Tangannya segera bergerak membuka pakaiannya di depan pria itu dengan sangat sensual.
"Dev, apa yang kamu lakukan?" tanya Black dengan wajah bingungnya. Devi hanya tersenyum kemudian mendekatkan tubuhnya yang sudah terbuka itu kearah suaminya. Ia benar-benar berakting seperti seorang perempuan penghibur.
"Dev," panggil pria itu karena mulai terbakar dengan perempuan yang sudah sah menjadi istrinya itu. Devi semakin nakal. Ia menyentuhkan bibirnya pada permukaan bibir tebal suaminya lantas berbisik dengan sangat sensual," Aku sangat suka pria garang Tuan."
Adrenalin pria itu langsung terbakar. Ia segera merubah posisi dengan menindih tubuh istrinya yang sudah sangat siap menyambut dirinya.
"Akan kupastikan kamu berteriak keras malam ini Dev!" ancam pria itu seraya membuka kaos putih yang sedang dipakainya. Devi terpana. Baru kali ini ia melihat tubuh atletis pria tampan diatasnya ini.
"Hem kita lihat aja Tuan Black. Siapa yang akan berteriak. Aku atau anda!" Devi semakin berusaha menantang suaminya.
__ADS_1
Black menyeringai dan segera meraih bibir Istrinya itu dan mengulummnya sangat lembut. Tangannya pun berfungsi sangat baik. Keduanya bergerak secara berirama mencari sesuatu yang sudah lama ia idam-idamkan. Devi mendessah manja di dalam mulut suaminya.
Selanjutnya para readers udah tahu dong apa yang terjadi pada keduanya. Mereka mengarungi lautan kenikmatan itu dengan perasaan yang membuncah bahagia. Sampai ketika Black begitu kesulitan menembus pertahanan sang istri, ia pun berhenti mendayung.
Peluh sudah membasahi sekujur tubuhnya begitu pun dengan Devi sang istri. Ia menatap perempuan cantik yang sedang dalam kuasanya itu dengan tatapan tanya.
"Dev, kamu masih perawan?" Devi mengangguk pelan dengan wajah meringis menahan sakit.
"Tapi kenapa?"
"Lakukan sekarang Tuan. Aku ingin merasakan kehebatan mu saat ini juga!"
"Here we go sayangku," ujar pria itu dengan menambah energinya untuk melakukan sebuah pengrusakan pada selaput dara sang istri.
"Aaaargh!!!" Devi benar-benar dibuat berteriak tertahan oleh aksi Black dibawah sana. Sakit, perih, nikmat bersatu padu ia rasakan.
🌻🌻🌻
*Bersambung.
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?
__ADS_1
Nikmati alurnya dan happy reading 😍