
"Saya permisi Tuan." Yuni pun segera pergi dari sana tetapi langsung dicegat oleh Samuel Richard. Pria itu langsung memberinya sejumlah uang sebagai ucapan terimakasih. Ia menolak tapi dua orang pasangan suami istri itu memaksanya.
"Terimakasih banyak Tuan Nyonya. Saya permisi." Perempuan itu pun benar-benar pergi dari hadapan Samuel dan Prilya.
"Kita pulang Pril," ujar pria itu seraya meraih bahu istrinya agar segera berdiri dari duduknya sekarang. Prilya pun ikut berdiri tapi wajahnya kembali keruh seperti sebelum datang ke tempat itu. Nampak sekali kalau hatinya kembali tidak baik-baik saja akan tetapi ia tidak mungkin marah-marah di Cafetaria itu atau semua orang akan melihat mereka.
"Sayang, handphone ini milik Martha. Dan kamu tahu 'kan maksud mbak Yuni tadi. Ini harus dimusnahkan sebelum ada orang lain yang melihatnya." Samuel tahu kalau perubahan suasana hati sang istri pasti sangat dipengaruhi oleh handphone yang sedang ada di tangannya.
Prilya tidak menjawab. Ia hanya melempar pandangannya ke arah jendela mobil. Dadanya terlalu sesak untuk bicara saat ini. Samuel hanya bisa menarik nafas panjang kemudian menambah kecepatan mobilnya. Ia tahu ia telah salah dan ia berjanji akan meminta maaf dengan benar saat mereka sampai ke rumah mereka.
Tak ada lagi yang bicara sepanjang perjalanan pulang ke rumah kediaman keluarga Richard. Mereka sibuk dengan pikiran masing-masing sampai kendaraan roda empat yang membawa mereka sampai di depan rumah mewah dan luas itu.
Prilya langsung turun dari mobil dan berlari masuk ke Rumah. Sedangkan Samuel harus bisa mengatur kata-kata yang baik untuk meminta maaf. Ia pun turun dari kendaraan itu dengan handphone milik Martha di tangannya.
"Kalian darimana saja? Mama sangat khawatir." Elizabeth tenyata sudah menghadang langkah Prilya di depan kamarnya. Prilya langsung memeluk ibu mertuanya itu dengan tangis pecah.
__ADS_1
"Mas Sam benar-benar ada hubungan dengan mbak Miss World itu Ma. Dan saya sakit hati, hiks."
"Mama mengerti perasaanmu sayang, tapi bagaimana pun semua sudah terjadi." Elizabeth mengelus lembut punggung sang menantu dengan penuh kasih sayang. Meskipun itu masa lalu tapi kalau seorang perempuan melihat sendiri apa yang dilakukan oleh suami dengan perempuan lain maka rasa sakit pasti ada.
"Sekarang kamu istirahat sayang, lapangkan dadamu. Apa yang dilakukan suamimu itu jauh sebelum kalian bersama."
"Iya Ma, hiks." Prilya pun melepaskan pelukannya pada sang mertua dengan hati yang masih sesak. Prilya menyusut airmatanya. Ia mungkin kelihatan lebay dan terlalu baper.
Ia mengakui itu tapi ia sendiri berpikir, mungkin kalau Mbak Miss World itu tidak memperlihatkannya video dan gambar suaminya dengan nya maka hatinya tidak akan sesakit ini.
Ternyata apa yang pernah dilakukannya dimasa lalu tak bisa dihapus begitu saja. Noda itu tak akan mudah hilang dan tetap saja mengikutinya sampai sekarang.
"Minta maaf pada Tuhan Sam. Begitu banyak kesalahanmu dimasa lalu nak." Elizabeth menatap sang putra dengan wajah teduhnya.
"Iya Ma. Sekarang aku mau ke kamar. Prilya pasti sangat terguncang. Aku akan menemuinya." Pria itu pun ikut pergi juga dari hadapan ibunya. Saat ini hanya hati Prilya yang ingin ia obati.
__ADS_1
Pintu kamar ia buka kemudian melangkahkan kakinya ke dalam.
Prilya ia dapati sedang berbaring di ranjang dengan selimut menutupi keseluruhan tubuhnya. Ia yakin kalau sang istri belum tidur. Dengan langkah perlahan ia menghampiri bibir ranjang itu kemudian duduk disana. Ia menatap bungkusan selimut itu dengan perasaan campur aduk. Sungguh ia tak tahu harus memulai dari mana.
Lama ia duduk di tempat itu dengan pikiran yang berkecamuk.
"Sayang, maafkan aku-"
🌻🌻🌻
*Bersambung.
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?
Nikmati alurnya dan happy reading ya 😍
__ADS_1