Tawanan Hati Sang Musuh

Tawanan Hati Sang Musuh
Bab 75 Prilya Egois


__ADS_3

"Sayang, aku tahu kamu belum tidur. Pril, bagaimana aku mengucapkan kata-kata, "Maafkan aku" ketika aku tahu bahwa kata-kata itu tidak cukup? Dan bagaimana aku bisa memintamu untuk memaafkanku ketika aku tahu kalau aku sendiri tidak bisa memaafkan diri sendiri?"


"Aku akui kalau aku adalah pria brengsek yang mempunyai banyak kesalahan. Aku bukanlah pria yang suci yang mungkin engkau harapkan. Tapi, bolehkah aku berharap memiliki seorang perempuan suci untuk menjadi pendamping yang baik dan setia Pril? Sungguh aku ingin kamu bisa menjadi ibu dari anak-anakku kelak."


Samuel menundukkan wajahnya. Ia akui ia adalah pria brengsek karena sering bermain dengan banyak wanita. Dan ia terlalu picik karena mengharapkan memiliki istri yang suci dan belum pernah disentuh sebelumnya. Sungguh, ia sangat egois.


"Sayang, tanpamu, aku merasa sangat kesepian, aku tidak tahan jika kamu mengabaikan aku. Kalau kamu marah, tolong bicaralah, katakan semua yang kamu rasakan. Kamu juga bisa memukulku asalkan kamu tidak diam saja seperti ini."


Samuel Richard sudah nampak frustasi. Prilya benar-benar tidak bergerak dibawah selimut. Itu artinya istrinya itu benar-benar masih menyimpan rasa marah yang sangat besar padanya.


"Aku mencintaimu Prilya, kalau kamu saja tidak ingin memaafkan aku, bagaimana dengan orang lain? Mereka pasti mengutukku. Lalu kemana lagi aku akan meminta pengampunan?"


"Baiklah, aku mungkin tidak pantas untukmu. Kalau kamu belum juga mau menerimaku yang kotor itu ini maka akan kubiarkan kamu bebas. Dan kuadukan kamu pada Tuhan." Pria itu pun berdiri dari duduknya setelah memberikan ancaman. Ia ingin tidur saja di kamar yang lain meskipun ia tahu ia tidak akan mampu tidur berjauhan dengan sang istri tercinta.

__ADS_1


"Eh?" Pria itu tersentak kaget karena dua tangan istrinya tiba-tiba saja melingkar di perutnya yang kuat. Prilya memeluknya dari belakang saat ia akan keluar dari kamar itu.


"Mas, kamu tega padaku hiks." isak Prilya dengan perasaan mengharu biru. Samuel Richard merasakan dadanya menghangatkan bahagia. Istrinya sudah mau bicara meskipun masih menangis, itu sudah merupakan awal yang baik.Ia pun merubah posisi istrinya agar menghadapnya.


"Mas, kamu tega mau mengadukan aku pada Tuhan. Dia saja maha pengampun dan pemaaf, lalu siapa lah aku ini yang juga bukan manusia sempurna dan tidak memaafkan mu hiks." Prilya masih sesenggukan dengan airmata kembali menyeruak keluar dari kelopak matanya. Samuel tersenyum, dan menghapus air mata istrinya itu dengan ibu jarinya.


"Mas, aku tahu aku ini egois dan tak mau berbagi. Aku tidak tahan melihatmu bersama dengan perempuan lain. Hatiku sakit mas." Prilya terus bicara dengan wajah memerah karena sejak tadi menangis.


"Prilya sayang, aku minta maaf. Sungguh aku minta maaf karena perbuatanku dimasa lalu justru sangat menyakitimu. Tapi itu adalah masa lalu yang tidak bisa aku menghapusnya. Aku berjanji akan lebih baik ke depannya sayang. Hanya kamu yang akan memiliki ku. Aku milikmu Prilya sayang." Pria itu langsung meraih bibir Istrinya yang terbuka.


Pria itu benar-benar Ingin membuat istrinya nyaman dan melupakan rasa sedihnya. Tangannya yang lain berusaha mengelus lembut punggung sang istri memberikannya ketenangan. Tubuh Prilya semakin lama semakin tak kuat. Ia hampir merosot ke bawah karena perlakuan suaminya yang mulai memanas. Ia bagaikan jelly hingga tubuhnya langsung diangkat ke atas ranjang oleh sang suami.


Samuel Richard tersenyum seraya menatap istrinya yang juga sedang menatapnya sayu. Tatapan mereka berdua sedang mengantarkan gelenyar hasrat yang tak terbendung.

__ADS_1


Pria itu kembali mendekatkan wajahnya ke wajah istrinya hingga ujung hidung mancung mereka bersentuhan. Nafas mereka saling memburu udara disekitar tempat itu terasa sangat panas.


"Aku mencintaimu Prilya, sangat mencintaimu sayangku," bisik pria itu dengan penuh perasaan. Nadanya begitu berat dan bergetar penuh hasrat. Deru nafasnya benar-benar mampu menyapu bulu mata lentik sang istri.


"Aku milikmu Prilya sayang, hanya kamu. Dan begitupun denganmu, kamu adalah milikku. Semua yang ada padamu rasanya ingin aku makan saat ini sayang," bisik Samuel dengan tangan mulai bergerilya menyentuh bagian tubuh istrinya yang sangat ia rindukan.


Prilya menutup matanya merasakan sensasi yang luar bisa dari permainan jari suaminya dibawah sana. Semua amarahnya tiba-tiba menguap entah kemana.


Duh, kita Cut cut cut dulu ya, masih pagi hehehe


🌻🌻🌻


*Bersambung.

__ADS_1


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?


Nikmati alurnya dan happy reading 😍


__ADS_2