Tawanan Hati Sang Musuh

Tawanan Hati Sang Musuh
Bab 62 Prilya Terguncang


__ADS_3

"Hey maaf. Mbak-mbak ini gak kenal saya ya?" tanya Nargya Martha dengan wajah tersenyum ramah. Devi Aldiva dan juga Prilya tampak berpikir. Kedua perempuan itu benar-benar memaksa otak mereka untuk mengingat sosok cantik dan seksih dihadapan mereka.


"Mbak bukannya model yang berhasil menjadi Miss World itu ya?" tanya Devi setelah berhasil mengingat seseorang yang mirip dengan perempuan itu. Seseorang yang sering wara-wiri di depan layar kaca sekitar dua yang lalu itu.


"Miss World? Model?" Prilya tampak bingung. Masalahnya selama ini, ia jarang berinteraksi dengan yang namanya Televisi dan media sosial lainnya. Ibu dan saudara tirinya tak pernah memberinya ruang untuk menikmati fasilitas seperti itu di rumahnya. Jadi sekarang ia tampak sangat kurang update tentang dunia luar.


Nargya Martha tersenyum. Ia sangat senang karena salah satu dari dua perempuan ini mengenalnya. Itu artinya sedikit saja ia bicara maka rencananya akan segera tercapai.


"Wah, mbaknya ini kok pintar sekali sih, pasti rajin mengikuti perkembangan dunia ya? Hebat lho. Aku ini memang Miss World yang sangat terkenal itu. Bisa mewakili negara kita menjadi ratu kecantikan dunia adalah hal yang luar biasa kan?" Nargya Martha mulai menunjukkan tanda-tanda kehebatan dan kesombongannya. Ia melirik wajah Prilya yang tampak terlongo kaget itu. Sungguh ia sangat suka itu.


"Ah gak juga sih mbak. Saya cuma pernah melihat mbak di televisi waktu itu. Ya, saya cukup bangga karena ada perempuan hebat yang bisa mengalahkan begitu banyak perempuan cantik dan cerdas di seluruh dunia." Devi Aldiva tersenyum seraya menatap Nargya Martha dengan tatapan memuja.


"Ooh, jadi mbak seorang model dan juga Miss World?" Prilya baru ngeh, ia akhirnya menatap perempuan cantik dihadapannya itu intens. Ia ikut terpesona.

__ADS_1


"Ya begitulah. Aku ini sudah diakui oleh dunia kalau aku ini perempuan cantik dan juga cerdas." Nargya Martha semakin di atas angin. Ia benar-benar ingin menunjukkan siapa dirinya sebenarnya di depan perempuan kampungan yang tidak layak mendampingi seorang Samuel Richard.


"Salam kenal mbak, namanya siapa? Boleh berfoto dan minta tanda tangan gak mbak?" Prilya segera mengambil handphonenya juga dari dalam tas kecilnya. Setelah itu ia mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan perempuan cantik itu, tetapi sayangnya langsung ditolak oleh Nargya Martha, hingga tangannya hanya bisa menggantung di udara.


"Maaf ya, Aku tidak sembarangan bersalaman dengan orang lain yang, ya- yang tidak selevel denganku." Nargya Martha mencebikkan bibirnya


"Eh?" Cuma itu kata yang bisa keluar dari mulut Prilya. Ia nampak kecewa tapi ia berusaha untuk baik-baik saja. Ia sudah seringkali dikecewakan dan disakiti dalam hidupnya, dari ia berusaha untuk santai.


Prilya dan juga Devi Aldiva hanya bisa saling bertukar pandang. Wajah mereka tiba-tiba meringis karena kesombongan paripurna yang ditunjukkan oleh Miss World itu.


Devi Aldiva tersenyum. Ia sangat suka gaya Prilya. Ia pun meraih gelasnya sendiri dan menyeruput minumannya setelah berbasa-basi dengan sang model arogan itu.


Sungguh, tak ada seorang pun yang menyukai orang yang sangat sombong seperti itu. Cantik dan cerdas tapi tak beradab apa gunanya?

__ADS_1


Nargya Martha mengepalkan tangannya di atas meja dihadapannya. Ia benar-benar merasa tidak dihargai padahal ia sudah menjelaskan siapa dirinya di depan kedua perempuan itu. Dengan cepat ia meraih handphonenya dan membuka galeri foto dan video yang ada di dalamnya. Setelah itu ia memberikannya pada Prilya agar perempuan itu melihatnya.


"Meskipun kita tidak selevel, tapi kamu boleh kok melihat barang pribadiku. Siapa tahu dengan ini kamu jadi sadar diri anak manis," ujar Nargya Martha dengan seringai diwajahnya.


Prilya pun meraih handphone itu dan melihat isinya. Semua yang ada di dalam sana adalah koleksi pribadi perempuan itu bersama dengan Samuel Richard, suaminya.


Dari gambar yang biasa saja sampai dengan hal-hal yang seharusnya dikonsumsi oleh pasangan suami-isteri bisa Prilya lihat dengan perasaan yang sangat sakit.


Dada perempuan itu langsung terasa sesak dan tak mampu bernafas. Tubuhnya gemetar dengan mata yang sudah tampak berkaca-kaca. Hatinya sangat sakit dengan apa yang ia lihat sendiri di depan matanya.


🌻🌻🌻


*Bersambung.

__ADS_1


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?


Nikmati alurnya dan happy reading 😍


__ADS_2