
Devi Aldiva menatap suaminya yang baru saja masuk ke dalam kamar. Ia benar-benar sudah lama menunggu pria itu sejak tadi. Sungguh ia sangat penasaran dengan apa yang sudah terjadi pada Samuel Richard sampai mendapatkan tanda merah di kemejanya.
"Sayang, apa meeting nya berjalan lancar?" tanyanya dengan nada manja. Black tersenyum kemudian menangkap tangan istrinya yang sedang membantunya melepaskan dasi yang sedang ia pakai.
"Sangat lancar sampai aku sudah sangat rindu padamu," jawab pria itu dengan tatapan lurus kedalam bola mata istrinya.
"Ish, apa hubungannya?" Devi Aldiva tersenyum malu. Ia tahu kalau suaminya itu sedang menggodanya.
"Eh, Aku benar-benar merindukanmu Dev, sepanjang hari bekerja rasanya aku sangat ingin mandi bersamamu sayang," ujar pria itu seraya mencium tangan istrinya dengan sangat lembut.
"Aku sudah mandi sayang, sekarang aku hanya ingin tahu tentang Miss World itu."
"Akan aku ceritakan saat kita mandi bersama." Devi mencebikkan bibirnya. Ia tahu kalau itu hanya modus dari suaminya saja.
"Hum, maafkan aku sayang tapi aku kan sudah mandi, Awwww!" Devi Aldiva tanpa sadar berteriak karena tubuhnya tiba-tiba saja diangkat oleh suaminya ke dalam kamar mandi.
"Aduh aku sudah mandi, sayang," ujar perempuan itu tapi tidak dipedulikan oleh suaminya. Selanjutnya tak ada lagi yang terdengar dari dalam kamar mandi itu selain suara-suara yang sangat membangkitkan bulu kuduk merinding.
Rasa penasaran Devi Aldiva tentang perempuan yang bernama Nargya Martha itu sudah berubah menjadi sebuah rasa yang lain dari yang lainnya.
Sementara itu, Samuel Richard masih saja mengajak istrinya untuk berbicara tapi sayangnya perempuan itu tidak merespon sama sekali. Ia hanya diam dan juga tidak marah seperti tadi.
"Sayang, aku tidak tahan kalau kamu diam saja. Katakan saja kalau aku brengsek atau apapun itu yang penting kamu tidak diam!" Pria itu meraih dagu istrinya agar mau menatapnya.
Prilya tetap diam. Ia tidak ingin marah lagi. Sudah cukup ia mengeluarkan isi hatinya tadi. Dan sekarang ia ingin mendinginkan otaknya dan tak mau memikirkan hal-hal yang buruk. Samuel Richard merasa frustrasi sendiri. Ia tidak tahu harus mengatakan apa lagi. Karena ia merasa tidak bersalah samasekali.
Akhirnya pria itu membuka kemejanya di depan istrinya. Setelah itu ia melemparnya ke tempat sampah agar istrinya tidak marah lagi padanya. Kemeja itu adalah biang masalahnya.
__ADS_1
"Sayang, baiklah. Aku tadi bertemu dengan Martha. Tepatnya kami tidak sengaja bertemu. Dan setelah itu ia kecelakaan dan sakit. Aku membawanya ke apartemennya bersama dengan Black. Aku tekankan, kami bertiga ada di apartment itu. Jadi kami berdua tidak mungkin melakukan sesuatu yang kamu khawatirkan." Samuel menjelaskan kronologi kejadiannya ia bertemu dengan Martha dengan sangat lengkap.
"Aku sudah menceritakan semuanya Pril, sekarang ayo katakan sesuatu sayang," lanjut pria itu dengan wajah memohon. Ia benar-benar tidak suka didiamkan seperti itu oleh istrinya tercinta. Ia meraih tangan istrinya itu dan menciuminya lembut.
"Saya tidak tahu mau ngomong apa Tuan." Akhirnya keluar juga suara Prilya setelah lama tidak membuka mulutnya.
"Apa? Kamu bilang apa tadi?" Samuel menatap istrinya itu dengan intens.
"Saya hanya penebus utang dari ayahku Tuan. dan saya sadar kalau-." Belum selesai perempuan itu berbicara dan mengeluarkan uneg-unegnya, bibirnya sudah dibungkam oleh suaminya.
Cukup lama Samuel mengulum dengan lembut bibir manis sang istri. Ia tidak ingin mendengar kata-kata seperti itu dari istrinya. Sedangkan Prilya sama sekali tidak menolak maupun membalas meskipun ia ingin.
Saat ini Ia merasa adalah hanya seorang pelayan atau pemuas hasrat saja dari pria yang sedang menyentuhnya ini. Air matanya begitu tak tahan untuk keluar. Sampai ia terisak didalam mulut suaminya.
"Sayang, ada apa? Kamu tidak suka kalau aku menyentuhmu?" Samuel bertanya dengan nada rendah bagaikan sebuah bisikan. Ia lantas menciumi air mata istrinya itu dengan penuh perasaan. Ia tahu kalau Prilya pasti sangat terluka dengan insiden gincu merah itu.
"Ya ampun sayang. Kumohon jangan katakan seperti itu. Aku sudah tidak ada hubungan dengan perempuan itu. Sekarang, kamu adalah hidupku Prilya. Dan ia hanya masa lalu." Samuel meraih dagu istrinya agar perempuan itu mau menatapnya.
"Lihat aku sayang, aku sangat menyayangimu. Dan tak ada lagi urusan dengan perempuan itu Pril." Prilya tidak menjawab. Entah kenapa gambar dan video yang berisi tentang pria tampan dihadapannya ini dengan perempuan itu benar-benar sangat menggangunya. Ia sangat sakit jika mengingatnya.
"Baiklah, aku akan pergi saja. Kamu istirahatlah." Akhirnya pria itu pergi dari kamar itu setelah mengambil tempat sampah tempat ia membuang kemeja itu beberapa saat yang lalu.
Sedangkan Prilya langsung menjatuhkan dirinya di atas ranjangnya. Ia kembali menangis. Ia merasakan perasaan yang campur aduk. Antara sedih, kecewa, dan juga menyesal menyeruak dari dalam hatinya.
Samuel Richard melirik istrinya itu sebelum keluar dari kamar itu. Ia hanya bisa menarik nafas panjang. Ia pikir, mungkin ia perlu memberi ruang pada istrinya itu agar bisa kembali seperti hari-hari biasanya.
"Sam, bagaimana istrimu?" tanya Elizabeth saat melihatnya keluar dari kamarnya dengan membawa sebuah tempat sampah.
__ADS_1
"Masih marah Ma, padahal aku sudah menceritakan semuanya tentang pertemuanku dengan Martha. Aku tidak tahu lagi harus bicara apa padanya Ma," jawab pria itu dengan tarikan nafas beratnya.
"Kamu istirahatlah. Bersihkan dirimu dan sholat lah. Martha sedang ingin menghancurkan keluargamu dengan meracuni otak istrimu. Berdoalah banyak pada Tuhan nak. Mintalah perlindungan padaNya."
"Ah iya Ma. Aku minta tolong untuk melihat Prilya, ia sudah terlalu banyak menangis hari ini. Aku takut ia sakit Ma," ujar Samuel dengan wajah khawatirnya.
"Hum ya, pergilah. Mama yang akan menemui istrimu sayang."
"Makasih banyak Ma."
Elizabeth tersenyum kemudian mendatangi Prilya. Ia akan menjadi seorang teman untuk menantunya itu.
🌻🌻🌻
*Bersambung.
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?
Eh, sambil nunggu update berikutnya, mampir dong dikarya baru nih, masih fresh dari oven, hahaha.
Dan ini ya,
Othor tunggu ya. Nikmati alurnya dan happy reading 😍
__ADS_1