Tawanan Hati Sang Musuh

Tawanan Hati Sang Musuh
Bab 66 Istri Kedua


__ADS_3

Tok


Tok


Tok


Elizabeth mengetuk pintu apartemen milik Nargya Martha dengan tak sabar. Rasanya pintu itu sebentar lagi akan berlubang karena kerasnya ia mengetuk dengan menggunakan kunci mobilnya.


Hatinya dipenuhi oleh kemarahan. Ia berharap sekali Samuel Richard belum melakukan sesuatu yang ia takutkan dengan perempuan tak tahu malu itu.


Nargya Martha segera memperbaiki riasan wajahnya yang nampak sangat berantakan. Ia pun memakai pakaiannya untuk menguji tubuhnya yang polos. Dengan tarikan nafas panjang ia berusaha meredakan emosinya.


Perempuan itu baru saja menangis dan mengamuk histeris karena ditinggalkan oleh Samuel Richard padahal ia sudah merasa berhasil menggoda pria tampan dan kaya itu.


"Aku jijik padamu Martha! Jadi tidak perlu kamu tawarkan tubuhmu yang kotor itu padaku!" teriak Samuel Richard padanya saat ia berani membuka semua penghalang dari tubuhnya untuk menggoda kembali pria yang pernah menghiba dan memohon cintanya.


"Tubuh istriku lebih menarik dan lezat daripada tubuhmu!" Begitulah kata-kata yang dilontarkan pria itu padanya. Ia merasa harga dirinya sudah sampai di lapisan terbawah bumi ini.


Tok


Tok


Tok


Apa mungkin itu adalah Sam yang telah kembali?

__ADS_1


Apa mungkin ia menyesali perkataannya dan ingin meminta maaf padaku?


Perempuan itu terus bermonolog pada dirinya sendiri untuk menghibur hatinya yang sangat kacau.


Ceklek


Ia membuka pintu apartemennya dengan pelan. Dan betapa kagetnya ia karena bukan pria yang ia inginkan yang datang tetapi ibunya. Nargya Martha langsung merubah ekspresi wajahnya menjadi seorang perempuan yang baik dan juga elegan.


"Hai Martha!" Eliza menyapa dengan senyum lebarnya. Tadinya ia ingin langsung melabrak perempuan tak tahu malu dihadapannya tetapi ia harus bermain cantik.


Tidak boleh ada emosi dan semuanya harus dihadapi dengan kepala dingin. Itu adalah tekadnya sebagai orang yang berpendidikan dan terhormat.


"Hai Nyonya, silahkan masuk."


"Terima kasih sayang," ujarnya tersenyum. Setelah itu ia pun masuk dengan langkah elegannya. Duduk dengan tenang seraya memindai keseluruhan isi ruangan. Ia benar-benar ingin tahu apakah Sam, sang putra ada di dalam salah satu kamar di unit mewah dan luas itu.


"Oh, tidak sayang. Terima kasih banyak. Saya tidak lama kok. Hanya mampir saja. Bagaimana kabarmu Martha?"


Nargya Martha ikut duduk dihadapannya dengan wajah berubah sendu.


"Aku sebenarnya kurang baik Nyonya. Sejak Sam meninggalkan aku beserta dukungannya hidupku hancur. Putramu itu tidak lagi ingin bersama denganku." Nargya Martha menjawab dengan wajah dibuat sangat menderita.


"Oh begitu ya? Ya, memang sebaiknya kamu tidak perlu memikirkan Sam lagi. Kamu itu cantik. Ada banyak pria di luar sana yang tentunya akan membuka hatinya untukmu." Elizabeth tersenyum dalam hati. Itu artinya ia tidak perlu mengkhawatirkan Sam akan melakukan sesuatu yang buruk dengan perempuan itu.


"Sam pernah sangat baik padaku. Tapi sekarang kenapa ia begitu sangat membenciku padahal segala macam cara sudah kulakukan untuk mendapatkannya kembali Nyonya." Nargya Martha menundukkan wajahnya dan menekuri lantai.

__ADS_1


Ia tidak habis pikir kenapa semua yang ia usahakan tidak ada yang berhasil padahal dukun itu mengatakan kalau ia pasti berhasil.


"Lupakan niatmu untuk meraih kembali putraku. Ia sudah sangat bahagia dengan istrinya sekarang. Prilya adalah obat yang sangat mujarab baginya ketika ia menderita karena kamu."


"Nyonya? Kamu tega mengatakan itu padaku?" Mata Nargya Martha langsung berkilat tidak suka. Ia belum juga ingin menyerah. Mungkin ia akan mencari dukun baru yang lebih hebat nantinya.


"Saya permisi Martha, ingat jangan lupa untuk menjaga kesehatanmu ya," ujar Elizabeth dan tidak berniat untuk mendengarkan lagi apa kata-kata perempuan itu.


"Nyonya, tolong aku. Hanya Sam yang selama ini mencintaiku. Biarkan aku jadi istri kedua saja yang penting bisa bersama dengannya setiap saat."


Elizabeth berdiri dari duduknya. Kepalanya terasa sangat pusing mendengarkan perempuan itu berbicara.


"Saya tidak pernah setuju Sam mempunyai dua istri. Kerena itu pasti akan menyakiti istrinya. Jadi kubur keinginanmu itu dalam-dalam. Saya permisi Martha." Perempuan itu pun pergi menuju pintu kemudian berbalik.


"Hentikan niat jahatmu karena biasanya apa yang kamu tanam itu yang kamu tuai. Balasan kebaikan adalah kebaikan begitu pun sebaliknya."


Nargya Martha hanya tersenyum mencibir. Ia tidak peduli. Yang penting ia harus bahagia dengan Sam. Ia tidak akan memperdulikan yang lainnya.


"Tidak akan Nyonya. Aku tidak akan berhenti sampai mereka berdua berpisah. Dan Sam kembali padaku."


Elizabeth menarik nafas panjang kemudian benar-benar pergi dari apartemen mewah itu.


🌻🌻🌻


*Bersambung.

__ADS_1


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiah, bunga dan Iklannya ya 🤭. Boleh dong minta lebih supaya othor semangat updatenya.


Nikmati alurnya dan happy reading 😍.


__ADS_2