Tawanan Hati Sang Musuh

Tawanan Hati Sang Musuh
Bab 63 Tak Tahu Malu


__ADS_3

"Bagaimana? Apa kamu masih merasa tidak butuh denganku anak manis?" tanya Nargya Martha dengan perasaan yang sangat senang.


Perempuan itu menatap Prilya yang nampak sangat shock dihadapannya. Mulutnya kembali terbuka untuk melanjutkan kata-katanya.


"Kamu tahu gak? Kalau jauh sebelum ia bersama dan mungkin menyentuhmu. Sam adalah milikku. Dan kamu bisa lihat sendiri bagaimana serasinya kita dilihat dari segi manapun." Perempuan itu menatap Prilya dari atas sampai kebawah dengan tatapan mencemooh.


"Pasti kamu baru dipermak 'kan? Kentara banget sih. Semua yang melekat pada tubuhmu itu dari keluarga Richard. Setelah semua itu terlepas apa lagi yang kamu punya? Wajah pas-pasan dengan bentuk tubuh pas-pasan seperti itu apa hebatnya? Kamu itu cocoknya jadi pembantu aja."


Prilya tersenyum kemudian menyerahkan kembali handphone perempuan itu kepada pemiliknya. Ia berusaha menenangkan dirinya meskipun hatinya sangat sakit.


"Mbak ini memang sangat cantik dan terkenal. Mbak memang cocok dengan Mas Sam, suamiku. Silahkan lanjutkan hubungan kalian. Saya tidak masalah." Ia nampak sangat tegar akan tetapi perasaannya sangat terguncang saat ini.


"Nyonya? Apa yang anda katakan?" Devi langsung berdiri dari duduknya dan menghampiri Prilya yang nampak tak baik-baik saja. Ia sangat tahu kalau Prilya sangat sedih saat ini. Suara perempuan itu saja terdengar bergetar menahan rasa marah dari dalam hatinya.


"Iya. Saya mengatakan hal yang sebenarnya Kak Dev. Saya tidak pantas bersama dengan Mas Sam. Dan Mbak Miss World ini sangat cocok bersamanya. Mereka adalah pasangan yang sangat serasi."


Prilya pun tak tahan lagi. Pertahanannya runtuh. Ia pun menangis dan menumpahkan cairan bening dari pelupuk matanya. Ia tiba-tiba merasa sangat rendah diri di depan perempuan cantik dan sangat sempurna itu. Ia akui kalau ia hanya lulusan SMA dari sebuah kota kecil. Pengetahuan dan pengalamannya tidaklah sebanding dengan seorang Miss world.


Nargya Martha langsung tersenyum lebar. Ia menarik nafas lega. Mengalahkan perempuan miskin, kampungan, dan juga tak berpendidikan seperti ini sangatlah mudah. Mereka berdua tak selevel dari sudut pandang manapun, jadi sudah sepantasnya ia memang menang telak.


"Anak baik. Baguslah kalau kamu cepat sadar dan tidak mempermalukan diri sendiri. Aku sangat senang." Nargya meraih handphonenya itu dan menyimpannya ke dalam tas mahalnya. Setelah itu ia menatap Prilya dan Devi bergantian.

__ADS_1


"Sekarang katakan saja apa yang kamu mau untuk mengganti waktumu melayani Sam selama aku tidak bersamanya selama ini." Mata Nargya Martha tampak berkilat. Ia sangat tidak suka mengucapkan kata-kata itu tapi ia sangat ingin menyakiti hati perempuan yang mengaku sebagai istri dari kekasihnya itu.


"Kamu sudah melayani kekasihku 'kan. Sungguh ku ucapkan terimakasih meskipun aku tahu kalau Sam pasti tidak puas dengan tubuh yang sangat tidak proporsional seperti yang kamu miliki!"


Prilya mengeratkan rahangnya. Ia merasa sedang dianggap sebagai seorang pemuas dari seorang Samuel Richard saja. Ia pun balas menatap perempuan cantik dihadapanmya itu dengan berani. Air matanya ia susut dengan menggunakan punggung tangannya. Harga dirinya harus kembali tegak meskipun ia mungkin akan mengucapkan hal yang tidak sopan.


"Hey! Dengarkan saya mbak Miss World yang terhormat. Mas Sam memujiku setiap kami bersama. Ia sangat menikmati setiap kami berhubungan. Dan bahkan ia selalu memintanya padaku setiap saat. Kami melakukannya sampai tiga kali sehari!"


Wajah Nargya Martha langsung berubah merah. Ia tak menyangka perempuan muda itu berani melawannya.


"Tadinya saya berpikir untuk mengalah dan melepaskan Mas Sam padamu, tapi sekarang tidak lagi. Kamu pasti bukanlah perempuan baik-baik yang mau menyebarkan hal-hal rahasia dari laki-laki yang pernah bersamamu!" Dada Prilya naik turun menahan emosi yang memenuhi hatinya saat ini.


"Hati-hati Mbak! Jangan pernah berani melakukan tindakan kekerasan disini atau reputasi mbak Miss World bisa hancur saat ini juga."


"Hey, tahu apa kalian tentang reputasi. Kamu, siapa pun namamu!" Nargya Martha menunjuk wajah Prilya dengan tatapan tajam.


"Akan aku pastikan kamu akan meninggalkan Sam. Kalian pasti berpisah dengan sangat menyakitkan!" Nargya Martha mengancam dengan sangat marah. Setelah itu ia pergi dari tempat itu dengan menghentakkan kakinya marah.


"Anda hebat Nyonya. Saya bangga karena anda berani mempertahankan milik anda." Devi tersenyum dan menarik nafas lega. Ia sangat senang karena Prilya berani melawan.


"Tapi hatiku sangat tidak baik-baik saja Kak. Aku kesal dan sangat cemburu."

__ADS_1


"Itu adalah hal yang wajar Nyonya. Semua perempuan atau istri pasti sangat sakit dan marah saat melihat sebuah kenyataan yang seperti tadi. Suami bersama dengan perempuan lain saja itu sudah bikin kita sakit hati."


"Kak Dev, kita pulang yuk. Saya sedang tidak bersemangat lagi." Prilya menurunkan bahunya. Ia merasa sangat lemas saat ini.


"Tapi bagaimana dengan meeting para suami-suami itu. Apa kita harus pulang dengan meninggalkan mereka?" tanya Devi ragu.


"Kita tinggalkan saja Kak Dev, kita pulang naik taksi saja. Kepalaku sangat sakit sekarang ini."


"Hum, baiklah. Kita pulang sekarang. Dan saya akan mengirim pesan untuk mereka berdua."


"Iya kak." Tak ada lagi yang ingin Prilya katakan. Rasanya ia ingin melanjutkan tangisnya di dalam kamarnya saja. Hari ini adalah hari yang sangat berat buatnya.


Mereka berdua pun pergi dari sana dengan mengunakan taksi online.


🌻🌻🌻


*Bersambung.


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?


Nikmati alurnya dan happy reading 😍

__ADS_1


__ADS_2