Tawanan Hati Sang Musuh

Tawanan Hati Sang Musuh
Bab 76 Bersatu Menuju Bahagia


__ADS_3

Samuel Richard semakin diatas angin. Respon yang diberikan istrinya membuatnya yakin kalau sang istri pasti sudah menerima permintaan maafnya. Ia pun kembali menciumi keseluruhan wajah Prilya.


"Aku mencintaimu sayangku. Dan kumohon jangan pernah meragukan perasaanku ini padamu Pril," bisik pria itu lagi dengan suaranya yang berat.


"Aku juga Mas, aku sangat mencintaimu." Prilya berucap dengan tangan membingkai wajah suaminya yang begitu tak berjarak dengannya. Deru nafas mereka benar-benar bisa mereka rasakan sampai membuat hasrat mereka semakin terbakar.


Mereka saling menatap sampai pria itu tersenyum kemudian meraup kembali bibir sang istri. Ia melumattnya dengan sangat lembut.


Samuel sangat senang. Ia tak kuasa untuk tidak melakukan hal lebih. Prilya tak kuat lagi menahan sensasi nikmat yang diberikan suaminya. Ia mendessah tertahan.


"Kenapa sayang?" tanya Samuel senyumnya. Prilya merasakan pipinya memanas. Ia tahu kalau suaminya hanya menggodanya. Ia pun tersenyum malu.


Menit berikutnya, keduanya pun tenggelam dalam arus kebahagiaan yang semakin meluap-luap.


Mereka bersatu padu mendayung dengan sangat indah menuju nirwana. Sebuah tempat yang tak pernah bosan mereka kunjungi meskipun mereka harus kelelahan dan saling meneriakkan nama mereka masing-masing.


Sampai dini hari mereka terus bergelut dalam kenikmatan yang tak berujung. Tak ada lagi keraguan dalam cinta mereka. Prilya benar-benar telah menjelma kedalam tawanan hati Samuel Richard yang akan sangat sulit untuk ia lepaskan.


🌻

__ADS_1


Pagi pun datang. Mereka bangun dengan perasaan yang sangat senang. Mereka saling menatap dengan perasaan penuh cinta kemudian saling berpelukan kembali dibawah selimut.


"Mas, sholat dulu yuk." Prilya berusaha keluar dari pelukan suaminya tapi tangan Samuel sepertinya sedang tak ingin melepaskannya.


"Mas? Kita sudah kesiangan nih," ujar perempuan muda itu dengan tatapan lurus pada mata suaminya.


"Iya sayang aku tahu. Terimakasih banyak ya karena kamu mau menerima maafku." Samuel mengecup bahu perempuan itu yang terbuka.


"Mas, aku mencintaimu makanya aku menerima kamu seutuhnya. Ayok ah, kita sholat dulu." Prilya berusaha melepaskan dirinya dari pelukan suaminya itu.


"Kita akan mandi bersama sayang," ujar pria itu kemudian turun dari ranjangnya dan menggendong istrinya ke dalam kamar mandi.


Setelah mandi dan sholat, mereka pun keluar kamar dengan perasaan yang sangat bahagia. Para penghuni rumah itu begitu senang melihat kebahagiaan dua orang itu.


"Sarapan dulu ya semuanya." ujar Elizabeth memberikan perintah pada semua anggota keluarga yang hadir. Seperti peraturan yang selama ini disepakati oleh semua anggota keluarga, tak ada yang boleh bicara saat sedang makan.


Terdengar helaan nafas dari semua orang di meja makan itu ketika semuanya sudah selesai menyantap menu sarapan itu. Garpu dan sendok mereka simpan kembali diatas piring mereka yang sudah kosong sembari menunggu sebuah berita yang akan diucapkan oleh Elizabeth.


"Alhamdulillah. Saya mewakili author mengucapkan banyak terimakasih pada semua readers yang dengan setia mengikuti kisah ini sampai bab terakhir. Selamat berjumpa lagi pada karya yang lainnya hanya di Noveltoon."

__ADS_1


Samuel Richard dan Prilya tersenyum dan saling memandang kemudian kembali menyimak kata-kata yang akan disampaikan oleh Elizabeth.


"Terus terang author nya kadang loyo dan tak bersemangat karena novel ini banyak yang baca tapi readers nya tidak memberikan like dan komentar. Author akhirnya merasa sedang menghalu sendiri 🤧😩☹️."


"Tapi authornya juga ingin mengucapkan banyak terimakasih, karena tanpa readers tersayang, author mana bisa seperti sekarang ini. Terimakasih lagi dan lagi. Semoga karya ini ada manfaatnya."


"Nah, cukup sampai disini curhatan author yang kadang gabut 🤧 ini. Mohon untuk mampir di karya yang baru ya, sampai jumpa lagi."



Yang rindu Jovanka dan kawan-kawannya di pengasuh centil, insyaallah akan segera launching. dengan judul Impian 3 Dara.. Bagaimana perjuangan Mini Geraldine mendapatkan cinta suaminya yang amnesia. Cici Dewangga, dan juga Naomi adalah sahabat-sahabat yang juga mempunyai mimpi untuk bahagia.


Dan, terakhir, mohon untuk mampir juga dikarya yang baru dan sudah update, Marwah Jingga dan Mendadak Halal. Insyaallah okeh punya lah. Udah cukup cuap-cuapnya. Selamat berpuasa bagi yang menjalankannya.


Bye, wasallam. TAMAT.



__ADS_1


__ADS_2