
Saat vani mulai menaiki biang lala,terlihat sekali badanya terasa bergetar,leo memegang tanganya membuat vani sedikit tenang,
"Kau tidak apa apa kan,"
"Yah",,
jawab vani singkat
Saat biang lala mulai naik keringat dingin ber cucuran di kening vani,sebenarnya vani mengidap Achrophobia,
tapi dia berusaha melawan nya,dia yakin pasti dia akan mengalahkan rasa takutnya.
vani menutup matanya agar dia tidak melihat ketinggian,Satu putaran vani merasa gugup dua putaran badan mulai gemetar hebat kening berkeringat
"Are you okay,girl,,???
Vani tidak bergeming sama sekali.
"Lihatlah girl pemandanganya indah,kau pasti menyukainya,.come on my girl have a look.!!!!"
Leo masih tidak menyadari keadaan vani,
Vani mencoba melawan ketakutanya,pasti bisa batinya,dan pada saat tepat putaran ketiga saat diatas entah kenapa biang lala yang di tumpangi vani dan leo macet,
Glek..
Vani merasa ada yang tidak beres,
"Sial,,kenapa berhenti,"Gerutu leo.
Vani mencoba membuka mata,saat dia melihat dia ada di ketinggian tiba tiba badanya lemas,kepala pusing badanya gemetar hebat badanya berkeringat dingin,wajah mulai memucat bahkan kesadaranya pun mulai berkurang,di detik hilangnya kesadaran dia hnya mengucap,
"Tolong kak aku takut hiks hiks,,"
Leo terkejut saat melihat keadaan vani,
"Girl,,kau kenapa,"
leo panik mendapati vani dalam keadaan tak sadarkan diri,
"Help me, please...!!!!!!!,"
Leo panik berusaha meminta tolong,
Diambilnya phonsel leo,
Tlilit tlilit tlilit
"Hallo tuan,."
"Bianglala permainan yang aku tumpangi macet,cepat bantu aku,dan telfon ambulance,"
"Siap tuan"
jawab sopir yang sengaja disuruh ikut leo,karna dia tidak membawa bodyguard,tidak mungkin dia membawa bodyguard di pasar malam,akan banyak mata yang memperhatikanya.
"My girl, please wake up.Jangan membuatku takut girl,please".
Leo memeluk erat vani dan mencoba membangunkanya,
Selang 10 menit biang lala mulai menyala lagi,leo bergegas kluar dengan menggendong vani,
leo sampe di ambulance dia menuju IGD,
selang beberapa menit,dokter kluar dengan hasil pemeriksaanya,
"Dok gimana keadaanya,,",leo benar benar merasa takut wanita pujaanya kenapa napa,
"Istri anda akan baik baik saja tuan,,"leo kaget karna dokter itu menyangka vani istrinya,"hasil pemeriksaanya sepertinya dia terkena achrophobia,,"
jawab dokter.
"Apa itu dok,,???"
"Phobia ketinggian tuan,karna td beberapa kali dia mengigau soal ketinggian,sepertinya dia mengidap sindrom achrophobia,"
leo kaget dengan kenyataanya,dia pikir dia akan menjaili wanitanya yang terlihat takut ketinggian,
tak pernah terlintas akan seperti itu jadinya.
"Apa saya boleh menemuinya dok,,"
"Nanti tuan,setelah Istri anda di pindahkan me ruangan rawat inap,"
Setelah sampai di ruang VVIP,vani masih terbaring tak sadarkan diri,suster yang merapikan infus pun kena omelan,
__ADS_1
"Sus,Kenapa dia masih belom sadar,.Is this like the treatment in this hospital,dimana dokter terbaik di sini hah,,???".
leo masih tidak terima karna wanitanya tak kunjung sadar.
"Maaf tuan,dokter yang menangani pasien adalah dokter terbaik di rumah sakit ini,,"
"Lantas kenapa dia belom juga sadar hah,,"
"Sekali lagi maaf tuan,nona akan segera sadar setelah pengaruh biusnya hilang,dokter memberikan bius karna tadi nona mengigau dengan begitu histeris,,"
suster mencoba menjelaskanya,
"Kalau tuan kurang jelas,tuan bisa menanyakanya pada dokter Richard dokter yang menangani nona,saya permisi tuan,,"
Setelah suster keluar leo mendekati vani,dia memegang buku jari vani di tatapnya lekat lekat,di ciumnya kening vani,dia merasa bersalah,karnanya gadis itu sampai di rawat,.
"girl I'm sorry,,".
sampe akhirnya leo pun terlelap dengan masih keadaan menggenggam jari jemari vani.
Mentari tlah bersinar dari ufuk timur,menyinari celah jendela Kamar vani,vani mulai mengerjap dari tudurnya,karna cahaya yang mulai menyilaukan itu.
"Tuan disini,,"
Di elusnya rambut leo,yang membuat yang punyanya terbangun,
"Girl kau sudah bangun hem,apa ada yang sakit atau pusing,ayo katakan girl apa yang kau rasakan,,???".
Leo mengkrutuki beberapa pertanyaan untuk Vani,
"Apa kau tidak bisa menanyakanya satu persatu dengan pelan pelan,gimana aku bisa menjawabnya
tuan es balok,,".
"Maaf,aku begitu khawatir girl.."
"Hem aku baik baik saja kok,"
Kenapa kau tidak bilang kalo kau phobia dengan ketinggian,
vani hanya tersenyum,"karna aku pikir aku bisa melawan ketakutanku itu".
"Pasti ada sebabnya girl,,"
wajah vani yang tadinya tersenyum secara tiba tiba matanya berkaca kaca,
Vani tersenyum,
"Tak apa,aku baik baik saja kok,,"
Vani menunduk dan menceritakan awal mula dia takut ketinggian,
Flashback on
"vani sayang anaknya papa,hari ini ulang tahun kamu ke 9thun,kamu minta apa sayang,,".
Flashback 11 thun yang lalu,
"Nggak pa,papa lagi gak ada uang kan,,lebih baik kalo ada uang buat beli obatnya mama,,"
Papa mengelus pipi mungil vani dengan lembut,
"Papa bahagya sekali punya putri sudah cantik baik juga perhatian pada mama,makasih ya sayang,,"
cup
Di kecupnya kening vani lembut,dan tanpa mereka sadari ada Alice yang memperhatikan mereka,
"Papa hari ini mendapat tender besar sayang,tepat di ulang tahun kamu,sepertinya kamu memang anak yang di kirim Allah untuk membawa berkah di kluarga Papa,sekarang keuangan kita sudah mulai membaik.."
Vani yang mendengarnya ikut bahagya namun beda dengan Alice.
"Alhamdulillah yah pa,vani ikut seneng".
Dipeluknya papa tubuh mungil vani,
Pyarrrr
Suara pecahan gelas,yang di lempar Alice mengagetkan sepasang anak dan ayah itu,
"Alice,,!!!,Apa yang kamu lakukan nak."
"Papa tidak adil,,!!!".
Alice merasa kecewa dengan papanya,dia berlari ke dalam kamar.
__ADS_1
"Alice,Alice sayang,,"
Papa adi begitu sedih melihat Alice yang merasa tidak di perhatikanya,papa adi merasa lbih merhatiin vani karna ada alasan tertentu.
"Pa,,papah jangan sedih,,"
Direngkuhnya pinggang papa adi oleh tangan mungil vani yang menenangkanya,
Setelah jam 4 sore,temen temen Alice mengajak Alice pergi ke pasar malam waktu itu,Alice meminta ijin kepada papanya,
"Alis,Apa kamu yakin mau kepasar malam nak,kamu masih umur 11thun nak,papa gak bisa nemani kamu,karna papa akan mengantar mamamu berobat hari ini,pasti pulangnya larut malam,,"
"Gak papa pah,ayah mely ikut jadi paman pasti juga jaga Alice pa,,"
"Oh ya sayang,baguslah kalo gitu papa sedikit tenang,tidak perlu khawatir.,"
"Em jadi boleh pah,,".
"Boleh tapi apa kamu bisa sekalian mengajak adikmu nak,karna adikmu gak ada yang jaga di rumah kalo papa pergi.,"
*lagi lagi anak itu,huh nyusahin bangt.Tapi boleh juga aku bisa sengaja tinggalin dia biar ilang kan,,,
pikiran licik terlintas di benak Alice,
"Baik lah pa,,"
Di kecupnya kening Alice lembut.
"Makasih ya sayang...",
Alice tersenyum licik.
Pukul 07.00 malam,Vani dan Alice sudah di pasar malam,Alice mencari kesempatan namun tak kunjung dapat karna ayah dari mely temanya selalu mengawasi.
Dia memiliki ide,di paksanya Vani naik biang lala bersama Alice,
"Kak aku takut,,"
"Tidak apa apa ayo ikut,,"
Akhirnya mereka berdua naik,saat petugasnya mengunci pintu,Alice membukanya tanpa vani sadari,saat mulai naik vani terlihat senang karna bisa melihat pemandangan kota malam,terlihat indah dari atas,tak di sangkanya biang lala itu berhenti tepat di atas vani berada,
"Aduh mata aku klilipan van,tiupin sakitt,,!!!"
Rengekan Alice yang penuh dengan kepura-puraan,
saat vani mendekat dan meniup mata Alice,pintu di buka Alis dan vani di dorong,
Brak suara pintu terbuka keras,Dengan sigap vani yang terjatuh berpegang pada salah satu besi,semua orang yang melihat histeris menyaksikan vani yang bergelantungan di atas,.
"Kak,tolong vani hiks hiks,,!!!"
"Tolong tolong,hiks hiks,,".
Semua petugas permainan itu,mencoba menolongnya,
Alice yang sedikit merasa takut jika dia ketahuan,dia berpura pura hendak menolong vani,tapi tidak bisa.
"Tolong!!!!!tolong!!!!,tolongin adikku,, hikss hikss..",
Setelah berjuang 5 menit bergelantungan akhirnya tim penyelamat dengan sigap menolong vani,
vani masih terlihat ketakutan,
Alice mencoba mendekati dan mengancamnya untuk tidak menceritakan kejadian itu pada siapapun,.
Vani hanya mengangguk.
flashback off
vani terlihat menunduk mata berkaca kaca,
leo yang mendengar cerita vani ikut merasa sakit hati,leo sangat merasa geram,ingin rasanya dia mencari Alice dan menghancurkan hidupnya.
"Kenapa kau tidak memberitahu papamu,,bukankah dia baik padamu????".
"Hem karna itulah aku tidak mau buat papaku sedih,".
*perusahaan papa tepat 11 thun ini menjalin hubungan kerja sama dengan papa vani,berarti kemungkinan saat itu tuan adi lah yang menjadi partner papa saat papa bilang anaknya dirawat karna kecelakaan di wahana dihari ulang tahunya,malang sekali nasib mu my girl.
"kau kenapa,,???.
tanya vani yang melihat wajah leo berubah rubah,terkadang terlihat dingin bahkan seperti tatapan seperti ingin menerkam mangsanya,bahkan juga terlihat sedih.
"Eee,tidak girl aku tidak apa apa,,"
__ADS_1
Leo tersadar dari lamunanya.