
jam menunjukkan jam 1.00,
Vani sudah berada di depan rumahnya,pikiranya kacau antara masuk dan tidak,dia tidak tega jika orang tuanya tau tentang keadaanya,tapi dia juga tidak mau orang tuanya khawatir,apalagi dia sangat membutuhkan dukungan orang tuanya,akhirnya dia memberanikan dirinya untuk bertemu orang tuanya.
Ting tung ting tung...
Beberapa kali vani mencoba memencet bel rumahnya,
tok tok tok,
dia juga mencoba mengetuk pintunya,
tok tok,
"paahhhhhhh,"
Suara vani terasa tercekik antara bersuara dan tidak,suara lirihnya terdengar gemetar dan memilukan.
tok tok tok
"paaaahhhh maaahhhh,paapaaa vani takutt...".
Bayangan Roy saat memp*rkosanya selalu terbayang,
bulir air mata vani luruh di pipinya,bukan hanya sakit di fisik yang dia rasakan tapi juga batinya terguncang..
Asisten rumah tangga keluarga vani terjaga dari tidurny,
"Aduh siapa toh malam malam kok bertamu,".
Ucap yuni,sambil melirik jam,dia baru saja tidur kurang dari 1jam setelah kepulangan Alice dan yoga sopir keluarga Adi,
Yuni mendengus kesal.
Yuni bergegas untuk membuka pintu,
di lain sisi,vani merasa tulang kakinya begitu ngilu sampai di area sensitifnya,terasa kaki tak bisa menopang tubuh kecilnya lagi,vani tersungkur ke lantai
"Hiks hiks,".
Bulir air mata terasa tak dapat berhenti,
Saat dia berusaha berdiri pintu terbuka,
"Noonnn,".
Dengan gesit Yuni bergegas menopang vani yang kembali hampir jatuh,
"Biiikkkk,"
suara lirih Vani yang perlahan hilang kesadaranya,
Yuni merasa bingung dia berteriak teriak memanggil kedua majikanya..
"Tuuuaaann,nyonyaaa",
Yuni mencoba menyadarkan vani,menepuk nepuk pelan pipi vani,
"Nooon kenapa,kenapa keadaan non seperti ini,".
Mata yuni berkaca kaca merasa iba melihat nona mudanya dalam keadaan menyedihkan.
"Tuaaaaannn non pingsan tuaaan,!!!".
Yuni berusaha membangunkan tuanya,
Papa Adi dan istrinya bergegas menuju asal suara, mendengar teriakan yuni,membuat kedua majikanya sedikit panik.
"Ada apa yun,kenapa teriak teriak??,".
Suara Mama Amanda saat mendekati yuni.
"Non vani nyonyaa,hiks,,".
Jawab yuni yang sudah luruh air matanya.
"sayanggg,!!!".
Papa Adi berlari menuju depan pintu yang mendapati putrinya tak sadarkan diri,
mama Amanda hanya mematung melihat keadaan vani,walaupun dia membenci vani tapi naluri keibuanya membuat hatinya tak tega melihatnya,
Amanda mencoba menenangkan swaminya,dan menyuruh membawa vani masuk ke dalam rumah membawanya masuk kekamar vani,
__ADS_1
Mama Amanda menyuruh yuni mengambil air dingin untuk mengompres vani,
Mama mencoba mengompres,di wajah vani yang penuh lebam.
Papa Adi begitu khawatir,terlihat dia mondar mandir menunggu vani siuman,mama mencoba menenangkanya,saat papa Adi ingin menghubungi dokter pribadinya,terdengar rintihan suara vani yang juga terlihat perlahan vani mengerjapkan matanya,
"Sayang kau tidak apa apakan,??".
Adi begitu mengkhawatirkan keadaan putrinya,Mama Amanda menaruh mangkuk berisi air dingin di atas nakas sebelah kasur vani,.
"Pahh,mama Ambil air minum untuk vani,airnya abis".
Mama membawa gelas vani yang kosong bergegas mengambil air minum untuk vani.
Vani memegang kepalanya yang terasa pusing.
Papa Adi mengusap kepala putrinya dengan lembut
Mama Amanda memanggil Alice,mencoba memberitahu putrinya Alice,Alice yang mendengar kepulangan vani merasa gusar.
"Kau tidak papa kan sayang,".
Amanda mencoba menyadarkan Alice dari pikiranya.
"Emm Tii tidak mah,Alice nanti kesana",
jawab Alice sedikit ragu,dia merasa sedikit takut berhadapan dengan vani,takut jika vani mengetahui keterlibatan dirinya tentang penculikanya.
"Yasudah mama ambil minum dulu untuk vani",
Alice hanya mengangguk.
vani tidak bisa menjawab ucapan papa Adi,hanya derai air mata yang membasahi pipinya,tangis tanpa suara itu membuktikan jika vani benar benar merasakan kesedihan atau sakit yang teramat.
"Sayang,apa yang terjadi denganmu,???".
Kesedihan papa Adi melihat keadaan putrinya saat ini begitu membuat hatinya perih,vani hanya diam dengan derai air mata juga sesegukannya.
"Yasudah kalau kamu belum bisa cerita sekarang,kamu istirahat dulu y sayang,".
Papa mengusap pucuk rambut di kening vani juga air mata vani,papa ingin vani menenangkan dulu dirinya Adi menyelimutinya,saat papa Adi ingin beranjak dari samping vani,tangan vani menghentikan langkahnya vani yang sudah terdudu,mencoba menceritakan apa yang dialaminya,
"paaaaahhh,".
"Iya sayang",
papa duduk kembali di samping vani,
"pahhh aku takutt,pahhhh maaf,"
Air mata vani lagi lagi luruh.
"Sayang kamu kenapa,coba ceritakan pada papa pelan pelan",
papa masih sabar menunggu putrinya bercerita tentang apa yang membuat putrinya seperti itu.
"Vaniii,vanii hikss hiks....",
papa memeluk vani,papa merasakan ada yang gak beres dengan putrinya,kecemasannya begitu mengganggu pikiranya
"Vanii di perk*sa paaahhh hika hiks vani udah gk suci",
Vani menceritakanya dengan sesenggukan,Dunia Papa Adi pun terasa runtuh hatinya hancur berkeping keping,mulutnya terasa tak bisa berucap tubuh terasa kaku,hatinya terasa perih serasa tercabik cabik,mendengar cerita yang dialami putri kesayangany.
Papa Adi berdiri,
"Aaaarrrrrgghhh, aaaarrrrrgghhh...",
Teriakan papa Adi menggema di rumahnya,tidak ada yang berani mendekat walaupun mendengarnya,Amanda yang mendengar suwaminya berteriak langsung sedikit berlari,
Pyar pyar,bruakkk!!!!
Rasa sakit papa Adi membuatnya hilang akal,memecahka kaca2 dan barang barang dengan kursi rias putrinya.
Papa Adi terhempas ke lantai meratapi nasib putrinya,hanya hitungan hari putrinya akan menikah tp cobaan berat dan teramat pahit telah dialami putrinya,
Air mata luruh,papa yang biasanya terlihat tegar di depan putrinya,kini terlihat lemah di depan vani putri kesayanganya,
"Paaaaahhh,.."
vani menutup mata dan telinganya,tak tega melihat papanya seperti itu,
"Apa salahku hingga kau menghukum putriku Ya Allah,ampuni aku jangan kau beri cobaan berat pada putriku hu hu hu..".
__ADS_1
Papa Adi begitu terpukul akan nasib putrinya.
"Papa",
Amanda yang baru sampe dapur berlari karna mendengar teriakan dan barang barang pecah,Amanda mendekati suwaminya yang terduduk di lantai dengan darah yang keluar dari tanganya akibat pecahan kaca yang mengenai tanganya.
"Yuniii".
"Iya nyonya",
Yuni berlari menuju kamar vani.
"Ambil kotak P3k dan air putih sekarang!!!".
"iyy iya nyonya",.
Yuni bergegas menghilangkan kotak p3knya,
"Papa kenapa,".Amanda begitu cemas dengan kondisi swaminya.Adi menarik nafas panjang untuk menceritakan masalah vani
"vani maah,vanii".
Air mata luruh di pipi swaminya,
"Kenapa pah,vani kenapa???".
Amanda mencoba meminta penjelasan dari swaminya,
"Putri kita diperk*sa maa",
ucap Adi dengan suara gemetar.
"Apaaa???",
Amanda mencoba melihat vani yang masih setia dengan isakan tangisnya,dia tidak menyangka jika nasib malang yang pernah dialaminya kini harus terulang dengan putrinya,walaupun dia tau vani bukan putri kandungnya tapi dia merasa kasian padanya.
Yuni membawa kotak p2K dan air minumnya,
Amanda mengambilny dan menyuruh yuni keluar,
Mama masih menenangkan papa memeluk dan mencoba memberinya minum,dia tidak tega melihat air mata swaminya dia tidak pernah selemah ini,
Setelah tenang dan di obati istrinya,Adi mendekati putrinya,dia memeluk erat vani.
Vani merasa begitu jijik dengan dirinya sendiri,terlebih ada rasa takut jika Dion mengetahuinya,
"Pahhhh,vani takut bagaimana jika kak Dion tidak bisa menerima ini semua pahh hiks hiks..",
Perasaan takutnya terlebih jika Dion tidak bisa menerimanya,entah apa yang akan terjadi padanya,
"Pasti nak Dion mau mengerti dan menerimamu sayang,dia begitu mencintaimu".
Papa Adi begitu sayang kepada vani dia bisa merasakan apa yang dirasakan oleh putrinya.
Mama yang melihat itu hanya merasa iba dengan nasib vani,entah yang ada di pikirannya harus memeluk atau pergi,dia bisa merasakan kesedihan vani,
Alice yang menguping percakapan mereka akhirnya dia masuk dan berpura pura tidak mengetahui apa apa,
"Maaa,"
Ucap Alice yang memanggil mamanya.
"Alice,"Amanda menghampiri Alice dan memberitahu tentang keadaan vani,Alice hanya pura pura terkejut.
"Aku akan melaporkan ini kepolisi,biar polisi yang akan mengusut dan mencari tau para pelaku itu",
Vani tidak memberitahu siapa saja pelakunya mengingat ancaman yang di layangkan Roy,dia tidak mau zo menderita bahkan dia juga tau tentang rekaman dia juga foto fotonya yang akan di sebar jika dia memberitau perlakuan Roy padanya.
Alice yang mendengarnya merasa panik,
"Enggak pah,jangan lapor polisi",
Adi menatap tajam Alice dan mengerutkan keningnya,
Alice yang melihatnya berusaha mencari Alasan agar dia tidak ketahuan,
"Maksud Alice,itu..itu akan membuat keluarga kita malu pa,apa lagi aku..aku seorang model ternama pah,aku gak mau karier aku hancur".
"Apa kau hanya bisa memikirkan dirimu saja Alice,!!!!"
Tatapan tajam papa Adi begitu ketidak sukanya dengan ucapan Alice.
"Pahh yang di bilang Alice ada benarnya juga pah,tidak hanya keluarga kita tapi juga kluarga besar besan kita nantinya akan malu,blom lagi vani mungkin sebagian akan iba tapi tidak memungkinkan nantinya pasti akan ada yang mencemoohnya,hnya hitungan hari dia akan menikah paa",
__ADS_1
Ucapan mama ada benarnya papa hanya menundukkan kepalanya,dia tidak bisa berbuat apa apa,