
Pernikahan hanya tinggal 4 hari.
Di kantin Zola,sedang menikmati sarapan paginya karna dia tidak suka sarapan pagi di rumahnya,
dia melihat banyak sekali orang orang berkumpul dan berbisik,dia begitu heran terkadang ada yang melihat kearahnya dengan sinis.
"Eh eh lihat deh tuh kan sahabatnya kan??."
"Iya iya bener,palingan juga dia ngikut tuh jadi pemeranya atau jangan jangan dia yang jadi kameramannya,kan dimana ada si primadona itu pasti ada dia."
Gibahan dari temen temenya Zo serasa dituju padanya,
Ha ha ha ha...
"Eh eh beneran yah ada artis baru yang lagi viral."
Selalu ucapan seperti itu saat ada yang baru ikut gabung grombolan grombolan.
"Iya bener,lihat aja udah rame kok di group."
Hati Zo bener bener tak nyaman,saat dia melihat Melly dan lainnya serasa ingin menghindarinya saat melihat dirinya rasa penasaranya bertambah besar.
"Eh eh Mell."
Zo menghentikan langkah Melly dan Ratna,"tuh anak pada kenapa sih,kok kayaknya pada bisik bisik??."
Zo melempar pandangan pada gerombolan gerombolan orang-orang yang seperti lagi ghibah.
"Em luu belom lihat chat grup di kelas kita Zo??,"
tanya balik si Melly yang malah tidak menjawab pertanyaan Zola.
"Belom sih,aku baru saja nympe."
Ucap Zola yang otaknya di penuhi tanda tanya.
"Mending luu lihat sendiri deh sebelum di hapus dari group,"Ratna menyarankan Zola,dari pada menjelaskanya.
"Iya Zo mending luu lihat sendiri aja,"timpal Melly yang juga memberi kode Ratna untuk pergi dari Zo.
"Eh Riinn!!,tungguin kitaa!!!,Zo kita cabut dulu yah."
Ucap Ratna kembali dengan secepatnya meninggalkan Zola.
"Eh eh tung!!!,"
Belom juga selesai ucapanya,Melly dan Ratna labih memilih pergi,"mereka kenapasih kok kayak ngehindar gitu???."
Zo mengerutkan keningnya,
Zo teringat dengan kata kata Ratna dan Melly,dia membuka chat grup yang masuk,ada sebuah foto juga video yang masuk dari nomor baru di group,saat di buka alangkah kagetnya Zo mendapati video panas berdurasi 50 detik itu,bahkan juga beberapa foto mesra Vani dengan pria yang tidak terlihat wajahnya,
Zo begitu miris melihat video Vani dengan pria itu,
Zo mencoba menghubungi Vani tapi nomornya tidak aktif.
Di lain sisi Dion juga melihat rekaman vani,dia begitu hancur melihatnya kenyataan pemer*osaan yang di katakan vani ternyata kebohongan,bahkan di foto juga video itu memperlihatkan Vani yang seperti menikmati suasana berduanya.
Kekecewaan dan rasa sakitnya tergambar dimatanya,senyum palsu terlukis di wajahnya bahkan buliran air mata di ujung mata Dion pun luruh di pipinya.
"Aaaarrrrrgghhh,"
pyar.
Teriakan juga suara pecahan kaca yang berada di toilet menjadi sasaranya,bahkan darah segar mengalir di buku jarinya tak ia rasakan,hanya sakit hati dan kecewa yang memenuhi hati Dion.
Dion yang keluar dari toilet menjadi perhatian banyak mahasiswa,bahkan diantaranya beberapa mahasiswi ada yang menggoda ada pula yang kasihan karna merasa Dion di tipu Vani.
"Kak,udah lah nikah aja ama aku,di jamin kok aku masih V loh,ya nggak temen temen."
Salah satu mahasiswi kedokteran yang sudal lama menyukai Dion.
"Bener tuh kak mending ama dia aja,dia juga nggak kalah cantik dibilang masih V lagi,udah lah dari pada sama pemeran video yang lagi viral itu tuh..."
Sahut salah satu temannya juga yang mencoba mengompori Dion karna tidak menyukai vani.
"Ha ha ha ha..."
__ADS_1
Tawa memenuhi kelas Dion.
"Eh Dion mending si Vani buat aku aja gimana,aku mau kok biar dia gak V juga aku mau,dia kan cantik pasti pehhhhhh."
Ucap salah satu teman prianya,yang mengucapkan sambil memperlihatkan mimik wajah mengejek Dion.
"Eh gua juga mau kalee,gak jadi cowoknya juga gak papa asal jadi partner di ran*ang,"
senyum menyeringai dari teman lainya.
Bughh,
satu bogem mendarat di hidung salah satu temannya yang membuly Vani,biar pun dia sakit hati tapi dia tidak memungkiri rasa sakitnya pula jika Vani jadi bahan gunjingan.
Teman temanya mencoba menahanya saat ia ingin melayangkan kepalan tanganya kembali.
Dion mengambil tas lalu keluar dari ruangan tanpa memberi balasan ucapan celotehan beberapa teman temanya.
Di lain sisi juga Zo menjadi cemoohan karna dia di sebut sebut sebagai sahabat baik Vani.
Mungkin alasan Ratna Melly juga Rina menghindar dari
Zo untuk menghindari cacian dari teman temanya,
Zo melihat Dion keluar ruangan dia pun menghampirinya,
"Kak,kak Dion."
Zo mencoba mengatur nafasnya.
"Zo..Aku ingin sendiri,tolong jangan ganggu aku."
Ucap Dion tanpa menatap Zo yang langsung pergi.
Zo hanya mematung dengan apa yang dia lihat,jelas terlihat kesedihan Dion,Zo yang mematung mata mulai berkaca kaca.
"Zoooo."
Terdengar suara lembut yang familiar baginya.
"Van..luu udah masuk??."
"He'em..aku udah sehat kok,kan luu juga tau aku ijinya nanti saat hari H resepsi juga bulan madu he he he."
Keceriaan Vani membuat Zo tak tega memberi tahunya,
"hayyy,Zo luu kenapa,"Vani mengernyitkan dahi nya,
"Zo,luu nangis??,luu gak papa kan Zo?."
Vani begitu khawati dengan Zo,yang sudah terlihat berkaca kaca.
Zo hanya menundukkan kepalanya,
"Van,"
belum juga Zola memberitahu Vani,beberapa mahasiswi mendekati mereka.
"Eh man teman,ini toh artis yang lagi viral di group itu yah?."
Ucapan dari beberapa mahasiswi dengan tatapan sinis juga jijiknya.
"Eh jangan salah sekarang gak hanya di group aja,udah viral di sosmed lainya,kamu blom tau yah??."
"Ohh yaaaa,waaaoooww kereeen tuh??."
"Kalo kamu mau kayak dia tuh,cepet jadi artis kamu,."
Lirikan sinis dan bullyan trus saja terucap.
"Enggak ahh gak berani aku,takut gk dapat job kan aku kalah cantik dari dia."
"Ha ha ha ha"
tawa juga ocehan dari teman temanya membuat Vani merasa bingung,
"Kalian ngetawain apa sih,artis artis apa lagi,"
__ADS_1
Vani melirik Zo meminta jawaban dari semuanya.
"Udah lah Zo kasih tau aja,mungkin dia terlalu sibuk dapat job,makanya dia gak sempet lihat chat grup di WA tuh."
Ucap kembali salah satu temenya.
"Zo..Ada apa sih,please kasih tahu aku Zo,apa maksud mereka??."
Tangan Vani mengguncang pundak Zola karna dia merasa ada yang disembunyikannya.
Zola memberi handphonenya,menyuruh Vani membuka chat grup,Vani mengambil dan melihat Video yang ada di groupnya.
Vani hanya bisa mematung tak percaya,sakit yang belum sembuh kini dia harus merasakan sakitnya lagi,
Vani menutup mulutnya yang terasa ingin teriak,mata berkaca kaca tubuh gemetar hatinya kembali perih.
Zo ingin menenangkan sahabatnya,tanganya ingin meraih pundak Vani,karna malu juga sakit hati karna ucapan teman temanya,Vani lari menghindari teman temannya juga sahabatnya.
Vani berlari sambil menangis terisak-isak,setiap langkahnya dia mendengar gunjingan soal dia di video,langkahnya terhenti saat menabrak beberapa cowok.
Bruk...
Vani terpental kelantai,
"Hai cantik,kenapa kau menabrak kami hem???."
Salau satu cowok itu menundukkan punggungnya dan bertanya pada vani.
"Maaf.."
Ucap Vani lirih.
"heyyy dia kan artis h*t yang lagi viral itu kan??."
Ucap yang lainya.
"wah luu juga udah lihat yah,bodynya uhhh mulusnyaaa.."
Saut yang lain dengan ekspresi mesumnya.
Vani merasa sakit teramat sakit,hatiny begitu sakit direndahkan semua orang,padahal dialah korbanya tp dia yang harus menanggung itu semua.
"Hai cantik udah lah gak perlu pake acara nabrak nabrak segala kamu lagi pengen yah,hem???,"senyum yang penuh dengan hawa na*su tergambar di bibirnya,
"gimana kalau kita ketoilet sebentar,tenang saja aku bakal bayar kok,kamu pasti gak mau yang gratis kan??."
Pria itu ingin memegang pundak Vani,Vani menampiknya,
Ha ha ha ha...
Tawa para pria itu membuat Vani benar benar muak,dia bangkit dan
plak plak,
"Auuw sst sia*an luu."
Erangan kesakitan dari pria yang menggoda Vani,
.
.
.
.
.
.
.
******Humm ternyata karyaku masih sepi😖😖,ternyata jadi Autor baru begini yah cuman pngn dapet follower like juga komen buat dukungan itu susah,padahal aq udah usahain tiap harinya upðŸ˜ðŸ˜,
tapi gak papa lah demi Vani aku harus semangat sampai dia mendapat keadilanya😊😊,
jadi Autor novel adalah impianku Bismillah mg lancar dan para reader suka membaca novelku💪💪💪.
__ADS_1
Sehat selalu**....