Terenggutnya Kesucian Sang Primadona

Terenggutnya Kesucian Sang Primadona
42.Kehamilan yang di rahasiakan.


__ADS_3

Bodyguard Vani yang melihat nonanya keluar toilet dalam keadaan menangis merasa kecolongan bahkan bodyguard itu ingin menerobos masuk toilet perempuan untuk mencari pelakunya namun dia di cegah Vani.


Vani tau kegelisahan ke dua bodyguardnya,dia meyakinkannya tidak akan memberitahu Leo tentang dirinya,karna dia tau Leo pasti akan murka juga pada sahabatnya yang telah mempermalukannya didepan orang orang.


"Maa..."


Ucap Vani saat menghampiri mamanya yang terdengar suaranya yang serak akibat tangisnya.


"Kamu kenapa sayang????."


Ucap mamanya saat mendapati putrinya terlihat lesu dan pucat.


"Nggak kok maa,Vani baik baik saja,em maa kita pulang yuk Vani capek."


Mama mengerutkan keningnya,karna baru saja mereka berada di taman itu,tapi mamanya hanya tersenyum mungkin karna putrinya yang tengah mengandung membuatnya cepat lelah.


Saat mereka ingin menaiki mobilnya Vani tiba tiba jatuh pingsan,membuat mama yuni dan bodyguardnya panik,dari kejauhan terlihat Zola yang ikut panik karna merasa bersalah juga,saat ingin mendekat Vani sudah di bawa masuk ke mobil untuk menuju rumah sakit.


Ada sedikit penyesalan yang mengusik hati Zola,Zola berinisiatif mencari kebenaran antara Roy tunanganya atau Vani sahabat yang dikenalnya baik selama dia mengenalnya.


Vani di larikan ke rumah sakit milik keluarga Leo,ya salah satu usaha Leo adalah memiliki rumah sakit besar yang juga di serahkan untuk adik semata wayangnya itu,dimana Aleta sebagai pemegang rumah sakit itu,Aleta juga menjadi salah satu dokternya.


Saat Vani di bawa ke IGD sekilas Aleta melihatnya,Aleta yang melihatnya mencari tau setelah melihat mama Amanda dan Aleta kaget kenyataanya itu memang Vani wanita yang dia benci apalagi setelah kakaknya memutuskan komunikasi dengannya dan memilih menikahi Vani.


Dilain sisi Leo yang sudah dalam perjalanan setelah diberi kabar bodyguard yang menjaga gadisnya merasa panik,setelah sampai di loby rumah sakit,Leo sudah ditunggu salah satu bodyguardnya,Leo berlari untuk cepat menemui gadisnya.


Saat Leo buru buru dia menabrak seorang dokter,dilihatnya sesosok wanita cantik yang tak asing baginya,Aleta adik semata wayangnya yang kini ia jauhi karna kejahatannya pada kekasihnya.


"Kak Leo."


Aleta merasa senang karna bisa melihat kakaknya lagi,tapi sayangnya Leo masih tidak bisa memaafkan kesalahannya,Leo mengacuhkan Aleta yang membuat mata indah Aleta berkaca kaca,Leo menyuruh bodyguardnya untuk segera meninggalkan gadis itu dan menuju ke ruangan Vani berada.


"Apa kalian tidak bisa membawa calon istriku tidak kerumah sakit ini hahh!!!."


Leo terlihat marah,membuat bodyguardnya bergidik ngeri.


"Maa maaf Tuan Leo,kami pikir ini rumah sakit terdekat terbaik dan juga milik keluarga tuan,jadi kami membawa non Vani kesini.


Setelah mendengar penjelasan dari bodyguardny,Leo mencoba tenang benar yang dia ucapkan belom lagi dia bisa melakukan rencananya.


Setelah sampai didepan IGD dokter yang memeriksanya kebetulan baru keluar,jadi Leo langsung bisa menanyakan kondisinya.


"Doctor, how is my future wife doing?."


Leo langsung melayangkan pertanyaannya.


"Tenang tuan Leo,gadis itu baik baik saja mungkin hanya butuh istirahat saja,tuan bisa kita bicara di ruangan ku sebentar??."

__ADS_1


Dokter ingin membicarakan sesuatu,dan Leo mengetahui itu,tanpa menjawab Leo hanya mengangguk dan langsung berjalan ke ruangan dokter itu,Leo mengenalnya karna dokter itu temanya juga.


"Nia ada apa???."


Tanya Leo saat berada di ruangan Nia atau dokter yang menangani Vani (Leo dan Nia biasa memanggil nama saja saat sedang tidak ada orang lain).


"Tenang Leo,aku hanya ingin memberitahumu jika calon istrimu itu memang sedang mengandung dan sekarang usia kehamilannya 12 minggu,apa kau masih ingin melakukan tes kehamilan melalui darah yang seperti kau rencanakan itu Leo???."


Dokter Nia memperhatikan Leo yang terlihat Lesu,Leo sempat beberapa saat dia dan Nia merencanakan tes darah Vani untuk mengetahui kehamilannya,namun rencananya belom bisa dilakukan karna Leo masih mencari cara mambawa Vani ke rumah sakit


"Apa kau yakin dia hamil???."


Leo masih ingin memastikanya,jika memang Vani mengandung dia ingin secepatnya menikahinya,sebenarnya menikah dengan wanitanya adalah impianya tapi dia harus trima kenyataan dengan kondisi kekasihnya juga akibat adiknya juga sepupunya sendiri.


Nia yang mendengar pertanyaan Leo hanya mengangguk.


"Apa kau masih meragukan ku,apa kau ingin melakukan pemeriksaan lagi???."


Tanya Nia.


"Tidak tidak,tidak usah."


Leo khawatir jika Vani sadar dan tau jika dia menjalani tes untuk mengetahui dirinya hamil atau tidak,dia takut pikiran Vani akan terguncang kembali dan tidak terima dengan kehamilannya jika dia mengetahuinya.


Leo mengucapkan terimakasih pada Nia dan kembali pergi menuju ruangan Vani,Vani sudah dipindah ke ruangan.


"Aleta!!!,ngapain kamu kesini???."


Nia kaget dan mengerutkan keningnya yang mendapati Aleta masuk secara tiba tiba.


"Aku kesini mau tau,apa yang dilakukan kakakku juga mau tau kenapa dengan gadis yang barusan kau priksa??."


Aleta tidak ber tele tele,dia langsung menanyakan maksudnya.


"Vani????."


Tanya Nia balik.


"Iya."


Jawab singkat Aleta.


"Maaf Aleta,aku tidak bisa memberitahumu itu sudah prosedur di rumah sakit ini,kau pasti tau itu kan kau juga seorang dokter???,oh ya kalo tidak ada keperluan lagi kau boleh pergi silahkan!!."


Nia yang tidak langsung mengusir Aleta membuat Aleta benar benar kesal,Nia memang tidak menyukai Aleta karna dia tau sifat Aleta.


"Kau!!!!.....,"Aleta mengepalkan tanganya dan dengan mengeratkan giginya yang memperlihatkan kemarahanya,

__ADS_1


"kau lupa aku siapa Nia,aku bisa saja membuatmu sekarang juga keluar dari rumah sakit ini!!!."


Gertak Aleta pada Nia.


Nia berdiri dan dengan tegas menjawab ucapan Aleta.


"Maaf Aleta aku tau kau siapa,tapi aku seorang dokter tidak bisa sembarangan memberi informasi tentang pasienku termasuk kepada kamu,karna kamu bukan salah satu keluarga pasien."


Nia dengan tegas masih kekeh menolak permintaan Aleta,apa lagi Leo sudah memberitahu Nia jika tidak ada yang boleh tau kondisi Vani,


"satu lagi Aleta,aku lebih memilih mengundurkan diri dari pada aku harus memberitahumu tentang pasien itu,tapi aku akan mengundurkan diri jika Leo yang memintaku,atau perlu aku bilang ke dia kalo kau menyuruhku mengundurkan diri karna aku menolak memberi tahu tentang Vani kepadamu???."


Ucapan Nia membuat Aleta benar benar kesal,Aleta tau jika Leo sampai tau Aleta mencoba mencari tau tentang kondisi Vani dia akan lebih murka padanya,dia juga tidak bisa membuat Nia keluar begitu saja tanpa ijin kakaknya,walaupun Aleta kini yang memiliki hak atas rumah sakit itu,tapi dia belum resmi menjadi direktur utamanya karna dia yang masih baru menyandang gelar Dokter,Aleta dalam hati mengancam Nia maat dia sudah menjadi direktur utama,dia akan memberhentikan masa kerja Nia saat itu juga.


Aleta keluar begitu saja,dia begitu kesal tapi dia tak pernah putus harapan ada rencana lain,dia menemui dokter lain yang sempat membantu penanganan Vani.


Di ruangannya Aleta dokter itu menemui Aleta,walaupun mungkin Aleta masih baru tp semua dokter tunduk padanya hanya Nia yang tidak mau menuruti setiap kemauan Aleta.


Saat dokter itu memasuki ruangan Aleta,Aleta langsung menanyakan tujuanya menyuruh dokter itu ke ruanganya,dengan ancaman ancamannya dokter itu terpaksa memberitahu Aleta karna takut karirnya sebagai dokter di rumah sakit itu berakhir.


Aleta kaget dengan kabar yang dia dengar.


"Dasar wanita mur*han,kau bersedia menikah dengan kakakku karna sedang hamil,dasar gak tau diri awas aja,aku bisa buat kau kehilangan Dion disaat mendekati pernikahanmu bukan gak mungkin akan aku buat kau menangisi kegagalan pernikahanmu untuk kedua kalinya."


Senyum licik terukir di bibir Aleta.


Di ruangan tempat Vani terbaring Leo menanyakan kronologi tentang pingsannya Vani,


salah satu bodyguardnya akhirnya menceritakan yang sebenarnya walaupun ada ketakutan yang terlihat di wajahnya,jika saja tidak ada calon mertuanya mungkin akan ada bogem mentah bersarang di wajah bodyguard itu.


Tapi entah bodyguard atau mamanya sendiri tidak tau persis siapa perempuan yang di maksud membuat Vani sampai pingsan.


.


.


.


.


.


.


.


****Hai Readers selalu ikuti lanjutan episode lanjutanya yah....tinggalkan jejak komen dan like agar Autor lebih semangat bikin lanjutan episodenya...

__ADS_1


Sehat selalu...


__ADS_2