
Hari demi hari telah berlalu,berita pernikahan bahkan telah tersebar.
"Nona mau kemana?."
Bodyguard yang menjaga Vani menghentikan langkahnya.
"Aku hanya ingin ketaman bersama mama,apa tidak boleh hanya ketaman???."
Jawab Vani dengan ketus,dia merasa jenuh harus dirumah trus dengan penjagaan yang 24 jam tanpa bisa keluar.
"Maaf nona kami harus ikut kalo tidak nona tidak boleh keluar."
Ucapan bodyguard itu membuat Vani merasa risih ketaman harus di buntuti 2 lelaki berbadan kekar itu,merasa nonanya tak suka kedua bodyguard itu hanya meminta maaf.
"Maaf nona kami hanya menjalankan tugas dari bos kami."
Vani memutar bola matanya dengan malas.
Vani melakukan video call Leo,saat Leo mendapati phonselnya berdering dan tertera nama kesayanganya Leo tak butuh lama untuk mengangkatnya.
"Girl,What is it, honey????."
Tanya Leo dengan senyum.
"Aku cuman mau ketaman sama mama,masak aku harus di kawal sih,bisa bisa orang bakal menganggapku aneh,belom juga anak anak pasti pada ketakutan,lihat badan tuh orang gedhe gedhe."
Vani terlihat merajuk kepadanya,tapi Leo hanya terkekeh menanggapi tingkah Vani.
"Ha ha ha ha..."
Tawa Leo saat mendapati gadisnya merajuk.
"Idihhh malah ketawa."
Vani melengos.
"Girl,kau harus tetap bersama mereka kalo mau kemana mana,aku tidak mau ambil resiko."
Leo meyakinkan Vani tetap bersama bodyguard yang dia tugaskan menjaga Vani.
"Ihhhh,yaudah terserah kalo mereka mau ikut,tapi aku minta mereka tetap menjagaku dari kejauhan,aku gak mau pada lari dikira aku bawa preman lagi huhhh."
Vani tetap bersikeras.
"yes, I agree girl."
Vani langsung mematikan video call nya,padahal Leo masih ingin melihat wajah Vani.
"Denger ya kalian boleh ikut tapi aku minta kalian agak menjauh dariku dan mama nanti,aku gak mau gara gara kalian semua yang ada di taman pada takut."
Jelas Vani ucapkan pada kedua bodyguardny.
Lanjut Kini Vani berada di taman bersama mamanya,akhirnya Vani bisa merasakan kebebasan keluar rumahnya,Vani juga heran kenapa dia dilarang Leo keluar rumah.
Setelah beberapa jam di taman bersama mama juga yuni Vani ijin mamanya mau ke toilet,
bodyguard yang melihat Vani ingin memisahkan diri dari mamanya mendekatinya.
"Nona tunggu!!!,nona mau kemana??."
Tanya salah satu bodyguardnya.
"Ketoilet mau ikut???."
Tanya Vani geram.
__ADS_1
"Iya nona,kami harus menjaga nona kemanapun nona pergi."
Jawab bodyguard itu,mata Vani langsung melotot
Vani tadinya hanya bercanda tapi mlh ditanggapi bodyguardnya serius.
"Ihhh kamu!!!,uhhhh sabar sabar,"
Vani merasa benar benar jengkel dengan bodyguardnya.
"Kamu di sini saja jaga mamaku,aku cuman sebentar jangan ikut kalo nggak aku teriak kamu tukang pelecehan biar orang orang pada datang dan mukulin kamu,kamu mau????."
Vani menggertak bodyguardnya.
"Aduh non jangan,duh gimana ya??."
Bodyguard itu menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"Ih lama mikirnya,udah udah gak than nih!!.,"
Vani menerobos pergi dari badan badan kekar yang menghalangi jalanya.
Bodyguard yang lain menghampiri rekanya yang masih terdiam di tempat.
"Heh broo,kenapa kau biarin non Vani pergi sendiri???."
Tanya rekanya yang sambil menepuk pundak temanya untuk menyadarkan rekanya.
"Eh..Enggak enggak mau aku,non Vani hanya mau ke toilet,kalo aku ikutin non Vani dia bilang bakal teriakin aku mau melakukan pelecehan,bisa babak belur aku dihajar masa."
Jelasnya.
"Hallah badan aja yang di gedein penakut huuuuu,nih mikir!!!!."
Ejek rekanya,"kamu kan bisa jaga dia agak jauhan dari toilet,paling gak kamu bisa lihat yang keluar masuk ruangan itu,kamu takut di pukulin orang orang ketimbang sama tuan Leo kalo kamu bikin kesalahan kamu tau kan resikonya,pulang pulang bisa tinggal nama kita."
"Aduh bener juga kamu,sudah sudah aku susul non Vani kau jaga mamanya non Vani."
Bodyguard itu berlari mencari keberadaan Vani.
Setelah dirasa berada didalam toilet bodyguard itu berjaga agak jauhan dari Vani.
Saat ingin keluar toilet Vani gak sengaja bertabrakan dengan Zola sahabat baiknya.
Bruk...
"Duh maaf kak."
Terdengar suara yang tak asing bagi Vani,saat Vani menatapnya.
"Zolaa!!!."
Zo melihat arah suara Vani.
Deg..
Zola kaget dengan sesosok perempuan yang dia kenal.
"Zo aku kangeeeen,akhirnya kita bisa bertemu lagi.."
Vani memegang jemari Zola,namun tak ada pergerakan dari Zo,Zo hanya diam saat Vani ingin memeluk Zola,Zo menghindari Vani.
"Zola!!."
Vani kaget dengan pergerakan Zola yang seakan menghindarinya.
__ADS_1
"Maaf aku harus pergi."
Terdengar suara Zola yang dingin.
"Zo!!!!,"Vani berlari menghampiri Zo yang berlalu begitu saja tanpa penjelasan,"kau kenapa???."
Tanya Vani yang memang tak tau masalahnya.
Zola berhenti saat Vani mempertanyakan dia kenapa.
"Kau bahkan tak sadar dengan apa yang kau lakukan terhadapku,lalu kau tanyakan padaku kenapa hah??."
Wajah Zola terlihat begitu marah,ucapanya sangatlah berbeda dengan karakternya yang Vani tau,jangankan membentak atau menyakiti Vani ada yang menyakitinya saja dia akan berurusan dengannya,Zo selalu menjaga Vani seperti saudaranya sendiri.
"Apa maksud kamu Zo,kenapa kau marah padaku??."
Vani begitu sedih dengan perilaku Zola.
"Kau masih belom mengerti,selama ini aku percaya padamu tapi kau merusak kepercayaanku Van,sekarang aku tanya siapa orang yang kamu maksud telah memperk*sa kamu malam itu Van!!!!!."
Vani hanya terdiam,mencoba menahan air matanya yang terasa ingin menerobos keluar,Vani takut jika saja dia mengatakan sebenarnya apa yang terjadi pada sahabatnya,
"atau jangan jangan kau hanya berpura pura di perk*sa untuk menutupi jatidiri kamu sebagai perempuan gak bener!!!."
Vani terkejut dengan ucapan Zola.
Plak.....
Zola memegang pipi yang telah memerah akibat tamparan Vani,
Zola hanya tersenyum kecut,sedangkan Vani benar benar menyesali kelakuanya.
"Kenapa,kau heran kenapa aku bisa tau..Kalo orang lain mungkin aku bisa terima Van,tapi kenapa harus Royyy!!!!!,kenapa dia yang kau inginkan Van kau tau dia tunanganku,kenapa kau tega merayunya hanya untuk kepuasanmu hah!!!!."
Plak plak...
Dua tamparan kembali di layangkan Vani pada pipi Zola.
"Cukup Zo!!!!,apa belum puas kau menuduhku!!!."
Vani mulai menitikkan air matanya.
"Tidak aku tidak akan pernah puas,kau sudah menghancurkan perasaanku,kau juga menghancurkan karir calon suwamiku hanya karna dia tidak mau lagi kau rayu,kau fitnah dia agar Leo membencinya,bahkan karna kau dia hampir saja di kirim ke pulau yang jauh dariku,apa kau tau itu!!!."
Zo tak mau kalah dia yang sudah terbakar cemburu,tetap saja beranggapan semua salah Vani.
Vani terhuyung dan terduduk lemah tak berdaya,
pertengkaran antar sahabat itu mendapat perhatian dari beberapa pasang mata yang melihat,Semua mata tertuju pada Vani,orang orang yang berada di toilet itu berbisik bisik seakan ikut menyalahkan Vani,
Vani terdiam sesaat,dia juga berfikir tentang perkataan Zola tentang Roy,padahal Leo bilang telah mengirim Roy kepenjara.
"Sudah cukup Zo,sebelum kau menyesali ucapanmu barusan,kau menuduhku tanpa tau kebenaranya kau seakan menghakimiku,kau menyalahkanku."
Vani yang awalnya terduduk lemah,kini bangkit dan memperlihatkan bahu belakangnya,dia merobek baju belakangnya sendiri untuk memperlihatkan bekas cakaran yang berada di punggungnya yang sempat terluka akibat cakaran Roy saat dia ingin melarikan diri dari Roy.
"Lihat Zo!!!,ini bekas cakaran seseorang apa kau masih menuduhku ini hanya bekas yang aku buat buat hah!!!,apa aku bisa melakukanya sendiri tanpa orang lain,apa aku akan melukai diriku sendiri dan bilang ke orang orang aku telah di perk*sa tunangan sahabatku sendiri hah!!!,
kau tau Zo bekas ini sampe tak bisa hilang aku bahkan tak berani melihatnya karna hanya akan membuatku sakit,hiks hiks..kenapa aku melakukan semua itu sedangkan kau tau aku hanya tinggal selangkah untuk bisa menikah dengan kekasihku kau tau itu Zo hiks hiks!!!!,kau juga harus tau kenapa saat itu aku tidak mengakuinya karna ada hati sahabatku yang harus aku jaga,tapi kenyataanya hati aku yang hancur karna tak berkata jujur,kau hanya percaya pada tunangan mu tanpa ingin tau penjelasan dariku,aku memang bukan sahabat yang sempurna bagimu tapi aku selalu mencoba yang terbaik untuk kebahagiaan sahabatku Zo,aku bahkan kehilangan calon suamiku karna ini Zo,sekarang aku kehilangan sosok sahabatku karna ini juga hikss hikss..."
Vani begitu terguncang,semua yang telah dia tutup rapat untuk mengubur kenangan pahit harus ia gali kembali membuatnya sakit kembali.
"Semoga kau bahagia bersama orang yang kau anggap paling baik Zo."
Vani berlalu dengan air matanya yang luruh di pipinya,meninggalkan Zola yang masih mematung.
__ADS_1
bodyguard Vani yang mengetahui ada sesuatu yang terjadi pada Vani langsung menuju tempat Vani berada,belum sempat sampai Vani sudah keluar dari toilet itu dengan air matanya.