Terenggutnya Kesucian Sang Primadona

Terenggutnya Kesucian Sang Primadona
06.Bogem mentah mendarat di bibir milik leo


__ADS_3

"waduh tengill...,cakep gitu kok tengil sihh,ganteng kaleee tuan singaaaaa,,.."vani sepertinya mengetahui kalo leo benar benar sedang cemburu.


Hati leo makin terasa terbakar cemburu,


Sebenarnya entah kapan vani juga merasakan perasaan yang nyaman dan bahagya saat bersama leo,tp dia merasa hatinya masih untuk Dion,orang yang sangat di cintai juga sangat mencintainya,kebaikan Dion juga keluarganya telah banyak membantunya,salah satunya perawatan mamanya,terapi dan sebagainya...


"Apa tidak ada panggilan yang manis buatku,,kenapa kalo tidak es balok tuan dingin,ini tambah lagi tuan singa hah,..."leo tersungut sungut,tp tetap terlihat gantengnya,


"Maniess dikira gula kalii,,"


leo memijit keningnya,"Hadeuhh ya bukan berarti maniess gula girl,yaa


sayang atau apa gitu,nih malah parah lagi singa haduhh."


"Tuan,tuan tau gak artinya leo apa,,hem."


"Singa,,.."jawab leo singkat.


"Ho oh..trus nama tuan siapa,"


"Leo,,"jawab leo.


"Nah itu tuan ngartiin sendiri leo itu singa,,"


"hum bener juga sih,,"jawab leo setelahnya.Vani menang banyak tawa riangnya memperlihatkan deretan gigi rapihnya,dan lesung pipi menambah kecantikanya,leo ikut tersenyum melihatnya.


"Yaudah deh nih udah larut malam,aku balik kamar dulu udah ngantuk,kamu juga butuh istirahat kan,,"pamit vani


"Kenapa gak tidur disini sekalian,nih kasur masih luas muat lah buat kita berdua guling guling di sini,,"


"Idihhh ogah,,,",


Akhirnya vani keluar kamar leo,vani pergi ke kamar mandi mencuci muka juga gosok gigi,setelah itu dia baru merebahkan tubuhnya setelah meminum wedang jahe,Vani menatap langit langit kamar mewah itu,


Sambil rebahan dia menggosok gosok perutnya dia mengolesi minyak angin di perutnya karna kembung,..


Tiba tiba Vani merasa kangen papah juga mamahnya,vani begitu khawatir dengan keadaan mamanya,


**Vani,kangen pah maa kak Dion my friend Zola sayang,,apa kalian baik baik saja,aku akan selalu cari cara secepatnya kluar dari sini,..


Batin vani,dan vani juga mulai menguap karna menahan kantuknya akhirnya Vani terlelap dan mulai memasuki alam mimpinya,.


...pukul 04.30 pagi,kebiasaan vani bangun pagi kekamar mandi cuci muka gosik gigi sholat,setelah jam 5 vani turun ke dapur niatnya ingin membantu uun yang memang di bagian memasak.


Setelah sampai dapur,


"Hem bik,uun mana..??"Vani celingukan mencari uun,karna hanya terdapat kepala pelayan juga 1 pelayan baru yang bernama inaya,yang tengah memasak,setau vani bagian memasak itu pekerjaan uun.


(kepala pelayan sedang melatih dan memberi tahu aturan apa yang boleh dan tidak boleh di masak di mansion),


"Oh Nona,Pagi non..!!,kenapa non udah bangun juga ada di dapur,apa non perlu sesuatu,biar saya buatkan kalo non mau sesuatu.."


Ucapan bik nur(kepala pelayan),inayah juga menganggukkan kepala tanda hormat kepada vani,


"Uun mana bik,.."


"Maaf Non,Uun mungkin sedang bersiap siap..,"


"Ma maksudnya bersiap siap,..???"


Vani masih bingung.


"Karna keteledoran Uun tadi malam,sesuai aturan aden,Uun sudah tidak bisa bekerja di sini lagi non,dan ini Inaya pengganti Uun non,,"


Mendengar penjelasan kepala pelayan seketika mata vani membulat karna terkejut dengan kenyataanya,.


"Tapi bik,,itu semua karna aku yang minta,karna aku sedang ingin makan sambal tomat,,"


vani mencoba menjelaskan,"Aku tidak tau kalo tuan punya Alergi tomat,yang aku tau hanya tuan es itu tidak suka tomat,.please,jangan pecat dia,,"


Vani mencoba membujuk Bik Nor(kepala pelayan).


"Maaf non yang berhak memutuskan itu aden,bukan saya,coba non bicarakan dengan aden dulu,mungkin aden mau memaafkanya dan tidak memecatnya,,"


"Iya..aku kekamar tuan dulu,,".Baru dia melangkah beberapa langkah dia berbalik,"Bik tolong jangan biarkan Uun pergi dulu aku akan meminta leo agar tidak memecatnya,


"Baik Non,.."Senyuman ke dua pelayan itu.


Dengan cepat cepat vani ke kamar leo,..


Tok tok tok,


vani mencoba memasukkan kepalanya mencoba melihat kedalam karna tak ada sahutan dari leo,


benar leo memang tidak ada di sana.


Vani masuk


"Boleh aku masuk,,"


"Hellooo..",

__ADS_1


vani tiba2 senyum senyum sendiri mengetahui leo tidak ada,


Di panggilnya leo dengan suara di buat buat dan mendayu dayu seakan tengah mengejek leo,,


kesempatan karna dia tdk menemukan leo di kamar,


"Tuan es balok...,tuan dingiiiin...,tuan singaaa,..Dimana kah kau bersembunyi,tuan arogan hihihihi,,tuan..."Vani masih asyik bermain main,entah kenapa walau otaknya terbilang jenius sikapnya masih manja dan kekanak kanakan,.


"Tuaaann,,"Dengan suara lirihnya sambil telapak tanganya memegang pipi seolah olah sedang berbisik.."Aku masuk yah,..",


"Iya silahkan nona cantik manies imuet,,,He he he.."


Vani malah menirukan suara juga lagaknya leo,hanya saja di tambah dengan kata kata yang memujinya,


saat dia tertawa kecil sambil jalan mundur


Bruk


Dia seperti menabrak sesuatu,dia pun menoleh dan,,...


"Aaaarrrrrgghhh,,...."


Vani berteriak karna tiba tiba leo ada di belakang hanya menggunakan handuk dan bertelanjang dada,seketika leo membekap mulut vani,


dan refleknya tangan Vani memberikan kenangan pada wajah ganteng leo,,


Bugggg..


"Aaauuuwww,,ssssttt..what are you doing girl,,"


Wajah ganteng mulusnya leo,mendapat bogem mentah dari vani,terlihat dari sudut bibir keluar darah segar,


"Ma..maaf,ak aku nggak sengaja,sumpah aku nggak sengaja,,".


"Badanmu kecil,tapi kekuatanmu kasih bogem di bibirku keras juga hem,,.."Di rengkuhnya badan kecil vani,


"Maaf,..le lepasin,"Vani merasa gak enak,dan merasa sesak karna rengkuhan tangan kekar milik leo yang terasa erat merengkuh tubuhnya,


"Aku gak akan maafin kamu,dan aku juga gak mau melepasmu,kamu harus di hukum karna sudah mencelakaiku untuk ke dua kalinya,,.",terlihat senyum smirk yang seperti ada maunya,.


Vani mengerutkan keningnya karna tau arti senyum seorang leo,pasti ada maunya.


Vani juga merasa ada yang mengganjal di perutnya tepat di pusarnya,saat melihat ke bawah,


vani menutup ke dua matanya dengan kedua tanganya,leo yang melihatnya tersenyum puas,


"Lepasiii..,"


Tok tok tok


suara ketukan pintu kamar leo,sontak vani kaget,ia malu jika ada yang melihatnya dalam kadaan seperti itu.Tiba tiba tangan leo pindah di punggang Vani,


Vani berusaha melepas tapi rengkuhanya leo malah semakin erat,leo hnya senyum karna dia tau pelayanya tidak akan ada yang berani masuk sebelum mendapat ijin dari leo.


"please,lepasin,.."


"Ada satu syarat,,"


"Apa,cepet katakan,..sebelum ada yang masuk!!"


"Bersihkan bibirku yang berdarah,karna kau yang melukainya,,"


"Ok,."


Vani hendak mengelap bibir leo dengan tanganya,tapi leo menahanya,


"Bukan dengan ini,.."Vani mengernyitkan dahinya.


tok tok tok,kembali terdengar ketukan pintu,


"Aden,.."


"Tunggu sebentar,,."ucap leo.


"Bibik cuman mau bilang kalo...,"belom sempat melanjutkan ucapanya,..


"Iya,aku akan kluar bik tp bibik tetap di depan pintu bik,,..",Leo tau kalo vani tidak akan bisa berkutik dengan adanya bik nur,


(Bik Nur adalah pelayan keluarga besar Guinandra,dia sdah bekerja lama sejak leo kecil,dia bahkan sebelumny adalah Babysitter leo,dan saat leo mulai memegang perusahaan sendiri,krna syangny leo pada bik nur,bik nur dijadikan kepala pelayan yang tugasny hnya mengatur pelayan yg lain karna usianya yang sudah setengah abad itu).


*Oalah aden aden,kebiasaan kalo di panggil gak mau langsung jawab aja,pasti suruh nunggu sampe aden leo keluar sendiri melihat bibik dan ber tanya ada apa bik.."* guma bik nur dengan senyuman dan gelengan kepala.


(bik Nur hanya ingin memberi tahu kalo Aleta akan datang pagi itu,dia menghubungi bik Nur karna nomor Leo tidak aktif)


Vani ingin sekali menonjok wajah leo lagi,tapi dia urungkan karna merasa bersalah dengan kecerobohanya yang kemaren,juga karna memikirkan nasib Uun,


"Ihhh apa sih,katanya suruh bersihin ihhh..,"


"Siapa suruh ngendap ngendap di kamarku,pake ngejek aku segala girl,,ayo kalo berani ucapkan lagi kata kata tadi,,".Senyuman leo menggoda vani.


"Ak aku..,Yah it itu juga kan karna salah kamu gak nyaut nyaut di panggil,,".Elak Vani.

__ADS_1


"Lantas kenapa kau menonjok muka gantengku girl,sampe berdarah gini..,"


"Yah itu karna kamu..kamu enggak make baju,cuman make handuk,itukan gk sopan,,".


"Kenapa gak sopan ini kan kamar aku,atauu kamu sengaja ingin melihatku hem,"


ucap leo dengan menaik turunkan alisnya,dan terkekeh kecil melihat ekspresi wajah vani.


"Ihhhh dasar mesuuummm,kepedean lagi ihhhhh...,"


Di cubitnya lengan kekar leo,


"Auuu,sakit Girl,,."pekikan leo karna cubitan Vani.


"Makanya gak usah mikir aneh aneh,,cepat katakan biar aku bisa pergi cepat dari sini,,."


"Bersihkan darah di bibirku,,"


"Dengan apa,klo gak mau di lap tangan tuaaann ess,,"tanya vani yang sudah sangat lelah akibat rengkuhan leo,


Cup...


Sebuah kecupan lagi lagi mendarat di bibir mungil Vani,


tangan kiri leo memegang tengkuk vani yang berusaha menghindarinya,tp dorongan kecil vani tidak ada apa apanya dengan kekuatan leo,sedangkan tangan kanan Leo memegang dagu vani,ciuman kedua vani,vani merasa sensasi yang berbeda,hangat manis dan terasa kenyal hingga dia terbawa suasana,mengikuti arahan yang di berikan leo,leo yang melihat respon vani,iya lebih berani memagut bibir sexy vani,lama mereka saling memagut,hingga saat leo memperdalam ciumanya lebih dalam,


tiba tiba vani membuka mata dan dia tersadar dengan adanya Dion pemilik hatinya,vani menutup rapat giginya hingga leo tidak mempunyai celah untuk memperdalamnya,vani ingin menghentikan aksi leo,tp karna leo sudah mulai merasakan gairah yang ada di tubuhnya,leo tdak mau melepasnya bahkan malah lebih erat memegang tengkuk leher vani dan semakin liar dengn mempermainkan bibir vani,..


"Ihhh..."


Vani menggigit bibir leo,


"sst Au,.Why girl, why are you doing this..."


Leo merasa kecewa dengan kelakuan vani.


"This is not true,leo,,,!!!"


"Why,,,kamu juga menikmatinya kan girl,,"


"Iya,,dan aku tidak ingin melanjutkanya,kamu tau kan leo kalo aku sudah ada Dion,aku tidak ingin melukai hati Dion,,"


Mendengar kata Dion seketika leo melepas rengkuhan tanganya dari vani.


"Apa kau tidak bisa,untuk tidak menyebut nama dia di depanku hah...!!!!!!".Bentakan leo membuat Vani kaget.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


####**penasaran kelanjutan mereka berdua tetap


ikuti trus novelku yah...


Smoga sehat selalu**,...

__ADS_1


__ADS_2