
Sebelum sampai kediaman papa Adi Vani sengaja mampir untuk membawa oleh oleh kesukaan papa juga mamanya,dia teramat bahagia,sedangkan Leo hanya terdiam melihat Vani,entah apa yang dia pikirkan.
Vani bahkan memamerkan bingkisan bingkisan yang dia bawa pada Leo,Leo hanya merespon dengan senyumnya.
"Aku yakin papa pasti suka,karna ini makanan kesukaan papa he he he..."
Leo mengusap pipi Vani sesaat.
"Girl."
Panggil Leo pada Vani.
"Iya,ada apa??."
Jawab Vani.
"Em tidak,tidak apa apa."
Ucapan Leo membuat Vani mengernyitkan dahi,
sebenarnya Leo kenapa.
Vani dan Leo telah memasuki kediaman papa Adi.
Tok tok tok..
Yuni yang sedang menyiapkan makan siang untuk nyonyanya mendengar ketukan pintu.
"Bentar yah nyonyah kayaknya ada yang datang."
Ijin Yuni pada Amanda untuk membuka pintunya.
Cklak.
Pintu terbuka menampilkan gadis cantik juga pria tampan yang dikenal yuni.
"Nooon..."
Yuni langsung memeluk Vani,karna dia benar benar sangat merindukan nona mudanya itu,Vani tidak pernah membeda bedakan antara keluarga dengan asisten rumah tangga.
"Bik,gimana kabarnya??,"
Vani melepas pelukanya,Vani juga melihat ruangan terlihat sepi."Dimana mama papa juga kak Alice bik,kok sepi banget."
Pertanyaan Vani membuat Yuyun bingung harus bicara apa.
"Em ada di ruang makan non,ayok kebetulan nyonya saat ini waktunya makan,mungkin setelah lihat non nyonya bisa bersemangat lagi."
Senyum Yuni terlihat ada kebahagyaan terpancar di wajahnya,tapi tidak pada Vani karna terlihat mlh dia seperti kebingungan dengan ucapan Yuni.
888
Vani tetap tersenyum mesti dia masih tidak mengertip yang Yuni maksud,Leo hanya terdiam melihat gadisnya kebingungan,bahkan lirikan Vani yang seakan bertanya Leo,Leo hanya mengidikkan bahunya.
Yuni mengajak nona mudanya beserta Leo menuju keberadaan orang,didapatinya Amanda,"Maaa.....!!"
Vani tersenyum dan menghampiri mamanya.
"Sayaang.."
Mama yang tadinya hanya terlihat terdiam seakan terlihat kosong pandanganya,seketika berubah keceriaan tergambar di wajahnya,dia bahagya dengan kepulanganya Vani di rumahnya,Yuni yang melihat ikut bahagia,mama Amanda hanya bisa mengulurkan tanganya menyambut putrinya kembali.
Vani berlari memeluk mamanya.
"Maaa Vani kangen."
Air mata luruh,bukan karna kesedihan tapi Vani bahagia,kepulanganya disambut mamanya dengan tangan terbuka,setelah lama ia menantikan pelukan dari mamanya.
"Mama juga kangen sayang,maafin mama udah jahat sama kamu bahkan mama tega mengusir kamu sayang."
Mama melepas pelukan rindunya pada putrinya,ia mengusap lembut pipi Vani yang telah basah karna air mata Vani."Kemana saja kamu nak,kenapa gak pulang pulang apa kamu begitu membenci mama hingga kamu gak mau pulang lagi,hikss..."
Air mata mama luruh juga,ia menyesal dengan sikap kasar yang pernah di lakukanya pada putrinya.
"Enggak maa, hiks hikss...Vani gak marah sama mama,Vani sayang sama mama."
__ADS_1
Vani baru menyadari ada sesuatu yang terjadi pada mamanya.
"Kursi roda,..Maaa."
Vani menatap mamanya,Mamanya hanya mengangguk.
"Ap..Apa yang terjadi mah???,Pa papa kemana????."
Mama hanya menangis yang membuat Vani panik,bahkan dia tak bisa menjelaskan apa yang telah terjadi kepada keluarganya,Vani bahkan melihat kearah Leo juga Yuni,yang nampak hanya terlihat terdiam.
"Nyonya.."
Ucap Yuni yang meminta ijin untuk menceritakan semua,mama Amanda hanya mengangguk pasrah.
"Non,ikut saya sebentar yah."
Yuni memegang pundak Vani,dan mulai menuntun Vani keluar rumah,Vani mengambil makanan yang berada di mobil Leo yang dia bawa untuk oleh oleh mama juga papanya,Yuni mengajak ke taman yang berada di belakang rumah kesukaan papa Adi saat bersantai bersama Vani.
Vani masih merasa kebingungan.
Disisi lain Leo.
"Nak Leo.."
Sapa mama Amanda.
"Iya tante,em maaf tante aku.."
Leo seakan tau apa yang akan dibicarakan Amanda.
"Tante tau nak..Jika memang itu pilihan kamu yang menurutmu terbaik buat nak Leo juga Alice tante gak bisa maksa,tante juga tau kamu hanya sayang pada Vani."
Leo mengangguk perlahan Leo mendekati mama Amanda.
"Tante sebelumnya saya minta maaf karna sudah ngecewain tante,dengan memutuskan pertunangan sepihak,saya masih menyayangi Vani tante,jika tante mengijinkan saya ingin menikahi putri tante Vani.
Leo berjongkok didepan mama Amanda,untuk meminta ijin meminang Vani gadis impianya.
"Apa kau yakin????,apa kau juga akan terima kekurangan putri tante??."
"Iya tante,bahkan Leo sudah berjanji pada diri Leo sendiri akan menjaga Vani lebih dari diri Leo sendiri tante."
Mendengar kesungguhan Leo,mama Amanda bertambah yakin Leo bisa menjaga Vani.
Mama Amanda memegang pundak Leo dan mengangguk memberi restu pada Leo,Leo begitu lega dengan jawaban mama Amanda.
"Nak susul putri tante,kau pasti tau dia akan butuh Nak Leo disampingnya."
Leo hanya mengangguk,karna dia mengerti maksud mama Amanda.
Leo menyusul Vani ketaman.
Saat di taman Vani melirik kesana kemari keberadaan papanya,tapi dia malah diajak di taman bunga mawarnya.
"Makam????"
Yuni mengangguk,Vani heran saat melihat ada makam yang berada di samping taman bunga anggrek kesukaan papa Adi juga Vani.
"Makam siapa???."
Yuni hanya menunduk dan mulai menuntun Vani mendekati batu nisan,terbaca oleh Vani nama.
"Adi Guntara Prameswari."
Vani menjatuhkan makanan yang dia bawa,seketika dia mundur tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
"Ap apa apaan ini,ini gak mungkin hah haha papa gak mungkin meninggal,"
Vani masih gak percaya tawa getirnya terasa ketakutan dengan apa yang dilihatnya bahkan dia menampik kenyataanya seakan sedang di kerjai oleh Yuni."Ini bercandanya udah keterlaluan bik,kenapa pake makam segala,ma mana papa bik."
Vani mengguncang pundak Yuni,Yuni hanya terdiam dan menunduk,perlahan Yuni menatap Vani dan menggeleng gelengkan kepalanya membenarkan apa yang dilihat Vani,dengan mata yang sudah berkaca kaca.
"Yang sabar ya non,tuan sudah tenang disisi Allah non."
Seketika tubuh Vani terasa lemas,Leo menangkap tubuh Vani yang hampir terjatuh.
__ADS_1
"Girl."
Leo mendudukkan Vani di samping makam papanya,Vani tak bisa mengucapkan apa apa hanya derai air mata yang bisa menggambarkan kesedihanya.
"Paa paaa."
Bibir Vani bergetar saat memanggil papanya,suaranya yang lirih,air mata yang luruh,bahkan tanganya yang menggenggam tanah makam papanya terasa begitu pilu melihat gadisnya.
"Paaaaahhh ini Vani pahh,kenapa papa tinggalin Vani pah,hiks hikss..."
Vani benar benar terpukul dengan kenyataan papanya yang telah meninggal.
"Pahhh lihat pah Vani udah kembali untuk papah juga mama,kita bisa hidup seperti dulu bahagia bersama pah hikss hikss,bercandanya jangan kayak gini ya pah ini gak baik nanti mama sedih pah..."
Ucap lirih Vani yang kemudian histeris dengan kenyataanya.
"Tuh kan pah lihat mama sedih pah,bercandanya udah pah udah pah bercandanya."Vani melihat kearah mamanya.
"Paaaaahhh papaaa hiks hikss....."
Suara Vani yang bergetar membuat yang melihatnya terasa perih bisa merasakan kesedihan yang teramat pada gadis cantik itu.
Leo mendekap Vani yang histeris mencoba menenangkan Vani.
Yuni melihat mama Amanda di pintu,Yuni menghampiri dan mendekatkan Amanda pada putrinya yang sedang terpuruk.
Mama Amanda tidak bisa menyembunyikan kesedihanya.
Tiba tiba Vani pingsan,Leo mencoba menyadarkan Vani tapi tetap Vani tak bangun juga.
Amanda menyuruh Leo membawa kedalam,
"Yun tolong bantu nak Leo,telfon dokter untuk memeriksa keadaan putriku."
Pinta Vani.
"Tapi nyonya???."
Jawab Yuni.
"Aku akan baik baik saja Yun."
Yuni akhirnya menuruti Amanda,kini mama Amanda hanya sendiri didekat makam suwaminya.
Amanda menjatuhkan dirinya dari kursi rodanya,mendekati nisan suwaminya dan merangkulnya.
"Pah putri kita sudah kembali pah,papah yang tenang yah disana."
Cup.
Amanda mencium nisan suwaminya,terlihat buliran air mata kembali luruh membasahi pipinya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.** **Readers entah kenapa Autor ampe nangis di bagian ini autor bisa merasakan kesedihan Vani,Autor keinget saat kehilangan sosok orang yang Autor sayang yaitu Almarhumah ibuk,
Alfatihah yah buat ortu kita yang udah wafat dan semoga sehat sehat buat ortu yang masih lengkap,
selalu jaga orang yg kita sayang terutama ortu kita semasih kita bisa menjaganya,
karna kita gak tau kapan terakhir kita bersama orang yang kita sayang.
__ADS_1
Sehat selalu**.....