
Di kediaman Deon
"Mah apa mama sudah mendapat titik terang keberadaan Vani,"tanya Dion yang merasa semakin frustasi karna belom mendapatkan hasil pencarianya terhadap vani,
"Belom Dion,mama masih mengusahakanya,,"
"Ini tidak masuk akal mah,vani hilang begitu saja,kalopun dia kecelakaan ada yang menemukanya tentunya akan ada data diri pasian korban kecelakaan, itupun klo tidak ada kartu pengenalnya mah",,Dion merasa janggal dengan hilangnya vani,
"aku juga sudah mencari di rumah rumah penduduk sekitar kalau mungkin ada yang menolongnya,tapi hasilnya nihil,"tampak kecemasan dari wajah Dion
"sabar sayang,mama yakin dia pasti baik baik saja,
nanti klo keadaan sopir itu sudah membaik kita akan tanyakan kronologinya.."Mama Dion masih tetap menyemangati anaknya yg tengah terpuruk.
"Iya ma.."
Sedangkan di kediaman vani,ayah vani masih mencari cari keberadaan putrinya bersama Zola,sejak hilangnya vani,zola sering berkunjung kerumahnya sekedar membantu papa vani merawat mamanya saat papa mencari vani,sedangkan Alice masih saja sibuk dengan dunianya,
sejak sukses menjadi model,dia sudah tidak peduli lagi dengan kluarganya,apalagi dengan hilangnya vani,..
sementara di rumah besar milik kluarga guinandra,Aleta juga masih merasa aneh dengan hilangnya vani,dia sempat berfikir kakaknya yang menyebabkan hilangnya vani karna beberapa waktu yang lalu,dia meminta kakaknya membantu masalahnya dengan Dion,
aleta tinggal berpisah dengan kakaknya,dia menempati rumah utama Guinandra,bersama beberapa pelayan,sedangkan leo lebih memilih tinggal di mansionnya.
"Apa semua ini karna kakak,,"Aleta masih bertanya tanya,Dia memutuskan besoknya ke mansion kakaknya untuk mencari tau.
Di mansion leo,
Mobil leo mendarat di depan mansion mewah miliknya,jam menunjukkan jam 7 malam,semua pelayan berjejer dari luar pintu bahkan juga di dalam mansion,para pelayan yang melihat ada wanita cantik yang di bawah pulang tuanya,membuat para pelayan saling lirik,
leo melirik ke arah vani sepertinya dia sedang tidak enak badan,
"apa kau sakit,,"tanya leo yang sebenarnya sedikit merasa khawatir,
"Tidak,,"
dengan cueknya vani menjawab..
leo sedikit jengkel,perhatianya yg biasanya di idamkan wanita lain tidak berlaku dengan vani gadis cantik yang masih kuliah di fakultas kedokteran,..
banyak wanita yang mengejarnya,bahkan banyak gadis gadis di kalangan konglomerat rela mengejar ngejar cinta dari leo,
mungkin itu yang menyebabkan leo jatuh cinta pada gadis cantik calon dokter itu,JATUH CINTA ya sepertinya dia sudah jatuh cinta,
tapi leo selalu berusaha menepis perasaanya,
dia selalu memperlihatkan sikap dinginya,
leo meminta vani kluar,tapi vani tak bergeming sedikitpun.
"Come out and come with me."
vani masih dalam kondisi yang sama,diam.
"turun atau aku akan melakukan hal yg gak pernah kamu duga,."suara berat dan dingin dari leo membuat kesal vani.
"Apa gak ada cara lain menyuruh wanita, yang lebih lembut lagi selain mengancam,,"wajah cemberut vani seolah terlihat manis dan imuet,
"eh tuan dingin tuan es balok,ternyata sebutan sebutan itu masih kurang yah buat kamu,kamu juga egois pke nyebelin juga"...di tengah tengah omelanya vani,
Cup
sebuah kecupan dadakan mendarat di bibir kecil pinx punya vani,seketika vani diam dan mata vani melotot,ciuman pertamanya yang bahkan Dion pun tidak pernah di ijinkan vani menciumnya,,..
Dug
"Auw sst,sial. "sura erangan kesakitan dari leo,karna dorongan vani yang membuatnya kejedot atap mobil,
vani yang melihatnya seketika tertawa terpingkal pingkal,
"hahahaha,lucu lucu hahahaha...,"leo mengerutkan keningnya,
"lucu ya,,hem.."
__ADS_1
"iya lucu banget,hahahaha.."
Duuutttttt!!!!!!
suara kentut vani yang kelepasan karna tertawa yang berlebihan,membuat wajah vani yang cuby berubah memerah seperti udang rebus karna malu...
seketika leo mundur,
melihat kelakuan vani para pelayan berusaha keras untuk tidak tertawa,
tapi tak berselang lama,
"Ha..haha.ha.haaaha,.you are cute my girl"suara tawa geli leo saat melihat wajah vani,merasa menemukan kesempatan banyak untuk menertawai vani balik,
seketika para pelayan dan bodyguard leo kaget melihat pemandangan itu,mungkin kalo bukan gadis itu bisa bisa orang itu tidak bisa melihat lagi matahari esok,
melihat tuanya tertawa mereka ikut tertawa melihatnya,mereka juga tak menyangka kekonyolan vani bisa mencairkan dinginya es balok itu,tuan yang biasanya dingin terlihat hangat di mata mereka,.
kekonyolan kekonyolan Vani yang dikiranya bakal bikin leo jengkel dan melepasnya malah berakhir mengenaskan baginya,kedatangan pertamanya membuat vani merasa teramat malu,
vani melihat sekelilingnya,hampir smua menertawainya,tiba tiba
leo yang menyadari mata indah vani mulai berkaca kaca,terdiam seketika dan menyuruh yang lain juga diam dan menyuruh pelayan bubar saat itu juga,.
"Sorry girl...",leo meminta maaf karna dia mungkin sudah keterlaluan.
"hiks hiks hiks,"suara isakan tangis vani mulai terdengar.
Merasa malu kepada leo juga para penghuni mansion lainya vani memilih menutup wajah cantiknya,
leo pun menggendong vani,dalam rengkuhan di dada leo vani mas menutup wajahnya.
Sampai di kamar tidur vani di baringkan di kasur milik leo,leo menyelimuti vani.Leo merasa bersalah berkali kali meminta maaf pada vani karna sudah membuatnya menangis.
"My girl, I'm sorry. Please don't cry anymore."
leo masih membujuknya,di usapnya rambut vani,merasa vani lebih baikan dan mulai terlelap leo mengecup pucuk rambut vani,
masih di kamar vani (kamar leo yang di tempati vani),
*sumpah aku malu banget,seorang primadona di universitas Airlangga,calon dokter di ketawain banyak orang bahkan pria dingin itu karna kekonyolan yang terlewat batas,,fuhhhh knapa pake keblabasan gitu sih kan malu,tapi ngomong ngomong dia sosweet jg hehehe..
batin vani,yang ternyata dia belom tidur.
ceklak,
terdengar pintu terbuka,vani pura pura tertidur lagi,
"Nona,non bangun non,,"dan vanipun berpura pura lyaknya bangun tidur.
"kenapa mbk,,"terlihat gadis seumuran vani yang terlihat manis dengan rambut kepang dua tengah membangunkanya,,
"Ini non,saya membawakan minyak angin buat nona,juga ingin memberitahu nona kalo sudah bangun,non di suruh makan malam sama tuan,tuan akan makan jika non sudah bangun dan ikut makan."
"suruh tuan makan malam dulu,aku gak laper.Oh iya itu minyak angin buat apa mbk,,"vani terlihat heran.
"kata tuan,sepertinya nona masuk angin,jadi tuan meminta saya membawakan non ini,,"terlihat minyak angin juga jahe hangat di tangan gadis manis itu,
"Oh iya mbk,makasih,,"setelah memberikan pelayan itu pamit undur diri,..
"Ehh mbk,nama kamu siapa,???"
"Saya nona,??"
"iya kamu,masak mas mas yang di luar,"senyuman manis tersungging di bibir vani dan pelayan itu,dia tidak menyangka kalo nona yang di bawa tuanya baik juga ramah.
"saya untari non,non bisa memanggil saya uun,"
"Oh ya ya,klo aku vani,
uun bisa manggil aku van aja,gak perlu non atau nona,kynya umur kita gak jauh beda,"pinta vani.
"Tapi non,saya gak berani takut tuan marah,saya juga bawahan non saya merasa gak enak saja non".
__ADS_1
"Ya udah klo kamu merasa gak enak karna ka!!mu manggil aku kak vani ajah gimana,,?.masih kekeh vani memaksa gadis itu,dan terlihat tersenyum manis terlihat di wajah vani setelah uun menganggukkan tanda setuju,.
"iy iyah iya kak vani..",vani pun terlihat senang,
"kak vani kalo gitu saya permisi dulu,"uun pamit.
"Hem iya,makasih un,"ucap vani yang di angguki uun,dan uun pun berlalu.
Kruk kruk kruk..
sepertinya perutnya tidak bisa di ajak kompromo,sebenarnya dia masih malu ketemu dengan leo,tapi dia juga tidak bisa bohong klo dia merasa lapar karna dia juga belom makan siang,uhhhhh udah lah..
Vani pergi ke kamar mandi dan setelah ber ganti pakaian dia siap siap turun buat makan malam,
saat menuruni tangga,leo sudah berada di ruang makan,..
leo yang melihat vani menuruni tangga,terpesona melihat kecantikan vani,
Vani memiliki wajah yang cantik alami,hanya polesan tipispun terlihat kecantikan terpancar di wajah ayunya,
dengan memakai baju tidur yang dia bawa dari apartemen yang memang di peruntukkanya,baju panjangnya yg hanya selutut lengan pendek,baju berwarna biru bermotif doraemon,memperlihatkan kulitnya yang putih bersih,rambutnya yang di gerai karna masih basah setelah keramas,dan bibirnya yang terlihat sexy berwarna pink alami membuat leo jatuh hati dan salah tingkah,bahkan ada sesuatu yang mengeras di bagian bawah,...
"Cantikk.."gumamnya,
"iya cantik,,"sahut uun yang sudah berada di belakangnya,entah sejak kapan dia berada di sana,bahkan leo tanpa menyadarinya,karna terlalu fokus melihat bidadari yang menuruni tangga rumahnya...
"dan mempesona..."lanjut leo.
"iya tuan nona sangat mempesona sekali,,"jawab uun,yang bahkan uun pun tidak menyadari kata katanya yang sudah menjawab omongan tuannya, seketika uun dan leo pun menyadari,mereka seketika saling pandang,
"KAMU,,!!!!"Jawab leo dengan ekspresi kaget,
"Tuan,,"ucapan yang serentak dengan tuannya membuat uun serba salah,
"Ma maaf tuan,maaf aku tidak bermaksud,
saa saya permisi dulu tuan."ucap uun dengan gugup.
leo hanya mengusap wajah kasarnya,yah karna dia tlah mengakui kecantikan wanita itu,
saat uun hendak pergi,leo menghentikanya,dan mengancam untuk tidak di katakan pada siapa siapa tentang barusan termasuk vani sendiri,uun hanya mengangguk lalu pergi,..
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
#### Gimana masih penasaran gak tentang kelanjutan ceritany tetap,ikuti kelanjutanya ya pasti bakal ada kejutan kejutan,.Sehat slalu buat kita smua,Amin...
__ADS_1