Terenggutnya Kesucian Sang Primadona

Terenggutnya Kesucian Sang Primadona
19.Rencana Aleta


__ADS_3

Di universitas Airlangga Vani dan zola membagikan undangan,ke sebagian temen temen dekatnya.


"Dateng ya,"


ucap vani dengan senyum mengembang,


"Duh akhirnya kalian menikah juga,kalian tuh ya,terlihat serasi banget lo cantik kak Dion,,uhhh ganteng bingit".


ucap salah satu temennya yang bernama melly.


"haha lu nggak nangis kan Kak Dion sama vani nikah,"


jawab rina,candaan candaan temen temenya hanya bisa membuat vani geleng geleng kepala,


"Udah udah ntar ni anak mewek lagi,oh iya,selamat ya van,moga acara lo nanti.,".


Ratna menengahi kejailan kejailan rina yang udah membuat mata melly berkaca kaca,yah karna melly tipe cewek cengeng.


"Iya makasih ya ,".


"Duh van gua sakit hati nih,cinta gua nggak lu bales bales,giliran bales pake surat,surat undangan,".


Ucap bobi cowok yang juga menyukai vani,


"Yeeeyy jangankan eluu,gua yang keren aja kagak di lirik vani,".ledek roni.


"Lah elu kapan zol,jangan lama lama tunangan nanti masuk angin perutnya kembung loh,".ledek bobi yang membuat bibir zola manyun.


"Eh dasar lu resek,ya enggak lah aku sama Roy itu bisa jaga diri,karna Roy ingin menikmati malam pertama saat sudah sah,".


"Halah palingan juga Roy udah lihat,udah gitu gitu".


Bobi sambil perlihatkan dengan gerakan telapak tanganya yang menempel nempel."


"Aishh dasar mesum luu,makanya cepet cari cewek sono biar gak ngejomblo mulu mainya gak nghayal sambil pake sabun aja,".ledek Roni pada bobi.


"Ah sialan lu,buka aib gua aja,"


wkwkwkwk,celotehan beberapa teman vani membuat gelak tawa memenuhi kantin,


Ada juga yang merasa iri dengan kebahagyaan vani,terlebihnya wanita wanita pengagum dari Dion,


"Ehem sepertinya ada yang ngomongin aku nih,".


Tiba tiba Dion nongol di belakang Vani,nan mencangkup vani agar mendongak ke atas melihatnya.


"Kak Dion,bukanya kakak harus bertemu profesor,??".


"Bentar lagi sayang,"


Dion mengambil kursi duduk di sebelah Vani,.


"Eh Dion pelet apa sih lu,sampe bisa bikin vani mau mau sama luu,"ucap bobi.


"Ngapain pake pelet segala bob,lu lihat dah diantara kita siapa yang paling keren,??".


Dion menaik turunkan alisnya juga senyumnya yang mengembang.


"Udah udah udah apaan sih,ini juga ngapain sih kak Dion pake acara kayak mereka,".


Gelak tawa terlihat keakraban teman teman vani,


"Eh ngapain juga kak Dion kesini,eh kalo kata mamaku yah mendekati pernikahan pwngantin pria dan wanitanya di larang bertemu,pamali bisa bawa nasib buruk loh,".ucap melly yang memperingatkan Dion,


"Alah mell,kamu tuh terlalu percaya hal hal kayak gitu,ini udah jaman modern kali,udah banyak calon pengantin pria wanita bertemu trus sebelum nikah",


jawab Rina yang membuat Melly mengedikkan bahunya,


"Yah kan itu kata mamaku,itu juga mamaku kata mamanya,dan mamanya lagi kata mamanya,dan.."

__ADS_1


"Mamanya lagi kata mamanya dan mamanya lagi yah kata mamanya,".


Wkwkwk zola menimpali perkataan Melly,lagi lagi membuat mereka tertawa terbahak bahak.


"Sudah sudah,yasudah aku mau menemui profesor dulu sayang,"


Cup kecupan sayang Dion berikan di kening vani,


"Oh ya temen temen jangan lupa nanti datang yah,"


Dion pergi dengan melambaikan tangannya,


Di restoran x,


Alwta memesan tempat VVIP di restauran x tersebut,sehingga tidak akan ada yang mengganggunya,


"Kenapa kau ingin bertemu denganku Aleta,".


Aleta hanya meliriknya,dan tatapanya menyuruhnya duduk,


"Langsung saja,aku tidak suka basa basi Roy.Aku ingin kamu ikut andil dalam rencanaku untuk memisahkan Dion juga vani,".


Roy mengerutkan keningnya,"Aku tau kau juga menyukai vani bukan,kau juga punya dendam terhadapnya,dan kau terpaksa mendekati gadis bo*oh itu karna ingin mencari kesempatan mendekati vani,tapi sayangnya kau malah terjebak harus bertunangan dengan zola,".


Roy merasa kaget dengan kebenaran ucapan Aleta,tapi bagaimana dia tau,


"Kau tidak perlu bingung Roy,kenapa aku tau semua hal tentangmu tak terkecuali hubunganmu dengan Farah,tunangan kakakku,dan kau tau akibatnya jika kakakku tau,kau akan jehilangan semuanya bahkan kau bisa habis di tangan kakakku".


Roy benar benar mati kutu mendengar Aleta mengetahui semua rahasianya,


"Kenapa kau tau semua nya Aleta!!!!,".


"Yah karna kau terlalu b*d*h Roy untuk menyembunyikanya dari ku,".


Senyum miring terlihat di ujung bibir Aleta,


"Akan ada dua orang lagi yang akan membantumu melancarkan rencanaku,".


"Maksudmu,".


Plok plok plok


Tepukan tangan Aleta membuat kedua orang itu masuk,Roy terperanjat melihat wajah yang tak asing baginya,terlihat Alice dan Evan teman Roy juga Dion.


"Alice akan mebantuku karna kebencianya pada Vani,juga karna dia ingin aku membantunya mendekati kak leo,".


"Tapi bukankah vani adik Alice,???".


Tanya Roy yang masih kebingungan,


"Tidak,dia bukan adik kandungku,".


Roy masih tak percaya dengan itu.


"Lalu Evan???".


"Evan sangat mencintaiku Roy,sudah pasti alasanya apa,".


Aleta menipu Evan,untuk membantunya Evan akan dijadikanya kekasih,sedangkan Aleta sendiri mencintai Dion,dia hanya memakai kata benci kepada vani Evan tidak tau alasan pertama Aleta untuk mendapatkan kembali Dion.


Rencana rencana sudah di siapkan dengan rapi,


Roy menerima rencana itu,begitu juga Alice dan Evan,


Di kediaman vani,


"pah mah,,"


Vani mendekati orang tuanya,dia ingin menikmati masa masa bersama kedua orang tuanya sebelum pernikahanya,.

__ADS_1


Mama yang melihat vani langsung beranjak ingn pergi,


"Mah,mau kemana,??.


tangan papa Adi menyaut lengan istrinya,


"Mama mau ke kamar pah,".


"Tapi mah,".


Mama menepis tangan Papa Adi,dia berjalan melewati vani yang masih berdiri


"Duduk sayang,udah jangan di ambil hati".


"Pah,kenapa mama masih belom bisa terima Vani pah,sebenarnya apa yang terjadi kenapa mama membenci vani sama seperti kak Alice pah,".


"Sudah sayang nanti juga mamamu baik dan sayang lagi kok sama kamu,"


Papa memeluk Vani berusaha menguatkan putrinya,


"Apa benar pah vani bukan anak papa dan mama,atau mungkin apa yang dikatakan kak Alice tentang vani yang menyebabkan adik meninggal itu benar,".


Terlihat mata vani sudah berkaca kaca,


"Tidak sayang,tidak.Kau anak papa dan mama,dan adikmu meninggal karna sudah takdir sayang,bukan kamu penyebab adikmu meninggal,".


"Oh iya sayang,tadi tante pamela telfon papa besok ada fitting baju pernikahanmu,takutnya kamu lupa,dia meminta kamu dan Dion datang ke salon kecantikan dan butik terbaik pilihan mama Dion.".


"Oh iya pah tadi juga kak Dion sempet hubungi vani juga kok,untuk memberi tahu acara besok,".


"Pah acaranya tinggal beberapa hari,vani kok jadi deg deg an yah pah,"


"Ini baru mendekati sayang belum juga nanti saat akad,bakal keringat dingin juga tidak bisa tidur malam sebelum hari H,".


Senyum papa Adi dengan mencubit hidung anaknya merasa gemas,.


"Semoga Acaranya lancar yah sayang,papa doakan kamu bahagya dengan pilihanmu,".


Vani hanya mengangguk,tanpa vani ketahui buliran air mata papa Adi mengalir karna merasa dia akan segera melepas anak kesayanganya itu,


Alice yang menjadi mata mata di rumahnya,memberi kabar kepada Aleta tentang fitting baju pernikahan Dion dan Vani,


Aleta begitu emosi mendengar kabar itu,dia meminta cari kesempatan untuk bisa melancarkan rencananya.


klunting,


Pesan masuk dari Alicememberi tahu tempat yang akan di kunjungi vani dan Dion,


.


.


.


.


.


.


.


.


.###****Kira Kira rencana apa yah yang akan di lakukan Aleta untuk menghancurkan kehidupan vani.,


Yuk ikutin trus ceritanya,jika suka kasih like dan tinggalkan jejak komennya ya agar author baru sepertiku lebih semangat buat lanjutin novelnya,.


Sehat selalu**..

__ADS_1


__ADS_2