
Bukan hanya Carlos dan Monic bahkan semua Dokter dan perawat yang menyaksikannya pun ikut meneteskan air mata karna melihat sepasang kekasih harus terpisahkan karna takdir yang teramat menyedihkan.
Beberapa jam kemudian,Vani telah di bawa ke pemakaman,mama Amanda yang mengetahui kematian putrinya tak sadarkan diri,semua keluarga Leo dan mama Amanda dan keluarga Prameswari hadir di pemakaman,tak terkecuali Aleta yang ikut menghadiri pemakaman itu,terlihat senyum kemenangan terukir di bibirnya,hanya Zola dan keluarga Airlangga yang tak terlihat,bahkan sahabat Vani yang sempat menjauhinya turut hadir di pemakaman karna merasa bersalah saat tau jika Vani adalah korban pelecehan bukan malah tersangka seperti ap yang di tuduhkan selama ini,walaupun tak di jelaskan siapa pelakunya.
Semua media kini berani mengabarkan kondisi Vani setelah ketakutannya mempublikasikan penculikan Vani.
Leo hanya terlihat terdiam,setelah proses pemakaman selesai baru terlihat keluarga Airlangga datang,terlihat Dion datang bersama istri dan mamanya bahkan mama Zola ikut hadir.
Tatapan Leo terlihat tajam saat melihat kedatangan Dion,ingin rasanya ia memukul orang yang pernah menyakiti kekasihnya,tapi ia urungkan karna mengingat kesalahannya lebih besar.
walau keadaan tak suka Leo tetap bersikap biasa,
"Kami turut berduka cita."
Ucap singkat Dion tapi Leo hanya terdiam.
Leo dan keluarga mulai meninggalkan pemakaman,sebenarnya Leo masih ingin di pemakaman tapi karna kehadiran Dion membuatnya tak suka.
Setelah mendoakan Vani,keluarga Airlangga meninggalkan pemakaman.
"Sayang...Let us go home,kita perlu mempersiapkan buat our honeymoon,aku gak mau acara honeymoon kita gagal lagi.
Ucap Claire kesal karna melihat suaminya bersedih melihat foto yang tersandar pada batu nisan Vani,Dion dan Claire memang belum pergi untuk honeymoon karna Dion menggagalkan rencana pertama,tanpa Claire tau apa sebabnya.
Dion ternyata juga ikut mencari hilangnya Vani mantan kekasihnya,saat mendengar hilangnya Vani yang seharusnya dia pergi dengan Claire ke negara lain seketika dia menggagalkan rencananya,
walaupun tak membuahkan hasil pencariannya Dion sebenarnya masih peduli terhadap Vani,tanpa ada yang mengetahui Dion masih suka mencari kabar Vani dan bahkan terkadang melihat aktivitas Vani dari jauh hanya untuk menyalurkan kerinduannya,terlebih setelah tau jika Vani tak bersalah dia begitu merasa menyesal karna tak percaya pada kekasih yang ia cintai.
Dion yang mendengar ocehan istrinya merasa muak,bahkan nada mengusirnya begitu keras hingga membuat Claire sesenggukan menangis dan lari menyusul keluarga Airlangga yang lain.
"Gadis kecilku,
sayang maaf,maaf sudah menyakitimu selama ini,aku menyesal kenapa kau tak beri kesempatan untuk aku meminta maaf padamu,kenapa harus dalam keadaan seperti ini."
Dion tak kuasa menahan air matanya,sesekali ia mengusap foto cantik Vani,senyumnya terukir indah di foto yang terpajang pada nisan Vani,penyesalan Dion sudah seperti tak ada artinya,kehancuran hidup Vani berawal dari dirinya yang memutuskan hubungan tanpa Vani bisa menjelaskan permasalahannya,dia malah mementingkan egonya tanpa memikirkan perasaan Vani.
Hari hari berlalu Leo masih dalam keterpurukan atas meninggalnya Vani,hidupnya terasa hampa hari hari dia lalui dengan minum minuman untuk melupakan kesedihannya,perusahaannya pun semakin menurun kerugian dan bahkan rekan bisnis mulai meninggalkannya karna merasa Leo tak berniat lagi berbisnis,
karna itu adalah jerih payah Leo,Aleta yang masih memiliki rasa sayang pada saudaranya itu mencoba menghandle pekerjaan kakaknya.
Walaupun tidak begitu sesukses kakaknya saat menangani perusahaan tapi perusahaan mulai stabil.
Leo tak perduli lagi dengan Aleta,bahkan apapun yang dilakukannya,kesedihannya menutup semua perasaanya.
40 hari kepergian Vani,Leo masih setia dengan kesedihannya,sesekali tak terasa air mata terjatuh di pipinya.
Amanda melihat Leo yang hanya terdiam di teras tempat biasa Vani duduk menikmati malam,melihat pemandangan bulan dan bintang,dan jika pagi akan di sambut dengan kesejukan juga di manjakan dengan kecantikan bunga bunga kesukaan Vani,
namun kali ini terlihat suasana yang berbeda,Amanda mencoba mendekati Leo dan memberi semangat untuk Leo bisa menjalani hidupnya kembali tanpa bayang bayang putrinya,Amanda menyayangi Leo sama seperti anaknya sendiri,dia tak mau Leo terus dalam kesedihannya.
"Nak,Leo."
Ucap Amanda dengan sentuhan lembut di pundak Leo.
Leo yang menyadari kedatangan mama Amanda langsung mengusap air matanya.
__ADS_1
"Em,Ma kok blom tidur???."
Leo berusaha mengalihkan pembicaraan sebelum Amanda bertanya dengan perasaanya.
Amanda tersenyum kecil,dan duduk di samping Leo,Leo hanya menunduk tak kuasa menahan rasa bersalahnya pada ibu dari kekasihnya itu,karna tak dapat menjaga Amanah beliau.
"Mama tau apa yang nak Leo pikirkan."
Ucapannya pelan dan seakan tersimpan kesedihan pula,Leo melihat wajah seorang ibu paruh baya terlihat kerutan kerutan kecil terlihat pula senyum kecil masih terlihat cantik meski usianya sudah tak muda lagi,Leo semakin merasa bersalah,
Leo langsung berdiri dan menjatuhkan dirinya berlutut didepan Amanda meminta maaf atas keteledorannya yang membuat putrinya meninggal.
"Nak Leo!!!."
Amanda berusaha menahan tubuh Lei,agar tetap berdiri.
"Leo minta maaf Ma,Leo gagal Leo bodoh Leo tak bisa menjaga amanah mama,Leo minta maaf."
ke Plak....Plak....Plak....
Leo menampar pipinya sendiri berkali kali,Amanda mencoba menahan Leo.
"Nak,sudah hentikan!!!.Apa yang kau lakukan nak Leo,dengar mama nak ini takdir bukan salah kamu."
Amanda merasa kasihan pada Leo.
Leo tak kuasa menahan air matanya,Amanda memeluk Leo dan memberi semangat padanya.
Dari jauh ternyata ada Yuni dan Monic yang melihatnya,mereka berdua sesenggukan air mata tak bisa juga mereka bendung.
Di perusahaan,karyawan yang tadinya ketawa tawa dan mengobrol seketika terdiam saat Leo sudah sampai di depan perusahaan.
"Man teman,pak Leo datang!!!!."
Ucap salah satu karyawan,semua langsung berbaris dan terdiam menunggu seorang presiden direktur mereka seorang CEO dingin.
Setelah sampai manajer yang sudah menaruh hati pada Leo dan berniat mengambil hati Leo,sedikit merapikan rambut dan baju lalu berlari ke arah pintu memberi hormat pada Leo.
"Pagi pak Leo."
Sambut manajer yang bernama Grace dengan senyum indahnya yang terkesan di buat buat.
"Hem."
Ucapan Leo hanya sebatas hem,membuat semua karyawan menahan tawa,manajer Grace memang cantik tubuhnya ramping bak seperti model,rambutnya yang selalu di gerai panjang matanya yang sedikit sipit seperti dan tubuhnya yang putih bersih bahkan jabatannya membuat semua lelaki yang tidak mengenalnya bertekuk lutut padanya,namun tidak dengan halnya Leo dia hanya acuh pada Grace,
namun tidak sedikit juga karyawan yang tidak menyukainya karna sikapnya yang semena mena dan suka merendahkan jabatan karyawan kecil.
Semua karyawan memberi hormat tapi Leo hanya berjalan tanpa sepatah katapun,yang biasanya dia akan tersenyum dan menjawab ucapan karyawan setelah kehadiran Vani,kini Leo bahkan Lebih dingin dari sebelum mengenal Vani.
Semua karyawan bergidik ngeri bahkan tak berani menatap mata tajam sang penguasa di perusahaan tersebut.
Sampai di depan pintu ruangan Leo berhenti.
"Evan,kita adakan rapat nanti jam 9 dengan perusahaan Cakra denta,aku ingin membicarakan sesuatu!!."
__ADS_1
Ucap Leo dengan tegas.
(Evan menjadi asisten Leo setelah kepergian Roy,karna Leo mengenal Evan pemuda yang baik tanpa dia sadari Evan termasuk dalam penculikan Vani bersama Roy,dan Aleta mau pergi dari perusahaan Leo dengan mudah karna adanya Evan yang menjadi asisten Leo,walaupun Aleta berusaha mencegah keinginan Leo nan mengatakan jika Leo akan menyesali keputusannya,namun Leo mengabaikan ucapan Aleta).
"Baik pak."
Ucap Evan yang mengangguk dan berlanjut Evan membukakan pintu untuk Leo,dan Evan berlalu untuk menjumpai pimpinan dari Cakra denta.
"Eh tunggu Van!!!."
Ucap Grace.
"Ada apa Grace."
Evan berhenti sebentar.
"Kenapa tiba tiba pak Leo mengadakan rapat dengan perusahaan Cakra denta???."
Evan mengerutkan keningnya mendengar pertanyaan Grace.
"Tau dari mana kamu,bukanya tadi hanya ada aku dan pak Leo???."
Grace bingung menjawabnya.
"Heh..E...Aku."
Grace kebingungan.
"Sudahlah,gak perlu dijawab Grace."
Evan berlalu karna Evan tau kalo Grace menguping pembicaraan Leo dan Evan.
Baru beberapa langkah..
"Grace.."
Panggil Evan pada Grace.
"Iya Van."
Jawab Grace.(Grace adalah mantan Evan saat SMA sebelum Evan menyukai Aleta,Grace meninggalkan Evan karna lebih memilih pemuda yang sudah bekerja dan memiliki jabatan).
"Jangan biasakan menguping karna itu tidak mencerminkan seorang manajer,dan jangan berharap dengan pak Leo walaupun kau cantik tapi itu bukan prioritas utama Pak Leo."
Evan berlalu setelah berbicara yang meninggalkan Grace berdiri mematung,ucapan Evan membuat Grace malu dan merasa jengkel.
"Dasar cowok breng*ek,bilang aja kamu masih cemburu iiiihhhh...."
Geram Grace.
#####
Hay Reader nantikan lanjutan ceritaku ya...Bakal ada keseruan keseruan didalamnya loch...bakal author usahain up kok..
Makasih sehat selalu.
__ADS_1
🙏🙏🙏🙏...