
"Sayang kau sudah bangun???."
Sapa Evan pada Aleta.
"Jangan pernah kau memanggilku dengan sebutan menjijikkan itu Evan...!!!."
Aleta begitu jijik saat Evan memanggilnya dengan sebutan sayang,bahkan Aleta mengacungkan jari telunjuknya di depan wajah Evan untuk mengancam Evan.
"Aleta kau kenapa,baru tadi malam kau dan aku.."
Ucap Evan.
"Cukup Evan!!!!,tadi malam gak pernah terjadi apa apa kau mengerti!!!."
Sahut Aleta saat Evan ingin mengucapkannya.
Aleta berdiri dengan berbalut selimut dan mengambil pakaiannya,segera dia pergi ke kamar mandi,walau terasa perih di area sensitifnya,dia tak pedulikan.
Setelah beberapa saat Aleta berada di kamar mandi,dia keluar dengan pakaian yang semalam ia pakai.
Aleta tak pedulikan Evan yang berusaha berbicara denganya.
"Aleta please,beri kesempatan aku ngomong."
Cegah Evan pada Aleta.
"Minggir!!!!."
Ucap Aleta dengan keras.
"Please aku minta maaf soal tadi malam,ku mohon jangan membenciku,aku sangat mencintaimu jika memang ada hasil dari perbuatan kita aku akan tanggung jawab."
Ucap Evan dengan tulus.
"Jangan pernah berharap Evan!!!!,tidak akan terjadi dan tidak akan pernah terjadi,jadi jangan pernah kau berharap dengan keinginanmu itu,kau mengerti!!!!."
Lagi dan lagi Aleta terlihat murka dengan Evan,Evan hanya bisa melihat kepergian wanita yang dicintainya.
Aleta menangis dalam perjalanannya,menangisi nasibnya.
"Aaaarrrrrgghhh,kenapa semua ini gak adil bagiku!!!!!, hikss hikss....kenapa??."
Tangis Aleta."Aku sudah hancur,biang dari semua masalahku ini kau Vani wanita s*alan,kau juga akan hancur sehancur hancurnya!!!!."
Aleta begitu dendam dengan Vani Aleta mengepalkan tangannya.
Kini hari yang di tunggu-tunggu telah tiba hari dimana pernikahan antara Vani dengan Leo,juga bertepatan dengan Dion dan Claire.
"Cantik cantik sekali sayang,kau begitu perfect."
Puji mamanya saat melihat putri tercintanya setelah di make up,Vani yang biasa dengan dandanan alakadarnya,kini ia di rias bak seperti putri.
"Maa,sebenarnya Vani malu."
Vani menunduk.
"Kenapa sayang??."
Jawab Amanda.
"Vani cuman gadis biasa ma kenapa harus banyak media dan undangan,Vani juga pernah membuat malu keluarga di media bukan??."
Vani begitu sedih.
"Sst sayang,sudah jangan bahas itu lagi oke,media sudah tak pernah membahas yang dulu lagi,kau juga cantik kau tak perlu malu,nak Leo saja bisa trima kamu apa adanya sayang."
Vani menganggukkan kepalanya saat mendengar ucapan mamanya.
"Sayang,boleh mama bertanya???."
Tanya Amanda.
"Iya ma.."
Jawab Vani.
__ADS_1
"Apa kau sudah menemukan keluargamu sayang???."
Amanda kembali mempertanyakan tentang keluarga Vani.
"Maa..,kenapa mama bertanya seperti itu???,ma bagiku mama juga keluarga kandung Vani.
"Sayang."Amanda memeluk Vani,masih dalam pelukan Amanda meminta Vani untuk mencari keluarganya setelah menikah.
Vani mengangguk dengan senyuman,kini diapun mendapat restu dari ibunya untuk mencari keluarga kandungnya.
Vani memakai kalung liontin miliknya yang selama ini tersimpan,agar dia bisa merasa keluarganya seakan mendampinginya saat acara sakralnya,acara pernikahan yang akan menjadi momen penting di hidupnya.
Kini mobil iring iringan Vani telah membelah jalanan,Vani menuju tempat pernikahannya di gelar.
Leo membuat acara pernikahannya di pinggir pantai,sesuai impian Vani.
"hai kawan kau kenapa,apa kau gugup hah???.."
Tanya salah satu sahabat Leo.
"Masih nanya lagi lu,ya iyalah dy gugup gimana nggak,dia bakal melepas masa lajangnya yang udah 30 thun ini,b*doh kali kau."
"Eh ngomong ngomong ada yang bilang calonnya Leo cantik banget,masak sih ada cewek secantik itu mau ama teman kita."
Sahut lagi yang lain.
"Ha ha ha..."
Terdengar tawa tawa dari teman teman Leo.
Leo masih di perjalanan,bahkan yang mengawal Leo sahabat sahabatnya sendiri.
Leo memang terkenal dingin tapi tidak disaat di luar kerja apa lagi saat bersama teman temannya.
"Dasar kalian teman gak ada akhlak..."
Leo kesal.
"Yah singa nya marah ha ha ha..."
Terdengar ricuh dalam mobil Leo.
Leo menuruni mobil,terlihat jajaran media yang sudah siap mengambil gambar Leo.
Semua yang melihat merasa kagum dengan ketampanan Leo,jas yang digunakannya pun terasa cocok di tubuh Leo.
"Wow,keren...."
Ucap salah satu sahabatnya Leo yang merasa kagum dengan tempat yang akan digunakannya sebagai acara sakral Leo dengan Vani.
Karpet merah yang teramat mewah tertata rapi untuk jalannya sang pengantin,semua dekor bernuansa putih berkilau dengan tempat duduk pengantin bak seperti diperuntukkan buat raja dan ratu,bunga bunga pun tertata rapi.
"Itu bukannya Carlos,eh eh dia bawa cewek kayaknya gak asing buat kita."
Ucap Andre.
"Itu bukanya Monic,apa dia sekarang sama monic?,bukanya dia..."
Salah satu temanya menginjak kaki simon,"Aw.. sakit g*blok."
Temannya mengasih kode yang ternyata Carlos sudah dekat.
"Hai Leo.how are you, it's great to see your wedding,
aku senang kau sebentar lagi sudah tidak melajang lagi."
Peluk Carlos yang disambut pelukan juga oleh Leo.
"Lalu kapan kau Carlos,sekarang diantara kita kamu yang masih lajang ha ha ha..."
Celetuk teman teman Leo dan Carlos saat mendekati pria tampan yang masih menyandang lajang itu.
"Doa kan saja,secepatnya."
Carlos memandang Monic, Monic tersipu malu.
__ADS_1
Monic dan Carlos memang sudah mulai dekat setelah kepergian Vani, Carlos bahkan sudah berniat melamar Monic,hanya saja monic masih belom siap terlebih dia memikirkan soal dirinya bukan hanya kalangan dari orang biasa,bahkan hanya seorang pekerja di tempat Carlos,yang bahkan Carlos sendiri tau pekerjaan Monic.
"Thank you friend.would you like to come to our event
would you like to come to our event."
Leo melihat Monic,Monic langsung menunduk dia merasa gak enak karna sudah datang tanpa undangan dari pihak Leo maupun Vani,karna Monic datang karna ajakan Carlos selain itu dia juga ingin sekali bisa melihat hari kebahagiaan Vani sahabatnya.
Vani memang tak satupun mengundang temanya,hanya kalangan Leo orang orang terpandang.
Bukan karna Leo yang menginginkan itu,tapi Vani sendiri yang merasa tak sebanding dengan kalangan Leo,bahkan dia malu jika teman temanya tau dia Leo harus menikah dengan wanita seperti dia.
"Maaf tuan aku datang kesini tanpa undangan,aku hanya..."
Monic menunduk karna tak enak hati dengan Leo.
"Hey, it's okay. You don't need to be embarrassed or feel bad, my girl friend is also my friend okay."
Leo memotong ucapan Monica,dia merasa tak enak hati dengan melihat Monic yang terasa begitu takut dan terlihat sungkan.
"Terima kasih tuan."
Ucap Monica,Monic benar benar bersyukur sahabatnya mendapatkan pria yang benar benar baik.
"Leo,jangan memanggilku tuan,tidak ada kata teman yang memanggil dengan sebutan tuan bukan."
Ucap Leo dengan tersenyum,Monic pun tersenyum dan mengangguk.
Leo mondar mandir setelah lama menunggu rombongan Vani yang tak kunjung sampai,dia merasakan firasat jika ada sesuatu dengan calon istrinya.
"Leo,kau kenapa terlihat panik???."
Tanya Carlos.
"Entahlah perasaanku tidak enak."
Jawab Leo yang memang dia merasa resah bukan karna pernikahannya tapi dengan calon istrinya.
Beberapa saat rombongan dari Vani datang tapi hanya mobil dari pihak Amanda dan satu mobil berisi bodyguard.
Seharusnya ada tiga mobil lagi, yaitu mobil Vani dan bodyguard yang menjaga keamanan Vani.
Leo celingukan mencari keberadaan gadisnya,Bodyguard yang menjaga mama Amanda langsung mendekati Leo,Leo mengerutkan keningnya merasa ada yang gak beres.
"Dimana tiga mobil lagi,kenapa hanya dua mobil yang sampai duluan,kenapa tidak bisa bareng dan dimana My girl????."
Berbagai pertanyaan dari Leo dan sorot matanya yang tajam membuat bodyguardny merasa bergidik ngeri.
"Bos nona Vani di cilik."
Bisik bodyguardnya.
"Apa???..."
Leo kaget mendengar berita tentang calon istrinya.
Semua sahabatnya dan para tamu melihat kearah Leo,saat para sahabatnya merasa ada yang terjadi berniat mendekati Leo,tapi Leo menyuruh untuk berhenti mendekat.
Leo masih ingin mendengar lanjutan dari bodyguardnya,
"Bos dua mobil rombongan kami ternyata penyusup,satu mobil rekan kami sedang mengejarnya,kami baru tau ada yang tidak beres saat dua mobil yang diantaranya ada nona Vani mereka terlihat memisahkan diri dari mobil kami dan nyonya Amanda,saat kami menghubungi rekan kami yang ada di mobil nona Vani,ternyata mereka di sekap di rumah kosong,saat ini mereka sedang ikut mencari rombongan nona Vani".
Leo mengepalkan tangannya, tatapannya terasa membunuh.
"Cari calon istriku sampai ketemu."
Suruh Leo pada bodyguardny.
"Baik bos."
Jawab serempak.
"Tunggu,apa calon mertuaku tau tentang ini?."
Tanya Leo.
__ADS_1
"Maaf bos, sepertinya tidak,kami tidak memberitahu nyonya tentang penculikan itu."
Jawab bodyguard itu,dan Leo mengangguk dan menyuruh secepatnya untuk Vani di temukan.