
Amanda dan Farah berbincang bincang,mereka berdua kini berada di ruang keluarga dengan tawa bahagia Amanda yang bahkan terdengar sampai ke teras.
Leo dan Evan yang baru datang sampai mengerutkan keningnya mendengar suara Amanda yang berbicara pada seseorang.
"Apa mama ada tamu????.."
Tanya Leo saat Yuni menghampirinya.
"Iya tuan,wanita cantik katanya sih teman tuan."
Jawab Yuni dengan bibir manyunnya.
Leo yang mendengar kata Yuni mengerutkan keningnya,karna dia tak pernah ada teman wanita selain rekan bisnis,apa lagi yang berkunjung kerumahnya.
"What!!!!, my girlfriend. Who is she???."
Leo bertanya tanya dengan sosok wanita itu.
"Siapa tadi namanya yah,"
Yuni mengingat namanya,"oh iya
parah wanita itu tuan,iya parah."
Ucapnya pada tuannya yang membuat tuannya tambah bingung.
"Parah gimana Yun,apa dia jahat pada tante Amanda??."
Sahut Evan yang juga kebingungan.
Leo langsung berlari mencari mamanya takut jika mamanya kenapa napa.
"Aduh maksud Yuni,Farah tuan."
Yuni langsung menggaruk kepalanya karna salah sebut.
"Ha ha ha...Aduh Yun,lihat tuh tuan Leo sampai berlari khawatir,Farah kok jadi parah namanya."
Ucap Evan yang di ikuti tawa manisnya.
"Iy iya maaf tuan Evan he hehe...,Ngomong ngomong tuan Leo marah gak ya,duh kok jadi takut gara gara omonganku tuan langsung berlari seperti itu."
Tawa yang terlihat di wajah Yuni berubah menjadi gelisah.
"Ma...."
Leo menghampiri mamanya,"kau...."
Leo kaget saat wanita yang bersama mamanya adalah Farah.
"Leo.."
Farah menghampiri Leo,ingin rasanya dia mengusir wanita itu tapi dia urungkan karna adanya Amanda.
"Nak Leo,sini kita ngobrol sama nak Farah."
Pinta Amanda pada Leo.
"Maaf ma,Leo mau bersih bersih dulu."
__ADS_1
Leo berusaha menghindari Farah.
"Sebentar saja kok nak,nak Farah juga mau pulang,masak ada tamu gak di ajak ngobrol dulu."
Rayu Amanda.
"Iya bener kata mama,aku cuman sebentar kok,lagian apa kamu gak kangen udah lama kita gak ketemu juga gak ngobrol bareng bukan???."
Ucap Farah yang di dukung Amanda.
Leo akhirnya menyerah juga,dia ikut ngobrol bareng bersama Farah dan mamanya.
"Nak Farah udah cerita pada mama nak Leo,tentang kedekatan nak Leo bersama nak Farah."
Ucapan Amanda membuat Leo menatap tajam Farah.
"Apa dia juga cerita kenapa kita bisa putus ma??."
Tatapan tajam Leo di lemparkannya pada Farah,Farah hanya terdiam.
"Iya nak Leo,nak Farah menyesali semuanya,sekarang dia sudah tidak lagi menjadi model seperti yang nak Leo inginkan,betulkan nak Farah."
Farah yang mendengar pertanyaan Amanda langsung mengangguk pelan,dia tau kalo dia hanya membohongi Amanda,memang Leo menyuruhnya berhenti menjadi model saat bersamanya karna dia tak suka miliknya menjadi sorotan publik dan seakan fotonya di nikmati banyak orang,namun alasan sebenarnya bukanlah itu yang membuat Farah dan Leo putus.
Leo hanya terdiam,tak bisa bicara karna tak ingin membuat Amanda bersedih melihat mama sang kekasih bahagia membuat hatinya juga bahagia.
Beberapa bulan telah berlalu,kedekatan Amanda dengan Farah sudah semakin erat,Farah begitu pintar mengambil hati Amanda,beberapa kali Leo dan Yuni yang sudah mengetahui sifat Farah pun tak bisa berbuat apa apa karna Amanda sudah sangat mempercayai Farah.
Amanda bersikeras untuk menjodohkan Leo dengan Farah,Leo hanya ikut saja apa yang di inginkan sang mamanya.
"Kenapa kau menerima permintaan mama Vani Leo,kau bahkan tau sifat Farah seperti apa."
"What can I do Carlos,kau tau aku tak bisa menolak permintaan mama."
Jawab Leo yang terasa berat hatinya saat mengingat permintaan mamanya.
"Kau bisa bicarakan baik baik dengan mama bukan,atau kau butuh bantuan istriku untuk menjelaskannya pada mama Amanda??."
Carlos berusaha mencari solusi untuk sahabatnya itu yang terlihat lesu tak bersemangat.
"Umurmu memang sudah cukup untuk menikah,bahkan bisa di bilang sudah kelewat batas tapi bukan berarti kau asal menerima perjodohan,toh mama Amanda bukan mama kandungmu bukan."
Sambung lagi ucapan Carlos yang membuat Leo mengerutkan alisnya seakan ingin menyatukan kedua alis itu berada.
"Sialan kau aku belom tua tua banget,lagian aku gak nikah nikah bukan berarti gak laku,tuh para cewek cewek pada antri ingin bersamaku."
Leo geram dengan ucapan Carlos.
"Iya iya,duh sampe keluar tanduknya."
Carlos tertawa kecil melihat tingkah sahabatnya itu.
"Istrimu tak perlu bicara soal ini,aku takut mama merasa kecewa dengan istrimu karna tidak mendukung rencana beliau,sebenarnya aku sudah berusaha berkali kali bicara tapi kau tau sifat mamaku bukan,dia memang bukan mama kandungku tapi kau tau aku sudah menganggap beliau seorang ibu yang melahirkan ku."
Leo mendengus kecil terlihat kebimbangan di hatinya.
"Lagi pula menikah atau tidaknya atau dengan siapa aku sudah tak perduli,ragaku memang masih terlihat dan pikiranku memang masih waras tapi hatiku dan jiwa seakan sudah mati untuk cinta bersama kepergian my girl."
Leo terlihat sedih saat mengingat kebersamaan dengan sang kekasih.
__ADS_1
"Leo kau seorang pemimpin aku tau kau punya perasaan tapi jangan biarkan kau terlihat lemah karna kesedihanmu jangan terlalu berlarut larut hingga berimbas pada kehidupanmu dan karirmu yang sekarang,jalan hidupmu masih panjang,kau harus kuat jalani takdir dengan iklas,kau doakan Vani karna doa dari kita yang dia butuhkan sekarang,aku yakin dia akan bersedih jika melihatmu seperti ini,dan sebaliknya dia akan merasa bahagia dan tenang jika kau iklas dan jalani hidup dengan bahagia."
Carlos mencoba menasehati Leo,karna dibalik canda dan keusilannya hanya untuk menghibur Leo,dia tau apa yang dirasakan Leo.
Leo hanya mengangguk pelan mendengar saran dari sahabatnya.
"Pada ngomongin apa nih serius amat???,"
Monic mengerutkan keningnya."Jangan bilang pada ngomongin cewek yah,sayang aku jewer nanti."
Monic melirik kearah suaminya.
"Enggak...Enggak lah sayang,kalaupun ngomongin cewek tuh buat perjaka tua di sebelah suamimu ini."
Celoteh Carlos membuat Leo kesal.
"Sialan kau,bukan aku yang gak laku hanya saja aku yang gak mau,aku gak asal milih perempuan,kau lihat saja aku ganteng begini udah tajir lagi."
Ucap Leo membuat tawa suami istri itu pecah.
"Sayang aku udah pamit sama mama,kita pulang sekarang???."
Ucap Monic pada suaminya.
Kini Carlos dan Monica pamit untuk pulang.
"Udah jam 11 malam,mending kalian nginep aja disini,pulang pagi saja,ini juga rumah kalian bukan."
Leo mencoba meminta Monic juga Carlos untuk menginap,entah kenapa Leo merasa gelisah saat kedua sahabatnya itu berpamitan.
"Mama juga sudah meminta monic untuk menginap,tapi monic tetap saja ingin pulang."
Sahut mama Amanda yang baru keluar.
Monic melirik suaminya yang memintanya untuk ikut menjelaskan alasannya yang harus pulang malam itu juga.
"Ma bukannya kami tak mau menginap,mama Carlos ingin sekali melihat istri dan anak Carlos ma..,ini pertama kalinya mama Carlos mau ke rumah Carlos mau bertemu anak dan istri Carlos,mama tau kan semenjak kami menikah bahkan sampai kami memiliki putri mama tidak mau melihat istri dan anakku bukan."
Carlos memeluk dan mengusap pundak istrinya,mencoba menguatkan istrinya.
Amanda yang mendengarnya langsung memeluk Monic dan Carlos.
"Dengar anak anakku,seorang ibu bisa mengorbankan segalanya tapi tak akan bisa jauh dari anak anaknya,mama yakin di balik keangkuhan mama kalian ada hati yang terluka karna merindukan kalian apa lagi ada cucu cantik yang pastinya sangat beliau dambakan,pulanglah nak pulanglah sambut mamamu dengan hati terbuka jangan ada lagi rasa benci antara kalian,pulanglah jaga putri dan cucu oma,yah sayang yah.."
Amanda mencium putri Carlos dan Monic.
Monic dan Amanda kembali berpelukan,Monic pamit dan begitu juga Carlos.
Amanda dan Leo melihat mobil Carlos hingga tak terlihat,air mata Amanda tak sengaja menetes.
"Mama kenapa??."
Leo merasa heran saat melihat mamanya yang tak seperti biasanya saat Monic dan Carlos berpamitan.
"Entahlah nak Leo,hati mama tiba tiba merasa sakit melihat mereka pulang,seakan mama akan sangat sangat merindukan mereka bertiga,seperti halnya mama saat merindukan putri mama sendiri."
Leo langsung memeluk Amanda,dia tau mama Amanda sangatlah lembut hatinya pastilah dia akan begitu merindukan Monic dan keluarga kecilnya,karna Amanda sudah menganggapnya seperti putrinya sendiri semenjak kepergian putri tercintanya.
Leo mengusap air mata mamanya dengan lembut,Leo mengajak Amanda ke dalam mansion karna jam sudah menunjukkan tengah malam,tak baik pula untuk kesehatan sang mama.
__ADS_1