Terenggutnya Kesucian Sang Primadona

Terenggutnya Kesucian Sang Primadona
22.kesucian yang terenggut paksa.


__ADS_3

"luu jangan muna van,luu jangan kayak ba*ci,klo lu nggak mau lu pergi sekarang!!!."


Roy sedikit kesal dengan Evan yang dianggapnya lemah,Evan merasa gak tega dia memilih keluar gudang.


Roy kembali menghampiri vani,kaki Vani sudah terasa lemas berdiripun sudah terasa tak mampu,


"Tolong Roy,tolong lepasin aku."


Roy tersenyum menyeringai,melihat vani tak berdaya membuatny semakin berga*rah.


Vani mundur sebisanya,tangisnya tak sedikitpun membuat iba Roy.


"Roy aku sahabat zo,kenapa kau tega memperlakukanku seperti ini Roy,hiks hiks..."


Derai air mata terasa tak bisa berhenti,bahkan vani sampe memohon di kaki Roy,untuk bisa melepaskannya.


"zo zo zo,,ha ha ha ha...aku tidak pernah mencintainya,kau tau kebenaran itu bukan,dia hanya aku peralat."


Tawa mengerikan Roy memenuhi gudang itu,


"apa kau lupa dengan kata kataku,aku akan membalas semua penghinaanmu kepadaku,dan membuat kau mengemis maaf padaku,sekarang kau baru tau siapa sesungguhnya aku bukan!!!!."


Tatapan mata tajam Roy,bahkan gertakan giginya terasa terdengar keras.


Vani benar benar takut.


"Hiks hiks hiks,kumohon lepasin aku,aku minta maaf."


Roy membungkukkan sebagian tubuhnya untuk mencium aroma tubuh vani,dia begitu tergila gila dengan vani.


Bahkan zo tunanganya pun tidak pernah diajak ke apartemenya,karna Roy membuat seluruh ruangan apartemennya di penuhi foto Vani.


Roy Menindih tubuh kecil vani.


"Tolong toloooong!!!."


Teriakanya tak dapat membantunya,hanya orang orang suruhan Roy dan Aleta di luar gudang yang mendengarnya.


Plak..


Lagi lagi tamparan keras mendarat di pipi vani.


"Percuma kau teriak,sayang."


Senyum terlihat di ujung bibir Roy.


Dengan satu tanganya Roy mengunci kedua tangan Vani,dan tangan satunya mengoyak baju yang melekat di tubuh vani,vani histeris vani merasa akan ada sesuatu yang terjadi padanya.


Hanya dalam sekejab,Vani sudah dalam keadaan polos tanpa sehelai kain yang melekat di tubuhnya,memperlihatkan lekuk tubuh mulus Vani.


Roy menc*um bibir Vani dengan rakusnya,Vani hanya berusaha menutup,namun kebringasan Roy membuat Vani kuwalahan,dengan tanganya yang mencengkeram leher Vani membuat dia terasa sesak nafas yang membuat Roy dengan mudahnya menjelajahi celah celah rongga mulut vani,mel*mat bibir vani dengan rakus bahkan mempermainkan l*dah Vani,sampai akhirnya dia menyudahi saat melihat Vani kehabisan nafas,dia mengakhiri dengan mengg*git bibir bawah vani hingga membekas,


Roy berganti menj*lajahi leher jenjang milik vani,


ingin rasanya dia berteriak tapi terasa kelu lidahnya,


Vani menangis tanpa suara,derai air mata meleleh di pipi vani yang sedikit lebam akibat tamparan Roy,terasa sakit saat dia melihat pria yang tidak di cintainya menj*mah tubuhnya,


Vani mengepalkan tanganya terasa ia sangat membenci dirinya yang tak bisa menjaga kehormatanya,impian malam pertama setelah sah menjadi seorang istri kini hanya tinggal impian yang tak akan pernah terjadi.


Roy masih dalam aksinya mengg*gahi tubuhnya,terasa mendapatkan buruanya Roy begitu menikmati hidangan yang ada di depannya,tangan Roy bermain main diarea sensitifnya,


Derai air mata vani terasa pemandangan yang malah membuat Roy berg*irah,


"Kau menyukai permainan ini sayang,kau akan mendapatkan surga dunia."


Surga dunia???,bahkan vani merasa dunianya sudah hancur berkeping keping.


Tangannya bermain di gundukan daging kenyal vani,bibirnya menjelajahi setiap inci tubuh vani,hingga vani menggeliat,

__ADS_1


sampai akhirnya,


Vani merasa ada sesuatu yang mencoba menerobos tubuhnya,di hujamnya dengan paksa membuat vani meringis kesakitan,perih sakit yang dirasanya,tangisan yang memilukan dan gelengan kepala nya tak bisa membantunya.


Suara petir yang terasa menyambar nyambar,seakan murka dengan keadaan vani saat ini,


"Sayangggg,oouhgg sayang ni*mat bukan??."


Erangan Roy,yang terdengar menjijikkan di telinga vani,Roy berkali kali menghujamkan dan menyatukan dirinya pada tubuh vani sampai berkali kali mencapai puncaknya,bahkan tubuh vanipun ikut bergetar menerima serangan Roy yang bertubi tubi,


Impianya hanya tinggal impian,hanya tinggal selangkah lagi kebahagiaannya,tapi takdir berkata lain.


vani begitu terpukul dengan kenyataanya,kesuciannya dan kebahagiaannya harus direnggut paksa tunangan sahabatnya dalam sekejab.


Roy telah mengambil hal yang paling berharga bagi vani gadis cantik yang menjadi primadona dan dambaan banyak lelaki.


Roy yang melihat vani masih dengan gairahnya kembali mel*mat bibir vani,karna dia begitu merasa kecanduan dengan apa yang ada pada vani,


Roy menghentikan aksinya setelah mendengar phonsel nya berdering dan tertera nama Alice,


"Ahh wanita Sialan,mengganggu saja."


Roy mematikan handphone nya,


Roy memakai bajunya kembali.


"Hiks hiks,kau lelaki be*at Roy,kau bukan manusia tapi bin*tang Roy!!!!!!,"


suara tangis menyedihkan dan Umpatan demi umpatan Vani lontarkan.


"Hiks hiks."


Sakit rasanya harus menerima semua,tapi itu semua sudah terjadi.


"Hahahaha aku tidak perduli dengan umpatan umpatan bo*ohmu itu sayang,,yang terpenting sekarang kau sudah menjadi milikku,dan aku sudah meneguk madumu sayang."


Roy mendekati vani dan membisikkanya,


Roy membelai pipi vani,Vani menampik tangan Roy.


Cuihh,


Vani meludah ke wajah Roy,Roy hanya tersenyum melihat penderitaan gadis idamanya.


"Gak akan pernah kubiarkan kau menyentuh ku lagi baj*ngan,kep*rat kau Roy!!!!,"


bibir vani bergetar karna begitu besar rasa bencinya vani pada Roy,Vani benar benar muak dengan kelakuan Roy.


Vani berusaha bangkit dan memunguti baju bajunya dan mengenakanya.


Roy menarik tangan vani setelah ia memakai bajunya,walau perlawanan vani berikan tak membuat Roy mundur.


Roy membawa Vani keluar gudang,ketiga pria memandangi Vani dan hanya evan yang tak tega melihat keadaan Vani,beda dengan ke dua orang suruhan Roy,yang menatapnya dengan intens,serasa tau apa yang sudah terjadi dengan gadis itu.


Di mobil Roy menyuruh Vani meminum sesuatu,walau dengan paksaan Roy berhasil,kepala vani terasa pusing dan berat,sampai akhirnya dia tak sadarkan diri.


Mobil menuju hotel dimana Alice sudah menunggunya,


"Kau dari mana saja Roy."


Roy tidak menjawab,dia hanya masuk kamar dengan membopong tubuh vani.


"Evan apa yang terjadi kenapa keadaanya seperti itu????."


Alice merasa sedikit heran karna melihat keadaan vani yang terlihat mengenaskan,


Evan hanya terdiam.


Rencana Aleta kini di jalankan Alice,Alice melepas pakaian vani.

__ADS_1


Alice tercengang melihat pakaian terutama da*aman Vani yang terdapat bercak darah bahkan juga bajunya yang seperti terkoyak.


Alice juga melihat banyak cup*ng pada leher juga hampir semua tubuh vani didapati tanda merah itu,


Alice menerka nerka kondisi vani sepertinya ada sesuatu yang tidak beres.


Alice menemui Evan juga Roy.


"Apa yang kalian lakukan padanya hah."


Alice melempar baju yang juga ada bercak darah vani,


"Apa perlunya kau tau hah,jangan pura pura untuk peduli dengan gadis itu."


Ucap Roy dengan enteng sambil menyesap rokoknya,


"Aku sudah memp*rkosa gadis itu."


Ucap kembali Roy dengan senyum mengembang dari ujung bibir Roy.


"Br*ngsek kau."


Alice mencoba memukul Roy,tapi tanganya berhenti saat di cekal Roy.


"Berani beraninya kau ingin memukulku wanita si*lan!!!,kau jangan lupa kau juga ikut andil dari rencana ini."


"Tapi ini jauh dari rencana kita."


"Aku tidak perduli,yang penting aku sudah men*kmati tubuh saudaramu itu."


Roy bangkit dan pergi,


"jangan lupa tujuan pertama kita lakukan tugasmu dengan baik,jika tidak kau juga akan mendapatkan masalah Alice."


Ancamannya pada Alice.


Tubuh Alice terasa lemas,entah kenapa dia merasa tak tega,ada sedikit rasa bersalah yang menyarang di tubuhnya,tapi Alice harus melakukan rencana itu,dia tidak mau kena masalah,


Alice kembali masuk dan melanjutkan tugasnya,


memfotonya juga merekam Vani dengan seorang pria seakan sedang berh*bungan badan.


Foto vani bahkan di edit dan video aslinya hanya di perlihatkan di bagian seakan vani bersenang senang padahal keadaan sebenarnya vani tak sadarkan diri.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


###nyesek sekali gak kebayang jika di posisi vani.

__ADS_1


semoga kita semua terhindar dari hal hal buruk yah man teman,semoga itu hanya di novel saja,Aamiin..


__ADS_2