
"iy nak,yg semangat smoga Cita citamu tercapai"doa tulus dari sang papah,
"Amin",vanipun mengaminkan.
"ceklak,"
suara pintu kamar Alice terbuka,dilihatnya Alice yg terlihat sudah rapi memakai dress mini,terlihat dia terburu buru..
"Alice,mau kemana lg kamu sepagi ini.
Apa tidak ada waktu sedikit saja untuk kamu ingin merawat ibumu,atau bahkan hnya sekedar tanya kabar ibumu ini"..suara papanya yang merasa sedih dengan sifat Alice,Alice yang mendengarny hnya melengos dan pergi berlalu tanpa menjawab pertanyaan ayahnya,.
"kak....,"suara vani menghentikan langkah kaki Alice,
"Hari ini hari minggu,apa kakak gak ingin sekali saja kita ketaman ajak mama jalan jalan,mungkin akan membantu mama cepet pulih,"..pinta vani yang berharap kakaknya mau mengabulkan permintaanya,
"Gak,!!..klo kamu mau ketaman ya ketaman aja,gak usah nyuruh aku ikut segala,lagian mama sakit juga karna kamu,aku kehilangan calon adikku juga karna Kamu,jadi yg berkewajiban ngurus mama itu kamu,bukan aku....!!!!,,ucapan Alice bener bener bikin papa naik pitam.
"Tutup mulutmu Alice,"..
Dengan bergetar papa Adi ingin rasanya menampar Alice,
"Kenapa pah mau nampar,silahkan pah,,papah hanya sayang sama vani gak pernah mikiran Alice,Alice benci sama Vani, Alice benciii...!!!"
"kalo kamu tidak mau,tidak perlu kamu menyalahkan adikmu,itu semua sudah takdir,sadar itu Alice...",Papa berusaha menyadarkan Alice,
"Aku tidak pernah menganggapnya adikku pah,adikku sudah mati,dan itu karna dia"..
"plak..."tamparan papa adi pun mendarat di pipi putih Alice,Alice pun pergi dengan air mata yang sudah jatuh,..
Vani yang mendengar pertengkaran antara papa dan kakaknya pun ikut bersedih,entah knapa kakaknya selalu membencinya,bekali kali Vani mendekati kakanya namun penolakan dan hinaan lah yang sering di dapatnya,.
Dia tidak tau alasa kenapa kakakny sangat membencinya,yang dia tau hanya ucapan kakaknya yang selalu menyalahkan atas meninggalnya calon adiknya yg juga menyebabkan mamanya hanya terbaring atau duduk di kursi roda,bahkan saat mengingat anknya yang dikandungan meninggal mamanya sering berteriak teriak histeris,.
tlilit tlilit tlilit
"Halo tante,..oh iya tante nanti sore aku kesana..gak usah tante Dion juga lgi sibukkan...,iya tante"..percakapan vani dengan tante pamela yg ada di sebrang sana,
"pah,Vani nanti sore ada keperluan,tiba tiba mamanya Dion nyuruh vani untuk berkunjung dan melihat juga membuat laporan keadaan Rumah Sakit cabang yang baru di buka,milik kluarga Dion yg di Kota x,karna hari senin siangnya laporanya harus vani kasih ke tante,.mungkin pulangnya pagi.."
Dengan sedih Vani meminta ijin dari papa adi yg juga harus menitipkan mamanya pada asisten rumah tangga kluarganya,walaupun asistenya juga terbiasa ikut merawat ibunya,vani tetap merasa sedih pergi.
"iya nak,..hati hati ya,klo sudah sampai telvon papah",
Entah kenapa papanya begitu khawatir saat memberi izin,untuk melepas kepergian vani sore itu,..
Sorenya,Vani pamit kepada papa juga ibunya..
tlilit tlilit
Tertera nama Dion pemilik hatinya di phonsel milik vani ,
"Halo kak,.."jawab vani.
"Sayang,kamu kenapa gak izin aku dulu klo mau ke kota x.,kenapa kamu juga mau di suruh mama kesana,aku antar ya,aku khawatir sayang aku gak mau kamu pergi sendiri...,"
__ADS_1
Ucapan Dion disebrang sana seakan tanpa memberikan kesempatan vani menjawab,diapun terkekeh dengan kelakuan kekasihnya itu...
"apaan sih kak..,aku bisa jaga diri kok,lagian aku udah gedhe,yah knapa aku nerima perintah tante ya karna tante atasanku,dia juga ingin aku belajar menyelesaikan kalo ada masalah disana,"jawab vani dengan antusias dan keyakinan..
"lalu kenapa gak bilang aku dulu,"..masih dengan nada ngambegnya Dion,
"Ya karna aku tau,kamu lgi ngurusin tugas dari profesor kan,aku gak mau kamu khawatir kak,aku juga gak mau ngeganggu kakak,ya udah nanti aku telat lagi,aku berangkat ya by...."Pamit vani yang menutup telponnya
"Ya sudah hati hati sayang by Mmuacchh.."
"halo,..laksanakan tugasmu sekarang."
"Baik bos"..
Roy pun menyuru suruhanya untuk menculik Vani saat di tengah jalan menuju bandara..
Kendaraan Vani di hentikan dengan tiba tiba oleh beberapa orang suruhan Roy,sopir vani kaget dan membuatnya membanting stir mobil vani..
"Brak..."
suara mobil vani yang menabrak pembatas jalan,vani sempat melihat beberapa pria hendak mengeluarkanya dari mobil yang terbalik itu,sebelum vani hilang kesadaran..
Di Sebuah apartemen mewah milik leo,vani terbaring di atas kasur berukuran king size,vani masih tak sadarkan diri,Roy mendekati vani sengaja Roy membawa vani ke apartemen dengan suruhan leo,bukan ke Rumah sakit karna kecelakaan mobil vani pasti polisi sedang mengusutnya...
Roy mendekati vani,saat melihat tubuh vani yang sedang tak sadarkan diri membuat mata liyarnya ingin sekali melihat dan menikmati pemandangan di balik selimut itu,sesosok wanita cantik dan sexy yang selalu jadi dambaan bnyak lelaki,yah seorang gadis yang menyandang gelar primadona di universitas Airlangga,..
Saat ia hendak menyentuh tubuh vani terdengar suara pintu terbuka..
"cklak.."
"Roy,kenapa semua jadi begini,
apa yang kamu lakukan hah..,"tatapan tajam membunuh leo lemparkan ke Roy,
"Maaf leo,anak buahku membuat mobil vani menabrak pembatas,hingga menyebabkan gadis ini pingsan"..Roy mulai gemetar,ia tau sifat dari leo itu..
"Bodoh kamu Roy,..apa sulit bagimu tugas dariku hah,
apa aku menyuruhmu melukainya,aku hanya ingin bertemu denganya,untuk melakukan perjanjian"..suara leo menggelegar dengan kepalan tangan seperti hendak melayang di wajah Roy,
tiba tiba terdengar rintihan gadis itu,.
"Ssst Auu..,sakit"...Rintihan vani membuat kedua pemuda itu menolehnya,
leo menyuruh Roy memanggil dokter pribadi kluarga Guinandra,Saat terduduk lemah Vani melihat kesekeliling ada dimana dia,kenapa bukan kamarnya atau bahkan Kamar Rumah sakit yang ia lihat,karna seingatnya ia mengalami kecelakaan mobil,.
Dan seketika mata vani terbuka lebar,melihat sesosok pria tinggi tampan yang sama sekali asing baginya yang tengah menatapnya,
"Si siapa kamu..dan dimana aku,kenapa aku ada di sini..",Dengan gemetar tangan vani dengan cepat menarik selimut ketubuhnya..
"Tidak perlu kamu tau siapa aku,.."dengan santai leo mendekati vani."Apa kamu kekasih Dion".
"iy iya...,kamu siapan dan apa maumu"..
cantik,cantik sekali gadis ini,pantas bnyak pria yang ingin sekali mendapatkanya,tidak tidak aku harus tetap fokus pada tujuan utamaku,batin leo
__ADS_1
tok tok tok
suara ketukan pintu membuyarkan lamunan leo,
"Masuk..!!"
"Maaf tuan,apa anda sakit."tanya dokter daniel setelah masuk dan melihat leo..
"Bukan..bukan aku,tp gadis itu,"jawaban singkat leo dengan mengarahkan mata ke vani,yang masih duduk merengkuh,diatas kasur tempat tidur leo.
Dokter yang paham segera memeriksa vani,
"Tidak ada luka yang serius tuan,Hanya lecet lecet di bagian kening dan sikunya,.saya akan memberikan resep obat untuk di tebus di apotik untuk penghilang rasa nyeri..",setelah memberikan resep obat,dokter pamit pergi.
Diluar pintu Roy bingung,ia akan ketahuan vani kalo vani melihatnya,
tidak tidak,klo dia melihatku dia akan tau aku yang membawanya kesini,dia akan semakin menjauhiku...Roy berfikir keras,dan diapun mendapatkan ide *yah aku tau caranya.
"klunting"pesan masuk* di phonsel leo,
"maaf leo untuk sementara aku pulang ke prancis,mamaku tiba tiba telfon,dia menyuruhku pulang beliau sedang sakit".isi pesan dari Roy.
"oke..salam buat tante linda"..
dimasukanya kembali phonsel ke celana leo.
Ditatapnya gadis cantik didepanya dengan tatapan penuh menyelidik,
"sebenarnya kamu siapa,aku ingin pulang,biarkan aku pergi..."mata vani mulai berkaca kaca,
mengingat kondisi mamanya jg papanya yang akan khawatir setelah vani tanpa mengabari mereka,
phonsel yah phonsel vani ingat dan dia mencari phonsel nya,
"Dimana phonselku,.."setelah mencarinya,tak kunjung juga ketemu phonsel nya,.
"Apa ini yang kamu cari,.."leo memperlihatkn phonsel milik vani
puluhan panggilan tak terjawab,juga pesan dari Dion papanya bahkan zola yg menanyakan keberadaanya,yang hilang tanpa kabar,
melihat pesan dari Dion leo merasa kesal bukan hanya ingat dengan Aleta,tp entah kenapa dia tidak menyukai ada pria yang perhatian kepadanya..
"tolong berikan phonsel itu kepadaku,aku membutuhkanya,aku ingin mengabari kluargaku,mereka pasti mengkhawatirkan aku."
Bukanya memberikan phonsel milik vani,leo malah tersenyum kecut,dan dia meninggalkan vani begitu saja,
...........
Autor...
๐๐๐gimana man teman,penasaran gak lanjutanya,
smoga kalian terhibur,maaf klo bnyak
jata kata yang blepotan๐ ๐๐
__ADS_1