
plak plak,
"Auuw sst sia*an luu."
Erangan kesakitan dari pria yang menggoda Vani,saat pria itu ingin menampar balik Vani.
"Berhentiii!!!!,"suara dari salah satu dosen kedokteran yang mengajar Vani,
"apa apaan kalian ini bikin rusuh saja,ayo bubar!!!."
Merekalah semua masih mematung,"tunggu apa lagi ayoo bubar!!."
Satu persatu mulai meninggalkan kerumunan yang ada karna ulah teman teman Vani.
"Dan kamu Vani ikut keruanganku sekarang!!."
"Iya.."
Jawab Vani dengan pengajarnya yang sudah beranjak.
Masih tinggal Vani dan satu pria yang sempat ditampar Vani.
"Ehh denger ya wanita ja*lang kau sudah membuatku malu di depan anak anak,aku bakal ingat trus tampara ini dan aku bakal bikin perhitungan denganmu."
Ancam pria itu.
"Rasa sakit yang kau terima tidak sebanding dengan penghinaanmu dan teman temanmu lakukan padaku,dan bagiku itu tidak seberapa."
Vani ingin beranjak pergi,"oh ya kau harus dengar ucapanku ini,,menjauhlah dariku karna kita beda kau begitu bangga menjadi nakal tapi aku bangga karna malu pernah menjadi nakal!!!!!."
Ucapan Vani begitu membuat pria itu malu,Vani meninggalkan pria itu yang masih mematung.
Vani keruangan dosennya,
tok tok tok
"Masuk."
"Permisi buk."
Ucap Vani.
"Duduk Van,",Vani menganggukkan kepalanya,
"apa kau tau kenapa aku memanggilmu???."
Vani hanya menggelengkan kepalanya.
"Begini Vani,kami sangat menyayangkan dengan beredarnya video vulgar kamu itu,kau gadis yang baik yang kami jenal kau juga pintar,tapi kau juga telah membuat sekolah kami malu Van,video itu sudah tersebar luas bahkan sudah tersebar di luar sekolahan ini.Untuk itu kami para pengajar juga pengurus lainya terpaksa DROP OUT kamu,kecuali kalo kamu bisa membuktikan itu bukan dirimu Van."
Air mata Vani luruh impiannya sudah berakhir,
tidak mungkin jika dia bisa membuktikan itu bukan dia,karna yang ada di video itu memang dirinya,
Vani hanya mengangguk air mata terasa tak bisa ia sembunyikan,Vani keluar dari ruangan itu dengan pikiranya yang kacau.
Bukan hanya impianya yang hancur,bahkan martabat keluarganya juga akan hancur,bagai mana juga dengan Dion dan keluarganya,Vani tak bisa berfikir lagi.
Vani mencoba menghubungi Dion tapi tak juga di angkat,beberapa kali dia mencoba pada akhirnya nomor telfhonnya malah dimatikan.
Vani keluar dari kampusnya berjalan kaki meninggalkan tempat yang selama ini ia mencari ilmu untuk cita citanya.
"Vaaan!!!."
Vani menoleh Zola berlari dan memeluk Vani,hanya dialah sahabatnya yang masih peduli terhadapnya.
Isak tangis pilu kedua perempuan itu membuat siapa yang melihatnya akan merasakan petapa kesedihan yang mereka rasakan.
"Zoooo,aku tidak melakukan itu Zooo aku tidak bohoong Zo,tolong percaya sama aku,"Vani takut jikalau sahabatnya juga tak mempercayainya.
"Aku korban disini kenapa aku seperti tersangkanya yang harus nanggung ini semua Zoo hiks hikss..."
__ADS_1
Zo hanya mengangguk dengan dia memeluk Vani mencoba menenangkanya,buliran air mata meleleh tanpa dia bisa menghentikanya.
"Sudah sayang sudah yah,aku antar pulang ya???."
Zo ingin mengantar pulang Vani karna dia tidak memakai mobil sendiri melainkan di antar sopirnya,
Setelah sampai rumah,
belum juga Vani masuk kedalam baru sampai teras ibunya keluar dengan membawa semua barang barangnya dan di lempar ke tubuh Vani.
Bruakkkk.
"Auuw maa sakit."
Vani meringis kesakitan karna terkena tas yang di lempar mamanya.
"Sakit katamu,sakitan mana sama perasaan mama juga papa yang harus menanggung malu karna ulah kamu hahh,kau seperti melempar kotoran di muka mama dan papa di muka umum,harus di taruh mana muka kami hahhh!!!!."
"Maafin Vani maa, hikss hikss..."
"Maaf untuk kamu gak cukup,sekarang kamu pergiii dari ini,PERGIIII!!!!dan ambil semua barang barangmu itu dari sini!!."
"Maaa,"Vani bersimpuh di kaki mamanya memohon untuk tidak mengusirnya.
"Tunggu apa lagi,ayo pergiii!!."
Mama mengibaskan kakinya yang di sentuh Vani hingga Vani terjatuh.
"Nyonya nyonya.."
Suara Yuni nafasnya yang terengah engah karna berlari mencari mama Amanda.
"Ada apa Yun???."
Mama melihat wajah Yuni yang terlihat panik.
"Tuan nyonya."
"Tuan masuk kerumah sakit nyonya,katanya tuan pingsan."
"Apaaaa!!!!."
Mama hampir terjatuh tapi Yuni dengan sigap menangkapnya,kaki mama terasa lemas.
Amanda menuju rumah sakit di susul dengan Alice,
Adi masih belum sadarkan diri.
"hu hu hu paaaa banguuunn.."
Mama menangisi swaminya yang masih tak sadarkan diri.
"Mah udah maa,pling bentar lagi juga papa sadar."
Alice begitu acuh dengan papanya,karna dia masih merasa papanya lebih menyayangi Vani.
"paaa..."
Vani datang untuk melihat keadaan papanya,mama yang melihat Vani begitu geram,dia bangkit dari dudukny dan mengusir Vani.
"Mau apa kamu kesini belum puas kamu bikin malu,lihat itu papamu!!,dia terbaring seperti itu karna kamu,malu punya anak seperti kamu,sekarang kluar dari sini!!."
Mama begitu membenci Vani,Vani merasa sakit dengan kata kata yang terlontar dari mamanya,Vani hanya bisa meratapi semuany.
Zola menuntun Vani keluar,Vani hanya bisa melihat dari luar kaca jendela.
"Van luu abis ini mo kemana."
"Aku gak tau Zo,aku udah gak bisa mikir lagi hiks hiks hiks
"Maaf ya,tapiii jujur aku penasaran sama ceritamu juga video itu,oh ya aku gak maksa kok kalo luu gak mo cerita gak papa."
__ADS_1
Zo berusaha percaya pada Vani tapi dia juga masih penasaran dengan video yang tersebar itu.
"Maaf Zo,aku belom siap cerita semua kekamu aku takut kamu juga akan menjauhiku."
"Maksud luu apa van???,"Zola merasa ada yang disembunyikan darinya.
"Nggak papa Zo,"Vani mencoba tersenyum.
"Zo..Mau nggak anterin aku ke rumah Dion??."
Vani begitu malu juga takut jikalau Dion marah padanya,tapi dia berfikir lagi kalo Dion pasti lebih percaya padanya,dia berniat menjelaskanya.
"Luu yakin mo kesana van??."
Vani hanya mengangguk,dan fikiran Zo yang masih tentang kejadian tadi pagi,dia takut jika Dion tak perduli lagi pada Vanii.
🍂🍂
Di perusahaan leo,leo merapikan berkas berkasnya dan dia menerima kabar tentang papa Adi yang masuk kerumah sakit,dia memutuskan untuk menjenguknya bersama Roy.
Kini Leo dan Roy berada dirumah sakit,Alice mengarang semua cerita tentang Vani,Leo merasa itu tidak mungkin dia tau betul tentang Vani.
Tak lama Leo memutuskan pergi karna merasa risih dengan Alice yang selalu bergelayut di lengan kekarnya,jika tidak ada mama Amanda mungkin ia sudah di dorong Leo.
"Sayang mau kemana???."
Alice menghentikan Leo saat pergi setelah pamit sama mama Alice,Leo ingin mencari tau tentang kebenaran Video itu,yah Leo seorang pengusaha kaya hidupnya jauh dari gosip miring bahkan dia tidak mengetahui tentang vani karna jarang melihat kabar di sosmed seperti orang orang umumnya.
Dia juga tidak ingin Vani dan keluarganya akan tercemar,apa lagi sekarang dia dikenal sebagai tunangan Alice.
Leo tak menggubris Alice yang mencoba menahan langkah kakinya.
Alice yang merasa kesal menghentakkan kakinya,wajahnya memerah padam,merasa sebel dengan Vani,karna Leo pergi mencari gadis itu.
"Roy aku mau kau cari tau tentang gadisku itu."
Ucap Leo setelah keluar dari ruangan pada Adi.
"Alice??."
Roy merasa yang di maksud Leo adalah Alice,karna dia tunangan Leo,Leo menatap tajam kearah Roy.
Roy hanya menunduk melihat mata yang mematikan dari Leo,dia merasa mungkin ucapanya ada yang salah.
"Alice memang tunanganku,tapi tetap Vani gadisku kau mengerti!!!."
"Iy iya maaf.."
Ucapnya Roy dengan terbata bata dan menunduk,tapi di hatinya dia mengutuk Leo,dia tidak menyukai Leo dia hanya menunggu waktunya tiba untuk mengambil hartanya saat dia lengah.
.
.
.
.
.
.
.
.
.*****hai kk maaf baru up..
mohon dukunganya yah biar lebih semangat dan up trus tiap harinya,tinggalkan jejak komen like dan vote ya🙏,sebisa mungkin aku up tiap harinya dan bikin seseru mungkin biar reader semua tidak kecewa..
Sehat selalu**...
__ADS_1