Terenggutnya Kesucian Sang Primadona

Terenggutnya Kesucian Sang Primadona
13.Berkumpul kembali dengan keluarga


__ADS_3

Di bawah guyuran hujan beserta petir yang menyambar nyambar seakan ikut merasakan sedihnya hati vani,vani masih di area pekarangan mansion mewah milik leo,bahkan harus menempuh perjalanan 10 menit jika berjalan kaki hanya untuk sampai di gerbang,melewati pohon pohon besar dan rimbun.


"Hiks hiks,,"


tangisan yang memilukan,tubuhnya yang gemetaran karna kedinginan tak begitu dia hiraukan.


"kenapa kau lakukan ini leo hiks hiks,...kenapa kau lakukan semua ini kepadaku,kau tega kau jahat kau jahat leo,aku benci kamu leo,!!!!!!!".


suara serak karna tangisan bahkan terasa sesak nafasnya saat berucap,tubuhnya yang gemetar hatinya hancur dan perih semua terasa jadi satu,entah kenapa dia begitu kecewa padahal dia tau kenyataanya kalo memang leo menculiknya,tapi dia tidak pernah menyangka dia lakukan untuk memisahkanya dengan Dion.


"Arrrrghhhh,,".Racau dan jeritan yang memilukan vani membuat kakinyapun terasa lemas hingga tak bisa menopang tubuh mungil vani.


"Sakit sakit,,kenapa begitu sakit untuk menerima kenyataan ini Ya Allah,hiks hiks,".


Vani berdiri melanjutkan perjalananya,tdak sampai di situ penderitaannya,setelah sampai gerbang,beberapa langkah kakinya meninggalkan gerbang mansion milik leo,kaki vani terkena pecahan beling di pinggir jalan,karna dia pergi dari mansion tanpa menggunakan alas kaki,


"Auuuw,".Pekikan suara vani.


Vani melihat kakinya dan melihat pecahan beling yang masih tertancap di kakinya,dia mencoba mencabutnya,terasa sakit dan perih...


"Hiks hiks,sakit..pahhh mahhh aku mau pulang hiksss,..".


Dion yang baru sampai di depan gerbang mansion leo karna mengetahui Aleta berada di sana,dan ingin mengetahui kebenaran tentang leo dan gadis yang ada di rumah sakit kemaren,


dengan samar samar dia melihat seorang gadis yang tengah merengkuh lututnya tengah duduk di pinggir jalan di guyuran hujan yang lebat,Dion mencoba melihatnya,


Dion mendekatinya,dan betapa kagetnya dia melihat gadis yang mengenaskan itu adalah kekasihnya gadis kecil yang telah lama di carinya.


"Sayang!!!!!"",


Vani menolehnya karna merasa tak asing dengan swara itu,


Dion yang mengetahui itu kekasihnya berlari lan merengkuh tubuh vani yang tengah menggigil,


"kaak Diii Dion,,??"


"Iya sayang ini aku Dion kekasihmu,,"


Cup cup cup,


"Akhirnya aku menemukanmu gadis kecilku,"


kecupan rindu di hamburkan di kening dan pipinya.


"Kau kemana saja sayang hem,,??".


Masih di peluknya,Dion merasa bersalah tidak bisa menjaganya.


"Hiks hiks,,,vani mau pulang kak hiks hiks,,".


"Iya sayang,iya..kita pulang yah,,".


Saat hendak berdiri tiba tiba vani kehilangan kesadarannya,


Kepanikan Dion di tambah lagi saat melihat darah di kakinya yang terus mengalir,.


Dion bergegas membopong vani kedalam mobil,tapi Aleta yang juga sudah kluar gerbang harus menyaksikan pemandangan pahit bertemunya sepasang kekasih..


"Kak Dion,,".


Di bawah payung biru,Aleta menyusul Dion,


"Lepasin wanita mura*an itu kak,dia gak pantas bersamamu,".


Dion yang melihat Aleta tak menghiraukanya,

__ADS_1


"Kak,,Kenapa kau masih saja peduli dengannya,dia itu wanita gak bener,seharusnya aku memberinya pelajaran yang lebih dari ini,!!".


Dion memasukkan vani ke dalam mobil,lalu dia berdecak kesal kepada Aleta dan matanya menyorot tajam,ingin rasanya dia memberi pelajaran terhadap Aleta,tapi Dion lebih memilih pergi kara melihat kondisi kekasihnya yang memprihatinkan.


Dan saat dia hendak memasuki mobilnya Aleta masih saja mencegahnya dengan cepat dia menyambar tangan Dion.


"Aku gak trima kak,kamu lebih mentingin dia dan gk peduli lagi padaku,,,apa kau tidak tau selama dia menghilang dia telah tinggal bersama kakakku,dia telah merayu kakakku,,".


Dion terpaku sejenak dengan ucapan Aleta,kenapa harus bersama lelaki itu,..


Dion mendorong Aleta dengan kasar,


Bruk


"Auw,,,kenapa kau tega denganku kak,sakit,,".


Mata indah Aleta sudah berkaca kaca,tidak pernah dia melihat Dion sekasar itu selama dia mengenalnya,namun Dion memilih meninggalkan Aleta sebelum dramanya bertambah panjang.


"Itu tidak seberapa dengan apa yang kau perbuat terhadap kekasihku Aleta,itu pantas untukmu,,!!!!"


Ucap Dion sebelum memasuki mobilnya.


Dion melajukan mobilnya,


"Siallll,brengksekkk..Awas kau wanita si*lan,aku akan membalas kau lebih dari yang aku rasakan sekarang, aku akan membuatmu di benci bahkan di jauhi semua orang tak terkecuali Dion kekasihmu,,!!!".


Umpatan per umpatan dan ancaman Aleta berikan kepada vani,gadis yang masih tak berdaya.


Kini vani telah berada di kamar rumah sakit,ada beberapa orang yang menunggunya sadar,


papa Adi,zola,mama dion,Dion juga mama vani.


Sebenarnya mama vani banyak mengalami peningkatan setelah kepergian vani,bukan karna terapi yang kluarga Dion berikan kepadanya melainkan karna nalurinya seorang ibu setelah hilangnya vani,saat dia sadar dia mengira vani adalah anaknya yang dia kandung,maka dari itu dia tidak ingin kehilangan anaknya yang kedua kali...


"Den Roy,udah pulang,??".


sapa bik Nur yang juga menjumpai Roy turun dari mobil,Roy sedikit tegang kepikiran akan bertemu vani,dia yang bahkan tidak tau tentang keberangkatan leo di negara lain.


"Iya bik,,".


"Wah sayang sekali,den leo berangkat ke luar negri kemaren aden,".


"Apaa leo pergi,,???


"Iya aden,oh ya ayo masuk,,".


Roy hanya mengangguk,


Saat masuk bik Nur kaget dengan berkumpulnya bodyguard sopir bahkan kedua pelayan muda itu,


"Ada apa ini,????".


Terlihat wajah bik Nur kebingungan,kedua pelayan muda berhamburan memeluk bik Nur,dengan masih sesegukan kedua pelayan itu menjelaskan,


bik Nur kaget dengan berita itu,dia telah gagal dengan amanah leo untuk menjaga bik Nur,


*tapi ada baiknya gadis itu sudah pergi,aku tak perlu pusing pusing mencari alasan untuk menghindarinya,


batin Roy dengan seringai senyumnya yang hampir tak terlihat di sudut bibirnya..


"Apa yang harus aku katakan pada aden,".


Bik Nur memijit keningnya yang terasa pening,


tak berselang lama bik Nur mengabari leo,leo begitu marah mendengar kenyataan itu dia memutuskan untuk segera pulang.

__ADS_1


"jordy,,Siapkan penerbangan untuk kembali malam ini juga,!!!!!".


ucapnya pada asisten pengganti Roy sementara yang juga sahabat leo.


"Tapi Leo,kita ada meeting besok,,".


"Aku serahkan semua padamu,aku percaya kamu bisa,,"


"Tapi,,".


Leo menepuk pundak jordy,yang menandakan harapan besarnya


"Baik lah,aku usahakan untuk menghandle semuanya,".


Akhirnya jordypun menyanggupi.


jam 7.00 mlm Leo telah lepas landas,dia ingin segera kembali di negara A untuk bertemu dengan gadisnya.


Dan di sisi lain kini vani telah sadar dari tidur panjangnya,dia mengerjapkan matanya,kepalanya masih terasa pusing akibat banyaknya kehilangan darah saat terkena pecahan beling,serta badanya yang masih demam akibat guyuran hujan,saat ini hanya ada papa adi dan Dion.


"Sayang,".


Sapa Dion yang melihat vani sadar,papa juga refleks menoleh ke arah Dion dan vani,


"Sayang,ini papa ndok",


papa juga mendekati vani,vani masih belum sepenuhnya sadar,tiba tiba air mata vani mulai mengalir saat serpihan ingatanya terngiang ngiang kembali di otaknya,hinaan dan perlakuan Aleta serta tentang leo begitu membuatnya kecewa.


"hiks hiks,paaaaaa..".


Papa adi memeluk erat putrinya yang telah lama hilang,


"Sudah sayang,anaknya papa tidak boleh sedih lagi,".


Di belainya pucuk kening vani,dan di kecupnya kening vani.


Setelah beberapa saat setelah melepas kerinduan antara papa dan anak itu,terdengar pintu di buka..


"Vanii,,!!!!".


Zola berhambur ke pelukan vani,butiran air mata meleleh begitu saja,sampai dia melupakan mama vani yang masih di pintu.


"Zola sejak kapan kau begitu melow,biassanya kau terlihat tengil petakilan pula hehehe".


"Ihhh dasar resek,aku tuh khawatir juga kangen tau,,".


Bibir zola yang mengerucut terlihat lucu yang membuat vani tertawa,


"Sayang,,".


Suara lembut di ambang pintu,membuat seisi ruangan melihatnya,


"Ya Allah tante,maaf zola lupa,,".


Zola menepuk jidatnya.


"Ma..mama,".


Mama vani mengangguk dengan air mata yang sudah membasahi pipinya,


Zola menuntun mama vani dengan hati hati,


Pelukan hangat mama berikan pada vani,yang sudah lama dia nantikan,semua yang menyaksikan merasa terharu begitu juga papa adi.


Dion menjelaskan tentang perkembangan mamanya yang begitu cepat,tetapi dia tidak mengatakanya alasan kenapa mamanya begitu antusias untuk sembuh,yah karna dalam pikiran mamanya vani adalah anak yang dia kandung saat kecelakaan itu,tidak mungkin bila dia menceritakan di depan mamanya..

__ADS_1


__ADS_2