
"Iya om,Dion kesini untuk melamar vani,putri om kekasih Dion,".
Tak lupa Dion sematkan kata kekasih di akhir kata katanya,dan tatapan tajamnya di lemparkan ke arah Leo.yang begitu membuat leo muak harus adanya kata kekasih.
Ke dua Pria dewasa yang sama sama dengan parasnya yang ganteng,cool juga baik pada vani,kini harus saling beradu pandang seperti pedang yang saling beradu untuk mendapatkan gadis cantik yang menjadi primadona,
"Eheemm,"Deheman papa Adi memecahkan suasana mencekam tatapan tajam antara dua pemuda yang sama sama dia kenal yang ingin melamar putrinya,
"Kalo Om ikut pilihan putri kecilku ini,siapapun yang di pilihnya Om merestuinya,karna dia yang akan menjalani masa depannya,om tau pilihan putriku yang terbaik untuknya dan bisa membahagiakannya kelak,".
Papa Adi melihat putrinya dan membalai rambutnya dengan lembut,
Mata indah vani berkaca kaca,vani merasa bangga mempunyai papa sebaik papa Adi,pelukan vani layangkan untuk papa Adi.
"Duh putri papa kok cengeng to,,apa gak malu sudah ada 2 pemuda ingin melamarmu,itu artinya kau sudah dewasa putri kecil papa,".
cup,
Di kecupnya kening putrinya dengan sayang,di usapnya air mata di pipi Vani,
"Makasih pah,".
Di sisi lain Alice yang baru pulang dan mendapatkan kabar tentang lamaran untuk vani,melihat vani dengan 2 pemuda yang hendak melamarnya,dia begitu sakit hati karna ada pria yang paling di cintainya yaitu leo,pria idamanya semasih dia duduk di SMA,dia sering kerumah leo untuk menemui Aleta temanya,namun perasaanya hancur saat mengetahui pertunangan leo dengan kekasihnya farah wanita cantik asal prancis yang juga sukses menjadi disainer ternama juga sekaligus menjadi modelnya sendiri.
visual Farah
*Maaf kak aku pake fotonya untuk visual Farah.
Impianya untuk memiliki leo kembali menggebu gebu,saat leo memutuskan pertunangannya dengan farah,
Mama menghampiri Alice,karna melihat putrinya itu berlari menangis masuk ke kamar,
Tok tok tok,
"Sayang,,".
Di bukanya pintu kamar Alice,
"Kau kenapa hem putri mama kenapa nangis,ayo cerita sama mama".
Mama membelai ramput putrinya dan mencoba menenangkan hati putrinya,
"Hiks hiks,maa apa Alice tidak cantik,apa Alice tidak menarik di depan orang orang mah, hiks hiks,,".
Alice meringkuk di pelukan mama,
"Heyy sayang,siapa bilang anak mama tidak cantik hem,".
"Kenapa mah semua yang Alice suka di rebut vani,hiks hiks,dulu sampai sekarang perhatian papa hampir sepenuhnya untuk vani,lalu Dion,sekarang leo hiks hiks".
Alice menangis sesegukan,membuat mama tak tega melihatnya,
Di sisi lain vani harus memilih untuk menentukan pilihannya,
"Sayang ayo,tentukan pilihanmu".
sapa papa yang menyadarkan lamunan vani.
Vani ingin sekali memilih Dion,karna memang dari awal Dion lah kekasihnya,tapi entah kenapa dia juga tidak tega dengan leo,bagai manapun dia pernah merawat vani bahkan mengisi hari harinya dengan senyuman bahagia kadang juga jengkel yang malah membuat ingatan ingatan itu menjadi kenangan yang tertata rapi di hatinya.
"Vaniii,em...Vani menerima lamaran dari kak Dion,".
Vani memantapkan pilihanya tapi tatapanya tertuju pada leo,ada rasa kecewa terlihat di wajah leo yang tertangkap oleh vani.
"Alhamdulillah,".
Ucap serentak mama Dion juga Dion dengan penuh antusias dan bahagia,karna vani sudah memantapkan pilihanya.
"tapi vani minta waktu untuk mengejar cita cita vani tante kak Dion,".
"Tidak masalah sayang..,".
jawab tante pamela,
__ADS_1
Leo begitu kecewa,vani tidak berani menatap wajah leo,Roy yang juga menyaksikan lamaran vani,diapun terlihat kesal.
Saat leo hendak pergi,langkahnya terhentikan oleh Alice juga mamanya,.
"Kak,".
panggil Alice dengan menarik tangan leo,
Mama menghampiri leo,dia meminta leo duduk kembali,
"Nak leo,jika vani menolakmu apa tidak sebaiknya nak leo mencoba membuka hati untuk putriku Alice,dia tidak kalah cantik bukan,???".
Semua mata tertuju pada mama Alice,bahkan papanya pun tak percaya dengan apa yang di lihatnya,
"Apa anda sedang mengasihani saya tante,???".
Tatapan mata leo terpancar ketidak senangan dengan ucapan dari mama vani.
"Mak,maksud tante bukan gitu nak,."
"Permisi tante om,saya permisi...".
Ucap Dion dengan wajahnya yang dingin,
"Kak leo,apa".
ucap Alice,mencoba menghentikan Alice.
"vani boleh menolakku,tapi bukan berarti aku akan mau dengan wanita jahat sepertimu,".
ucapan leo bahkan tanpa menoleh Alice sedikitpun,
Hampir satu tahun telah berlalu,
Alice masih terpukul dengan penolakan leo untuk kesekian kali,dia memilih menerima tawaran menjadi model di negara lain,untuk mencoba melupakan leo.
Kebencian mama vani makin menjadi setelah kepergian Alice putrinya,
Leo juga masih dalam keterpurukanya,masih berputar putar kenanganya bersama gadis pujaanya,sudah berjalan hampir satu tahun dia tanpa mencari tahu tentang vani,berharap dia bisa melupakanya,
zola bahkan juga meminta Roy untuk melamarnya,setelah beberapa bulan acara pertunangan sahabatnya,
Di kediaman Dion,
Dion berencana untuk memberi kejutan kepada mama Dion,karna vani sudah lulus menjadi sarjana kedokteran terbaik di universitas Airlangga,.
"Maaa mama,".
Seru Dion terasa sudah tidak sabar ingin memberitahu mamanya,
Saat di cari di kamarnya,
"Maaa,mama ak.."
belum sempat melanjutkan kata katanya Dion kaget mendapati ibunya tergeletak tak sadarkan diri di lantai,
"Mama!!!!".
Teriakan dengan kepanikanya
"Bikkkk bibik.."
"Iya tuan,,"
Jawab asisten rumah tangga dengan berlari tergopoh-gopoh,"Nyonyaa!!".
Kagetnya saat mendapati majikanya telah tak sadarkan diri.
"Bik cepat panggil Ambulance,".
"Ik iya tuan...".
Mama Dion dilarikan kerumah sakit,
Pintu IGD telah tertutup kembali setelah mama Dion masuk ke ruangan,
__ADS_1
Dion terlihat mondar mandir pikiranya tak tenang memikirkan mamanya yang tengah berjuang.
Pintu IGD terbuka dan kluar beberapa dokter ahli yang juga rekan mama Dion beserta beberapa perawat lainya.
"Om.Why with my mother,"
"Tenanglah Dion,kau bisa ikut denganku??,ada beberapa yang ingin aku bicarakan denganmu.".
"Baik Om,".
Setelah sampai di ruangan dokter Dion menanyakan kondisi mamanya,
"Dion apa mamamu belum mengatakanya padamu soal penyakitnya,".
"Maksud Om,penyakit apa???,
mama selama ini baik baik saja,"
"Beginilah Dion,berhubung kamu belum tahu dan ini juga penting buat kamu menjaga mamamu,mamamu sudah lama mengalami gagal jantung congestive heart failure ini bisa terjadi secara tiba tiba Dion,
Dion seketika lemas seakan tubuhnya tanpa tulang,mamanya selama ini menyembunyikan penyakit nya karna tidak ingin membuatnya sedih dan terpuruk,
penyakitnya diketahui setelah acara pertunangan Dion,dia tidak ingin menghancurkan kebahagiaan anaknya,
Dion berada di samping ibunya,wajahnya masih tak percaya dengan kenyataan mamanya yang sakit,dia benar benar tidak ingin kehilangan mamanya,ayahnya telah lama meninggal bahkan pada saat usianya bari 1thun,dia hanya tinggal dengan mama juga kakeknya,setelah kepergian kakeknya hanya mamanyalah satu satunya kluarganya,
Dion menitikan airmatany kembali setelah sekian lamanya setelah kakeknya meninggal.
"Dion sayang,".
Terdengar suara lembut juga terdengar masih lemah, mama mengusap kepala Dion yang menunduk,
"Mah,apa yang sakit mah,Di Dion panggil dokter yah,".
"Tidak sayang,".
Tangan mama menghentikan gerakan Dion.
"Mah kenapa mama menyembunyikan ini dari Dion mah,".
Air mata Dion luruh kembali,
"Mama tidak ingin kamu sedih sayang,mama bahagyia sewaktu waktu mama pergi kamu sudah bahagia bersama wanita yang kamu cintai,"
Dion memeluk mamanya dengan perasaan sedih,
"Mah,mama tidak boleh bilang gitu,mama akan terus bersama Dion vani juga cucu cucu mama yah.,"
Mama Dion melarang Dion memberi tahu calon menantunya karna dia tidak ingin mengganggu juga membuat calon mantunya sedih.
Genap satu tahun pertunangan Dion dengan vani,
mama Dion meminta untuk mereka segera menikah,
Dion yang mengetahui kondisi mamanya mencoba untuk membuat vani menyetujuinya,dan akhirnya
pernikahan vani akan dilangsungkan kurang dari 2 minggu,
papa Adi menyuruh Alice untuk pulang,karna mamanya juga sedang sakit karna merindukanya,
Aleta yang juga mendengar kabar itupun memutuskan untuk pulang,
Leo lagi lagi harus mendengar berita yang menyakitkan itu,yah seberusaha apa dia menyembunyikan perasaanya,dia tidak bisa membohongi dirinya sendiri jika perasaanya masih untuk vani,
.
.
.
.
.
.
__ADS_1