Terenggutnya Kesucian Sang Primadona

Terenggutnya Kesucian Sang Primadona
48.Gudang yang terbakar.


__ADS_3

Amanda berjalan dengan di tuntun Yuni,menuju Leo berada,Amanda sudah bisa berjalan beberapa hari sebelum acara pernikahan Leo dan Vani.


"Nak leo."


Sapa Amanda pada calon menantunya.


"Iy iya tante."


Amanda mengerutkan keningnya.


"Nak Leo,kok masih tante kn bentar lagi kamu jadi menantu mama,panggil mama oke."


Leo meminta maaf dan mengangguk memberi tanda setuju.


Amanda mulai fokus pada acaranya kembali,dia merasa ada yang tidak beres karna putrinya masih belum juga datang,jika alasan macet dari bodyguardnya Amanda menangkap wajah Leo yang terlihat gusar dari kedatangan rombongannya.


Para reporter media yang sudah bersiap siap mengambil gambar momen pernikahan pengusaha muda juga para tamu undangan mulai berbisik bisik merasa ada yang janggal.


"Nak Leo kenapa putri mama belum datang??,"


Amanda celingukan melihat lihat deretan mobil yang barusan dia naik ki,blom terlihat mobil yang membawa Vani.


"Padahal kami tadi hanya selisih jaraknya dekat,harusnya mereka juga sudah sampai."


Sambung lagi ucapan Amanda.


Leo tak menjawabnya,Leo memanggil monic dan membisikkan sesuatu,Monic terlihat kaget tapi dia hanya mengangguk.


"Maa mama ikut Monic dulu ya."


Amanda mengerutkan keningnya saat Leo malah menyuruhnya ikut Monic bukanya menjawab pertanyaannya.


"Tante kenalin aku Monica teman Vani putri tante."


Monic dan Amanda berjabat tangan dan Monic memeluk Amanda dengan kasih sayang apa lagi Monic juga baru merasakan kehangatan pelukan dari seorang ibu.


Amanda mengusap pipi Monica,Monic mengajak Amanda pergi kesebuah ruangan.


"Tante ikut Monic sebentar ya,kita ngobrol sambil nunggu Vani datang tante,pasti tante capek,nanti kalo Vani datang kita akan dipanggil untuk melanjutkan acaranya."


Ucapnya yang lembut dan santun,membuat Amanda tak enak hati menolaknya,walaupun Amanda sedikit keberatan dan merasa ada sesuatu tapi Amanda tetap mau ikut dengan Monica.


Setelah Monic berhasil membujuk Amanda Leo memberi tugas semua bodyguardnya untuk mengumpulkan para tamu undangan dan awak media.


Walau dengan rasa penasaran yang sangat besar semua hanya mengikuti kemauan Leo,tak ada satupun yang berani membantah.


Setelah sampai di gedung dimana semua di kumpulkan,Leo memberitahu apa yang terjadi tapi Leo juga mengancam jika ada yang membocorkan permasalahanya ke media lain atau sampai bocor ke masyarakat luar Leo akan memastikan karir orang tersebut akan hancur bahkan akan di pastikan tidak akan ada satupun perusahaan yang akan mempekerjakannya karna akan ikut berdampak juga perusahaan tersebut jika ketahuan mempekerjakannya,dengan sangat tegas ucapan Leo membuat semua tamu juga pem bisnis terdiam bahkan para sahabat Leo hanya bisa saling melempar pandang.


"Nak Monic sebenarnya ada apa ini,tante tau pasti terjadi sesuatu pada Vani putri tante kan??.'"


Amanda bersikeras untuk meminta kejelasan pada Monic,perlahan Monic menceritakan apa yang terjadi.

__ADS_1


Amanda hampir terjatuh karna tak sadarkan diri,dari belakangnya Leo meraih tubuh paru baya calon mertuanya.


Monic meminta maaf pada Leo,Leo memaklumi semua karna cepat atau lambat Amanda akan tau.


Acara yang dinanti nanti dalam hidup Leo kini Leo harus menelan pil pahit kenyataanya,Leo begitu frustasi calon istri yang begitu dia cintai masih tak dapat dia temukan keberadaanya.


Tiga hari telah berlalu,Vani masih tak dapat di temukan.


"Stupid!!!,kau bilang dirimu mafia yang bisa aku handal kan,nyatanya apa hahh!!!!."


Leo meraup wajahnya dengan kasar,karna orang orang yang dia suruh mencari keberadaan kekasihnya tak membuahkan hasil.


"Maaf tuan,kami akan mencarinya lagi,kami akan mencari nona sampai ketemu sampai area pelosok dan tengah hutan pun akan kami cari,anak buah ku akan berpencar untuk mencarinya tuan."


Ucap salah satu yang menjadi ketua mafia yang disewa Leo untuk mencari dan membebaskan Vani dari penculikan.


Drret...Drret...


Phonsel Leo bergetar disaat Leo melamun karna memikirkan Vani kekasihnya yang tak kunjung ditemukan.


Leo melihat tertera nama ketua mafia yang mencari keberadaan Vani.


"Halo,apa sudah ada kabar dari kekasihku???..."


Leo langsung melayangkan pertanyaannya karna berharap akan membuahkan hasil pencarian Vani.


"Maaf tuan sepertinya ada titik terang keberadaan nona Vani,saya akan kirimkan alamatnya tuan,sepertinya tuan harus segera kesini."


Seakan ada sesuatu yang terjadi Leo merasa gusar,tapi dia tidak mau berfikir yang tidak tidak.


Jawab singkat Leo.


Leo menutup telfonnya dan melihat alamat yang barusan dikirim anak buahnya.


Leo langsung berangkat,Amanda yang melihatnya dan mendengar pembicaraan Leo meminta untuk ikut,tapi Leo tak mengijinkannya.


Leo menyuruh Monic untuk membujuk Amanda agar tak ikut,karna dia sendiri tidak tau kondisi dan bahaya ap yang akan terjadi,yang menjaga Amanda setelah hilangnya Vani adalah Monic,karna Amanda hanya mau di bujuk Monic di saat saat genting.


Setelah sampai di lokasi Leo melihat beberapa anak buahnya,dan gudang terbengkalai yang dalam keadaan terbakar,


bahkan banyak warga yang berkerumun juga beberapa mobil pemadam kebakaran yang tengah berusaha memadamkan api tersebut.


"Apa ini?,kenapa kalian menyuruhku ketempat seperti ini???."


Leo mengerutkan keningnya merasa kesal matanya terlihat tajam siapapun yang melihatnya akan bergidik ngeri.


Ketua mafia(Ciko) yang mencari Vani,mencoba menjelaskan apa yang terjadi.


Ciko memperlihatkan mobil yang terakhir di kendarai Vani,dan kemungkinan Vani tak selamat jika dia berada di gedung yang sedang terbakar,


Leo yang mendengarnya dan melihat mobilnya terasa lemas,otot kekarnya pun bahkan terasa tak bisa membantunya,pikiranya kacau sejenak Leo terdiam tatapannya pun kosong.

__ADS_1


Saat dia tersadar Leo menarik kerah Ciko dan mengancam Ciko,dia tak terima jika ciko bilang kekasihnya bisa saja terbakar ikut gedung didepannya.


Ciko berusaha meminta maaf namun kemungkinan itu yang terjadi,karna sebelum terbakar ada pedagang keliling yang sempat melihat ada beberapa pria bersama seorang gadis yang menggunakan gaun pengantin masuk ke gudang,


pedagang itu mengira jika mereka akan melakukan foto prewedding,namun tak lama saat dia kembali melewati gudang itu lagi,keadaan gudang tengah terbakar.


Leo yang mendengar cerita Ciko yang bahkan di datangkan langsung saksi mata yang membenarkan cerita Ciko membuat Leo langsung lemas kembali,Leo sadar dia harus menyelamatkan calon istrinya di dalam gudang yang terbakar, bodyguard juga Ciko mencegah Leo yang berusaha masuk,Leo begitu histeris teriakan memilukan Leo memanggil kekasihnya membuat orang orang yang mendengarnya merasa ikut merasakan kepedihan Leo,bahkan orang orang yang mengenal Leo pun tak percaya melihat keadaan Leo yang begitu menyedihkan,bahkan kini Leo tak peduli jika harus memperlihatkan dirinya yang berurai air mata.


"Girl please come back to me,kau akan baik baik saja ada aku,aku akan menyelamatkanmu."


"Get your hands off me!!!, I want to save my girl."


Leo masih memberontak.


"Lepas kataku Ciko!!,atau aku akan membunuhmu dan anak buah mu hah!!!."


Ciko tak memperdulikan kata kata Leo karna dia tau jika dia melepas pegangan pada Leo,Leo pasti akan memaksakan diri untuk masuk kedalam gudang yang terbakar,dan jelas itu sangat berbahaya.


hampir setengah jam setelah kedatangan Leo,petugas berhasil membawa gadis yang diduga Vani keluar dari gudang,gadis yang sudah tak sadarkan diri itu


mengalami hampir seluruh tubuhnya terbakar.


Leo mencoba mendekati gadis itu ingin memastikan sendiri siapa dia,betapa sakitnya hati Leo melihat cincin pertunangan milik Vani berada di jari manis gadis itu,Leo tersungkur melihatnya.


Gadis itu dibawa ke rumah sakit terdekat,setelah beberapa jam Leo yang menunggu di luar ruangan operasi Vani hanya bisa mondar mandir mengkhawatirkan keadaan kekasihnya di dalam.


Hampir 3 jam lebih Leo menunggu,kini dokter keluar dari ruangan tersebut.


"Doctor how is my girl???".


Leo yang melihat Dokter keluar langsung melayangkan pertanyaan.


Tak berselang lama Vani yang terbungkus perban hampir ke seluruh tubuhnya di pindah ke ruangan ICU.


Leo yang melihat keadaanya langsung ingin mendekati Vani,beberapa Dokter langsung mencegah Leo mendekati pasien takut jika terjadi sesuatu karna pasien baru selesai operasi.


Dokter yang mengerti kekhawatiran Leo mengajak Leo untuk ke ruangannya.


Saat berjalan mengikuti Dokter langkah Leo berhenti saat mendapati Monica dan Carlos berlari menuju dirinya.


"Kak Leo bagaimana keadaan Vani???."


Masih keadaan nafas yang terdengar tak beraturan akibat berlari,Monica langsung menanyakan keadaan sahabatnya itu,Monic terlihat khawatir dengan keadaan Vani.


"Leo."


Carlos langsung memeluk Leo.


"Aku masih belum tau keadaannya,dia berada di ruangan ICU,aku akan keruangan Dokter."


"Baiklah,yang sabar kawan pasti Vani baik baik saja dia wanita yang kuat."

__ADS_1


Carlos menepuk pelan bahu Leo mencoba menguatkan hati Leo,Leo mengangguk,


berbeda dengan Leo dan Carlos yang mencoba tegar Monic masih dengan keadaan tangisan mengingat sahabatnya.


__ADS_2