Terenggutnya Kesucian Sang Primadona

Terenggutnya Kesucian Sang Primadona
07.Aku cemburu


__ADS_3

"Apa kau tidak bisa,untuk tidak menyebut nama dia di depanku hah...!!!!!!".Bentakan leo membuat Vani kaget.


Vani bergidik ngeri melihat kemarahan leo yang secara tiba tiba,bahkan bik nur yang di luar mendengarnya walaupun samar samar,bik Nur mengira leo sedang marah dengan vani,karna setaunya vani berada di kamar leo untuk meminta maaf tentang kejadian yang berhubungan dengan Uun,dan itu memang benar dengan marahmya leo pada vani,tapi beda dengan masalahnya...


"Bik..bibik bisa pergi dulu,nanti aku temui bibik di bawah,."


"Iya aden,".


Mendengar ucapan leo,bik Nur lantas mengiyakan dan pergi,,


"kek..kenapa kamu marah,seharusnya yang marah di sini aku,.."


"Apa kau sama sekali tidak tau atau malah kau tidak ingin tahu hah...,kau tidak ingin melukai hati priamu itu,tapi kau malah menyakiti hatiku girl..!!!!!!!"


Tatapan membunuh leo,memvuat vani benar benar takut.


"Aku benar benar tidak tahu Leo,.."


leo mencengkeram pundak vani,


"Apa kau bahkan tidak merasakan apa yang aku rasakan girl,,"


Vani benar benar bingung dengan perubahan sikap Leo yang terbilang cepat berubah.,


"Ap,,Apa kau cemburu leo..."


"Apa kau ingin tau girl????


,dan apakah masih kurang penjelasanku untuk kau bisa mengerti maksudku,,!!!"


Vani menganggukkan kepalany,


seketika semakin kuat cengkraman leo berikan pada pundak vani..,


"Sakit...",vani merasa sakit di pundaknya,dan matanya mulai berkaca kaca ingin rasanya air mata itu menerobos keluar.


"Iyaa,,aku cemburu girl,!!!!


karna aku sangat mencintaimu,dan aku tidak suka kau menyebut Dion sebagai kekasihmu,,".


Pernyataan leo membuat vani terkejut,dikiranya pernyataan suka leo yang kemaren kemaren hanyalah candaan,tapi saat ini dia melihat keseriusan di mata leo,cengkraman tangan leo yang semakin kuat,


juga bentakan bentakanya membuat vani tak tahan menahan air matanya lagi,


"Sakiiitt,hiks hiks,...".Air mata vani akhirnya luruh juga,Vani sampai menangis sesegukan bahkan tubuhnya gemetar.


Pada dasarnya vani memang lemah dalam perasaan,..


Leo yang melihat air mata vani yang terjatuh dan tak henti2nya air mata itu luruh di pipi putih vani,leo merasa tak tega,vani menangis sesegukan karna ulahnya yang membuat hatinya teriris,karna merasa tidak bisa melindungi orang yang di cintainya,


"Saaa,,sayaang..I'm sorry, I'm really sorry my girl ,aku tidak bermaksud menyakitimu,.stop crying girl,,"


leo berusaha keras menenangkan vani.


Vani yang mencoba menenangkan dirinya hanya menjawab dengan anggukan dan sedikit masih sesegukan.


Vani langsung keluar kamar,leo yang ingin mengejarnya baru ingat bahwa dirinya masih dalam keadaan telanjang dada dan hanya menggunakan handuk.


Leo memakai pakaian celana hitam panjang dan baju kaos panjang berwarna puti,dan jam tangan yang terlihat menambah kegantengannya,dia bermaksud ingin mengajak jalan jalan vani dan tentunya untuk meluluhkan hati vani yang saat ini sedang merajuk kepadanya,,



#kalo gak pas visualnya bayangin saja sendiri yah man teman😂yang aku bayangin cuman kyak gitu style yang di gunakan leo...


Leo mulai mencari ke kamar vani namun kosong,lanjut da ruang lantai satu di meja makan tidak ada,di ruang tengah pun nihil,dimana dia saat ini,


"Bik..."


"Oh aden,kenapa aden,,..kenapa sepertinya panik gitu aden.."


"Bibik lihat my girl,..."

__ADS_1


"Oh Non vani toh,dia sedang berada di kamar Untari den,,"


leo mengernyitkan dahinya,kenapa vani bisa ada di kamar pelayan itu..


"Kenapa dia ada di sana bik,bukankah pelayan itu seharusnya sudah tidak ada di mansion ini,,"


"Iya den,..apa non vani belom mengatakan pada aden..??"Bik Nur bertanya karna setaunya vani pergi menemui leo untuk membicarakan soal Uun,tp kenapa tuan mudanya itu tidak tau tentang Uun.


"Tidak bik,sebenarnya ada apa,,"??.


"Ini loh aden,non vani mau minta maaf pada aden tentang kejadian yang aden alami kemaren,itu sebenarnya bukan kesalahan Uun yang lupa,tapi memang Uun sengaja membuatnya karna permintaan non vani,uun terpaksa menuruti non vani karna dia tidak mau turun makan kalo tidak ada sambal itu,karna Uun tidak mau aden menunggu lama non vani akhirnya dia membuatkanya,tetapi sayangnya dia lupa memberitahu non vani kalo aden alergi tomat,,"


begitulah penjelasan dari bik Nur,


leo yang mendengarnya hanya mengangguk angguk tanda mengerti,


leo langsung pergi menghampiri vani di kamar Uun,


tepat saat didepan pintu kamar,leo yang tadinya ingin mengetuk pintu mengurungkan niatnya,karna dia samar samar mendengar suara vani,


Di tempelkanya telinga leo di pintu kamar itu,


"Gak papa kak,klo Uun harus berhenti kerja itu udah takdir Uun kak van,aku cuman sedih saja karna aku tidak bisa melihat wajah ayu kak vani lagi,,"


Vani yang mendengarnya,malah semakin terisak,yang tadinya dia sedih karna ulah leo kini dia harus sedih karna akan kehilangan teman barunya yg itu juga karna kecerobohan dia,


"Aku minta maaf,gak bisa jelasin sama dia,,aku yang salah maafin aku Uun hiks hiks,,"


"uhh cup cup cup,Udah dong kak,,,katanya kak vani kakaku,masak kakanya lebih cengeng dari adiknya humm,,,,".Uun gak tega,Uun berusaha menenangkan hati vani biar tidak selalu menyalahkan dirinya sendiri.


"Hiks hiks hiks,,"


Masih saja terdengar suara tangisanya,biarpun dia berusaha diam.


"Makasih ya kak vani,udah jadi kakakku,Uun seneng banget bisa nemuin orang orang baik seperti kakak bik Nur dan yang lainya,,,"Di rengkuhnya tubuh vani,


"Uun pamit yah kak,jaga diri kak vani,,"saat Uun melepas pelukanya tiba tiba...


Suara pintu yang terbuka tiba tiba sontak membuat kedua gadis itu menoleh secara bersamaan,terlihat leo sang tuan muda itu masuk..


Uun merasa heran karna setaunya leo tidak akan mau mendekat ke kamar pelayan apa lagi hanya sekedar berbicara,leo tikak akan melakukanya kalo tanpa sebab,


"Tuan,,"Uun kaget dia reflek bangun dan menmbungkuk tanda hormat


"Kamuu,,,".


Vani kaget melihat leo tiba tiba sudah ada di kamar itu,


"Hem,,,".Leo hanya berdehem,


dan vany masih terlihat merajuk.


"Maa..maaf tuan ada perlu ap,,Ak akuuu minta maaf,belom pergi dari sini,,".


Uun menundukkan kepala takut jika tuanya itu marah padanya karna belum meninggalkan mension,..


Vani mendekat dia takut jikalau tuan muda itu marah kepada Uun,karna masih belom pergi juga.


"Emm maaf,it ituu..bukan salah Uun masih di sini,ak aku yang memintanya,aku hanya..",suara vani yang terbata bata dan tingkahnya terlihat begitu menggemaskan untuk leo,.


Leo tau semuanya tapi dia pura pura terlihat dingin,


"Jelaskan padaku...",Ucap leo pada vani dengan pura pura terlihat dingin.


"Em maaf tuan..."


Uun memotong pembicaraan,dikiranya tuanya marah pada vani karna keberadaanya.


"Aku tidak bicara denganmu,kamu masih tinggal atau tidaknya itu tergantung dari dia..",leo melirik vani,ingin sekali rasanya mencubit hidung mancungnya vani,karna merasa gemes,


"Ik iya tuan,.."

__ADS_1


"Ikut denganku,,".Leo menarik tangan vani dan membawanya ke kamarnya.


Di kamar leo,


Buru buru leo masuk dan mengunci kamarnya,dan sedikit mendorong tubuh mungil vani hingga bersandar di dinding,.kedua tangan vani di kunci ke atas,hanya dengan satu tangan leo.


"Ap..apa yang kamu lakukan,,".


"Aku tidak perlu penjelasanmu,kamu bisa membuat pelayan itu tetap tinggal di sini asalkan.."


senyum menyeringai yang penuh arti,


"Ap..Apa maumu,Jaa jangan macem macem kamu,,"


Vani meronta ronta,tapi tetap usahanya gagal,


"Cuman satu girl,aku cuman mau kamu cium aku,seperti apa yang aku lakukan tadi padamu,,".


"Aku????"


Vani tercengang mendengarnya,


"Iya kamu girl,hanya itu caranya,,"


Setelah beberapa detik vani yang menyerah mengingat Uun yang memang masih membutuhkan pekerjaan itu,


"Baik,,".


ucap Vani singkat


Setelah mengiyakan,kedua tangan vani di lepas tampak ragu dan takut takut,vani mulai mendekatkan wajahnya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


#**Hayo kira kira gimana reaksi vani selanjutnya hihihi seru kan ceritanya,kita lnjut lagi yah tetap ikuti


novel ini yah..


Moga sehat selalu**..

__ADS_1


__ADS_2