Terenggutnya Kesucian Sang Primadona

Terenggutnya Kesucian Sang Primadona
09.Kencan pertama bersama tuan es


__ADS_3

"Aleta curiga kakak menyembunyikan wanita sialan itu,kakak juga gak masuk kerja hari ini,itu bukan kebiasaan kakak bukan,pasti itu untuk menemani wanita itu,,,,????"


Aleta benar benar curiga dengan kakak satu satunya itu,


Selama di tinggal orang tuanya leo selalu rajin ke kantor,bahkan tunanganya dulu sampe sering merasa jengkel karna leo yang jarang ada waktu buat dia,leo seperti sudah gila kerja,hanya kepentingan mendesak atau saat sakit saja dia tidak masuk kerja.


"Apa maksudmu dengan wanita itu Aleta??",leo berpura pura tidak mengerti."Aku tidak kerja karna kemaren kakak sakit bukan,kau tentunya tau itu dari dokter Daniel,,"


"Udah lah kak,gak usah bohong,wanita j***** itu beberapa hari ini hilang,dihari hilangnya dia dokter Daniel bilang memeriksa gadis itu karna luka luka,dan kemaren dia juga bilang bertemu dengan gadis itu disini,dia juga seorang dokter kandungan dan setauku wanita itu juga kuliah kedokteran,dia ingin menjadi dokter kandungan,,!!!".


Aleta masih yakin,


"Terserah kau mau percaya atau tidak Aleta,,!!",Leo keluar dari kamar dan menuju ruang tamu,.


Aleta masih mencarinya di sudut sudut ruangan di kamar kamar tamu bahkan taman,dan dia menyadari ruangan yang belum di periksanya adalah kamar para pembantu,di lihatnya dari kamar bik Nur juga Inaya yang kosong,lalu kamar Uun,


cklak


Kamar Uun terbuka,Uun terkejut melihat Aleta,Leo merasa gusar dengan masuknya Aleta di kamar tempat sembunyinya Vani.


"Aakk Ada apa Nona muda,,".


Uun terlihat gugup,dan Aleta curiga.


"Apa ada wanita yang kau sembunyikan di kamarmu ha,,??.


"Mmaa maaf,si..siapa yang nona muda maksud,,"


"Jangan berusaha menutupi,aku akan memeriksanya sendiri,,"


Aleta berjalan menuju kamar mandi,dan kamar mandi itu kosong,dia melihat lemari,saat hendak membukanya,tangan leo menari Aleta kluar,


"Kenapa kau tidak mempunyai sopan santun Aleta,seenaknya kau kluar masuk kamar orang lain tanpa permisi,,"


"Sejak kapan kak,kakak melarangku memasuki ruangan ruangan di mansion ini,


"Aleta kau sudah dewasa,harusnya kau tau batasanya,,"Leo tersungut amarah.


"Aden nona menunggu aden di ruang makan,"


Suara bik Nur membuat leo dan Aleta menoleh,seketika leo mengerutkan dahi begitu juga Aleta,Nona katanya siapa dia...


"Nona,,????".Tanya Aleta yang langsung berlari ke ruang makan,


"Siapa kamu,,???.


Tanya Aleta bingung,karna di depanya ada gadis yang terlihat biasa bahkan penampilanya terlihat aneh dan norak,duduk di kursi dekat biasa leo makan,ya Inaya lah yang tengah berakting menjadi kekasih leo.


"Sa..saya,,"


Inaya bingung dan takut,bik Nur memberi kode ke leo,dan beruntungnya leo mengerti maksudnya.


"Dia kekasihku,,",Sontak saja Aleta kaget.


"Apaaa....???",


*apa kakakku sudah gila atau buta,sampe segitunya kah kakaku sakit hati pada Farah,hingga asal asalan memilih wanita,Dokter Daniel juga apa udah buta dia bilang kecantikanya bahkan melebihi Farah mantan tunangan kak leo,,,sebaiknya lain kali aku suruh dia priksa mata atau pergi ke psikiater,..


Batin Aleta dengan ekspresi wajahnya yang seakan terlihat jijik melihatnya.,


"Jadi kau wanita itu,,apa tidak salah kak kau memilih dia jadi pasangan kakak,sepertiny dia bukan orang yang berpendidikan,penampilanya juga jauh dari kata...",


"Tidak perlu kau menilainya,apapun dan seperti apa keadaanya,aku yang memilihnya,tentu itu baik pula untukku.,"


Belom juga Aleta melanjutkan ucapanya Leo sudah memberi jawaban yang sinis kepada Aleta.


Tidak seperti biasanya leo terlihat dingin kepada Aleta,


Aleta merasa terhina akhirnya dia pergi dari mansion leo.


Akhirnya leo terbebas dari adiknya yang super super menjengkelkan itu.


"Bik bibik hebat,bisa membuat adikku pergi,dari mana ide bibik ini,menyuruh dia berpura pura menjadi my girl,"leo menunjuk Inaya,


"He hehe,,bibik sering nonton sinetron aden,jadi bibik terinpiterasi den,bibik hebat kan den,lagian nona muda kan belum pernah melihat Inaya ya bibik ambil kesempatan itu dong hehehe,,"

__ADS_1


bik Nur yang merasa kepedean malah membuat leo seketika terpingkal pingkal.


"TERINSPIRASI bik bukan terinpiterasi,itu sih buat sambel kesukaan bibik.,"


"Aduh salah ya aden,,ya maaf bibik kan hanya lulusan S2,,,"


Seketika leo dan Inaya yang mendengar merasa terkejut karna ucapan bik Nur,


"Beneran bik S2,dulu kuliah di mana bik,jurusan apa,,"leo penasaran.


"hi hi hi hi,,aduh aden aden S2 maksud bibik SMP aden,Klo S1 itu SD aden,,"Seketika leo menepuk Jidatnya dan tertawa lepas mendengar kekonyolan bik Nur,,dan Inaya berusaha menahan tawanya karna ada leo.


"Jangankan kuliah aden dulu jamanya bibik,bisa lulus SMP aja itu udah bagus,bibik bisa kerja sama aden aja itu karna mamanya aden kan,,"


"Hem iya bik,makasih ya udah ngejaga Leo sampe sekarang,,"


"Iya Aden,,,oh ya,dimana non vani,,"


"Aduh leo lupa bik,dia masih di dalam lemari,".


Leo berlari menuju persembunyian Vani.,


Bik Nur hanya tersenyum dan menggeleng gelengkan kepalanya melihat kelakuan leo,


"Girl,,,!!!".


"you are okay my girl.,,".


Leo yang mendapati vani sedang meringkuk penuh dengan keringat di keningnya,membuatnya sedikit panik,


"Kau sengaja ingin membunuhku tuan es balok,apa menurutmu aku baik baik saja ha,,???.


vani sedikit kesal,


"Okay okay I'm sorry.aku tidak bermaksud menyakitimu,.".Leo berusaha membujuknya.


Leo menuntun vani keluar,


"Aku hampir saja mati sesak nafas didalam,kau menyuruhku berdandan hanya untuk ini tuan,,"


Vani masih ngambeg,


Suara perut vani terdengar keras,benar benar yah tidak bisa diajak kompromo tuh perut,baru juga marahan terganggu dengan perut yang keroncongan,


Vani berusaha menyembunyikan perutnya dengan me lilit tanganya berusaha agar leo tidak mendengarnya,wajah vani sudah memerah seperti udang rebus,Leo yang mendengar juga melihat ekspresi wajah vani membuatnya tersenyum,


Leo melihat jam di tanganya,Leo kaget dan menepuk jidatnya,yah hari sudah mulai siang jam sudah menunjukkan pukul 09.30 mereka melewatkan makan pagi,


"Apa kau lapar girl,,??"


"Menurutmu,,???"


Vani memang saat ini merasa lapar,karna td malam pun dia hanya makan sedikit,di tambah lagi saat ini ada drama kluarga,


"Ok kita pergi sekarang kita makan di luar,karna makanan di meja pasti sudah dingin..


*hadeuh apa bedanya sih makan di luar sama di rumah,kan sama sama makanan cuman dingin aja,Mundzir banget tuh makanan tidak di makan,perutku juga sudah bener bener laper ,


batin vani saat mendapati makanan yang belom tersentuh itu,melihat hidangan yang siap untuk di santapnya penuh di meja harus di sia siakanya.


"Terserah,,",jawabnya singkat.


Akhirnya mereka berdua menaiki mobil menuju restauran mewah yang dekat dengan mereka,tersaji beberapa makanan khas jepang juga Indo,yang siap menggugah selera makanya,


Leo yang ternyata sudah memesan tempat VVIP restauran itu langsung menuju ruanganya,terlihat beberapa pasang mata merasa kagum dengan melihat pasangan sejoli yang mereka anggap sangat serasi,di situ banyak jajaran pelayan bahkan manajer restoran membungkuk menyambut kedatangan Leo,


Vani merasa kagum,ternyata dia sedang bersama pria hebat seperti leo,yang sangat berpengaruh di bidang bisnis.


Terlihat waiters datang dengan beberapa makanan,mereka menyajikan beberapa makanan yang leo pesan,makanan jepang juga indo,.yah makanan kesukaan vani Ramen juga seafood.




__ADS_1



Vani yang melihatnya serasa ingin langsung menyantap semua makananya,dan benar saja setelah mereka makan vani memakan pirsi yang paling banyak,leo yang melihatnya tersenyum dengan memandangi kelucuan kelakuan vani..


"Apa kau akan merasa kenyang jika terus menerus melihatku,,???".


Ucap vani yang masih keadaan penuh makanan di mulutnya.


"Abiskan dulu makanan di mulutmu girl nanti kau bisa tersedak,,"


Vani mengangguk semangat.


Setelah selesai,mereka berbincang bincang sedikit,


"Kau kecil tapi makanmu banyak juga girl,,"


"Iya,biar aku kuat ngadepin kerasnya kehidupan apalagi ngadepin kamu tuan es,,"


Leo yang mendengarnya hanya tertawa terkekeh,.


Entah kenapa kelakuan vani yang terlihat sewot juga ngambeg ngambegnya itu membuat leo semakin gemas karna menurut leo vani malah bertambah imuet,.


"Kau menyajikan semua makanan ini,,apa kau tau ini semua kesukaanku,,"terlihat senyum polosnya vani.


"Iya aku tau itu,,"


"Hah kok bisa,,sedetail itukah kau bisa tau tentang kesukaanku tuan es,,???".


Leo hnya senyum,


"Setelah ini kau mau kemana,,".Tanya leo.


"Taman,aku ingin sampe sore ketaman malamnya ke pasar malam,"jawab vani dengan antusias,


leo hanya mengangguk.


Vani merasa sedang berkencan dengan leo,


hah kencan????iya,vani merasa sedang kencan pertama bersama tuan es,leo membuatnya nyaman,bahkan dia lupa tujuan pertamanya yaitu kabur dari leo,entah kenapa dia merasa nyaman,.


Sampai malam tiba,vani tengah asyik di tempat bermain itu,


"Apa kau ingin naik itu,??",tanya leo sambil menunjuk permainan biang Lala.


"Tii tidak aku takut ketinggian,,"


"Calm down girl I have you, you'll be fine okay,,.".


Mendengarnya vani hanya mengangguk,niat hati leo ingin menjaili vani dan leo berhasil membujuknya


Vani berusaha menenangkan dirinya,...


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


####**hay man teman,klo suka tinggalkan jejak komen juga like ya dan jadikan novel ini menjadi novel vavorit kalian agar aku bisa lebih semangat lagi buat membuat novelnya okey


Smoga sehat selalu**...


__ADS_2