
"Permisi tuan nona,ini obat tlong di minum setelah makan ya nona,,"
"Iya sus makasih,,"
"Iya nona,klo tidak ada perlu lagi saya permisi dulu,,"
"Iya sus,,".
"Sekarang makanlah agar kau bisa minum obatmu girl,,".
Ucap leo dengan sesendok nasi dan lauk yang sudah siap di lahap vani.
Vani hanya mengangguk.Selang 2 hari berlalu di rawat di Rumah sakit,vani merasa bosan,akhirnya dia meminta leo untuk bisa pulang,
akhirnya dengan paksaan leo pun,dokter sudah memperbolehkan pulang.
Di ruang administrasi leo menyelesaikan pembayaran untuk rawat inap vani,,.
Saat berada di parkir rumah sakit,vani melihat Zola dan beberapa dokter muda juga terlihat,bahkan Dokter Pamela dan Dion.
Sepertinya zola dan beberapa dokter muda sedang magang atau internship.
Vani sedih seharusnya dia juga bersama teman temanya,
saat vani hendak memanggil Zola juga Dion,..
Kak Dioonnn,...Zooo",
"Eummmm,emmmm,,".
Vani di tarik leo,dan membekap mulut vani.
Di bawanya vani kedalam mobil,
Vani begitu marah juga kecewa kepada leo,
"Mah,apa karna aku sangat merindukan gadis kecilku,sampe aku terngiang ngiang suarangya memanggilku,,???".
Ucap Dion yang terlihat jelas kesedihanya.
"Mungkin saja sayang,yang sabar yah,,".
Dokter pamela mencoba menenangkan Dion.
Zola yang juga sempat mendengar suara vani,juga ikut angkat bicara.
"Aku juga mendengar suara Vani kak,kemungkinan itu memang dia,,"
Seketika Dion juga mamanya ikut merasa itu memang dia,
Mereka ke resepsionis mencari nama nama pasien,sebenarnya itu tidak di perbolehkan tapi karna mama Dion termasuk penanam saham di Rumah sakit itu,dengan mudahnya mereka bisa memeriksa nama nama pasien,dari tanggal vani menghilang hingga hari ini.
Sayangnya tidak di temukanya nama vani,yang mereka lihat dan kenal hanya nama Aleta Blossom Guinandra,
"Aleta..???"
Dion kaget karna dihari pasien itu mulai di rawat Aleta sedang berkunjung di rumahnya,
"Maa,aku curiga ada sesuatu dengan Aleta,,"
"Maksud kamu sayang,Aleta mantan kamu itu,,??"
"Iya mah,Dion curiga kenapa pasien atas nama dia tertera di sini sedangkan dia sendiri kemaren kerumah kita maa,"
Seketika mama pamela juga tersadar,
"Iya,sayang mama doakan ada titik terang keberadaan vani,"
sedangkan di mobil leo,
"Aku mau turun leo,,,!!!!,kenapa kau tega sekali denganku,,aku ingin bertemu mereka,,!!"
mata vani berkaca kaca,
leo hanya diam membisu yang ada di pikiranya hanya tidak ingin kehilangan vani,
Setelah sampai mansion,vani langsung pergi ke kamar dan mengunci pintu kamarnya.
Masih terlihat kesedihan vani,dia benar benar merasa kecewa dengan kelakuan leo,
Vani melewatkan makan siang bahkan malamnya,dia sama sekali tidak berniat kluar kamar,sudah berkali kali cara leo juga semua pelayan mencoba membujuk vani tapi tidak ada hasilnya,,.
Klunting....
Sebuah pesan masuk dari sekretaris leo,
**Malam bos,
bos di perusahaan Di negara B sedang mengalami masalah,pendapatan sangat menurun drastis dan pengluaran lebih basar dari pendapatan,kalo tidak secepatnya di selesaikan kita mengalami kerugian 60%,saya harap bos dapat hadir di miting hari senin besok di negara B untuk ikut menyelesaikan permasalahan,.
__ADS_1
"****Besok**** kau ikut aku terbang di negara B,".Jawab singkat leo.
"Sst ahhh siall,,".Leo mengurut keningnya,
"Bik apa my girl masih belom mau keluar untuk makan,??"
"Belom aden,,"
Leo mengusap wajahnya dengan kasar dia merasa sangat pusing dan frustrasi dengan keadaan vani.
Leo mencoba meng hubungi Roy,.
tlilit tlilit,
tertera nama leo di phonsel Roy,
Roy merasa gugup juga bingung,
setelah berkali kali leo mencoba menghubunginya,tapi tak satupun panggilan di angkat Roy,
Leo mencoba mengirim pesan.
Klunting,
satu pesan masuk di phonsel Roy.
Kenapa kau belom juga pulang hah,apa perlu aku mencari penggantimu Roy,,!!!
Roy bingung karna tujuanya akan sia sia selama ini,yah dia bertujuan menguasai perusahaan leo.
klunting,
Baik leo,aku segera pulang.
Di Rumah besar milik Aleta,
"Non,nona muda,,"
"Ada apa triak triak,,"
"Non ada seorang pemuda ingin bertemu non,ganteng orangnya non,,".
"Siapa namanya,,??"
Bibik mengingat ingat karna pernah juga Dion kerumah Aleta beberapa kali.
"Den Dion kayany non,..iya den Dion bibik masih inget non".
Seketika Aleta tersenyum lebar alangkah bahagyanya dia mendengar Dion datang kerumahnya,
Aleta bersiap siap bahkan dia sedikit memoles wajahnya untuk menemui pujaan hatinya.
"Honey,,".Sapa Aleta Setelah Aleta turun untuk menemui Dion yang ada di ruang tamu,
Dion yang melihatnya tetap dengan wajah dingin,karna memang sudah tidak ada Aleta di hatinya
"Apa kabar Aleta,,".
"why honey????, I'm fine,".
Aleta tersenyum karna merasa Dion perduli lagi denganya,"Apa kau mengkhawatirkan aku honey,,????".
"Maaf Aleta aku kesini ada perlu denganmu,,"
"Oh yaa,,,Yaudah mau di taman atau,,,??"
"Disini tidak masalah Aleta,,",jawab Dion sebelom Aleta melanjutkan ucapanya.
"Apa kau akhir akhir ini sakit,atau di rumah sakit mungkin,??".
Dion mulai mempertanyakan maksudnya,
"Maa maksudnya,,,em Dion,bisa langsung aja,em Rumah sakit maksutnya apa yah,ak aku nggak ngerti,,???"
Aleta merasa bingung maksud dari Dion,
"Ehmm,,begini Aleta,Apa dua hari ini kamu dirawat di john hospital,,???.
Aleta terlihat bingung dengan pertanyaan Dion,
dia menggelengkan kepala dengan masih bertanya tanya di pikiranya,.
"Langsung saja Aleta,tadi pagi saat aku ikut mengawasi anak Universitas Airlangga magang,
aku melihat ada data pasien atas nama Aleta Blossom Guinandra bukankah itu namamu,dan penanggung jawab untuk administrasi Leo Daviez Guinandra bukankah itu juga kakakmu Aleta,yang jadi pertanyaanku,bukankah kemaren kamu berkunjung kerumah sekitar pukul 7 malam,dan pulang sekitar jam 9,sedangkan pasien atas nama kamu masuk ke Rumah sakit itu pukul 06.30 malam,,????.
Dion mencecar beberapa pertanyaan untuk Aleta,tapi terlihat Aleta benar benar bingung,.
"Aku masih bingung,aku sehatkau juga lihatkan aku kerumahmu,,".
__ADS_1
"Baiklah Aleta aku hanya memastikan tentang data itu,dan kuharap kau dan kakakmu tidak menyembunyikan sesuatu yang menyangkut gadis kecilku,aku pamit pulang,maaf sudah mengganggu jam istirahatmu,,".
Dion pamit yang meninggalkan Aleta dengan masih kebingungan dengan pertanyaan Dion...
"Taa,tapi honey,,honey,,".
Dion sudah terlanjur pergi saat Aleta terjaga dari lamunanya,
"Arrrrghhhh,,"
pyar .....
pecahan gelas telah berserakan di lantai,setelah Aleta membanting gelas gelas yang berada di meja,,
"Ada apa non,,",tanya salah satu pelayan.
"Beresin semua pecahan itu,,!!!!,".Suruh Aleta dengan wajah yang memerah padam karna marah.
*Sial kenapa sih wanita itu masih saja membuatku muak,wanita j*****,sekalian saja kau mati atau di telan bumi biar dia tidak menjadi beban dan merusak hubunganku dengan Dion,.
Kalo memang gadis itu bukan Aleta lantas siapa gadis itu,kalo kakaknya bersama wanitanya yang bertemu denganya di mansion,lantas kenapa harus memakai namanya saat berada di rumahsakit itu??? ,,
Aleta ingin memastikanya sendiri,tanpa memberitahu kakaknya leo,dia akan datang dan mencari tau ke mansion leo,
Di mansion leo.
Tok tok tok,
"Girl,.I'm sorry dear, my girl please open the door,".
Vani masih keukueh tidak mau menbuka pintunya,
Vani mengerjapkan matanya,terdengar beberapa kali ketukan pintu dan suara leo yang membujuk vani untuk keluar,badan vani terasa lemas karna seharian tanpa makan dan semalaman yang hanya menangis,
"Apakah kau tidak ingin bertemu denganku girl,hari ini aku akan terbang ke negara B,please buka pintunya girl.",Setelah beberapa kali membujuk masih belum berhasil,.
"Aku tidak mau,,!!!!"
"Iya aku minta maaf oke,please buka pintunya,kau tidak makan seharian kau juga tidak minum obat girl,aku tidak ingin kau sakit,,".
"Aku akan kluar kalo kamu mengantarku pulang,aku kangen papah aku kangen mamah kakak temen temen,aku juga juga ingin belajar lagi,,kenapa kau ingin merenggut kebahagyaan aku hah,,!!!!,kenapa????".
Vani terasa teramat sedih.
"Baiklah girl,setelah pulang dari negara B,aku akan mengantarmu pulang okay,,
tp ku mohon buka pintunya kita makan pagi,,"
Ceklak
"Beneran,kau tidak bohongkan,,???"
"Iya girl,".
Di rengkuhnya tubuh vani,dan di belai lembut kepala vani dengan,sebenarnya leo tidak ingin berpisah dengan vani apalagi setelah beberapa hari bersama vani,tp dia tidak akan bisa melihat gadisnya menderita..
"Makkasih,".
Senyum manis tergambar di wajah vani.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
#sedih banget rasanya novel terbaruku masih sepi😢😢,apa mungkin karna tidak seru.
Mohon dukunganya ya man teman,agar aku lebih semangat lagi untuk melanjutkan novelnya,makasih..
__ADS_1
Sehat selalu,..