
Vani kembali masuk kerja seperti biasa setelah cuti 1 hari,dia masih waspada jika Roy kembali lagi ke tempatnya kerja.
Tanpa di sadarinya Roy kembali ke klub tempatnya kerja bahkan bersama Leo.Leo menempati ruangan VVIP yang biasa ditempatinya saat dia datang ke klub milik sahabatnya.
Roy meminta di temani dua wanita penghibur,bahkan salah satunya adalah Monic.
"Apa kau yakin melihatnya disini,apa kau juga yakin kau tidak dalam keadaan mabuk Roy??."
Leo ingin memastikan Roy tidak salah lihat.
"Aku yakin,dia pasti salah satu wanita yang bekerja disini."
Ucapnya Roy yakin.
Leo menyuruh salah satu wanitanya untuk mendekat dan memanggilkan bosnya.
Tak lama pria bertubuh tinggi putih datang menghampiri Leo juga Roy.
"Hi friends how are you guys, glad you want to visit my place."
Ucapnya saat melihat Leo dan Roy,"sudah lama aku tidak melihat kalian,kemana aja kalian."
Sambung pria itu lagi saat melepas pelukan pada Leo,pria itu bernama Carlos.
"Seperti yang kau lihat kami baik baik saja."
Leo merapikan jasnya dan duduk kembali,"langsung saja Carlos ada yang ingin aku tanyakan padamu."
Leo melirik ke arah Monic,dan bisa di baca oleh Carlos maksudny.
Carlos menyuruh Monic meninggalkan ruanganya,
Monic yang memahaminya mengangguk dan pergi,saat dia baru sampai pintu dia mendengar
tamu dari bosnya menyebut nama Vani dari keluarga Prameswari.
Monic yang mendengarnya kaget,hingga dia tak sengaja menjatuhkan nampan yang berisi botol win yang sudah kosong.
Pyar...
Sontak pandangan ketiga pria itu tertuju padanya,rekan Monic membantunya.
Monic berusaha tenang dan meminta maaf bersikap seakan dia memang tak sengaja menjatuhkanya,
setelah keluar ruangan Monic bergegas mencari Vani tapi tak juga bertemu,dia berusaha menelfonnya tapi juga tak diangkat,karna Vani sedang menemani tamunya minum dan handphonenya pun di senyapkan.
"Duh lu kemana sih Van??."
Monic mondar mandir khawatir dengan keadaan Vani,Vani memang tidak menceritakan semua masalahnya hanya sepenggal cerita yang dia tau dia sedang di cari cari pria jahat.
Sedangkan diruangan VVIP,Carlos menjelaskan bahwa tidak ada pegawainya yang bernama Vania Adonia Prameswari.
Leo mengerutkan keningnya menatap Roy,Roy merasa gugup dengan tatapan tajam Leo.
"Tapi kalo ciri ciri yang kalian sebutkan tadi memang ada gadis seperti itu,gadis cantik manis bermata coklat memiliki lesung pipi juga rambutnya panjang tapi namanya bukan Vania tapi Angelina."
Ya Vani memang sengaja mengganti namanya saat berada di klub itu,hanya moniclah yang tau jati diri Vani bahkan dia juga yang memberi nama itu karna merasa iba dengan keadaan Vani.
Roy yang mendengarnya ingin melihat untuk memastikanya,Leo mendengus kesal dia tidak ingin lagi hal yang tidak pasti.
"Sudah cukup Roy aku sudah muak dengan ocehanmu,kerjamu akhir akhir ini tidak bisa diandalkan!!."
Leo meninggalkan Roy yang masih terdiam dan Carlos yang masih kebingungan.
__ADS_1
Leo masuk lift menuju lantai atas,dimana kamar Leo berada,yah klub berbintang yang dimiliki sahabatnya juga menyediakan kamar tidur untuk para pengusaha yang ingin beristirahat atau sekedar ingin bersenang senang dengan para wanitanya.
Tiba tiba lift terbuka,betapa terkejutnya Leo melihat Vani sedang memapah pria yang terlihat seperti seorang pengusaha dengan separuh
kesadaranya,begitu juga Vani dia terlihat shock melihat keberadaan Leo dalam kondisi dia yang membantu tamunya menuju kamarnya.
Leo benar benar marah melihatnya,dia dengan cepat meraih tangan Vani dan mendorong pria itu hingga terjatuh.
Leo menekan tombol lift kembali hingga pintu kembali tertutup dan menuju lantai atas,
terlihat sorot mata kemarahan Leo membuat Vani bergidik ngeri,belum juga dia yang masih curiga dengan Leo soal penculikanya,kini lagi lagi dia ditangan Leo kembali.
ting.
Pintu lift terbuka,Leo menarik paksa tangan Vani.
Vani berusaha berontak tapi semakin dia memberontak dan ingin melepaskan cengkraman Leo darinya,semakin erat pula cengkraman tangan Leo.
"Lepass!!!!,lepaskan aku tuan es..."
Leo tak bergeming sedikitpun.
Saat sampai di dalam kamar Leo,Leo melepaskan peganganya dengan kasar hingga Vani terhuyung ke lantai.
"Arrrrghhhh."
Leo melempar vas bunga yang berada di nakas samping pintu kamarnya.
Leo merasa teramat sakit hatinya melihat gadis yang di cintainya bersama pria hidung belang,
Leo mendekati Vani yang sudah keadaan berdiri,Vani perlahan mundur ke belakang hingga dia merasa tak dapat kemana mana lagi saat mendapati punggungnya merasakan dinginya dinding kamar itu.
Leo begitu marah tapi saat melihat wajah ayu Vani dan bibirnya yang membuatnya candu,di tambah lagi melihat Vani yang hanya menggunakan pakaian warna hitam mini rok diatas lututnya yang memperlihatkan pa*anya yang mulus dan lengan pendek dengan rambut panjangnya yang di kucir ke atas hingga memperlihatkan leher jenjangnya,membuat Leo menelan ludahnya.
mata indah Vani mulai berkaca kaca,mulutnya bergetar serasa menahan tangis menahan air matanya yang hendak menerobos mata indahnya.
"Lepasin aku tuan Leo...Hikss hikss."
kini air mata pun meleleh di pipi Vani,mengingat apa yang pernah di lakukan Roy padanya.
Leo tak menggubrisnya,Leo mulai mengendus aroma tubuh Vani yang terasa memabukkan,Leo terlihat seperti hewan yang sedang kelaparan ingin segera menikmati mangsanya.
Lidah Leo menjelajahi leher jenjang Vani hingga meninggalkan bekas merah di lehernya.
Vani menggelinjang dan tubuhnya bergetar hebat,merasakan sesuatu yang keluar akibat ulah Leo.
Hatinya memang menolak tapi tubuhnya berhianat,bagaimanapun dia wanita normal.
Sesaat Vani terbawa suasana,saat saat ia merasa mulai mende*ah,Vani teringat tentang Roy matanya yang semula tertutup kini terbuka lebar,ia mengkrutuki dirinya yang kehilangan akal sehatnya hanya karna sentuhan Leo.
Vani mencoba memberontak berkali kali dia memohon pada lelaki itu,dia tidak percaya dengan apa yang di lakukan Leo,karna setaunya Leo tulus menyukainya.
Saat bibirnya berpindah pada bibir ranum milik Vani,Vani menggigitnya hingga berdarah.
"Auwww."
Leo kesakitan,Vani mencari kesempatan kabur dari Leo,
tapi pintu otomatis itu tidak mungkin terbuka semudah itu.
"Tolooong tolooong!!!."
Vani menggedor-gedor pintu kamar Leo,Leo yang melihatnya hanya tersenyum,bukan hanya pintunya yang otomatis tapi juga ruanganya yang kedap suara.
__ADS_1
Leo kembali meraih lengan Vani,
Vani mengumpat Leo berkali kali.
Tiba tiba Leo ingat dengan tunanganya dia menekan gairah dalam tubuhnya yang sudah terasa memuncak,dia harus menahan keinginanya,ingatan tentang kelakuan Vani saat bersama pria hidung belang itu mengingatkanya pada Farah tunanganya.
Cengkraman Leo semakin erat saat mengingat kepingan ingatan masa lalunya gairah yang sempat berkobar kini terasa padam,mengingat Farah,kelakuan Vani benar benar seakan membuka luka lamanya,mengingatkan penghianatan yang di lakukan oleh Farah.
Leo berpindah mencengkeram leher Vani hingga Vani terasa tercekik dan sesak nafas.
"Leee le passs,"vani terasa mulutnya sulit untuk bicara akibat cengkraman pada lehernya,"hukk uhukkk..."
Vani terbatuk batuk karna ulah Leo.
Leo yang melihatnya melepaskan cengkraman tangannya.
"Aku tidak menyangka girl kau yang aku anggap gadis polos ternyata gadis mur*ahan,kau bahkan menjual tubu*mu hanya buat uang hahh!!!!,kau menolakku tapi kau malah segampang itu mau melayani laki laki bej*t itu!!!."
Leo kembali mengoyak baju Vani,tapi bukan dengan kelembutan lagi tapi seakan melakukan dengan keadaan marahny,tapi karna Vani selalu memberontak Leo menghentikan aksinya.
Vani begitu sakit mendengar ucapan Leo,segitunya kah dirinya hina di depan orang orang.
Leo mengambil uang yang ada di kopernya yang tersimpan di kamarnya,lalu ia menabur uang itu di tubuh Vani.
"Hanya untuk uang kau hianati Dion girl!!!,pantas saja Dion meninggalkanmu,katakan padaku girl berapa uang yang harus aku keluarkan untuk membeli tubuhmu ini hahh!!!."
Sorot kebencian terpancar di wajah Leo,kini cengkraman tangan Leo berada pada lengan Vani.
Cengkraman Leo membuat Vani kesakitan,ingatan ingatan masa lalunya Leo membuat dia benar benar kehilangan akal sehatnya,Vani merasa kesakitan saat cengkramanya semakin kuat bahkan kuku Leo berhasil melukai lengan Vani.
"Hiks hikss sakit hiks hiks...."
Vani menangis sesegukan karna kekasaran yang di terimanya dari Leo.
"Hiksss lepasiiiin hiks.."
Air mata Vani begitu memilukan,sebenarnya bukan hanya karna sakit dari cengkraman Leo,tapi juga hatinya benar benar hancur.
Leo yang melihat lengan Vani berdarah,dia baru sadar dengan apa yang dia lakukan,Leo sontak melepas cengkramanya.
Dalam hatinya Leo mengutuk dirinya karna dirinya sudah melukai Vani,biar gimanapun tetap dia masih mencintai Vani.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
###**yuk man teman kasih dukungan agar aku up trus tiap harinya, tinggalkan jejak komen juga like ya...
sehat selalu**..
__ADS_1