
Di kediaman Zola,Zola masih memikirkan kata kata Vani,tidak lama Roy keluar kamarnya yang ternyata selama ini Roy sembunyi di rumah Zola untuk menghindari Leo.
"Em sayang udah bangun,."
Suara Roy mengagetkan Zola yang sedang melamun di sofa ruang keluarga,karna semalaman Zola tidak bisa tidur,sekalian Zola hanya minum kopi dan nonton tv.
"Em ik iya sayang,em kok sayang sepagi ini udah rapi???."Zola melihat jam dinding yang masih menunjukkan jam 4.30 pagi.
"Oh iya sayang aku mau ke luar sebentar,ada perlu sama teman,gak lama kok."
Elak Roy pada Zola,Zola hanya mengangguk walaupun ada sikap Roy yang mencurigakan.
Setelah kepergian Roy,Zola yang penasaran dengan Roy mengikutinya tanpa sepengetahuan Roy.
Zola yang mendapati mobilnya yang dipake Roy terparkir di apartemennya membuat Zola merasa aneh,kenapa harus bohong jika mau pulang ke apartemenya???.
Zola berfikir salah satunya mungkin karna Roy tidak mau repot cari alasan jika Zola mau ikut,karna memang dasarnya Zola tidak pernah di ijinkan untuk ke apartemennya,Zola baru ingat memang dia tidak pernah berkunjung ke apartemen tunanganya,
semua itu malah semakin membuat Zola penasaran.
Zola mengikuti Roy dari belakang,setelah sampai di depan pintu apartemenya Roy membuka pintu dan masuk.
Roy langsung menuju kamarnya mencari surat surat yang dia butuhkan untuk kembali ke perancis dan packing baju bajunya,Roy berencana pulang ke Prancis karna kemungkinan Leo masih mencari keberadaanya,Roy akan merasa aman jika berada pada keluarganya karna dia tau Leo seperti apa,karna Leo sangat menghormati orang tua Roy yang sudah dianggap orang tua Leo sendiri.
Zola mencoba masuk secara diam diam yang kebetulan Roy tidak menguncinya.
Zola mulai menelusuri ruangan ruangan secara diam diam.
Saat ingin ke arah kamar Roy betapa kagetnya Zola melihat setiap dinding Apartemen Roy dipenuhi dengan foto Vani.
"Enggak gak mungkin."Zola membungkam mulutnya sendiri,dia merasa tak percaya dengan apa yang dia lihat.
Zola langsung menuju kekamar Roy.
Braaakk...
Zola membuka kamar Roy dengan kasar dan sudah terlihat lelehan air mata Zola,
Roy yang mendengar pintu kamarnya terbuka dengan kasar membuatnya kaget.
"Zola.."
Roy terkejut melihat sosok wanita yang telah berurai air mata.
"Apa apaan ini Royyyy!!!!!."
Belum hilang keterkejutanya dengan foto foto Vani yang hampir memenuhi ruangan yang lain kini ia dikejutkan kembali foto foto Vani yang hampir memperlihatkan lekuk tubuh polos Vani saat dinodai Roy.
"Kauu...Kau bajin*an Roy!!!!."
Zola menarik kerah Roy dengan kasar,menunjukkan kekecewaan yang teramat.
"Lepassss!!!!."
Roy dengan kasar menarik genggaman tangan Zola dari kerah bajunya.
"Ha ha ha ha....Sekarang kau sudah tau semua Zo,jadi tidak perlu lagi untuk aku berpura pura menyukaimu."
Senyum menyeringai terlihat di bibir Roy,yang sama sekali tak merasa bersalah.
"Apa?????,apa maksud kamu Roy!!!."
Zola kaget dengan ucapan Roy.
"Dengarkan aku baik baik Zo,asal kamu tau aku sama sekali tak pernah menyukaimu,jangankan kau ku jadikan istri,jadi pembantuku saja aku gak sudi."
Ucap Roy kembali.
"Lalu apa ini Roy,apa maksud semua ini???."
Zola memperlihatkan jari manisnya yang terlihat cincin pertunangan Roy dan Zola.
Roy hanya tersenyum kecut.
__ADS_1
"Kau masih belom paham rupanya Zo,aku tidak menyukaimu dan cincin ini tak pernah ada artinya bagiku,kau terlalu b*doh karna cinta Zo,kau lebih percaya padaku dan lebih menyalahkan Vani,kau ingin tau alasanku berpura pura mau serius denganmu,itu karna aku ingin menyembunyikan kesalahanku pada orang orang karna telah mem**kosa Vani."
Zola kaget dengan kenyataan yang harus dia dengar sendiri dari Roy.
"Baj*ngan kau Roy!!!!!."
Zola memukul mukul badan kekar Roy,Roy yang sudah tak tahan dengan Zola,Roy mendorong kasar Zola sampai Zola tersungkur di lantai.
"Hiks hiks...arghhhh"
Zola menangis sejadi jadinya,dia baru sadar jika memang sikap Roy selama ini tak seperti pasangan yang lain,mungkin karna cintanya yang membutakan dirinya,selama bertunangan saja dia tanpa dikenalkan orang tua Roy,bahkan hanya sekedar menggenggam tangan saja Roy tak mau,
Zola merasa bersalah dengan sikapnya yang tak percaya pada Vani sahabatnya.
"Sini kamu!!!!."
Roy menjambak rambut Zola dan mendorong tubuh Zola dengan Kasar.
"Roy sakit!!!, hikss hiks..."
Zola kesakitan akibat jambak an Roy.
"Kau ingin tau seperti apa saat aku memperlakukan Vani malam itu bukan???."
Terlihat senyum yang mengerikan senyum yang penuh arti terlukis di bibir Roy.
"Ap..apa maksud kamu Roy???."
Saat Zola bertanya,Roy mencengkeram leher Zola seperti apa yang dilakukanya terhadap Vani.
"Sa...,sakit Roy,le lepas!!!!."
Roy melepas dengan kasar,"uhukkk uhuuk!!!."
Terlihat bekas kuku Roy di leher Zola sampai terlihat berdarah.
Tidak sampai disitu,tamparan juga tak lupa dilayangkan Roy pada pipi mulus Zola,Zola merasa begitu sakit,Roy bahkan mem**kosa Zola dan membuat Vidio yang memperlihatkan tubuh polos Zola,Roy menggunakannya untuk mengancam Zola sama seperti Vani,Zola begitu terpukul karna kesuciannya harus terenggut oleh calon suwaminya sendiri yang bahkan tak pernah menyukainya,Zola benar benar merasa bersalah pada Vani,jika yang dialami sahabatnya sama seperti dirinya betapa terpuruknya Vani saat itu,tapi yang ada malah dia yang ikut menyalahkan Vani.
"Kau mau kemana Roy,hikss???."
Tanya Zola yang masih sesegukan.
"Aku akan pergi jauh darimu."
Ucap Roy.
"Lalu bagaimana denganku Roy hikss hikss..."
Lelehan air mata Zola tak sedikitpun meluluhkan ataupun membuat Roy iba,Zola bingung dengan dirinya yang sudah tak suci lagi.
"Yang jelas aku tidak perduli..."
Roy meninggalkan Zola dan mulai meninggalkan Apartemenya.
"Roy....Hikss!!!!."
Zola ditinggal begitu saja oleh Roy yang masih dengan keadaan yang menyedihkan.
Setelah keluar dari apartemen Roy,Zola begitu bingung dengan nasibnya,dia merasa akan menjadi aib keluarganya,Zola mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi dalam keadaan melamun sehingga dia tak fokus pada jalan dan...
"Aaaarrrrrgghhh...."
Bruuuaak,
Zola mengalami kecelakaan mobil,mobilnya menabrak pembatas jalan karna menghindari mobil di depannya.
Zola dilarikan kerumah sakit,dalam keadaan terluka parah.
"Hiksss hikkk..."
Tangisan mama Zola saat menerima kenyataan putrinya yang terbaring koma.
"Sayang apa yang terjadi padamu nak...Hikss hikss,bangun sayang mama hanya punya kamu bangun sayang,hu hu hu hu......"
__ADS_1
Dilain sisi,kabar kecelakaan yang terjadi pada Zola sudah menyebar,bahkan Leo juga mama Amanda sudah mendengarnya,mereka takut jika kabar itu sampai terdengar oleh Vani.
Tanpa disadari oleh mama Amanda dan Leo,Vani mulai mengerjapkan matanya.
"Maaa.."
Suara yang terdengar lirih itu membuyarkan lamunan mamanya,
"Sayang kau sudah sadar nak."
Tanya mama Amanda,Vani tersenyum.
"Girl,kau baik baik saja kan sayang???."
Ucap Leo,Vani hanya menganggukkan kepalanya,
"Apa ada yang sakit girl,aku panggilkan dokter ya sayang."
Vani kembali mengangguk.
Amanda dan Leo saling pandang,melihat Vani seperti ada sesuatu.
"Nak kamu kenapa??,kamu gak papa kan?...."
Amanda dan Leo merasa cemas dengan keadaan Vani yang hanya terdiam.
"Maaa...Vani kenapa disini??."
Vani melihat sekelilingnya,dia tau dia sedang berada di ruangan rumah sakit.
"Kamu tadi pingsan sayang,mama dan yang lainnya membawa kamu kesini."
Amanda menjelaskan pada putrinya saat Vani pingsan.
"Maaa,apa Zola tidak menjengukku???."
Amanda dan Leo kaget dengan ucapan Vani.
"Girl,apa kau merindukan Zola???,atau ada
hubunganya dengan Zola kau seperti ini???."
Leo mengangkat sebelah alisnya merasa ada yang di sembunyikan oleh kekasihnya.
Vani hanya menggelengkan kepala.
"Aku mimpi Zola marah dan pergi meninggalkanku sayang."
Mata Vani mulai berkaca kaca,mengingat mimpi yang barusan dia alami.
Amanda dan Leo merasakan Vani begitu dekat dengan Zola,bahkan Vani yang sedang terbaring sakit pun tau kondisi Zola seakan sedang tidak baik baik saja.
.
.
.
.
.
.
.
****Hai Reader maaf🙏😔,karna Autor jarang up nya mohon dimaklumi karna sekarang harus membagi waktu dengan bekerja dan keluarga,tetap ikuti terus episode selanjutnya ya
.
.
Sehat selalu...
__ADS_1