Terenggutnya Kesucian Sang Primadona

Terenggutnya Kesucian Sang Primadona
54.Kelicikan Pria misterius.


__ADS_3

"Honey sini.."


Claire terlihat manja,"Honey,pegang perutku."


Claire meraih tangan Dion dan menempelkan pada perutnya.


Dion menarik tanganya.


"Kau gila yah,apa kau terjatuh dan terbentur kepalamu."


Ucap Dion kesal karna memang dia tak suka bercanda.


"Honey,in my stomach is Dion junior,aku hamil sayang


hamil anak kamu."


Claire mencoba memberitahu suaminya.


"Apa..??,mana mungkin????."


Dion tak percaya,"kau jangan bercanda Claire!!."


bukan Dion tak mengakui atau tak menyukainya jika memang dia memiliki anak,karna memang itu yang dia tunggu dengan mamanya,


tapi rencananya untuk menceraikan Claire selalu gagal.


"Why honey, this is your child why is it impossible???


Claire mulai kesal karna kehamilannya tak membuat hati Dion luluh juga untuknya.


Claire langsung berdiri dan ingin meninggalkan Dion saat sampai di lobby Rumah sakit..


"Sialan Dion sama sekali tak perduli dengan aku bahkan anak yang aku kandung."


Gumam Claire dengan penuh kekesalan.


"Aduh tuan kenapa bicara begitu,orang hamil itu sensitif loh hatinya,kasian juga kalo anak yang nona kandung kalo nona banyak pikiran atau stres."


Dion langsung menyadari jika sikapnya salah biar bagaimanapun itu istrinya,dan anak yang di kandung Claire juga anaknya,apa lagi Dion seorang dokter tentu dia tau tentang kehamilan walaupun dia bukan Dokter kandungan.


Dion langsung berlari dan mencari Claire,saat menemukannya Dion langsung memeluk Claire dari belakang dan mencoba memperbaiki sikap dan hubungan antara dirinya dan Claire istrinya.


"Maaf,aku minta maaf Claire sudah membuatmu kesal."


Permintaan yang tulus dari hati Dion,tanpa disadarinya Claire memperlihatkan senyum liciknya.


Kini semua media memberitakan tentang kehamilan Claire,akan hadirnya pewaris keluarga Airlangga.


Pyaar.....


Suara kaca pecah terdengar di sebuah hotel.


"Kalo kau yakin itu anakmu kenapa kau tidak memberitahu Dion hah???..,aaarrgggh..."


Teriak Aleta.


"Aq sudah menunggu disaat Dion menceraikan wanita itu,dan kau ingin merubah rencana kita begitu saja hahh.."


Aleta murka saat melihat Dion memberitahu semua orang jika istrinya tengah hamil putra calon pewaris keluarga Airlangga.


"Apa kau tidak bisa jika tidak teriak Aleta.."


Terdengar suara pria misterius.


"Itu memang putraku,aku yakin karna Claire memang tidak menginginkan anak dari Dion,bahkan dia tega menggugurkan janin yang dia kandung."


flash back..


Di perjalanan di dalam mobil Claire bersama pria misterius itu.


"Kenapa dulu kau menggugurkannya bukankah Dion juga mertuamu menginginkan anak itu."

__ADS_1


Ucap pria itu.


"Aku tidak mau mengandung anak dari Dion aku belum siap,lagian aku sudah tidak mencintai Dion,sikapnya selalu dingin padaku jika saja bukan karna hartanya aku juga sudah tidak mau,aku tidaklah bahagia bersamanya,sakit sayang mencintai orang yang gak pernah mencintaiku,bahkan kau tau berhubungan intim dengan diriku saja,aku yang harus meminta,aku wanita butuh perhatian juga..."


Claire melirik pria itu.


Senyum menyeringai dari sudut bibir pria itu.


"Juga apa...???."


Pria itu menggoda Claire,membelai pipi Claire dan mencium bibir Claire,hingga Claire tak bisa lepas dari genggaman pria itu.


Sampai akhirnya mereka berdua melakukan hubungan terlarang yang sudah terjalin lama diantara mereka,mereka mereguk kenikmatan yang selalu di impikan Claire walaupun di dalam mobil terasa puas untuk Claire.


....He he he...


mau lanjut takut dosa Authornya lagi puasa😅🙏,


di skip aja ya,tau lah lanjutannya.


"Bukankah kau baru menggugurkan kandungmu,bukankah kau bilang belum juga melakukannya ini bersama Dion???."


Tanya pria itu.


"He em,Why are you asking that???,bisakah kita tidak membahas Dion??."


Claire merasa kesal karna disaat saat yang begitu menyenangkan untuknya harus disela dengan pertanyaan sang kekasih membahas Dion.


"Kenapa kau kesal sayang.."


Bisik nya di telinga Claire,membuat Claire kegelian.


"I don't like to talk about unimportant things."


Claire masih saja ngambek.


"Hay sayang ini penting,aku cuman takut,"


Senyum menyeringai terlihat di sudut bibir pria itu,membuat Claire malah merasa libidonya naik lagi.


"I don't care,aku malah senang karna aku tidak hamil anaknya tapi anakmu sayang,tapi hartanya akan jatuh pada anak kita,lalu aku akan mengusirnya dari kehidupanku dan menjadikannya sebagai sampah yang sama sekali gak berguna,kita bisa hidup bersama iya kan sayang???."


Claire berlagak manja, Claire sangat mencintai pria itu,tanpa dia sadari pria itu hanya memanfaatkan dirinya.


"Oh ya,pasti itu sayang."


Ucap pria itu lanjut ******* bibir Claire,dan kembali melakukan adegan panas.


flash on..


"Gila kau."


Ucap Aleta saat mendengar cerita pria tersebut.


"Kau menginginkan Dion menceraikan istrinya bukan,dan yang aku inginkan hanya uang Aleta."


Pria itu tersenyum licik.


"Setelah semua harta jatuh ke tangan Claire aku pastikan semua harta Dion akan jatuh ke tanganku,dan kau...Kau pasti bisa mendapatkan Dion kembali."


Rencana licik pria tersebut,membuat Aleta kesal.


"Kenapa kau harus menyusahkan Dion,aku tidak rela jika Dion kau jadikan seperti sampah!!!,aku hanya ingin kau pisahkan mereka berdua!!!."


Aleta begitu marah mendengar rencana yang berubah.


"Jangan bodoh kau Aleta!!!,kau pikir dengan keadaan Dion yang seperti sekarang kau dengan mudah mendapatkannya begitu."


Pria itu melihat Aleta dengan tatapan tajam.


Sejenak Aleta memikirkan ucapan pria tersebut,dan memang benar apa yang dikatakannya.

__ADS_1


"Kau benar,untuk bisa mendapatkan hal yang bernilai terkadang kita harus memungut hal yang murah terlebih dahulu."


Ucap Aleta,yang di ikuti tawa pria itu.


"Ha ha ha...,itu yang aku maksud Aleta,lagi pula harta bukan masalah bagimu bukan sedangkan aku butuh uang."


Pria itu membelakangi Aleta dan mengepalkan tangannya mengingat apa yang pernah terjadi padanya.


"Aku susah untuk mendapatkan pekerjaan bahkan aku di usir dari rumahku sendiri dan yang paling menyedihkan aku bahkan tidak bisa dengan mudahnya bepergian,kau bisa lihat bukan sekarang saja statusku hanya sebagai seseorang yang tak jelas negaranya,aku bahkan di deportasi dari negaraku sendiri bahkan di sini pun aku hanya ilegal,kalo bukan bantuan dari temanku mana mungkin aku bisa disini Aleta,aku harus merubah fisik dan tampilan dan memakai identitas baru,kau tau itu semua karna si brengsek kakakmu itu."


Kemarahan pria itu terlihat jelas,dia bahkan harus merubah wajahnya dan memakai identitas baru untuk bisa bepergian.


"Come on Roy, forget all that."


Yah pria itu adalah Roy,yang kembali untuk membalaskan dendamnya pada Leo.


"Masalah keuangan aku yang akan menanggung itu,lupakan saja masalahmu dengan kakakku,karna disini yang salah adalah wanita penggoda itu Vani."


Aleta terlihat masih tak menyukai Vani,walaupun dia sudah meninggal entah kenapa sakit hatinya masih terasa.


**tidak semudah itu melupakannya Aleta,kau akan lihat suatu saat nanti kakak tercintamu itu hancur.


Batin Roy yang di barengi dengan senyum liciknya.


Di kediaman Leo,


Ting tung....


Bunyi bel rumah Leo terdengar nyaring,Yuni segera bergegas membukakan pintu dan melihat siapa yang datang.


Ceklak..


"Siapa ya???.."


Tanya Yuni karna jarang jarang ada tamu apa lagi perempuan cantik ke rumah tuannya.


Farah melihat tampilan Yuni dengan sinis,dari atas sampai bawah,dia memastikan kalo Yuni hanya Asisten rumah tangga Leo.


"Aku Farah,aku mau ketemu sama Leo???."


Yuni masih bengong melihat Farah.


"Siapa Yun???.."


Tanya Amanda dari dalam rumah,Grace yang mendengarnya tanpa aba aba langsung menerobos masuk kedalam dan mencari arah suara lembut wanita itu.


"Eh eh e,aduh gimana to tamu kok gak ada sopan sopan nya,yah bener nih namanya Farah orangnya aja parah pisan tamu kok kyak gitu dasar parah parah."


Yunip hampir jatuh terjerembab ke lantai akibat dorongan dari Farah.


Dilihatnya wanita setengah baya yang masih terlihat cantik itu tengah menikmati makan siangnya,Farah tau itu bukan mamanya Leo,tapi Leo sudah menganggap sebagai mamanya jadi dia harus terlihat anggun elegan dan sopan.


"Siang tante."


Sapa Farah pada Amanda,dan di ulurkan tangannya pada Amanda.


"Siang,siapa kamu nak."


Amanda bertanya tanya pada wanita cantik yang dia lihat itu.


"Farah tante,aku temannya Leo."


Senyum manis dia perlihatkan tapi dari jauh Yuni melihatnya malah terkesan senyum yang dibuat buatnya.


****Teman???,aduh kayanya tidak,tidak seperti biasanya bukan nak Leo kedatangan teman wanitanya,apa mungkin dia kekasih nak Leo,dan dia tak enak hati padaku jika dia sebenarnya sudah ada pengganti putriku,atau mungkin dia mau kasih kejutan padaku,ternyata dia sudah memiliki kekasih yang sangat cantik ini.


"Tante.."


Sapa Farah yang melihat Amanda hanya bengong.


"Eh maaf tante malah bengong,ayo duduk nak."

__ADS_1


Amanda mempersilahkan Farah duduk.


__ADS_2