
Leo menuruni tangga dengan menggendong putri kecil
yang cantik siapa lagi kalo bukan baby Michelle.
Amanda berada di samping Leo dan Evan yang berada di dibelakangnya.
Semua mata bahkan media tertuju pada Leo yang sedang menuruni tangga,tak hanya para undangan kaum hawa yang terpesona tapi juga para tamu pria seakan merasa iri dengan ketampanan Leo.
"Eh lihat pengantin prianya turun,jadi iri aku udah tampan gagah tajir lagi,tapi sayang andai saja dia jadi bersanding dengan nona Vani berasa di surga dunia dia.."
Celoteh salah satu tamu undangan pria.
"Loh nona Farah juga cantik kok,gak jauh beda dengan nona Vani.."
"Alah bro,lu kemana aja bener sih dia juga cantik,tapi lebih cantikan nona Vani bahkan hatinya juga baik makanya dia sampai di juluki sang primadona di kampusnya dulu,tapi sayangnya dia harus mengalami hal hal tragis karna kecantikannya bahkan di sisa hidupnya."
Tamu itu merasa iba dengan nasib Vani.
"Sudah jangan di bahas takutnya ada yang dengar,kasian tuan Leo kalo dengar dia bahkan butuh waktu bertahun tahun untuk bisa melupakan kejadian itu."
Kini Leo juga Farah melakukan janji suci pernikahan,
disisi lain di mansion mewah terlihat ada seorang gadis yang terbaring mulai menunjukkan gerakan tangannya.
"Dokter nona,nona ada pergerakan."
Ucap perawat itu.
Dokter yang lagi memeriksa gadis itupun langsung tertuju pada jari jemari wanita itu yang di tunjuk perawat,dan benar saja terlihat gerakan kecil yang membuat perawat dan Dokter itu merasa terharu,karna tak hanya berhari hari atau ber bulan bulan bahkan bertahun tahun wanita itu koma,bahkan para Dokter terhebat pun sudah angkat tangan dengan kondisi gadis itu,namun Pria tua yang menemukannya bersikeras jika suatu saat gadis itu akan sadar dari komanya,
jika dia sadar pun itu merupakan keajaiban,wanita itu mengalami cedera otak traumatis akibat benturan di kepalanya juga akibat tenggelam yang menyebabkan pecahnya sel otak menghalangi aliran darah ke otaknya membuatnya koma.
Suster memberi tau pemilik mansion mewah itu,gadis itu tidak dirawat di Rumah Sakit namun di mansion mewah milik pria tua kaya itu.
Walaupun hanya di mansion tapi perlengkapan untuk perawatan bahkan ada Dokter dan suster khusus yang tak diragukan lagi dengan kemampuannya ditujukan untuk merawat gadis itu,sengaja beliau lakukan agar dia juga bisa memantau langsung setiap saat.
Suster itu memberitahu pria tua yang diketahui bernama Jovan Abraham orang terkaya di negara tersebut.
Opa Jovan berjalan cepat walaupun umur tak lagi muda namun tubuhnya tetap terlihat gagah bahkan jika melihat cara berjalannya tak terlihat usia tuanya.
"Doctor how is my little girl."
Tanya Opa Jovan.
"Miss showed a very good reaction big lord, I think it's a miracle."
Bersamaan dengan Leo yang telah sah menjadi suami Farah,Leo meneteskan air mata tapi tak seorangpun yang menyadarinya karna orang orang yang masih sibuk dengan sorakan kebahagiaan melihat Leo pada akhirnya menikah,gadis cantik yang tengah koma itu menarik nafas panjang dan perlahan membuka matanya disaat Dokter menjelaskan kondisi gadis itu.
Opa Jovan Dokter dan perawatannya sontak kaget tak percaya dengan apa yang mereka lihat,mereka mendekati gadis itu.
"Lihatlah Belinda Lano putri kecilmu telah kembali untuk ayahmu ini."
Opa Jovan menangis bahagia mendapati cucu kesayangannya yang telah hilang bahkan ketemu disaat koma kini telah sadar.
Dokter memeriksa keadaan dan benar saja gadis itu telah sadar dari komanya.
Amanda menangis antara terharu melihat Leo yang akhirnya menikah dan sedih karna teringat putrinya.
🍂🍂🍂
__ADS_1
Di mansion setelah hampir satu bulan gadis itu semakin membaik kondisinya tapi dia tak lagi ingat dirinya sendiri,dan suaranya yang seakan susah bicara hanya bisa mengangguk dan menggelengkan kepalanya.
Setiap hari Opa selalu mengajak bicara gadis kecil itu,mengajari bicara,jalan bahkan makan.
Opa terharu seakan teringat gadis itu sebelum hilang gadis itu selalu manja dengannya,makan pun selalu minta disuapin Opa nya,bahkan dia juga yang menyaksikan saat cucunya itu belajar berjalan.
"Aa pa..u...ng....k.."
Gadis itu mulai bicara saat melihat Opa Jovan menitikkan air matanya,walaupun sama sekali tak jelas Opa sangat lah bahagia.
"My little daughter, talk to Opa???"
Opa Jovan memeluknya erat,betapa bahagianya dia melihat perkembangan gadis itu yang tak lain adalah cucunya.
Opa Jovan seakan tau apa yang ingin dia tanyakan.
"Apa kamu ingat siapa namamu sayang??."
Gadis itu masih saja hanya menggelengkan kepalanya saat Opa menanyakan namanya.
"Your name is Caroline Brianna Abraham,Caroline cucu keluarga besar Abraham putri satu satunya dari putriku Belinda Brianna Abraham dan menantuku Lano wijaya Abraham,dan Opa...Opa Jovano Abraham,aku Opa mu sayang."
Gadis itu hanya mengangguk dan melihat ke sekelilingnya.
Opa Jovan memegang jemari Caroline dengan lembut.
"Mereka sudah di surga sayang,mereka tak bersama kita lagi.
Caroline hanya tersenyum kecil seakan merasa kecewa tapi disembunyikan.
Setelah mengurus cucunya,Opa menyerahkan tugasnya pada perawat untuk merawat cucunya dan dia seakan bersemangat untuk bekerja lagi setelah hampir 4 thun dia menugaskan anak angkat dan putranya atau cucu angkatnya yang mengurus perusahaan keluarga Abraham.
Kelvin pria pemalas dan suka gonta ganti perempuan dan kembarannya Alvina gadis cantik yang tomboi tapi pribadinya sangatlah baik,dialah yang sering menghibur Opa Jovan saat teringat cucunya,namun ia tak suka di bidang bisnis tapi lebih memilih menjadi seorang penyanyi lady rocker bahkan kini dia sudah menjadi lady rocker ternama,
yang membuat ayahnya tak begitu menyukainya,bakatnya turunan dari sang ibu
penyanyi ternama,namun disaat karirnya melejit ibu Alvin meninggalkan suami dan dua anak kembarnya.
Saat jam masih menunjukkan jam kerja Opa tanpa mengabari putra angkatnya ke perusahaannya.
Betapa kagetnya dia saat mendapati kelvin berada di kursi kebesarannya tengah asyik memangku sekretaris
Marcello.
Opa Jovan marah besar hingga membuat dua orang tersebut ketakutan.
Opa memanggil Marcello yang ternyata tak berada di kantornya,saat tiba Marcello kaget dengan apa yang di katakan Opa Jovan,Opa menyuruh ayah dan anak itu pulang ke mansion sedangkan sekretaris itu langsung di pecat disaat itu juga.
Di mansion Marcello dan Kalvin hanya terdiam dan menunduk saat Jovan marah besar,Jovan mengambil alih kembali perusahaannya itu karna merasa tugas yang dia berikan tak di jalankan dengan baik,Opa menyuruh Marcello bersama putranya itu membangun perusahaan satunya,dia ingin Marcello dan putranya merasakan jatuh bangunnya membangun perusahaan.
Alvin yang baru datang yang berniat berkunjung menjenguk Opanya kaget karna ada ayah dan kembarannya.
"Opa???."
Opa Jovano mengangkat tangannya disaat Alvin ingin bertanya,membuat Alvin terdiam.
Setelah keluarganya pergi Opa menjelaskan apa yang terjadi pada ayah juga kakaknya.
Alvin begitu malu pada Opanya,pria tua yang baik hati bahkan menolong keluarganya disaat mengalami keterpurukan malah harus di permalukan oleh keluarganya.
__ADS_1
"No problem Alvin."
Opa tau apa yang di rasakan cucunya itu dia tak ingin Alvin bersedih karna ulah kakak dan ayahnya.
"Kebetulan kau kesini,Opa akan mengenalkan seseorang padamu."
Alvin langsung mengangguk dan mengikuti Opa saat berjalan.
Bukankah ini jalan ke kamar tante Belinda,siapa yang berada di kamar itu,bukan kah Opa tak menyukainya jika ada yang menempati kamar putrinya.
Batin Alvin yang penasaran seseorang yang ingin dikenalkan padanya.
Ceklak...
Suara pintu terbuka terlihat dua wanita satu perawat yang sedang menyisir rambut panjang perempuan yang satunya yang berada di kursi roda yang tengah menghadap ke arah jendela yang menikmati pemandangan luar.
"Tuan besar..."
Perawat itu menundukkan kepala memberi hormat pada Opa Jovano.
Opa berjalan didepan menuju Caroline di ikuti Alvin.
Mulut Alvin menganga saat melihat Caroline,gadis cantik yang tak hanya membuat para lelaki terpesona tapi juga kaum wanita yang seakan kagum dengan kecantikannya.
"Siapa dia Opa???."
Tanya Alvin.
"Dia cucu Opa."
Jawab Opa Jovan dengan senyumnya.
"Caroline,cucu Opa yang...????."
Alvin tau tentang Caroline karna Opa selalu menceritakannya.
Opa mengangguk membenarkan ucapan Alvin sebelum Alvin selesai berucap.
Alvin langsung menutup mulutnya dan langsung memeluk Caroline,Alvin ikut bahagia dia bisa merasakan betapa bahagianya Opa Jovan yang sudah menunggu cucunya kembali padanya.
.
.
.
.
.
.
.Hi Reader sepertinya kalian tau siapa Caroline,
😊😊😊 author udah siapin kejutan kok,agar kalian tak merasa kehilangan pemeran utamanya.
Yuk baca yuk....Pasti lebih seru lanjutan ceritanya.
Sehat selalu semoga hari2 kita penuh dengan kebahagiaan.
__ADS_1