
Di restoran Dion dan Claire berada.
"Sayang gimana,cocok kan tadi gaunnya aku pakai."
Clair sedang menikmati makanannya sambil tersenyum senyum membayangkan dirinya yang bersanding dengan Dion dengan pesta yang begitu mewah."Sayang aku udah gak sabar kita bersanding ya
l sayang."
Claire melihat Dion yang hanya melamun.
"Sayang...Kok malah ngelamun."
"Hem...maaf Claire,aku harus cepat cepat ke rumah sakit."
Kilah Dion.
"Loh kamu emang gak cuti sayang."
"Tidak."
Jawab Singkat Dion.
Sebenarnya Dion hanya mencari alasan untuk menghindari tunanganya.
Saat keluar dari restoran Dion tak sengaja berpapasan dengan Aleta.
"Dion!!!."
Teriak Aleta yang membuat Dion menoleh kearah Aleta.
"Aleta."
Ucap Dion saat melihat Aleta.
Aleta langsung berlari dan memeluk Dion setelah memastikan itu benar benar Dion.
Dion mencoba menghindar tapi Aleta malah semakin erat pelukanya.
"Hey, you...Apa apaan ini,ngapain you peluk peluk Dion!!!!."
Claire menarik Dion dari pelukan Aleta.
"Ih apa sih,..Siapa kamu,ngapain nyuruh nyuruh aku lepasin Dion???."
Aleta geram dengan wanita yang tiba tiba datang dan menarik Dion.
Claire tersenyum menyeringai memperlihatkan ujung bibirnya yang terangkat sebelah,dengan sombongnya dia memperkenalkan dirinya sebagai calon istri Dion.
"Kenalin aku Claire dan sebentar lagi menjadi nyonya Claire Airlangga,aku calon istri Dion."
Claire dengan bangganya mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Aleta.
"Apa???,hah itu nggak mungkin.Are you dreaming???, come on jangan bermimpi..."
Aleta tak percaya dengan Claire,bahkan dia berfikir gadis itu sedang bermimpi,karna setau Aleta Dion tidak mungkin semudah itu melupakan Vani,karna dia saja sulit merebut kembali hati Dion dari Vani.Dion yang melihatnya menjadi tak tega,karna pada saat Dion membenarkan perkataan Claire terlihat mata Aleta yang berkaca kaca.
Aleta benar benar tak habis pikir dengan Dion,Aleta merasa kecewa,Aleta berlari pergi meninggalkan Dion dan Claire,Dion mencoba mengejarnya namun keburu Aleta menaiki taksi.
"Sayang jadi benar Vani itu pernah ada hubunganya denganmu,lalu siapa Aleta apa dia juga pernah ada hubunganya denganmu,apa kau masih menyukai wanita yang bernama Vani itu,ayolah sayang mereka tak lebih cantik dariku.."
Beberapa pertanyaan Claire tak di gubris Dion.
"Sayang kok malah diem,aku lebih cantik bukan dari mereka,mereka hanyalah wanita mura*an yang tak tau diri.."
Cerca Claire pada Vani dan Aleta membuat Dion naik pitam.
__ADS_1
"Cukup Claire apa kau tidak bisa diam hah...,jangan pernah sekali kali kau menghina Vani jika kau masih sayang nyawamu!!!,"
Ancam Dion,
"kau dengar baik baik walaupun aku menikahi mu itu hanya karna mama,tetap wanita yang aku cintai hanya Vani kau dengar itu!!!!."
Claire yang tadinya bergelayut di tangan Dion kini tubuhnya terhempas di lantai akibat dorongan dari Dion.
Bahkan Dion tak pedulikan banyak pasang mata yang melihatnya,bahkan jadi bahan pembicaraan orang orang.
Claire merasa sakit hati dengan ucapan Dion,Claire tau betul Dion memang tak pernah mencintainya,dia mau menikah pun karna mamanya yang meminta,
namun sifat Dion sangat baik selama ini padanya,namun kelembutan sikapnya yang berubah kasar hanya karna dia menghina Vani membuat Dion benar benar murka,
"Hikss hikss,kamu jahat Dion...."
Claire berlari dengan tangisannya.
Dion merasa frustasi dari pertemuannya dengan Vani Aleta dan saat ini Claire menangis karna dia,Dion hanya takut jika saja Claire mengadu pada mamanya.
Aleta kini ada di bar,botol botol minuman ber alkohol pun berjejer karna pesanannya.
Beberapa teguk telah di minumnya,Aleta benar benar terpuruk.
"Aleta."
Aleta menoleh dan didapatinya pria yang dia kenal.
"Evan.."
Jawab Aleta.
"Aleta kenapa kenapa kamu ada disini,dan lihat lah penampilanmu pun terlihat tidak seperti biasanya yang elegan."
"Aku gak peduli van,kau tau selama ini aku mencari Dion aku masih berharap bisa bersamanya aku masih menunggunya tapi kau tau tadi aku bertemu denganya bersama wanita lain yang mengaku sebagai calon istrinya."
Racau Aleta saat menjelaskan tentang dirinya yang bertemu Dion.
****kenapa Aleta yang ada di otak kamu hanya ada Dion pria breng*ek itu,kenapa sedikit saja kau tak pernah melihat ketulusanku,bahkan aku selalu menurutimu apa maumu termasuk merusak kebahagiaan Vani dan Dion tapi kau..
batin Evan.
"Van!!!!,ngapain lu malah bengong.."
Aleta marah karna merasa di cuekin Evan,Aleta yang masih menengguk minumannya sudah mulai sempoyongan kini Aleta berniat pergi.
"Em Aleta maaf bukan maksudku.."
Ucap Evan dengan tanganya yang ingin memegangi Aleta yang akan terjatuh.
"Ahh...Stupid!!!, don't hold me."
Aleta mengibaskan tangannya.
Aleta berjalan dengan sempoyongan,Evan yang tidak ingin ada pria yang memanfaatkan kondisi Aleta mencoba mengejarnya dan mengantarkan ke salah satu kamar hotel yang juga masih berada di bar mewah itu.
"Dion kau jahat,kau..."
Racau Aleta saat di baringkan Evan di tempat tidurnya.
Aleta menarik kerah Evan hingga kini Evan menindih tubuh Aleta.
Begitu dekat bahkan tak ada jarak diantara mereka,Aleta selalu menyebut nama Dion,Aleta tak sadar jika yang dia peluk adalah Evan.
Evan sebenarnya merasa sakit hati karna disaat tk sadar pun Aleta masih menyebut nama Dion,Evan begitu mencintainya,namun Aleta sedikitpun tak pernah perduli dengan perasaanya,baik pada Evan pun disaat dia membutuhkan bantuan seperti halnya menjebak Vani yang di iming imingi menerima cintanya namun hanya rasa pahit yang dia terima.
__ADS_1
"Dion sayang.Come on, let's enjoy tonight to have fun,
please don't go again..."
Aleta trus merayu Evan.
"Aleta kumohon jangan seperti ini,aku takut tidak bisa mengendalikan diriku."
Evan masih berusaha mengendalikan dirinya,namun Aleta malah semakin menjadi.
Aleta mem*elai d*d* Evan yang bajunya terbuka akibat kancingnya yang hilang karna tarikan Aleta sebelumnya,awalnya Evan berusaha menolak tapi lama kelamaan ha*r*tnya yang berusaha ditahannya pun sirna, libidonya semakin tinggi akibat sentuhan sentuhan lembut dari Aleta.
Evan kini berani mulai menc*um bibir Aleta,lum*tan lum*tan yang dia beri semakin dalam hingga yang tadinya ragu kini menjadi bringas sampai sampai Aleta dibuat kewalahan,dan Evan kini melepas ciumannya ketika merasa Aleta tak bisa bernafas.
"Dion,arrg sayang..."
Racau Aleta,tapi Evan sudah tak pedulikan perasaannya lagi saat mendengarnya,karna kini yang ada di otaknya hanya untuk memuaskan hasratnya.
Evan menc*umi tiap inci leher jenjang Aleta hingga membuat Aleta tak tahan lagi,Evan kini membuka kancing baju Aleta satu persatu dan membuka bra Aleta hingga terlihat gundukan daging kenyal yang membuatnya terasa kelaparan ingin segera melahapnya.
Evan melahap lembut gundukan itu membuat Aleta meracau tak jelas,membuat Evan benar benar tak tahan untuk lebih dalam.
"Come on baby..."
Aleta meracau karna tak tahan lagi terbakar gairah.
"Come on sayang,please jangan siksa aku oouhh baby..."
Des*han Aleta terasa begitu indah di telinga Evan,hingga pada akhirnya Evan pun tak tahan.
"Arrgh,Sayang..."
Evan mulai menghujamkan miliknya hingga berkali kali sampai mencapai k*ima*s bersamaan dengan Aleta,Evan merasakan kehangatan yang keluar dari dirinya yang masih berada didalam milik Aleta.
Evan menc*um bibir ranum Aleta kembali sebelum menjatuhkan dirinya di samping Aleta,Evan mencium kening Aleta kini rasa puas dan lelah menyelimuti kedua anak manusia itu,tubuh yang masih sama sama polos tanpa sehelai benangpun kini tertutup selimut.
Pagi menjelang siang,jam sudah menunjukkan pukul 9 pagi,sinar matahari bahkan sudah masuk di celah celah jendela kamar Aleta,hingga mengenai wajahnya membuatnya terbangun.
Aleta merasa tubuhnya remuk redam,terutama di bagian area sensitifnya terasa sakit
Aleta masih belum sadar sepenuhnya,kepalanya masih terasa berat dan pusing,namun dia tersadarkan saat mendengar dengkuran halus dari sampingnya,saat dia menoleh betapa kagetnya Aleta didapati Evan berada di sampingnya yang masih berselimut,
Aleta melihat tubuhnya di bawah selimut,betapa kagetnya dia melihat dirinya yang sudah dalam keadaan tubuhnya polos tanpa sehelai benangpun.
Aleta mengumpulkan kepingan kepingan ingatanya,dari dirinya saat minum bertemu Evan dan saat dibawa ke kamarnya dan....
"Enggak ini nggak mungkin...!!!"
Aleta histeris yang membuat Evan terbangun.
.
.
.
.
.
.Yuk Readers selalu ikuti cerita Vani di novelku ini ya,kasih semangat dong biar tmbah semangat bikin ceritanya,
Sepertinya Aleta kena karmanya ya man teman๐๐,yuk selalu ikuti lanjutannya...
Sehat selalu .....
__ADS_1