
Tok tok....
Pamela mengetuk pintu menantunya namun tak ada sahutan ataupun membuka pintu.
Ceklak...
Pintu terbuka,Pamela melihat menantunya yang masih terisak akibat sakit hatinya pada Dion.
Pamela mendekatinya.
"Sayang mama meminta maaf atas apa yang anak mama lakukan."
Pamela membelai lembut rambut menantunya,
Claire berbalik menatap mama mertuanya
"Stop ma...."
Claire dengan kasar menghempaskan tangan mertuanya dengan kasar,
"ini semua itu salah mama bukan suami Claire,andai saja mama tidak selalu menuntut aku kasih cucu ke mama tiap hari gak mungkin aku berantem sama Dion ma!!!!,aku bosan aku jenuh tiap hari harus urusin mama yang penyakitan,dan satu lagi ma,kalau bukan karna Dion Claire capek mesti pura pura baik sama mama.."
Pamela terpukul dengan ucapan menantunya,menantu yang dia pilihkan sendiri yang dia anggap tulus merawat dirinya ternyata itu hanya kebohongan Claire,Claire berpura pura baik hanya untuk Dion.
"Apa maksudmu nak,jadi ini sifat asli kamu Claire,mama menyesal telah memaksa Dion menikahi iblis sepertimu???..."
Claire bukannya menjawab malah hanya senyum sinis yang dia berikan pada Pamela.
"Sekarang mama sudah tau siapa Claire bukan,sekarang mama pergi dari sini!!!."
Claire mendorong keluar Pamela dari kamarnya.
"Dasar menantu durhaka!!!,aku akan bilang ke putraku agar menceraikan kamu istri seperti ular...!!!!."
Pamela bergegas menuju putranya berada tapi saat di tangga.
Arrrggg....
Terdengar teriakan mama Dion,Dion yang mendengar langsung berlari menuju asal suara mamanya.
Claire langsung berlari menuju kamarnya kembali.
"How about this Dion bisa membunuhku,I hope the old lady dies,semoga tuh nenek nenek mati aja,kalo nggak pasti dia mengadu pada Dion,oh no no no Dio beneran bisa membunuhku...."
Claire takut jika Dion mengetahui jika dia penyebab mamanya jatuh,Dion tidak akan tinggal diam.
"Maaaa!!!!!."
"Nyonya!!!!."
Teriak serempak antara Dion juga asisten rumah tangga Dion.
Dion berlari menuju mamanya yang sudah tak sadarkan diri.
"What happened mom???."
Dion begitu takut kehilangan mamanya,dia sangat menyayangi mamanya terlebih mamanya yang telah merawatnya dari kecil seorang diri setelah kepergian kakek juga papanya.
"Bibi panggil ambulance sekarang bibi."
Dion menyuruh untuk di panggilkan ambulance.
Setelah menunggu sesaat ambulance datang,dan Dion segera melarikan mamanya ke rumah sakit terdekat.
"Bibi bilang ke nona untuk segera menyusul ke rumah sakit x..."
Dion masih mengira Claire marah padanya sehingga dia tidak keluar pada saat terjadi kegaduhan,yang tanpa dia sadari semua kegaduhan itu berawal dari istrinya.
Setelah di Rumah sakit terdekat Dokter Pamela masih berada di dalam IGD,
Dion masih menunggu Dokter itu keluar,terlihat istrinya sampai.
"Mama, why did Dion fall???.
Claire pura pura tak tau tentang apa yang terjadi.
"Mama jatuh dari tangga,dan tak sadarkan diri mama koma Claire,entah kenapa bisa mama..."
__ADS_1
Belom selesai bicara tiba tiba Dion langsung melirik Claire,kamar mananya berada di lantai satu karna tidak mungkin mamanya harus naik turun tangga,tapi kenapa bisa mamanya jatuh dari tangga,pikiran Dion tertuju pada Claire ada yang tidak beres.
"Why???, why are you looking at me like that honey?."
Claire merasa Dion mencurigainya.
"Kenapa mama bisa terjatuh,bukankah kamar mama ada di lantai satu Claire,apa mama sempat menemui mu?."
Pertanyaan Dion menyudutkan Clair.
"I don't know baby,dan mama gak ada ke kamarku,yah mungkin saja mama mau ke teras cari anging kan,itu kan mungkin saja."
Elak Claire.
"Kau mungkin benar,tapi tidak menutup kemungkinan kau juga tau tentang jatuhnya mama."
Lagi lagi Dion menyudutkan Claire,"Jika memang kau ada di balik jatuhnya mama kau akan tau akibatnya."
Ancaman Dion membuat Claire sedikit khawatir,Dion akan mencari bukti.
Claire memutuskan untuk pulang,menghindari berbagai pertanyaan dari suaminya,dia beralasan dirinya yang sedang tak enak badan dan ingin istirahat.
Sesampainya di rumah Claire menuju ruang kerja suaminya,dan mencari rekaman Cctv di rumahnya,
Claire berusaha membuka file suaminya,akhirnya apa yang dia cari dia dapatkan dan dia melihat hasil rekaman rekaman tersebut,
benar saja apa yang di takutkan Claire terekam jelas di Cctv rumahnya,Claire menghapus bagian di mana mamanya menuju kamarnya dan saat dia mendorong mamanya hingga terjatuh.
Dion yang masih menunggu mamanya terlihat sangat sedih,dia merasa takut kehilangan mamanya,selama ini hanya mamanya yang membuatnya bahagia dan kuat setelah kepergian orang orang yang dia cintai termasuk kepergian mantan kekasihnya yang dia cintai.
Beberapa hari berlalu,Dion masih menunggu ibunya sadar,saat Dion ingin ke toilet tangan mama yang dia genggam terasa bergerak.
"Ma...."
Dion melihat tangan mamanya yang mulai bergerak,tak lama mamanya membuka mata,melihat Dion seakan mamanya ingin mengatakan sesuatu namun suara yang tak jelas membuat Dion tak bisa memahaminya,
tak lama pula mamanya mulai terasa nafasnya berat,dan garis monitor menunjukkan detak jantung dan nadi yang semakin melemah.
"Dokter Dokter!!!!!."
Setelah Dokter sampai,Dokter mulai memeriksa mamanya,Dion ikut menangani mamanya.
"Ma...,please jangan tinggalin Dion ma..."
Air mata Dion mulai membasahi pipinya,rasa takut kehilangan sosok mama menyelimuti hatinya.
Garis datar terlihat di monitor,
Dokter menepuk pelan bahu Dion.
"Maaf Dion..."
Hanya dua kata saja yang keluar dari Dokter yang menangani mamanya juga.
Dion menyadari apa yang terjadi.
"Ma....!!!!!"
Teriak Dion.
"Dokter Dion yang sabar,Dokter Pamela sudah tiada..."
Suster mencoba menenangkan Dion yang mulai histeris melihat tubuh mamanya yang sudah tak bernyawa,sosok mama wanita cantik yang kuat bahkan bisa melawan penyakitnya yang diderita hingga bertahun tahun lamanya.
Dion merasa tubuhnya lemas tak berdaya,Dion juga sebagai Dokter kini dia bisa merasakan apa yang dirasakan keluarga pasien yang di tinggal mati oleh keluarga.Dion baru menyadarinya Dokter tak selamanya bisa membuat orang sehat,selama ini dia tak pernah gagal untuk merawat pasiennya hingga dia di nobatkan sebagai Dokter terbaik,namun kali ini dia merasa menjadi Dokter gagal,bahkan untuk merawat mamanya dia tak bisa.
Hari dimana pemakaman di langsungkan,keluarga besar Guinandra pun turut hadir untuk melangsungkan pemakaman banyak rekan rekan para Dokter juga.
Terlihat tegar namun terasa teriris hati Dion melihat orang orang yang berdatangan mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya mama tercinta.
setelah harinya Dion mencari barang bukti namun dia tak mendapatkan apapun,bahkan Cctv dirumahnya mati,rekaman pun tak ada dia berpikir Claire yang telah menghapusnya,namun dia tak bisa menuduhnya tanpa adanya bukti,Dion mencoba tenang dan menunda mencari buktinya kembali setelah 7 hari mamanya meninggal.
Disisi lain Claire masih merasa tidak tenang,bagaimanapun dia harus mendapat cara agar Dion tak lagi mencurigainya,entah karna banyak pikiran atau apa tiba tiba mata Claire berkunang-kunang.
Bruk...
"Nona....!!!!!."
__ADS_1
Teriak asisten rumah tangga Dion saat melihat Claire terjatuh tak sadarkan diri.
"Tuan nona pingsan.."
Asisten rumah tangga menelfon Dion pada saat ingin menemui Detektif ternama,Dion putar balik menuju rumah sakit dimana Claire dirawat.
"What,I'm pregnant Doctor...????."
Claire kaget dengan apa yang di beritahu Dokter tentang kehamilannya.
"Duh selamat ya nyonya..."
Ucap asisten yang menemani Claire.
Aku hamil,wow aku bisa gunakan kehamilanku ini untuk membuat Dion tak lagi mencurigai ku,aku tau aku belom siap dengan baby ini,tapi ini lebih baik dari pada aku masuk ke penjara...
Tapi....,bukankah dulu aku sudah menggugurkannya???..
Lantas ini baby...
Claire melotot teringat sesuatu,ternyata tanpa di ketahui Dion dan mertuanya Claire sempat hamil,namun karna dia belom siap terlebih dia selalu mengutamakan penampilannya,dia tidak mau badannya yang seperti model dambaan para lelaki juga wanita harus berubah karna kehamilannya.
"Nyonya!!!!!...."
Suara asisten rumah tangganya begitu nyaring hingga membuat telinga Claire sakit.
"You stupid,kau membuat telingaku sakit."
Claire marah.
"Abisnya nyonya diajak berbicara dari tadi diem aja malah melotot lagi bukanya jawab,bu Dokter juga dari tadi panggil panggil non,yah aku takut non kena sindrom hamil atau apa gitu non."
Assisten itu berusaha menjelaskannya.
"Yasudah saya permisi dulu nona."
Dokter itu pamit dengan tersenyum.
"Iya Dok."
serempak antara asisten dan Claire.
Ceklak...
Terdengar pintu terbuka,kedua wanita yang berada di ruangan serempak melihat siapa yang datang,terlihat Dion memasuki ruangan.
Claire tersenyum senyum,begitu juga asistennya.
"Tuan selamat ya tuan.."
Ucap Surti asisten rumah tangganya.
"Apa maksudmu?..."
Dion mengerutkan keningnya,baru saja dia datang tapi malah banyak pertanyaan di kepalanya.
"Honey sini.."
Claire terlihat manja,Dion pun mendekat dan diraihnya tangan Dion di perut Claire.
"Kau kenapa Claire??,senyum senyum aneh."
Ucap Dion.
.
.
.
.#####
Hai Readers,selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan ya,...
Yuk baca yuk...puasa puasa rebahan sambil baca novel kesayangan kita ini..
Makasih udah mampir dan moga sehat selalu yah..
__ADS_1