Terenggutnya Kesucian Sang Primadona

Terenggutnya Kesucian Sang Primadona
52.Kejahilan yang dilakukan Carlos.


__ADS_3

Di mansion pukul 06.30 pagi Leo seperti biasa sarapan dengan mama Amanda,sesibuk apapun Leo dia sempatkan sarapan bersama mama bahkan di jam siang pun dia akan pulang hanya untuk makan siang bersama mama Amanda,dia tidak ingin di usia senja mama dari kekasihnya itu merasa kesepian.


"Nak Leo,apa nak Leo menganggap mama seperti mama kandung nak Leo???."


Pertanyaan mama membuat Leo bingung.


"Tentulah ma,Leo kan pernah bilang mama itu mama Vani kekasih Leo,berarti mama juga mama Leo apalagi mama tau Leo sudah tak ada ibu bukan."


Leo meraih tangan Amanda,


"mama kenapa tiba tiba tanya seperti itu,mah...Sampai kapanpun mama akan Leo anggap orang tua Leo sendiri."


Sesaat kemudian Leo kembali memakan makanannya,


tapi tidak dengan Amanda,masih terlihat gusar seakan ingin mengatakan sesuatu tapi ada keraguan takut melukai perasaan Leo.


"Eem...Mama boleh minta sesuatu???."


Tanya Amanda sedikit ragu.


"Hem...Tentu ma."


Leo mengangguk anggukan kepalanya tanda setuju.


"Menikahlah nak Leo."


Ucap Amanda hingga membuat Leo tersedak.


"Uhuk....uhhhuuk.."


Amanda langsung mengambil air minum untuk Leo.


"Nak,aduh kenapa sampai tersedak kayak gini,pelan pelan makanya nak Leo,aduh nih minum dulu."


Amanda tak tau jika yang membuatnya sampai tersedak adalah ucapannya.


"Ma,menikah???,kenapa tiba tiba mama minta Leo nikah ma??."


Leo bener bener kaget dengan permintaan mama dari kekasihnya itu.


"Nak,kamu kan sudah berumur ya mama pengen kamu kayak temen temen kamu yang lain,lihatlah sekarang umur kamu sudah 30tahun lebih,usaha bisnis kamu juga gak diragukan lagi kamu juga ganteng,gak usah kamu cari calon istri saja pasti banyak yang antri di luaran sana,tuh lihat sahabat kamu Carlos dan Monica saja sekarang udah nikah udah punya anak yang lucu lagi."


Pinta Mama dengan nada semangat memohon untuk Leo menikah.


"Tapi ma..."


Ucap singkat Leo yang kembali di potong Amanda.


"Nak...Mama juga pengen gendong cucu,terlebih mama juga gak mau nak Leo berlarut-larut dalam kesedihan kehilangan putri mama.


Ucapan mama berubah menjadi sendu,terlihat air mata yang ditahan seakan ingin menerobos.


"Tuh kan mama malah sedih lagi,mah Leo..."


Ucapan Leo lagi lagi terpotong dengan kehadiran tamu.


"Pagi tante..."


Ucap Monic.


Amanda dan Leo menoleh kearah suara,terlihat keluarga kecil dari Carlos dan tentunya baby mungil di gendongan Monic.


"Pagi,nak Monik.."


kesedihan tak berlangsung lama,senyum tergambar di bibir Amanda apa lagi saat melihat baby mungil yang di bawa Monica.


Amanda seakan langsung ingin berlari lupa jika kakinya sedang sakit karna terkilir saat terjatuh.


"Mah...Kaki mama kan lagi sakit!!!."


Leo langsung memegangi Amanda saat akan terjatuh.


"Aduh mama sampe lupa..Iya nak Leo,"


Amanda duduk kembali,"sini cucu oma...Bolehkan nak Monic???."


Amanda meminta menggendong.

__ADS_1


Carlos dan Monica mencium punggung tangan Amanda,dan mencium pipinya selayaknya anak anaknya sendiri,lanjut berjabat tangan dengan Leo.


"Ya tentu boleh dong ma..,bukanya Monic udah mama anggap anak mama juga,sama seperti kak Leo bukan????..,berarti baby Michelle cucu mama juga dong??."


Amanda tersenyum terharu,betapa mereka menyayanginya dengan tulus,semua karna kebaikan Vani,yang membuat banyak orang yang menyayanginya.


"Ayok sayangnya mama,ikut oma...,oma kangen sama kamu.."


Monica mencium putri kecilnya,dan memberikan pada Amanda,Amanda menggendongnya.


Betapa bahagianya terlihat di wajah wanita paruh baya itu.


"Oh iya kayanya tadi serius amat pembicaraannya,kami mengganggu ya????."


Tanya Carlos sambil cengengesan.


Leo yang mendengar ucapan Carlos langsung menepuk jidatnya.


***Sialan ngapain lu tanya kayak gitu kunyuk,hadeh....***


Batin Leo yang masih memijit mijit keningnya,


Carlos sengaja menjaili bertanya karna sebelumya tak sengaja dia dengar pembicaraan Amanda dan Leo,dia tau apa reaksi Leo nantinya.


"Nah itu nak,mama minta untuk nak Leo cepet cepet nikah,biar bisa cepet kasih mama cucu,coba lah nak kau bujuk dia,siapa tau dia mau."


Adu Amanda pada Carlos.


"Ma..Kan Leo belum siap,lagian kalo mama pengen gendong cucu kan udah ada,tuh mama lagi gendong."


Leo mendekati mamanya dan mengambil alih untuk menggendong baby Michelle.


"Yah kan mama maunya cuci dari kamu juga,lagian mau nunggu apa??."


Amanda merasa gemas,karna Leo masih mencari alasan.


"Tau tuh mau,mau nunggu ubanan kali mah,atau jangan jangan nunggu anakku lagi."


Ejek Carlos.


Ucap Leo dengan nada kesal.


"Ye...yang ada akulah yang gak mau,masak punya mantu aki aki."


Pagi itu rame karna kedua lelaki itu.


"Tuh lihat,udah ada uban di kepala mu."


Canda Carlos yang ingin mengusili Leo.


"Kagak mungkin lah,mana ada."


Seru Leo yang terlihat.


"Eman kau bisa lihat tuh belakang kepala mu,kalo gak bertanya aja pada mama atau Monic."


Carlos melirik kearah mama dan Monic,dan mengedipkan mata.


Mama dan Monic hanya tersenyum.


"Mau aku ambilkan???."


Tanya Carlos.


"Take it, I don't want to be called grandpa by your baby.."


Leo merasa malu karna ubannya yang sudah mulai muncul.


Carlos mendekat dan mulai bersiap siap mengambil uban itu,dan.....


"Auuwww,sialan kau...."


Leo memegangi kepalanya yang ternyata bukan uban yang di ambil Carlos melainkan rambut normalnya,dan memang benar dugaan Leo,tak ada uban yang ada keusilan Carlos.


"Ha...ha...ha.."


Tawa kemenangan Carlos membuat ramai di mansion pagi itu.

__ADS_1


"Oke kau menang,tapi tidak untuk ini..."


Leo mengeluarkan senjatanya,dia tau hal yang paling tak dia sukai.


Carlos terdiam dari tawanya dan melihat ap yang dia bawa.


"No!!!!, keep it away from me please!!!!"


Carlos kaget ketika melihat tangan Leo,tangan kanannya memang membuat dia tersenyum tapi tidak untuk yang kanan,karna yang kiri hanya dengan satu lengan Leo menggendong baby Michelle,dan tangan kanannya hal yang membuatnya kaget tak berdaya


yaitu lobster.


"Jauhkan monster itu dariku Leo!!!!."


Carlos sembunyi di belakang istrinya.


"Badan kau aja boleh gedhe,tapi nyali kau kyak anak kecil Carlos hahahaha....!!!."


Ejek Leo,yang juga membuat gelak tawa yang melihatnya,mama Amanda bahagia sekali karna Carlos Leo selalu terhibur.


"Sayang,help me please...Keep it away from me,jauhkan monster itu...!!!!."


Carlos masih sembunyi di belakang sang istri.


"Sayang itu bukan monster tapi lobster,bentuknya tuh lihat lucu, enak lagi di makan...."


Sang istri malah ikut menjahili suaminya.


Banyak hidangan seafood kesukaan Vani,mama ingin merasakan makan paginya yang berbeda,ingin merasakan saat bersama putrinya bahkan bisa merasakan hidangan kesukaan Vani.


"Sudah sudah kalian ini,kalo bertemu pasti kayak anak kecil,Nak Carlos makan sebelah sini saja,biar hidangan seafood ditaruh Yuni sebelah sana."


Amanda menunjuk meja dekat Leo dan seafood akan dekat mama.


"Makasih ma."


Jawab antusias Carlos.


"Sana jauh dariku,jangan dekat dekat denganku..!!!."


Ucap Leo pada Carlos,dan lanjut memberikan baby Michelle paca Monic, Carlos hanya tersenyum mengejek Leo.


Setelah selesai makan Leo memutuskan untuk mengajak mama Amanda Monica serta Carlos untuk ziarah ke makam Vani.


🍂🍂🍂🍂


Di kediaman Dion,Dion masih saja sering terjadi cekcok dengan istrinya,yah pernikahannya keduanya tak pernah ada kecocokan.


"Sayang besok aku boleh liburan ke Prancis ya,temen aku ulang tahun lusa,bolehkan????."


Claire bergelayut manja meminta ijin pada suaminya.


"Apa????,liburan lagi!!!."


Dion merasa geram pada Claire,"kemaren saja kau baru pulang dari Singapura,bahkan kau pergi tanpa persetujuanku Claire padahal aku memintamu untuk menjaga mama,sekarang kau minta pergi lagi ke Prancis."


Dion langsung memarahi Claire karna memang dia baru pulang berlibur dari Singapura.


"Sayang maaf,kalo sekarang tuh bener bener penting banget,dia temen aku loh,come on baby please."


Dion tak menghiraukan,Dion langsung beranjak dari sofa yang dia duduki.


"Sayang.why do you always forbid what i want???..


come on aku juga pingin liburan kayak temen temen,bukan selalu jagain mama di rumah,aku bosan Dion!!!!."


Claire menarik tangan Dion paksa,dia tak terima dengan kelakuan Dion yang malah meninggalkan dirinya.


Plak....


Tamparan keras mengenai pipi putih Claire hingga terlihat merah di pipinya, Claire berlari menuju kamarnya dengan lelehan air mata.


Dion sampai tak bisa mengontrol dirinya karna merasa Claire sudah keterlaluan.


Ada sedikit penyesalan di benak Dion,Dion terduduk kembali di sofanya,menunduk merasa tak berguna sebagai suami.


Tak disangka dari kejauhan mama Dion melihat pertengkaran yang terjadi antara anak dan menantunya,derai air mata berlinang membasahi pipinya.

__ADS_1


__ADS_2