
2 minggu paska Vani keluar rumah sakit,Vani tinggal menghitung hari untuk menyandang gelar sebagai nyonya Leo Guinandra.
Vani begitu bahagia begitu juga Amanda,karna apa yang menjadi amanah dari almarhum suwaminya akan terwujud.
Saat mama dan putrinya menikmati kebersamaan tertawa dan berbincang,tiba tiba datang seorang perempuan yang marah marah di kediaman Amanda.
"Maaaa,mama!!!!."
Teriak Alice.
"Lepas!!!!....Siapa kalian??Jangan sentuh aku,Lepas!!!.
Alice memberontak saat ke dua bodyguard mencoba memegangi tangannya dan ingin membawa Alice keluar karna sudah mengganggu.
"Maaf Nona,jangan bikin onar disini kalo nona masih ingin selamat!!."
Ancam salah satu bodyguardnya Vani.
"Dasar b*doh,aku putri pemilik rumah ini,lepas!!!!."
Alice tetap memberontak,"maaaaa,mama!!!!."
Karna teriakannya Yuni yang berada di taman menyiram bunga buru buru masuk untuk memastikan siapa yang datang.
"Non Alice.."
Yuni kaget dengan hadirnya nona mudanya yang sudah lama pergi.
"Suruh mereka lepasin aku Yun!!!!."
Alice marah karna masih saja kedua bodyguard itu tidak melepasnya
"Kalian lepaskan nona Alice!,
dia putri nyonya Amanda."
Yuni menyuruh kedua bodyguard untuk melepaskan Alice.
"Ada apa ini???."
Tanya Amanda yang datang bersama Vani,karna mendengar kericuhan.
"Nyonya."
Ucap Yuni.
"Lepas!!!."
Alice mengibaskan tanganya dari bodyguardny,
"maaa,apa apaan ini ma!!,apa Alice juga tidak boleh berada disini ma!!."
Alice tersulut emosi,terlebih saat melihat ada Vani,
"kauu!!!!"
Alice menjambak rambut Vani.
"Awwww,kak sakit!!."
Vani kesakitan Amanda mencoba melerai,begitu juga kedua bodyguardny.
Vani langsung memegangi kepalanya yang terasa panas.
"Kak,kenapa kakak marah kepadaku kak??."
Tanya Vani yang merasa bingung.
"Kau masih belom sadar hah!!!,apa kau tidak sadar kau itu wanita sial*n,kau belom puas mengambil tempatku!!."
__ADS_1
Vani yang masih terlihat bingung hanya terdiam.
"Dengar ya Van,akan aku kasih tau tempatmu yang sebenarnya,sini kamu!!!."
Alice menarik Vani menuju kamar Amanda,Amanda menyadari apa yang akan dilakukan Alice pada Vani.
"Alice mama mohon lepaskan Vani,jangan kau lakukan itu sayang,Alice!!!."
Amanda sampai terjatuh dari kursi rodanya,Yuni menolong Amanda, bodyguard yang ingin membantu Vani,Vani kasih kode untuk tidak ikut campur,akhirnya bodyguardnya hanya bisa membantu Amanda.
Bruk....
Alice melempar sebuah kotak ke badan Vani.
Ada selembar foto saat Vani masih kecil bersama Alice dan baju yang di kenakan nya masih tersimpan di kotak.
Alice menceritakan jati diri Vani sebenarnya,saat orang tua kandungnya harus ikut terbakar dalam mobil itu akibat kecelakaan dan papanya harus pergi tidak menyelamatkan orang tuanya melainkan melarikan mama Amanda ke rumah sakit akibat pendarahan yang juga mengakibatkan anak dalam kandungan mamanya tak dapat diselamatkan dan paling menyedihkan saat keluarga Adi malah seakan membuat tidak ada apa apa,Vani begitu sedih mendengarnya.
"Semua itu benar nak,tapi bukan berarti papamu berniat jahat,kau bisa melihat itu sayang."
Mama Amanda tiba tiba datang dan membenarkan tentang jati diri Vani,"Papa Adi begitu menyayangimu seperti putri kandungnya sendiri."
Sambung lagi ucapan Amanda.
Vani tak bisa menjawab,tubuhnya yang terasa lemas harus bagaimana dia pun tak tau.
"Lantas siapa keluargaku yang sebenarnya,aku ingin tau dan menemui keluargaku mah???."
Vani menanyakan pada Amanda,mata Amanda berkaca kaca takut jika Vani yang sudah dianggap putrinya sendiri mencari keluarga Vani yang sebenarnya.
Dalam hati takut kehilangan tapi dia juga tidak seharusnya memisahkan dari keluarganya Vani berhak tau keluarganya,apa lagi
pesan suwaminya Vani harus tau kebenaranya.
Amanda menuju laci nakas di samping tempat tidurnya,di ambillah kotak kecil dan di berikan pada Vani,Vani membuka kotaknya terdapat liontin bentuk love yang dibukanya terdapat foto berukuran kecil ayah ibu juga Vani.
Vani memandangi fotonya.
Amanda menunduk dan menitikan air matanya.
Vani yang menyadari kesedihan mamanya langsung memeluk mamanya.
"Enggak mah,Vani tidak marah sama mama maupun papa,selama ini kalian baik dan mengurusku seperti anak kalian sendiri,."
Vani mengusap air mata Amanda.a
"Jika Vani berniat mencari keluarga Vani membuat mama sedih,Vani tidak akan pernah mencari tau keberadaan keluarga Vani mah,karna mama sudah menjadi keluarga Vani sendiri."
Amanda tersenyum dan mengusap pipi Vani.
"Carilah sayang,kamu berhak tau siapa keluarga kamu,"
Amanda memeluk Vani,"tapi mama mohon berjanjilah pada mama dan almarhum papamu,jangan pernah lupakan kami hikss hikss..."
Mama Amanda terisak takut jika Vani akan meninggalkannya.
"Mama ngomong apa,Vani tidak akan meninggalkan mama Vani sayang mama,mama tau itukan??,Vani anak mama,jika suatu saat Vani tau keluarga Vani,Vani tetap akan menganggap mama ibu kandung Vani dan tidak akan meninggalkan mama."
Vani menyandarkan kepalanya di pangkuan Amanda,Amanda tersenyum merasa lega.
Alice yang merasa kesal karna rencanannya tidak membuat Vani benci dan pergi dari rumah keluarganya.
"Lepasin!!!."
Alice mendorong Vani dan menjauhkan Vani dari Amanda.
"Apa yang kamu lakukan Alice!!."
Amanda merasa benar benar kecewa pada Alice biarpun dia putrinya sendiri,namun yang ada dihatinya dan harapannya disaat tua nanti hanya Vani.
__ADS_1
"Kenapa kau masih berada disini,kau sudah tau siapa dirimu,kamu bukan keluarga kami kamu sudah juga sudah bikin malu keluargaku,aku anak kandung mama dan papa,aku mau kau keluar dari rumahku,kau bukan keluarga papa Adi,sana pergi !!!.."
Alice mendorong Vani.
"Cukup Alice!!!!!!.."
Amanda membentak Alice,karna dirasa kelakuan Alice sudah keterlaluan.
"Maaa.."
Ucap Alice.
"Cukup Alice kamu sudah keterlaluan,kamu tidak berhak mengusir Vani,jikapun ada yang keluar dari rumah ini,itu adalah kamu!!!!."
Ucap Amanda dengan nada tingginya.
"Maa,mama tega sekali ngusir Alice,aku putri kandung mama dan papa,dan dia..."Alice mengacungkan jarinya pada Vani,"dia tidak berhak tinggal disini.."
Alice menyombongkan dirinya.
"Yang berhak disini adalah Vani,karna rumah ini sudah berbalik nama,atas nama Vani."
Amanda memberi tahu tentang rumah yang sudah Adi wariskan untuk Vani,dan Amanda jikapun Alice tinggal dirumahnya diperbolehkan jika pihak pertama mengijinkan.
"Ap..Apaa???,kenapa begitu mah,aku anak kandung mama sama papa bukan wanita itu!!!."
Alice menatap sinis Vani yang juga menuduh Vani mempengaruhi keluarganya.
"Kamu salah Alice,kamu dan Vani sama sama bukan anak kandung papa Adi suwami mama."
Amanda kembali menitikkan air matanya.
Pernyataan Amanda membuat semua orang yang mendengarnya tercengang.
"Enggak,itu nggak mungkin mama bohong kan,iya kan maa!!!."
Alice mengguncang dan mencengkeram pundak Amanda membuat Amanda meringis kesakitan.
"Cukup kak!!."
Vani meraih tangan Alice,Alice ingin menampar Vani yang langsung di cekal bodyguardnya Vani.
Alice mengibaskan tanganya.
"Lantas siapa papa kandungku mah??."
Alice mempertanyakan kebenaranya.
"Mama...Maaf Alice,mama tidak tau."
Jawab Amanda,Alice mengerutkan keningnya.
"Maksud mama apa?,mama hamil aku tapi tidak tau siapa ayahku???."
Amanda mengangguk,membenarkan ucapan Alice.
"Itu gak mungkin mah jangan bilang kalo.."
Belum sempat ucapan Alice Amanda menyela ucapanya,membenarkan jika Alice anak dari lelaki yang telah menodainya,disaat Amanda menjadi tunangan Adi,tapi karna Adi sangat mencintainya,Adi masih tetap menerima Amanda bahkan setelah tau Amanda mengandung anak hasil pemerkosaan itu.
Dari itu semua,Vani menyadari betapa sedihnya saat Amanda dan Adi mengetahui anak kandungnya harus jadi korban kecelakaan itu.
Alice terpukul mendengar kebenaran dari Amanda,
Alice tak terima dia pergi berlari dengan derai air mata.
"Kak..."
Amanda meraih tangan Vani saat ingin mengejar Alice,
__ADS_1
Amanda tau yang di butuhkan Alice saat ini adalah menenangkan dirinya,
Vani menenangkan Amanda yang masih dengan derai air mata.