
"Girl kumohon sadarlah."
Leo menepuk nepuk pelan pipi Vani.
Dokter yang di panggil Yuni sudah tiba,Dokter memeriksa keadaan Vani,Leo begitu khawatir dengan keadaan wanita yang dicintainya hingga membuat dia mondar mandir tak tenang.
"Tuan Leo."
Sapa dokter.
"Iya dok saya,gimana keadaan calon istri saya dok,apakah dia baik baik saja,kenapa dia blom sadar sadar ayo katakan katakan dok???."
Leo mengkrutuki beberapa pertanyaan,dan bahkan mengguncang guncangkan bahu dokternya.
"Tenang tuan."
Dokter berusaha menenangkan Leo.
"Apa tenang,kau pikir apa bisa aku tenang melihat calon istriku tak sadarkan diri begitu lama hah!!!."
Leo menarik kerah Dokternya,kepanikan terlihat di wajah dokter,saat mendapati tatapan tajam Leo
bahkan Yuni yang melihatnyapun tak berani berucap.
"Nak Leo apa yang kau lakukan???,kalo kau seperti ini dokter tidak bisa menjelaskan keadaan putri mama."
Leo yang mendengar ucapan mama Amanda yang datang tiba tiba langsung melepas cengkramanya di kerah dokter itu.
"Sorry doctor, I'm really worried about my girl's condition."
Leo menyesali dengan sikapnya yang tak bisa mengontrol emosinya.
"Tidak masalah tuan,aku tau anda sedang panik,oya maaf tadi anda bilang calon suwami nona Vani???."
"Iya."
Dokter hanya tersenyum,dan menepuk pundak Leo yang membuat Leo mengernyitkan dahinya.
"Nona Vani baik baik saja mungkin sebentar lagi dia akan siuman,dan tolong jaga emosi nona Vani sepertinya dia banyak pikiran itu tidak baik buat janin nona Vani."
Sahut Dokter menjelaskan keadaan Vani.
Ucapan dokter membuat kaget semua orang yang berada di kamar Vani.
"Janin???."
Tanya mama Amanda,dan dokter hanya tersenyum dan mengangguk.
"Tapi itu hanya perkiraan hasil pemeriksaan saya nyonya,biar lebih akurat periksakan nona Vani di dokter Obgyn dokter yang menangani kehamilan."
Ucap Dokter yang diangguki oleh mama Amanda dan Leo bahkan Dokter memberi selamat pada Leo,Leo yang tau siapa ayah janin yang di kandung Vani hanya bisa terdiam.
"Dokter apakah ada cara lain untuk mengetahui orang hamil tanpa USG atau urin??."
Rupanya Leo sudah memiliki rencana kedepannya untuk Vani.
"Ada tuan tes darah."
Dokter paham dengan maksud Leo.
Leo mengangguk-angguk mengerti,setelahnya Dokter pamit undur diri.
"Hiks hikss...Kenapa harus seperti ini,apa yang harus aku lakukan dan katakan sekarang pada putri kita paaah hiks hikss.."
Mama Amanda begitu bingung dengan keadaan Vani apa dia harus memberi tahu kenyataanya pada putrinya,mama hanya menangis.
Ditambah lagi apakah Leo masih mau dengan putrinya pikiranya berkecamuk tak karuan,dia tidak bisa bayangkan jika putrinya harus merawat dan membesarkan anaknya tanpa sosok suwami.
Leo hnya berfikir sesaat karna niatnya tulus menyayangi Vani,ditambah lg awal penderitaan gadisnya adalah ulah Aleta.
Leo yang mendapati mama Vani hanya termenung ia pun berinisiatif mendekati karna dia tau apa yang sedang dipikirkannya.
"Tante jangan khawatir Leo tetap akan menikahi putri tante,Vani."
Mendengar ucapan Leo,Amanda berkali kali mengucap terimakasih.
Amanda merasa beruntung adanya Leo akan sedikit mengurangi beban penderitaan Vani.
Leo dan Amanda akan tetap merahasiakan kehamilan Vani,karna mereka takut Vani akan bertambah setres itu tidak akan baik,mereka berencana membicarakan kehamilanya setelah pernikahan dan kesedihan Vani tentang kematian papanya berkurang,setidaknya disaat Vani tau hamil kehamilanya sudah lebih kuat berjaga jaga untuk kondisi buruknya.
__ADS_1
Yang menjadi masalah adalah Vani akan tau kehamilanya sendiri tanpa di beritahu karna Vani juga jurusan dokter kandungan.
Leo yakin Vani tidak akan tau untuk saat ini karna kejadian yang menimpa Vani udah 3 bulan jika kemungkinan Vani benar benar hamil usia kehamilanya udah jalan 3bulan,tentunya Vani akan menyadarinya.
Kenyataanya sampai saat ini Vani tidak mengetahui kehamilanya kemungkinan memang Vani benar benar bersikeras melupakan masalalu itu hingga dia tak menyadarinya.
"Lalu bagaimana cara kita memeriksakan ke dokter kandungan nak Leo??."
Amanda juga merasa cemas jika Vani tak terima kehamilanya atau setres akan bahaya bagi janinnya,tapi apakah mungkin jika Vani tau dia hamil dia akan tega menggugurkan kandungannya,sedangkan dia sendiri pernah kuliah di universitas Airlangga dijurusan kedokteran Obgyn atau kandungan.
"Tidak perlu tante saya sudah ada rencana,saya juga akan segera menikahi Vani sebelum dia tau kehamilanya."
Mama Amanda tersenyum terasa lega dengan keputusan Leo.
Tak lama Vani mulai sadar.Q
"Girl."
Leo mendekati Vani mengusap pucuk rambut dengan lembut,Leo merasa lega karna kekasihnya kini sudah sadar.
Vani masih merasakan kesedihan karna kematian orang yang dia sayangi papanya meninggal tanpa bisa melihat Vani terlebih dulu,bahkan Vani belum sempat meminta maaf.
Lelehan air mata kembali mengaliri pipi Vani,Leo hanya bisa berusaha menenangkan dan memberi semangat gadisnya.
Selang beberapa jam Vani sudah mulai tenang,kini ia meminta ijin Leo untuk menginap di rumah mama Amanda untuk menemani mamanya,walaupun berat tapi Leo tidak boleh egois karna mama Amanda calon mertuanya butuh kekasihnya disamping mamanya.
Tlilit tlilit..
Phonsel milik Leo berdering,saat melihat nama yang tertera di phonselnya adalah bodyguard yang menjaga Roy Leo meminta ijin untuk mengangkat phonselnya dan menjauh dari kekasihnya.
"Selamat sore bos"
terdengar suara dari sebrang.
"Ada apa menelfon,apa tugas kalian sudah berhasil."
Leo langsung menanyakan tugas dari bodyguardny itu.
"Maa maaf bos,kami menelfon bos untuk memberitahu bos kalo tuan Roy kabur saat di perjalanan."
Ucap bodyguardnya dengan sedikit was was karna dia takut bosnya marah.
"What???,ssst siaal!!.
Leo benar benar kecewa dan marah karna tugas juga rencananya gagal untuk memindahkan Roy.
Leo menyuruh dua bodyguard datang ke kediaman keluarga Adi.
Leo tidak mau ambil resiko,dengan kaburnya Roy akan berbahaya untuk Vani,Leo menugaskan dua bodyguard untuk menjaga Vani.
Leo saat ini berada di ruang tamu menunggu dua orang suruhanya.
Vani yang sudah baikan mencari keberadaan Leo yang tak kunjung melihatnya lagi.
"Kau kenapa???,sepertinya kau banyak masalah."
Sapa Vani saat mendapati Leo duduk diruang tamu dengan melamun.
Leo tersadar saat mendapati kehadiran pujaan hatinya.
"Ohh girl,gimana kau sudah baikan??."
Tanya Leo balik.
"Huuhh aku tuh tanyaa,kok malah tanya balik,huhhh nyesel aku nanya kamu."
Vani melengos,merasa sebal karna perhatianya seperti gak dianggap Leo.
Leo meraih tangan Vani dan merapikan rambut yang terjuntai berantakan menutup wajah cantiknya,dengan senyumnya dan kelakuan Leo membuat Vani tersipu malu.
"Em tante boleh Leo bicara berdua dengan Vani sebentar??."
Leo meminta ijin ke Amanda,Amanda tersenyum dan mengangguk tanda mengijinkannya,Amanda menyuruh Yuni mengantarnya kembali ke kamarnya.
"Girl aku sudah bicara dan meminta ijin pada tante,mamamu.Ehhhmm aku,emm maksudku kita akan segera menikah."
Leo mencoba memberitahu rencananya agar Vani bisa bersiap diri untuk pernikahanya.
"Apaa,kenapa gak meminta ijin padaku kan aku yang akan menikah denganmu bukan mama!!!."
__ADS_1
Vani memanyunkan bibirnya,Leo kaget dengan penuturan Vani.
"Apa kau tidak setuju girl menikah denganku???."
Nada Leo terdengar sendu,"apa kau tidak pernah ada sedikit saja cinta untukku girl???."
Leo meraih pundak Vani dan seakan menyuruh Vani untuk menjawabnya.
"Apa aku tadi bilang tidak mau???."
Vani mendongakkan kepalanya kearah Leo,Leo yang mendengarnya hanya bisa menerka nerkanya.
"Ap apa maksudmu girl,kau..."
Vani menganggukkan kepalanya,seketika senyum mengembang di bibir Leo juga Vani Leo langsung menggendong tubuh mungil Vani.
"Ihhhh lepasin.!!!"
Vani memanyunkan bibirnya,
"aku memang setuju,tp masak gak ada romntis romantisnya huhh."
Vani melengos,Leo hanya tersenyum melihat gadisnya yang sedang ngambeg,terlihat menggemaskan.
Leo menurunkan Vani,
Leo menunduk didepan Vani,dengan memegang tanganya.
"Girl, will you marry me?"
Vani tersipu malu,pipinya memerah dan senyum yang mengembang.
"I want to marry you."
Leo yang mendengarnya,bahkan ucapan yang selama ini ditunggunya akhirnya terjawab juga.
"Thank you my love."
Leo memeluk erat Vani karna merasa benar benar bahagia.
"Uhhhkk uhhhukk aku gak bisa nafas."
Leo yang mendengarnya langsung melepas pelukany
"Sorry my girl..."
Leo menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"Mama sudah jelasin semuanya kalo kita akan menikah,mama pengen sekali melihat aku menikah denganmu."Vani mengatakanya dengan mata yang sudah berkaca kaca.
"Apa kau menikah denganku karna terpaksa girl."
Leo merasa ada kesedihan di wajah Vani,dia ingin memastikan gadisnya bahagia menikah dengannya bukan karna terpaksa.
Vani menggeleng,dan hanya tersenyum tapi terlihat ada beban yang dia pikirkan.
"Aku bahagia,karna masih ada lelaki yang benar benar tulus sayang denganku tanpa memperdulikan setatusku yang sudah tidak.."
"Ssst."
Leo menutup bibir Vani dengan jarinya,lanjut dengan memeluknya.
.
.
.
.
.
.
.
**Akhirnya Vani dan Leo akan bersatu,..
Gimana reader apa kah Vani dan Leo akan segera menikah???
__ADS_1
Lalu bagaimana dengan yg lainyaππ,semoga tak ada lagi kepedihan Vani setelah bersama Leo.
Sehat selalu Readers πππ**....