Terenggutnya Kesucian Sang Primadona

Terenggutnya Kesucian Sang Primadona
08.Aleta curiga


__ADS_3

Setelah vani bersiap untuk mencium leo,


tepat hampir tak ada jarak antara leo dan vani,


leo pun menaruh jari diantara bibir vani dan leo,


Vani merasakan seakan bibirnya tersentuh,dia mencoba untuk melihatnya,terlihat senyuman leo terukir,


Vani yang masih mematung memandangi leo lekat lekat,entah kenapa hatinya berdebar debar.


"Tidak girl,,"


mendengar ucapan leo membuyarkan lamunanya,seketika vani mundur beberapa langka.


Entah kenapa vani merasakan kecewa,


"Kamu ngerjain aku yah,,".Tampak vani bersungut sungut.


"Kenapa kamu marah girl,atauu kamu memang menginginkanya hem,,".


Leo kembali menggodanya dengan menaik turunkan alisnya,,,


"Ihh,,,enggak,pede banget sih,,"


*malu banget we anj..,ih dasar pria es balok pria aneh.


batin vani,


"Hahahahha,,iya iyaa iya.sory girl,"


Dengan lembut jemari leo membelai pipi vani yang sudah memerah seperti kepiting rebus,leo menyibakkan rambut vani ke belakang telinga.


"I love you girl, sorry for making you angry and even making you cry..Dengan lembut leo mencium kening vani,vani merasa tersipu malu dengan perlakuan leo,


"Girl aku tidak ingin melihatmu menangis lgi,aku tidak akan melakukanya lagi tanpa ijinmu,dan untuk masalah gadis itu,dia tetap akan bekerja disini,,"


leo mendekap erat vani dalam pelukanya,dan vanipun tersenyum senang.


"Apa kamu bosan girl hem,,".


Vani mengangguk,


"Apa kamu mau jalan jalan hari ini???"


"Apa kamu gak kerja,hari ini kan bukan hari minggu, kamu juga blom pulih betul.."


"I'm fine girl,hari ini aku mengambil cuti khusus buat kamu,jadi jangan pikirkan pekerjaanku,sudah ada yang menghandle,,"Kilah leo pada vani,agar dia mau jalan denganya.


"Hem baik,aku mau ikut denganmu,aku siap siap ya".


vani merasa ini kesempatan dia untuk kabur.


"Hem,oke.."


leo masih pada tempatnya.


"Kenapa kamu masih disini,aku mau ganti baju.."


"Kenapa mesti malu,kamu kan calon istriku,,"


senyum menggodanya kembali keluar.


"Hadeuuhh istri lagi istri lagi,siapa sih yang mau jadi istri kamu,pria dingin arogan,,"


"Kamu girl,,"


"Enggak,aku gak mau,,kamu keluar atau tidak jadi jalan jalan,,".


Ancam vani yang jengah karna godaan leo yang gak ada henti hentinya.


"Ok,aku tunggu di bawah,,"


Setelah memastikan leo kluar,vani mengunci kamar dan berjalan ke kamar mandi,karna memang dia belum mandi,setelah kluar dia mengganti baju,dia memilih kaos hitam panjang yang menurutnya simple,sedikit memoles wajahnya.



"Aden mau kemana,,"


"Aku mau keluar bersama my girl,,"


"Apa aden tidak makan dulu,makanan sudah siap aden,,"


"Tidak bik hari ini aku mau ajak my girl kluar jalan jalan,,"


"Yaudah aden kalo gitu bibik mau lihat lihat Inaya,asisten rumah tangga yang baru dulu,,"Leo hanya mengangguk,


bik Nur pamit,tapi langkahnya terhenti saat leo kembali bersuara,,


"Oh ya bik,Pelayan muda yg kemaren biarkan dia tetap bekerja disini,,"


"Lantas gimana dengan Inaya anak baru itu aden,,"


"Biarkan saja dia bekerja disini,dia bisa bantu bantu bibik juga Pelayan yang lain,satu lagi bik,bibik jangan lupa kasih tau semua bodyguard juga semua pelayan jangan pernah ada yang memberi tahu ke siapapun tentang adanya my girl di mansion ini..,"


"Baik aden,,".


Tak lama setelah bibik pergi,vani turun menuju lantai bawah,


lagi lagi leo yang melihatnya menjadi terpesona akan kecantikan sang primadona calon dokter itu.


Leo masih memandangi lekat lekat penampilan vani dari bawah sampai wajah,ingin rasanya ia menghampiri dan memeluk dan menciumi wanita yang telah membuat hatinya porak poranda karena jatuh hati padanya,

__ADS_1


"Ehem..,Kau melihat apa tuan es balok,,"


Leo tersentak kaget dari lamunanya,


"Oh,,Eng enggak,,gak ada,em maksudku gak gak lihat apa apa,,".


Kegugupan leo terlihat jelas di wajah gantengnya,sampe leo menundukkan wajahnya yang sudah memerah karna malu tertangkap sedang menatap vani tanpa kedip.


Vani hanya cengengesan melihatnya,


"Apa kau sedang grogi tuan muda hemm,,,"


vani sengaja menggoda leo,dengan membungkukkan sedikit badanya dan seperti sedang menggoda bayi, vani tidak sadar sedikit terlihat belahan dadanya,yang membuat kejantanan seorang CIO dingin itu.


"Bisakah kau tidak menggodaku girl,aku bisa melihatnya,,".


Leo juga ikut menunduk hingga wajah mereka saling bertatap,,


"Maksud kamu,,????".


Vani melihat mata leo yang sedang melirik kearah sensitif nya,,


Vani tersadar dan dia langsung menutup dadanya dengan menggunakan tas hitam yang dia bawa,


"Ihhh dasarr mesuuum ihhh,,rasakan nih nih,,"


Vani memukul mukul lengan dan punggung bahkan kepala tak luput dari pukulan vani,,


Bukanya leo kesakitan dia malah tetap cengengesan dan ketawa dengan keras karna merasa menang,


bik Nur yang tak sengaja melihat setelah kluar dari kamar Uun juga ikut tersenyum.


*Aden bibik ikut seneng akhirnya aden bisa tertawa lagi,akhirnya karna non vani lah selama 8thun ini bibik bisa melihat kehangatan di diri aden lagi..


gumam bik Nur,saat melihat tingkah mereka berdua.


ting tung ting tung


Terdengar suara pintu utama,bik Nur langsung menuju pintu dan hendak melihat siapa yang datang,


Ceklak


terbuka pintunya,bik Nur kaget melihat ada Aleta di luar,untungnya saat membuka Aleta tidak melihatnya karna dia sedang sibuk mengurusi bodyguard yang mencegahnya untuk masuk.


Bik Nur dengan cepat menutup kembali pintunya dan menguncinya,


"sst Sial,.Stupid you guys!!! Don't you know who I am,


aku adik dari tuan kalian,tidak perlu aku meminta ijin dengan kakakku sendiri mengerti kalian hah,,,!!!!".


Masih terdengar cacian dari Aleta pada dua bodyguard yang menahanya masuk,


"Maaf Nona,kami hanya menjalankan tugas,,".


"Stupid,lepaskan tangan kotormu dari tanganku,,!!!!".


Aleta merasa geram.


"Baik Nun tapi kita harus meminta ijin dulu kepada tuan,,"


"Ok,,,tp lepaskan tangan kotor kalian dari lenganku,,!!!!".


para bodyguard pun melepas tangan mereka dari lengan aleta.


Bibik tergesa gesa berlari ke ruang kluarga,dan menuju leo yang masih dalam keadaan bercanda bersama vani.


"Ada apa bik,,"


secara bersamaan leo dan vani mengucapkanya karna melihat bik Nur yang berlari dengan nafas yang tersengal-sengal,.


Vani dan leo menenangkan bik Nur dulu,


"Duh kok ya kompakmen tekone tow,,"


(Duh kok ya kompak banget tanyanya ya).


Bik Nur mendekati Leo,dan menariknya dia membisikkan tentang Aleta,


vani yang melihatnya hanya mengerutkan keningnya karna merasa aneh,


"Apa,,!!!!"


"Iya aden,bibik harus gimana,,".


"Biarkan dia di luar dulu bik,,".


Leo tidak ingin vani dan Aleta saling bertemu karna itu akan membuat dirinya mendapat masalah,


leo menarik tangan vani,ke kamar tidur salah satu pembantu dan itu milik Uun,


Leo masuk tanpa permisi yang membuat pemilik kamar kaget,vani yang merasa ada sesuatu mencoba bertanya,


"Ada apa ini,,,"


"Sudah lah girl kau diam dulu disini,,"


Leo bahkan memasukkan vani di lemari sempit milik Uun,Uun hanya diam melihatnya.


"Aku tidak mau,kenapa kau memaksaku hah,,aku ingin kluar,,"


vani memberontak

__ADS_1


Dug brak,,


"Auuww sakit tauk,,."Vani kejedot lemari itu dengan keras,bahkan baju yang tertata rapi kini berantakan karna berjatuhan,


"I'm sorry, I'm sorry girl.,,",leo meminta maaf karna kecerobohanya membuat vani kesakitan,


"Listen to me,diluar ada adikku,dia ingin sekali aku menikah,kalo dia melihatmu pasti dia akan menyuruhku menikahimu,kau tidak ingin menikah sekarang bukan,,,".


Leo berbohong mencoba agar vani percaya dan mau menurutinya,


"Ap apah!!!,aku gak mau,"


vani tidak mau menikah dengan leo bukan berarti dia tidak suka tapi karna dia ingat ada Dion,


"oke aku turuti kemauanmu,,".


Senyum kecil leo merasa berhasil karna bisa membuat vani percaya,dia tau kelemahan vani agar mau nurut denganya,


Leo memberi kode ke Uun,Uun mengangguk karna dia tau maksud dari tuanya yah karna bik Nur sudah memberi tahu sebelumnya,


Dret dret


Getaran phonsel milik leo


"Hallo,,.Aku akan kluar,,"


Leo yang mendapat telfon dari bodyguard nya dengan cepat dia kluar kamar Uun,


"Bik buka pintunya,,"


"Iya aden,,"


ceklak


Aleta melihat pintu yang terbuka setelah lama menunggu,Aleta terlihat rambutnya yang kusut acak acakan karna perlakuanya yang berusaha memberontak itu,


"Kakak,,!!!"


"Ada apa kamu kesini,,"


"Apa apaan ini kak,kenapa aku tidak boleh masuk sama kedua bodyguard stupid ini,,???".


Aleta merasa jengkel,


"Aku yang menyuruh mereka,,"


"Kenapa kak,tidak biasanya seperti ini,atau jangan jangan benar kata dokter Daniel,,"Aleta teringat akan kabar dari dokter Daniel,


"Siapa gadis itu kak,aku ingin menemuinya,,"


Aleta menerobos masuk dan mencarinya..


*Ah sial,aku lupa membungkam mulut lemes dokter genit itu lagi,


batin leo,dengan mengacak acak rambutnya.


"Aleta siapa yang kamu maksud,,".Leo mencoba mencoba menahan Aleta,tapi gagal.Aleta menaiki tangga dan menuju ke kamar tamu kosong,lanjut ke kamar utama,


Aleta masuk dan memeriksa ke semua ruangan tk lupa kamar mandi juga ruang wardrobe,Aleta menemukan pakaian perempuan,itu bukan miliknya juga bukan mantan tunangan leo,karna ukuranya sepertinya wanitanya kecil,sedangkan mantan leo tinggi dan badanya ramping.


"Kluar kamu dari sini Aleta,,!!!!.


Suara leo dengan memegang lengan Aleta yang hendak menariknya,.


"Lepasin kak,,".Aleta mengibaskan tanganya


"Siapa dia kak,dari pakaianya jelas bukan mantan tunangan kakak kan,,????.


"Dia hanya wanita biasa,kau tidak perlu tau siapa dia,Mengerti,,!!!!".Leo sudah merasa geram dengan tingkah adiknya itu,


"Aleta curiga kakak menyembunyikan wanita sialan itu,,"


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


###**Akankah Aleta menemukan vani,penasaran ikuti trus lanjutan novelnya,dan jangan lupa tinggalkan jejak komen dan like ya man teman agar aku semangat nulisnya,,,

__ADS_1


Sehat selalu ya**....


__ADS_2