
Pesawat telah mendarat di bandara,beberapa bodyguard juga sopir telah menunggu kedatangan tuannya,
Leo berjalan dengan raut wajah dingin tapi tetap ketampananya tak pudar sedikitpun,tatapan kagum beberapa wanita sudah menggambarkan betapa sempurnanya pria itu untuk kaum wanita..
"Tuan,".
Serempak bodyguard juga sopirnya memberi hormat dengan menundukkan kepalanya,saat tuannya sudah di depan mereka,
Leo tidak menjawab melainkan langsung memasuki mobil,leo menunu mansionya dengan perasaan masih tak karuan,setelah sampai mansion semua pelayan juga bodyguard berjajar menyambut sang tuan rumah,
"Bik tolong ikut aku,,".
Suara leo saat melewati depan bik Nur,leo ingin mengetahui tentang vani.
"Baik aden,".
Bik Nur mengikuti langkah kaki leo.
Leo memasuki tempat kerjanya,dia meminta bik Nur menjelaskanya.
Bik Nur meminta satu persatu pelayan bodyguard juga sopir untuk menjelaskan rangkaian dari datangnya Aleta hingga perginya Vani,
"Aden di rumah ini jg ada cctv,kali aja aden ingin lebih jelasnya aden bisa mengeceknya,".
"Iya bik,".
Bik Nur tersenyum dan undur diri,dia juga tak lupa memberi tahu kedatangan Roy dan sepertinya benar saja dugaanya,leo tidak tau tentan Roy yang telah kembali,.
Leo mencoba melihat hasil rekaman cctv di mansionya seperti yang bik Nur sarankan.
Kepalan tangan begitu dengan matanya yang tajam seakan tengah berkobar amarah yang teramat besar,dia harus menelan pil pahit dengan kenyataan yang barusan di lihatnya,adik kesayanganya tengah memperlakukan pujaan hatinya layaknya sampah.
.......
Pagi hari di rumah sakit,mama vani(Amanda
Ainsly prameswari) tengah menyuapi putrinya bersama papanya,vani begitu bahagya hal yang pernah dia dambakan telah dia dapatkan,semenjak dia kecil dia yang telah merawat ibunya,
"Maa paa vani mau pulang,vani udah kangen rumah,,".
pintanya pada mama dan papanya.
"Hari ini dokter belom memperbolehkan kamu pulang sayang,kondisi anak papa ini belum pulih betul,".Papa adi mencoba menjelaskan kepada putri tercintanya,
"Tapi vani kangen rumah,vani juga pengen cepet nyelesaiin kuliah vani paa,".Dengan memperlihatkan puppy eyes membuat gemas papa mamanya yg membuat mereka menyerah dengan rengekan putri
"Baiklah besok papa usahakan bicara dengan dokter,".
Ucap papa vani dengan menyentil hidung mancungnya vani yang di respon dengan antusias vani.
"Yeeeee,makasih papa,".Mama yang melihatnya di buat gemas dengan tingkah ke kanak kanakan putrinya.
Di kediaman Aleta,dia gusar mengingat perlakuan Dion belom lagi dia mengetahui kepulangan kakaknya yang telah kembali,itu artinya dia harus siap dengan konsekuensi dari kakaknya,tapi dia yakin,kakaknya tidak akan tega menyakitinya mengingat perlakuan kakaknya yang selalu perhatian dan sayang terhadapnya,
Roy datang di kediaman leo atas permintaan leo,
Leo memintanya untuk ikut denganya ke tempat Aleta,dia takut jika saja dia terlewat batas kesabaranya saat menghadapi adik semata wayangnya itu.
🍂🍂🍂
__ADS_1
Di kediaman Aleta,
Leo berjalan melewati beberapa pelayan dan bodyguard,melihat wajah masamnya leo tidak ada yang berani hanya untuk menyapanya,
"Panggil Nonamu,!!!".
Ucap leo kepada salah satu pelayan Aleta,
"Iyy iyaa tuan,".
Pelayan itu bergegas ke lantai atas di mana keberadaan Aleta
tok tok tok,
terdengar ketukan pintu membuyarkan lamunanya,Aleta sedang tidak kuliah dia merasa malas jiga kecewa mengingat perlakuan Dion kemaren.
"Nona,ada tuan leo di bawah,,".
Ah sial kenapa kakak tiba tiba kesini,pasti dia marah besar,tidak tidak dia tidak mungkin marah karna wanita itu bukan siapa siapanya gak penting baginya,kecuali....
Batin Aleta yang seketika membulatkan matanya,dia berfikir kakaknya telah menyukai wanita itu,
tok tok tok,
"Nona..."
Kembali terdengar ketukan pintu,
"Iya aku segera turun!!,".
Jawabnya dengan sewot.
Aleta duduk di sofa depan kakaknya,
"Ada apa kak,kenapa tiba tiba datang kesini tanpa mengabariku,.???".
Aleta mencoba mencairkan suasana yang terlihat tegang itu,
"Apa perlu aku meminta ijin kepadamu,???"
Jawabnya leo dengan sinis,
"Em ii,,iya gak begitu juga kak,".
ucap Aleta dengan nada yang terbata bata.
"Aku tidak ingin basa basi,".Leo melempar hp ke ara pangkuan Aleta yang ada rekaman cctv rumahnya,
"Buka hp itu dan lihat rekaman yang ada disitu,!!!!".
Nada suara leo terasa mencekik leher Aleta,Aleta merasa sesak nafas menghadapi kakaknya kali ini,karna baru pertama kalinya kakaknya terlihat menakutkan baginya,
dengan takut takut dia membuka video itu dan,
Deg..
Jantung Aleta terasa copot saat mendapati rekaman cctv itu.
"kak..aku,.."
__ADS_1
Aleta ingin mencoba menjelaskan,tapi tak ada respon baik dari leo,ucapanya ter potong dengan suara pecahan dari galas yang berisi minuman leo.
Pyarrr,,.
Aleta kaget dan menutup kedua telinga dengan kedua telapak tangannya,keringat dingin melihat murkanya leo,
"Apa kakak menyuruhmu untuk melakukan itu hah,!!!!!".
Suara menggelegar leo mengisi kesemua sudut ruangan rumah besar Aleta,.
Mata Aleta sudah berkaca kaca,Aleta takut tapi juga tak trima karna wanita itu kakaknya yang biasa peduli denganya terasa sudah tak peduli lagi,
"Lalu apa yang kakak lakukan dengan wanita ituu,kenapa juga dia berada di mansion kakak,kenapa kakak sembunyiin dari Aleta tentang dia???"
Aleta mengkrutuki beberapa pertanyaan kepada leo,
Aleta sebenarnya takut saat ini,tapi rasa ingin taunya membuat dia memberanikan diri untuk menyelidik kakaknya,
"Apa kau lupa,kau sendiri yang memintaku untuk memisahkan Dion dengan gadis itu,"
"Tapi kenapa harus serumah dengan kakak,kenapa juga kakak sembunyiin dari Aleta,????".
Air mata Aleta pun tak dapat di bendungnya lagi.
"Karna kakak akan menikahinya,!!!".
Aleta hanya bengong dan meyakini dia salah dengan pendengaranya,dia tersadar dari lamunanya,
"Aleta memang menyuruh kakak memisahkan wanita sia*** itu dari kak Dion,tp bukan berarti aku setuju kakak menikahinya,!!!".
"Setuju atau tidak setuju kakak tetap akan menikahinya,bukan hanya karna kamu Aleta,tapi kakak sudah jatuh cinta dengannya,".
Suara leo mulai melemah mengingat nasib gadis pemilik hatinya itu,
"Pokoknya Aleta gak akan biarin semua itu terjadi kak,kalo kakak gak bisa bantu aku,aku akan menghancurkan sendiri kehidupan ja**ng itu",
Leo tak menggubris Aleta,dia lebih memilih meninggalkan Aleta,karna dia juga tidak ingin sampai kelewat batas kesabarannya terhadap adik sematawayangnya,
leo mulai meninggalkan Aleta yang masih dengan tangisnya,
Aleta merasa sedih juga teramat marah kepada vani,karna bukan hanya Dion atau kedudukanya sebagai primadona di universitas Airlangga yang telah di rebut vani,kini perhatian kakaknya pun terasa sudah 99% berbeda karna gadis itu,.
"Aaaarrrrrgghhh,dasar wanita si**an,tunggu saja pembalasanku,aku gak trima dengan semua ini,..
.
.
.
.
.
.
####**Kira kira apa yah yang akan Aleta lakukan,jika panasaran tatap ikute episode per episode lanjutanya yah,jika suka tinggalkan jejak komen like juga vote ya kakak kakak reader,..
Semoga sehat selalu**....
__ADS_1