Terenggutnya Kesucian Sang Primadona

Terenggutnya Kesucian Sang Primadona
36.Kejahatan Aleta


__ADS_3

Kini Vani terlelap dalam tidurnya setelah merasa lelah akibat melawan Roy.


Disisi lain Leo yang masih murka berkali kali meluapkan emosinya.


"Akan aku pastikan kau mendekam ke penjara Roy."


Ancam Leo.


"Haa haa ha ha..Kau yakin akan melaporkanku Leo."


Leo mengernyitkan keningnya mengangkat sebelah alisnya,apa maksud Roy??.


"Apa maksudmu???."


"Hahaha....Jika kau memasukkanku kepenjara sama halnya kau akan memasukkan adik kesayanganmu itu Leo."


Senyum Roy merasa puas.


"Aleta????,apa hubunganya dengan dia hah!!!!."


Leo menarik kerah Roy.


"Ha ha ha ha,kau tanyakan sendiri padanya!!,"


Leo melepas kerah Roy kasar."Kau dan wanita si*lan itu juga akan terkejut siapa saja orang orang yang terlibat Leo!!!!."


Teriak Roy saat Leo menjauh darinya.


Leo kembali melihat Vani,dilihatnya gadis itu tertidur di sofa.


"Apa dia tidur."


Uun mengangguk,Leo mendekati Vani dan berniat memindahkannya di kamar utama atau kamar Leo sendiri.


"Tuan,jangan tinggalkan kan Vani tadi dia selalu mengigau tolong tenangkan dia jaga agar dia tertidur nyenyak."


Pinta Uun memelas,Leo mengangguk dan menatap gadisnya,terlihat sungguh menyedihkan gadis itu.


Kini Vani telah berbaring,beberapa kali Vani mengigau dengan histerisnya,Leo mencoba menenangkanya.


Ditatapnya lekat lekat,apa yang sebenarnya terjadi pada gadisnya,kenapa dia sampai histeris seperti itu.


Berbagai pertanyaan itu berkecamuk dalam hatinya,Leo mendengar dengkuran halus dari Vani,mungkin kini Vani sudah tertidur dengan lelapnya.


Leo menuruni tangga,Uun menghampirinya.


Uun memberanikan diri untuk menceritakan hal apa yang menimpa Vani.


Alangkah terkejutnya Leo mendengar ucapan Uun,bahkan kejelasanya soal rencana Roy dengan Aleta membuat Leo murka,membanting barang di sekitarnya bahkan dia mengutuk dirinya sendiri yang tidak pernah mempercayai Vani gadis yang dicintainya.


Kemarahanya sudah merusak akal sehatnya,sampe sampe karna kekecewaanya dia harus berlaku tidak baik pada Vani.


Malam itu juga Leo pergi ketempat Aleta.


🍂🍂🍂


Kini Leo berada di kediaman Aleta.


"Aletaa banguun..!!!."


Teriakan Leo membangunkan Aleta dari mimpi indahnya.


Brakk brakk brakk..


Gedoran pintu Aleta terdengar sangat keras.


Ceklak..

__ADS_1


Pintu kamar Aleta terbuka,menampilkan wajah bantalnya yang terlihat baru bangun tidur.


"Apa apaan sih kak,ganggu aja."


Ucap Aleta dengan malasnya.


"Apa yang kau lakukan dengan Roy pada Vani hahh????."


Seketika Aleta membelalakkan matanya,yang tadinya malas membuka matanya.


Aleta terlihat kebingungan dan wajahnya memucat melihat Leo murka.


"Aa apa maksud kamu kak???."


Aleta berpura pura tak tau apa apa.


Leo semakin muak,di cengkramnya lengan Aleta dan dmenjelaskan maksudny,lalu di dorongnya tubuh adiknya hingga terhuyung.


Bruukk..


Mata Aleta terlihat berkaca kaca.


Bentakan bentakan Leo benar benar membuatnya takut.


"Iya kak,aku memang menyuruh Roy menculik wanita sia*an itu,aku membencinya kak!!!!."


Ucap Aleta dengan lantang,Leo yang mendengarnya terasa lemas tubuhnya,terasa tak bertulang.


"Apa kau sudah gila Aleta,tindakanmu ini kriminal kau bisa masuk ke penjara."


Aleta yang mendengarnya bersimpuh pada kaki kakaknya.


"Kak Aleta gak mau di penjara,aku hanya menyuruhnya untuk menculik dan memfitnah Vani bukan untuk memper*osanya."


Leo benar benar tak habis fikir dengan kelakuan adiknya,sikapnya membuat hidup seseorang hancur.


Leo hampir saja kehilangan akal pada Aleta,tapi masih bisa dia cegah.


"Aku ingin kau tidak akan pernah muncul di hadapanku apalagi kau mengusik hidup Vani."


Ucap Leo dingin.


Perasaan nya hancur hingga saat di mobil tak terasa air mata menetes di pipi Leo,adik yang selama ini disayanginya menghancurkan hidup wanita yang di cintainya,janji pada orang tuanya kini tak sanggup lagi dia penuhi.


Dia lebih memilih menjauh dari Aleta,di banding adiknya yang harus di penjara,mungkin itu akan lebih baik dari pada hidup adiknya hancur,sebesar apa kecewanya tetap dia menyayanginya tak akan tega jika adik saru satunya menderita di dalam terali besi.


"Hiks hiks.."


Aleta terisak mendengar keputusan dari kakaknya.


Tapi bukannya menyesal tapi malah semakin membenci Vani.


🍂🍂🍂


Keesokan harinya di mansion Leo.


Vani mengerjapkan matanya tanganya memegangi kepalanya yang terasa sedikit pusing dan tubuhnya terasa lemas.


"Kau sudah bangun girl."


Vani membelalakkan matanya mendengar suara yang dia kenal.


"Mau apa kamu????."


Sepontan saja Vani menarik selimut untuk menutupi tubuhnya hnya,"Pergii pergiii!!!."


Vani histeris dengan melempar bantal ke arah Leo.Leo mengernyitkan dahinya.

__ADS_1


"girl, are you okay?."


Leo mencoba menenangkanya.


"Kauuu kau jahat,jangan dekati aku hikss hikss..."


Leo hanya menunduk,Leo pergi dan menyuruh Uun untuk menenangkan Vani.


Uun yang sudah di sampingnya,mencoba membuat Vani tenang dan menceritakan apa yang terjadi.


"Kak Van tuan Leo tidak salah,tuan Leo tidak ada sangkut pautnya dengan penculikan kakak."


Vani yang mendengar penjelasan Uun menunduk,mencoba mengingat kejadian mlm itu juga.


Dilain sisi Leo melepaskan Roy dengan satu syarat Roy harus pergi dan tak pernah kembali di negara A,palagi di dihadapan Vani.


Leo tidak mau kehilangan Vani lagi,jika saja Vani tau dalang di balik penculikanya adalah Aleta dia akan menghindarinya dan menganggap dia ikut rencananya,bahkan dia juga pasti melaporkan Aleta ke polisi.


Dirasa Vani sudah membaik Leo mencoba mendekati Vani.


Vani dan Leo hanya saling pandang,perlahan Vani mulai tersenyum kearah Leo,Leo yang yang melihatnya pun ikut tersenyum merasa suasana hati Vani sudah membaik Leo mencoba lebih mendekat ke Vani.


"Kau sudah baikan girl???."


Leo berhati hati untuk menanyakan keadaan Vani,Leo terlihat benar benar tulus dengan perhatianya,entah dari mana melihat Leo yang sudah kembali seperti dulu membuat Vani melupakan tentang Roy.


Vani hanya memperlihatkan anggukanya.


"Akuu..Emm.I'm sorry for yesterday's girl."


Leo benar benar merasa bersalah dengan tindakanya yang selalu membuat Vani menderita,entah kenapa rasa bersalah Leo malah seakan membuat Vani terasa ingin menjailinya.


"Soal apa.????"


Vani pura-pura tak mengerti.


"Yah yang nyuruh nyuruh."


Ucap Leo.


"Nyuruh apa???."


"Itu girl yang nyuruh nyuruh kamu."


Leo menunduk.


"Lah kan emang aku hanya numpang disini,kalo kamu nyuruh nyuruh yah itu udah hak kamu."


Vani memperlihatkan wajahnya yang terlihat cuek.


"Pokoknya aku minta maaf girl."


"Okee kalo kamu maksa,aku maafin tapiii ada syaratnya."


Jawab Vani yang membuat Leo mengerutkan keningnya,"kalo kamu benar benar minta maaf padaku dan menyesali yang kemaren kemaren,ada syaratny."


"Apa itu girl???."


Leo semakin penasaran dengan syarat dari Vani,sedangkan Vani malah hanya tersenyum ke arah Roy.


"Seharian tuan dingin yang ada di hadapanku besok akan menjadi asistenku gimanaaa setuju tuan dingin???."


Ucap Vani dengan senyum mengembang di bibirnya.


"What..."


Leo merasa bingung dengan syarat yang di berikan Vani,tapi Leo memaklumi mungkin 1 harinya jadi asisten Vani tak lebih buruk dari perlakuannya beberapa hari ini buat Vani.

__ADS_1


Akhirnya Vani dan Leo bersepakat,Vani menjelaskan semua yang harus Leo lakukan.


Terasa aneh juga,tuan yang biasanya mau apa apa hanya tinggal minta ada yang melayani,sekarang malah dia yang harus melayani Vani sungguh gadis yang teramat hebat,bisa menundukkan singa yang buas menjadi kucing imuet..


__ADS_2