
Vani sudah mulai tenang,terlelap papa Adi memilih menemani vani karna Amanda menolak menemani vani,dia tidur di sofa dekat pintu kamar Vani
Berkali kali vani mengigau,meminta tolong juga terkadang dia terisak air mata yang luruh tanpa dia bangun,memungkinkan dia sedang mimpi buruk.
Dia berusaha memejamkan matanya berharap dia bisa melupakanya,nyatanya di dalam mimpipun hanya nasib buruk yang dialaminya yang dia lihat,
2 hari kemudian vani yang biasa terbangun pagi,sekarang kegiatan vani hanya berada di atas kasur,dia sama sekali tidak beranjak dari kasurnya,sebelum jam makan siang,dia juga tidak mau menemui siapapun terkecuali papanya,papa berusaha menyuruh vani bangun dan beraktivitas seperti biasa,tapi vani hanya diam dan meringkuk di atas kasur.
Sesekali dia akan menangis kembali jika teringat kejadian naas itu.
Vani pergi ke kamar mandi,saat dia membuka kancing sebagian bajunya dia melihat jelas hasil perbuatan Roy padanya,tanda merah di sekujur tubuhnya.
Vani lagi lagi harus membiarkan air mata menerobos di mata indahnya,belum hilang bengkak area mata karna menangis semala 2 hari kini ia hujani lagi dengan buliran air mata yang meleleh di pipinya,
Ia merasa jijik pada tubuhnya sendiri,dia merengkuh lututnya dengan masih setia buliran air mata menemaninya,dan di bawah guyuran shower di atas bat hingga hampir 2jam,yang membuatnya menggigil,
Papa yang memutuskan untuk libur kerja,berusaha membujuk anaknya untuk keluar,
di lain sisi zola juga Dion merasa ada sesuatu dengan vanii,dari phonsel milik vani yang tidak aktif,sampai dia tidak berangkat 2hari ini,karna vani pernah bilang ia libur hanya 3 hari saat akan diadakan pernikahan hari H dan setelah resepsi,di tambah lagi zo yang tidak tau menau soal vanii semalam membuat kecemasan Dion juga Zola.
Keduanya memutuskan untuk kerumah Vanii,
Ting tung ting tung,
"Non zola den Dion silahkan masuk",
Yuni mempersilahkan kedua tamunya masuk,lalu dia beranjak menuju ruang kluarga yang ada kedua tuanya,papa Adi dan istrinya sedang mempersiapkan acara acaranya,mereka mengubah rencana semula karna mereka beranggapan vani tidak bisa jika acaranya terlalu ramai dalam keadaanya sekarang.
"Makasih bik,oh iya bik non vaninya ada??",
tanya zola,
"Ada non",
Tiba tiba bibik keceplosan,dia menutup mulutnya membuat zola dan Dion terheran,"Sebentar yah,bibik panggil tuan dan nyonya",
Bibik berusaha menghindari zola yang hendak bertanya
"Tuan nyonya,ada non zola juga den Dion mencari non vani".
"Apaa kenapa mereka kesini,apa kau mengatakan vanii ada??",
Amanda terkejut begitu juga papanya.
"iyy iya nyonya",.
Jawab yuni sedikit merasa.
"Apa kau tidak bisa menutup mulutmu hah,,".
Amarah papa Adi membuncah,Adi merasa vani masih belom bisa bertemu dengan siapapun,
"Pah ini udah 2 hari ,tinggal seminggu lagi vani akan menikah,apa tidak seharusnya dia bangkit dari keterpurukanya,dia harus berani berhadapan dengan orang lain",
Mama mencoba menenangkan swaminya,
"Baiklah",
papa pergi kekamar vani,sedangkan mamanya menyambut Dion dan zola.
tok tok tok,
"Sayang,sayang ini papa sayang buka pintunya yah,ada sahabat kamu di bawah",
Masih tidak ada sautan dari dalam.
Perasaan papa Adi merasa tidak enak dia mencoba membuka puntu kamar putrinya dengan kunci cadangan,dia mencoba mencari keberadaan putrinya, suara gemercik di kamar mandi vani mengalihkan pandanganya,dia merasa vani ada di dalam kamar mandi.
Tok tok tok,
"Sayang,zo datang sayang sama Dion".
Tok tok tok,
"Sayang",
Tok tok tok,
beberapa kali Adi mengetik pintu namun tak ada sahutan dari Vani hanya suara gemericik dari dalam,
__ADS_1
"Sayaaanggg,kamu gak papa kan???",
Papa Adi semakin cemas dengan kondisi putrinya,karna melihat genangan air yang keluar dari lantai di bawah pintu,
papa Adi mencoba mendobrak pintu namun tetap gagal,
papa Adi meminta bantuan ke Dion untuk mambantunya mendobrak pintu kamar mandi.
Brakkkk Braaaak,
"Sayang kau tidak papa kan???,sayang".
Dion mencoba memanggil tunanganya,berharap vani membuka pintunya.
Brakkkk Braaaak,
akhirnya pintu terbuka ada zo juga mamanya yang menyaksikan dengan kecemasan.
"Sayaaang!!!",
Serentak teriakan antara papa Adi juga Dion,
"vaniiii!!!",
Teriakan zola juga mama yang langsung menutup mulutnya karna shok melihat vani yang tak sadarkan diri berada di atas bathtub terendam air karna drain bathtub yang tidak di buka vani juga shower yang masih menyala membuat ruangan kamarmandi tergenang air.
Dion membawa vani keluar kamar mandi beberapa selimut ia pakaikan pada tubuh vani,wajah vani sudah memucat,bibirnya membiru,
"Sayang.please wake up, please honey",
Dio begitu kaget dengan keadaan kekasihnya.
Berbagai cara di lakukan untuk menyadarkan vani,hingga mereka memutuska membawa vani ke Rumah sakit,
Vani di bawa ke IGD,
saat keluar dokter menjelaskan jika vani terkena hipotermia,
"Untung kalian cepat membawa dia kerumah sakit,karna kalo telat sedikit saja kemungkinan buruk bisa terjadi",.
Papa Adi merasa lemas mendengar penjelasan dokter, setelah dokter pergi,
"Om sebenarnya apa yang terjadi,tolong jujur sama Dion om",
Dion berusaha meminta kejelasannya pada papa Adi,dan papa Adipun menjelaskanya pada Dion,zola yang tak sengaja mendengarnya.
pyarrrr....
Teh hangat yang sengaja dia bawa untuk papa vani dan Dion tumpah saat dia kaget mendengar Adi menceritakan kondisi vani malam itu,
bukan hanya zo Dion hanya bisa mematung dan matanya yang mulai berkaca kaca,entah pikiran apa yan saat ini berkecamuk dalam otaknya,rasa sakit juga penyesalan karna kecerobohanya membuat vani harus merasakan itu semua,
perlahan zo mendekati tubuh vani yang masih tak sadarkan diri terbaring lemah,zo mengusap kepala vani penuh sayang,Dion pun hanya bisa memandangi tubuh lemah kekasihnya,
perlahan vani mengerjapkan matanya,
Papa Adi pamit kluar kepada Dion dan zola membiarkannya berbicara pada putrinya.
"Kaaakk",
Lirih teramat lirih suara vani,bahkan terasa hanya menggerakkan bibirnya,air mata membasahi pipinya,bekas lebam pun masih tergambar jelas di ujung bibirnya.
Membuat Dion semakin sesak menahan derai air mata,
Zola sudah tidak bisa membendung air matanya yang sedari tadi ia tahan,zo tak tega dengan kondisi sahabatnya,dia berlari keluar dan memberi waktu Dion bicara dengan sahabatnya.
"Hiks hiks,"zo menangis tertahan tahan.
Papa Adi mendekati dan menenangkanya,
"Oooomm,hu hu hu hikss hikss.Aku minta maaf oom aku gak bisa jaga vani oom,hikss hikss",
zola menangis sejadi jadinya,di pelukan papa Adi,dia merasa bersalah dia juga merasakan begitu sakit penderitaan yang sedang dialami sahabat baiknya.
"Iya nak,Om juga merasakan apa yang kau rasakan,tlong bantu putri om melupakan kejadian itu,tlong hibur putri om",.
Adi megusap kepala zola,zola sudah seperti anaknya sendiri.Adi mengusap air matanya yang hampir luruh di pipinya,dia tidak ingin terlihat lemah,karna putrinya benar benar butuh dia.
"Sayang,gimana sudah baikan",
__ADS_1
Dion berusaha terlihat baik baik saja.
"Kaaaak",.
"Iya sayang kenapa hem,ada yang sakit???",
setegar apa Dion menahan perasaanya,air matanya tetap menerobos matanya,yang seakan memberitahu yang punya,dia tidak akan bisa menahan rasa sakitnya jika melihat yang terkasih menderita.
"Maaf kaakkk,aku...aku.... hikss hiks hiks",
Terasa kelu lidah vani,terasa bibirpun tak bisa berucap untuk mengatakanya pada Dion.
"Sssttt sudah sayang jangan nangis yaa".
Dion memeluk vani,tanpa vani sadari air mata Dion kembali ruruh,.
"Akuuu akuuu...akuu udah gak suci kakk",
Tubuh vani bergetar hebat menahan perasaanya yang teramat sakit.
Hingga tangisnya kembali tak bersuara,menandakan hatinya yang benar benar terluka,
"Aku tau sayang,sudahh jangn kau lanjutkan",
Dion mengecup kening vani,memegang tanganya yang masih gemetar.
"kak Dion pasti jijik pada vani,kak dion pasti kecewa dengan vani hiks hiks",
"Tidak sayang bukan kau yang salah tapi aku,aku yang gak bisa menjagamu",
Dion mengusap air mata vani.
"Apa kakak akan pergi ningalin vani kak".
Dion menggeleng,Dion kembali mengecup kening vani
dia begitu mencintai vani,bukan fisik atau status vani yang sudah tidak virgin ,tapi karna ketulusanya mencintai vani,
zola masuk kembali dirasa dia sudah tenang dia tidak ingin sahabatnya tau dia lemah karna saat ini sahabatnya perlu orang orang yang menyemangatinya.
"honey"
zo memeluk sahabatnya,dia berusaha menahan air matanya agar tidah luruh.
"ihh dasar luu tengil udah tau mandi pake tidur di bathtub",zobmelepas pelukanya dan mengomel mencoba mengalihkan suasananya biar tidak terbawa kesedihanya.
Vani hanya tersenyum getir,vani tau zo sedang mencoba menghiburnya.
"Maaaf ",
ucap vani,
Zo kembali memeluk vani dia tidak bisa lagi membendung air matanya,
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
#**Biarpun Aku yang jadi Autornya dalam novel ini,ntah kenapa aku kok merasakan kesedihan teramat dalam yang di alami vani ya😩😩😩,semoga dia kuat yah temen temen.
klo suka novel ini,tinggalin jejak like komen ya agar aku bisa lebih semangat lagi man teman buat bikin lanjutan novelnya.
Sehat selalu**....
__ADS_1