Terenggutnya Kesucian Sang Primadona

Terenggutnya Kesucian Sang Primadona
16.Lamaran kedua pria ganteng.


__ADS_3

Dret dret..


"Hallo,semua beres..",


Senyum menyeringai di sudut bibir Alice saat menerima telpon,dan merasa berhasil dengan rencananya dengan seseorang di sebrang sana,


"hiks hiks,paaa maaa aku anak kalian kan hiks,kenapa mama tega bilang seperti itu,apa vani melakukan kesalahan sampe mama bilang seperti itu,".


Beberapa hari kemudian,saat jam makan pagi keluarga berkumpul di meja makan,mama masih dengan ekspresi wajah dinginya,setelah selesai Alice pamit karna ada pemotretan,begitu juga vani yang pamit ingin segera berangkat dengan kegiatanya seperti biasanya.


"Mau kemana,??".


Suara mama menghentikan langkahnya,


"Vani mau ketemu tante pamela mah,trus ke kampus,".


"Apa kau tidak melihat piring kotor banyak,sebelom pergi cuci dulu piring itu,".


"Iya mah,".


"Mah,kan ada bibik".


Papa kaget dan tak percaya dengan kelakuan istrinya itu,


"Kenapa pah,apa dia keberatan tidak kan,".


Mama langsung beranjak pergi,


"Sudah sayang kamu berangkat gih biar piring piringnya bibik yang bersihin atau mau bareng papa hem,"


"Gak pah,vani bisa kok beresin ini,nanti vani bisa hubungi tante kalo aku telat datengnya,vani juga bisa berangkat sendiri kok,".


Beberapa hari ini vani seakan di perlakukan seperti pembantu oleh mamanya,bahkan kata kata kasar sering keluar dari mulut mamanya saat papa tidak ada,


Di kantin kampus,vani terdiam dengan menyesap orange jusse.


"Sayang kau kenapa,??"..


Tanya Dion yang mendapati kekasihnya termenung di pojokan kantin sendiri.


"Iya tuh,lo kenapa sih van,dari kemaren low murung trus".


Ucap zola yang tiba tiba ikut nimbrung.


"Nggak aku gk papa kok".


Ucap vani dengen senyum getirnya yang ia paksa untuk menutupi kenyataanya,


"Oke kalo kamu belum bisa cerita sekarang sayang,".


Ucap Dion dengan mengacak acak poni vani dengan gemas,


"Vann,nanti sore aku sama mama mau kerumah kamu,boleh kan???".


Ucap Dion dengan mata berbinar binar,


"Mau ngapain,".


jawab vani dengan rasa curiga,.


Vani masih takut jikalau Dion datang melamarnya lagi,karna sebelumnya dia juga pernah melamarnya,walaupun baru jalan beberapa bulan hubungan mereka tapi Dion selalu ingin mengajak serius kekasihnya itu,


"Yah silaturahmi saja sayang,boleh YA, YA YA."


Dion mengeluarkan puppy eyes nya yang membuat vani dan zola tertawa terpingkal pingkal melihat tingkah Dion yang di manis maniskan.


"Iya iyaa,asal gk aneh aneh,".


"Siap nona Dionn,he hehe".


Senyum Dion dengan garukan di kepalanya yang tak terasa gatel itu,


"Idihh apaan sih kak,".


vani mengerucutkan bibirnya dan wajahnya tang memerah membuat Dion ingin mencubitnya,


"Cieee,udah lah cepetan merit deh kalian berdua,".


"Sebentar lagi zol,"


jawab Dion,


"Ih nggak,".


"Kamu gak mau sayang,???".


"Yah bukan gitu kak,maksudnya aku masih mau kuliah meraih cita citaku dulu lah,".

__ADS_1


"Kalo tunangan dulu gimana,hem".


"Em gimana yah,"


vani nampak berfikir keras,sampai dia menyerah juga karna godaan godaan Dion.


Di rumah Dion.


Saat pintu hendak di ketuk Dion membuka pintunya,


"Aleta mau ngapain kamu kesini,".


"Mo main kak,"


Aleta yang tanpa malu lamgsung bergelayut di lengan Dion,begitu membuat lengket Aleta aroma tercium maskulin yang menguar dari tubuh Dion,


"Lepas Aleta,!!!".


Dion merasa risih,dan melepaskan lenganya dari tangan Aleta yan bergelayut manja,"Apa kau tidak malu Aleta dengan kelakuanmu seperti ini,".


"Nggak kenapa malu,..Sayang kau wangi sekali kau juga terlihat tampan kau mau kemana apa kau tau aku mau datang yah,,????".


Dion berdecak kesal,


"Maaf Aleta aku mau kerumah vani,aku mau melamarnya,".


Aleta kaget dengan kenyataanya,kenapa kenapa harus vani..


"Tidak,,kau hanya milikku kak,gak ada yang boleh memilikimu selain aku,!!".


"Kau jangan egois Aleta,terimalah kenyataanya,,!!".


"Nak Aleta,??".


Mama pamela datang dan kaget dengan adanya Aleta.


"Tantee,,,Kak Dion boong kan??,Tante pasti mau lamar Aleta kan bukan wanita ja**ng itu kan,"


Rengekan Aleta agar mama Dion merasa iba,air mata telah membasahi pipi Aleta,


"Tutup mulutmu Aleta,wanita yang kau hina itu calon istriku,Mah ayoo pasti kekasihku sudah menunggu lama,".


Ucapan Dion dengan menarik tangan mama dan lirikan tajamnya ia lemparkan pada Aleta.


Hati Aleta begitu hancur,mendengar pernyataan itu,


Di perusahaan leo,leo yang seharusnya lembur dia sama sekali tidak fokus pada kerjaanya,hanya vani yang selalu melayang layang di pikirannya,


"Roy,kau tau rumah gadis itu bukan,".


"Iya bos,".


Jawab Roy saat di perusahaan dia akan memanggil leo sebagai bos,


"Kita kesana sebelum Dion sampai,aku ingin aku yang pertama melamarnya,".


Tegas leo memantapkan niatnya,dia tidak ingin kehilangan gadis pujaanya begitu saja,


"Apaa???",Roy kaget dengan keputusan yang yiba tiba dilayangkan oleh leo.


"Apa sekarang kau tuli Roy,".


Tatapan tajam ia lempar ke Roy.


"ii Iya maaf,baik aku akan siapkan mobil dan kesana sekarang,".


Roy lebih memilih pergi sebelum leo hilang kendali.


Roy pergi terlebih dahulu menyiapkan mobil,disusul leo yang baru kluar dari ruangan,


Roy selalu menggerutu di setiap langkahnya di lobby kantor leo,bahkan mengumpat leo di setiap langkahnya kepada leo,dia begitu muak dengan leo,


*Ahh shitt,aku tidak suka Dion mendekati gadis primadonaku sekarang aku malah harus membantu pria breng**k itu mendapatkan vani,


batin Roy hingga dia sampai di parkiran.


Di kediaman vani,semua sudah di persiapkan oleh papa Adi mengingat mama Amanda yang tidak ingin ikut campur acara vani,


vani begitu cantik dengan dres panjang selutut berlengan pendek berbahan sutra berwarna pinx,rambut di urai indah dia juga tidak lupa memberi hiasan jepit rambut,memoles wajah hanya dengan makeup tipis dan lipstik pinx senada dengan dres yang dia pake.



***kira kira seperti itu yah gaunnya,


"Non vani,temen non udah dateng non,".


"Iya bik,vani akan segera turun",

__ADS_1


Senyum mengembang terlihat di wajah ayu vani,vani begitu antusian,


Vani menuruni tangga menuju ruang tamu,dengan senyum yang masih mengembang,leo menatap dengan kekaguman tak pernah ia pungkiri gadis cantik itu telah mencuri hatinya..


Setelah sampai..


Glekkk..


Vani kaget karna tamu yang dia tunggu tunggu bukanlah Dion melainkan pria dingin yang pernah menculiknya,dia juga kaget dengan melihat kedatangan leo bersama Roy,.


"Kamuu...??".


Vani masih tak dengan posisi berdirinya dengan posisi mulut masih mengangga tidak percaya dengan mengerutkan keningnya dan perasaanya entah apa yang dia rasakan,


"Girl apa kau tak menyukai kehadiranku,bukankah kau akan menunggu kedatanganku,,".


Suara bariton itu seperti di rindukanya juga seperti ingin dilupakannya,


"Sayang kamu ternyata kenal dengan Nak Leo toh,???"..


Suara papa menyadarkanya,


"Ii iya pah,diaa...".


Vani tidak melanjutkan ucapannya karna teringat papanya yang juga memiliki kerja sama dengan leo,dia juga ingin sekali rasanya segera mempertanyakan kepada Zola keberadaan Roy di dekat leo,


"Wah kebetulan sekali yah,oh ya sayang putriku sini duduk dekat papa,kenapa masih berdiri saja gak sopan sayang,".


Pinta papa yang di anggukki vani.


"Ini loh sayang nak Leo mau melamar kamu sebagai istrinya,dan papa ikut gimana keputusanmu saja karna kelak kamu yang menjalaninya",


Papa Adi menjelaskanya dengn mengusap lembut kepala putrinya,


"Apaaa,,tiiidak pah aku..."


Belum sempat vani melanjutkan kata katanya dan masih dengan keterkejutanya,suara asisten rumah tangganya memotong pembicaraanya,


"Tuan nona ada tamu,".


Saat semua memandang ke arah pintu terlihat Dion bersama mamanya,


Dion terkejut dengan adanya leo di situ,


"Kau,...!!pria breng**k!!!".


Dion yang masih tersulut emosi mengingat penculikan kekasihnya,ingin menonjok leo bahkan tanpa perduli dengan papa vani dan vani kekasihnya,


"Kak jangan,!!!".


Teriak vani yang menghentikan kepalan tangan Dion tepat berada di depan wajah Leo,Vani meraih tangan Dion dan mengajaknya pergi,disitu leo merasa terbakar cemburu melihat tangan vani menggenggam tangan Dion.


Vani menjelaskan semuanya,Dion semakin emosi tapi emosiny itu semua tak terlihat lagi setelah vani menenangkany dengan memperlihatkan senyuman manis yang dia kembangkan,senyum yang entah kenapa selalu di dambakan Dion.


Vani kembali duduk di sebelah papa sedangkan Dion duduk perhadapan dengan leo.


"Pah kak Dion kesini untuk melamar vani,".


Vani menjelaskan niatny Dion datang kerumah.


Papa Adi mengangguk karna sebelumnya mama dari Dion sudah menjelaskan niatnya,,


"Iya om,Dion kesini untuk melamar vani,putri om kekasih Dion,".


Tak lupa Dion sematkan kata kekasih di akhir kata katanya,dan tatapan tajamnya di lemparkan ke arah Leo.yang begitu membuat leo muak harus adanya kata kekasih.


Ke dua Pria dewasa yang sama sama dengan parasnya yang ganteng,cool juga baik pada vani,kini harus saling beradu pandang seperti pedang yang saling beradu untuk mendapatkan gadis cantik yang menjadi primadona,


.


.


.


.


.


.


.


.


#**Kira kira siapa yah yang akan vani pilih,ikutin trus lanjutan lanjutan dari kisah vani yah akan ada tegang tegangnya nanti,


jika suka kasih jejak komen yah,jangan lupa like dan vote nya**,

__ADS_1


__ADS_2