Terenggutnya Kesucian Sang Primadona

Terenggutnya Kesucian Sang Primadona
34.Rencana Roy


__ADS_3

Keesokan harinya,Leo lagi lagi berulah beberapa makanan buatan Vani tidak ada sedikitpun yang di makan Leo.


Dari beberapa makanan yang dimintanya selalu saja ada yang kurang.


puuhhh...


Leo melepeh makanan yang ia kunyah.


Bruakkkk..


Suara gebrakan meja membuat Vani kaget.


"Apa kau ingin meracuniku hahhh!!!."


Bentakan keras membuat semua orang yang mendengarnya bergidik ngeri,sebenarnya tidak ada yang salah dengan makananya hanya saja dia masih dengan kondisi membenci Vani.


"Maa maaf tuan,iii ituu makanan yang biasa tuan minta dan biasanya tuan suka."


pyarrr...


Vani kaget dengan suara keras pecahan piring Leo yang sengaja ia lempar.


"Apa kau ingin bilang kalo lidahku sudah mati rasa hahh!!!!."


Vani hanya menggeleng,


"Uun unnn."


"iy iya tuan."


"Aku ingin mulai nanti malam kau yang memasak untukku,aku sudah muak dengan masakan sampahhh dari wanita ini."


Vani yang mendengarnya terasa hatinya perih,


Uun yang melihat Vani bersedih tidak bisa berbuat apa apa lagi.


"Kenapa kau diam apa kau tidak dengar ucapanku hahh!!!."


"Iy iya tuan."


Jawab Uun.


"Kapan bik Nur pulang??."


Ucap Leo dingin,bahkan tanpa menatap arah Uun atau Vani.


"Bik bik Nur masih lama tuan,katanya suwaminya harus di operasi,dia menunggu swaminya sembuh karna anak anaknya jauh dari keluarga bik Nur.


Leo berdecak kesal,


"aku tidak berselera makan lagi,kau bersihkan semuanya!!,"suruh Leo pada Vani.


"Ingatt jangan ada yang coba coba membantunya,atau kalian yang membantu akan tau akibatnya!!!."


Ancam Leo pada Vani juga Uun.


Sikap Leo bukan lagi dingin bahkan dirinya terlihat kejam.


Ternyata malam setelah makan malam,Alice dan Roy memfitnah Vani dengan bilang Vani merayu Roy saat dia berada di toilet.


Setelah kepergian Leo,Vani membersihkan semua yang disuruh Leo.Membersihkan meja makan juga kamar Leo.


Setelah dia menyelesaikan bersih bersihnya,kini ia menuju kamar mandi untuk membersihkan diri,setelah selesai Vani mencoba membaringkan tubuhnya akibat kelelahan ia tertidur,


Uun yang melihat Vani merasa kasihan,dia juga sempat mendengar kabar tentang Video yang yang Viral itu,dia menatap iba merasa Vani bukan seperti orang orang bilang,mungkin dia telah di jebak seseorang.


Vani mengigau,berteriak histeris mimpi buruk yang sama selalu menghampirinya.


Uun mencoba membangunkan Vani dari tidurnya,setelah membuka mata lelehan air mata menerobos dengan sendirinya tanpa bisa ia hentikan.


Uun memeluk Vani dan mencoba menenangkanya,


Vani terisak,dia seakan membenci dirinya yang terlihat lemah.


Vani bercerita tentang kehidupanya setelah keluar dari mansion Leo,Vani berani bercerita karna sudah percaya dengan Uun yang dianggapnya keluarga.

__ADS_1


Uun dapat merasakan sakit yang dirasakan Vani,sungguh berat cobaan orang yang dianggapnya kakak itu.


Saat jam pulang kerja Leo begitu terlihat malas untuk pulang,dia merasa begitu membenci Vani.


tok tok tok,


"Masuk."


setelah mendengar suara Leo yang memberinya ijin masuk,Roy memutar knop pintu dan pintu terbuka memperlihatkan Leo yang terlihat frustasi dengan rambutnya yan acak acakan kancing kerah terbuka dengan dasi yang dikendorkan terlihat betapa lelah dan setresnya dia dengan pekerjaanya yang menumpuk di meja.


"Apa kita bisa pulang sekarang???."


Tanya Roy pada Leo,Leo menarik nafas dalam.


"Kau pulang lah,aku ingin bermalam disini."


Ucap Leo pada Roy,


Roy hanya mengangguk.


Saat di perjalanan tiba tiba Roy memiliki rencana jahat,dia memutar arah ke mansion Leo.


setelah sampai ke garasi,Roy bergegas masuk ke mansion,Uun kaget dengan kedatangan Roy yang tiba tiba


"Tu tuan Roy,aa ada apa kesini??."


Uun yang melihat Roy juga ikut bergidik ngeri ancaman tempo hari bahkan setelah tau apa yang di lakukan Roy pada Vani.


"sssttth kenapa kau mengagetkanku hah!!!,lagian apa perlunya sama kamu,apa harus aku ijin kepadamu dulu hah!!!."


Roy kaget dengan kedatangan Uun yang tiba tiba berada di belakangnya.


"Tii tidak tuan,maaf."


***Hem gimana caranya aku membuat wanita bo*oh ini pergi dari mansion.


Batin Roy,Roy berfikir keras sampai akhirnya dia mendapat ide,yah dia menyuruh Uun ke rumah Aleta untuk membantunya membersihkan rumah sampai sore hari,itupun atas perintah Leo.


Roy mengatakan itu karna dia tau,Leo tidak akan pulang malam ini,kemungkinan dia akan pulang besok malamnya.


Uun merasa ada yang aneh,karna di rumah Aleta pun sudah ada ART yan siap 24 jam untuk membantu bersih bersih kediaman Aleta.


dret dret dret..


Phonsel Roy berdering tertera nama Aleta.


"Hallo,oke."


Roy melihat kearah Uun,dan memberikan phonselnya pada Uun.


"Halo Nona."


Uun bersikeras mungkin benar kata Roy,mungkin ART di tempat Aleta pulang kampung.


"Cepat kau kesini,tidak pake lama."


Suara Aleta dari sebrang.


tit tit tit.


Panggilan di matikan oleh Aleta,ada perasaan ragu untuk meninggalkan Vani sendirian karna Leo belum juga pulang.


Roy yang melihat keraguan dari Uun dia berpura pura pamit,hingga akhirnya Uun merasa tenang setelah kepergian Roy.


Uun mengatakan pada Vani,bahkan dia berpesan untuk tetap waspada.


Vani hanya tersenyum dan meyakinkan Uun,dia akan baik baik saja,dia juga bilang klo bentar lagi biasa jam pulang Leo,Vani tidak tau saja kalau Leo tidak pulang malam itu.


Walau sempat ada kecurigaannya pada Leo,tapi Vani mencoba percaya pada Leo.


"Baik lah kak,kunci pintunya yah aku pergi dulu,nanti setelah pak sopir anterin aku dia akan cepat cepat pulang,kalo ada ap apa panggil pak satpam.."


"Iya iya bawel."


Senyum terukir di bibir Vani.

__ADS_1


Setelah memastikan Uun pergi Vani kembali menutup pintunya.


Vani mulai rebahan menunggu Leo pulang,sesekali ia menengok jam di handphone miliknya,juga mengecek barang kali ada chat masuk dari Leo.


Makanan sudah tersaji,tapi belum juga tersentuh Vani tak berani memanaskannya lagi sebelum ada perintah dari Leo.


Tok tok tok.


Vani yang tertidur di sofa bergegas membukakan pintu,wajah senyumnya tetap terukir di bibir walaupun Leo selalu acuh padanya.


Ceklak.


Pintu terbuka Alangkah kagetnya Vani melihat sesosok pria yang paling dia benci.


"Kauu..."


Tubuh Vani bergetar,dengan cepat ia ingin menutup pintunya kembali,sayangnya pintu terganjal oleh sepatu yang digunakan Roy,dengan senyum menyeringai dan tangan yang menghalangi pintu membuat Vani tak bisa keluar.


Vani bergegas kabur berniat mengunci diri di kamar tapi secepat mungkin Roy merah tangan Vani dan melempar tubuh Vani ke sofa.


"Toloooong tolooong."


Sekeras mungkin Vani meminta pertolongan,namun jaraknya yang terlalu jauh dari pos satpam,ditambah lagi satpam yang lagi menggunakan airphone mendengarkan musik,membuat suara Vani tak terdengar.


Roy dengan mudahnya keluar masuk kediaman Leo karna memang sudah terbiasa.


"Percuma sayang kau teriak sekeras mungkin,tidak akan ada yang mendengarmu."


Senyum mengembang di bibirnya.


"Bajing*n kau Roy!!!!."


Pyar....Pyraaarrr..


Vani melempar barang barang yang ada di dekatnya mencoba melindungi diri dari kebringasan Roy.


"Ayolah sayang,apa kau tidak kangen sentuhan sentuhan dariku hem???."


"Aaaawwww ssst,sialaan kau."


Erangan dan makian saat Vani menendang alat vital Roy,"**** you girl!!."


Plak plak...


Tamparan keras di pipi Vani hingga darah segar mengalir.


"Lepasin aku bang*at!!!."


Vani udah merasa muak dengan Roy,


dengan tanganya yang masih di cekal Roy dia berusaha.


"Kau sudah berani denganku hahhh.!!!!"


"Aaaarrrrrg."


Teriakan Vani saat merasa sakit akibat rambutnya yang di tari Roy.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


********hai reader,mohon dukunganya yah buat novelku ini.selalu ikuti jalan ceritanya,kira2 gimana yah nasib Vani😩😩😩😩,yuk kasih dukungan like dan komen,agar autor semangat buar bikin novelnya🤗🤗.


Sehat selalu***..


__ADS_2