Terenggutnya Kesucian Sang Primadona

Terenggutnya Kesucian Sang Primadona
31.Hampir ketahuan.


__ADS_3

Tok tok tok,


terdengar suara ketukan pintu mansion Leo,saat ini kondisi mansion kembali terlihat tenang seperti dulu,penjaga pun tak ada hanya sopir bik Nur juga Untari yang bantu bantu bik Nur,Inaya Leo suruh menjadi OB di kantornya berhubung dia tidak begitu suka ramai banyak orang di mansion nya,kecuali saat ada wanita pujaannya,


kini tak terdengar keceriaan candaan bahkan tawa di mansion Leo lagi,Leo juga terlihat dingin lagi tak sehangat saat ada Vani.


Ceklak,


pintu terbuka,dilihatnya wanita cantik tinggi tapi sikapnya yang arogan membuat siapa saja tak begitu menyukainya.


"Nona???."


Ucap Uun yang kaget dengan datangnya Alice.


"Why???,kau tidak suka hah??."


Alice terlihat tidak suka pada Uun karna yang dia tau,Uun juga sangat dekat pada Vani.


"Buu bukan gitu non."


Jawab Uun terbata bata.


"Udah sana pergi ambilin aku minum!!!!,


gak penting juga aku ngomong sama kamu,aku mau ketemu kakakku."


Dengan sombongnya Aleta pergi dengan mendorong Uun yang hampir saja terhuyung ke belakang.


Aleta langsung ke ruang kerjanya yang ada di mansion nya karna dia tau kebiasaan kakaknya pasti ada di sana.


"Kakkkk!!!."


Leo kaget dengan kedatangan Aleta adiknya.


"Apa apaan kamu Aleta,apakah kau tidak bisa mengetuk pintu dulu hah??."


"Iyaa iya maaf..."


Aleta memutar bola matanya malas,


Aleta membicarakan tentang kedatanganya,membahas tentang Vani bahkan menyamakan Vani dengan mantan tunanganya.


"Kak apa kakak masih mau mencari wanita mur*han itu??,kakak juga gak bisa menyalahkan kak Dion karna meninggalkan wanita itu kak."


"Buat apa kau membela dia??,apa karna kau menyukainya??,Dengar Aleta kalaupun Dion tidak jadi menikahi Vani,tetap kakak tidak setuju kau dengan Dion!!!!,Dion itu laki laki breng*ek pengecut!!!."


Leo memang mengharap pernikahan Vani dengan Dion tidak jadi,tapi dia juga tidak ingin dengan cara seperti itu Vani gagal menikah,Leo begitu kecewa pada Dion karna dia meninggalkan gadisnya saat dia benar benar terpuruk.


"Lalu apa bedanya kakak dengan kak Dion???,bukankah kakak juga meninggalkan kak Farah karna tau dia tidur dengan pria lain,bahkan kakak yang menyebabkan dia depresi kak!!!."


Deg,hati Leo tiba tiba terasa sakit mendengar ucapan Aleta adiknya,memang benar bahkan Leo langsung memutuskan pertunangannya di publik,hingga Farah harus malu sampai akhirnya ia kembali ke negaranya,bahkan karirnya pun hancur karna gagal menikah dengan Leo,

__ADS_1


semua rekan rekan kerja memutuskan hubungan saat tau apa yang di lakukan Farah sehingga Leo memutuskan pertunangannya,walaupun Leo tidak membicarakan tentang perselingkuhannya tapi dia adalah seorang publik figur,sehingga dapat dipastikan isu isu miring pasti akan ia sandang.


Ada penyesalan,juga kekecewaan yang tergambar di wajah leo dengan ekspresi wajah yang terlihat berubah ubah,Aleta bisa menebak apa yang di rasakan kakaknya saat ini,senyum menyeringai licik Aleta yang bahkan hampir tak terlihat oleh Leo.


Leo ingin sendiri,bahkan dia menyuruh adiknya pergi walaupun itu udah keadaan tengah malam,Leo menyuruh sopirnya mengantarkan Aleta ke rumah besar keluarga Guinandra.


Walau Aleta merasa marah pada kakaknya,tapi tak dipungkiri dia juga merasa senang karna dia berhasil membuat kakaknya membenci Vani.


Disisi lain,Roy yang baru selesai menyelesaikan tentang Video itu,dan bahkan dia memfitnah orang lain


untuk berpura pura menjadi orang yang telah menyebarkan video Vani.


Roy beserta kawan kawannya datang ke klub malam untuk kalangan kaum elit,yang biasa Leo juga Roy datangi.


Roy yang setengah mab*k akibat menenggak win,dari jauh dia seakan melihat wanita yang dia cari yaitu Vani.


Roy meninggalkan teman temanya dan mencoba mengejar gadis itu,dia sangat yakin bahwa itu Vani.


Sampai loby Roy yang sedikit ma*ok membuatnya tak bisa mengatur keseimbangan tubuhnya,dia menabrak pengunjung di sana sehingga Vani menoleh kebelakang.


"Hai tuan hati hati tuan."


Ucap pengunjung yang di tabrak Roy.


"Maaf maaf."


Roy meminta maaf karna dia tidak mau berurusan lebih panjang lagi,


Vani yang mendengar keributan dia menoleh ke belakang,dia sangat terkejut melihat Roy dia berusaha sembunyi di sebuah ruangan yang sangat gelap walau dia takut tapi dia lebih takut jika bertemu dengan Roy.


prankkkkkkk...


Suara tempat sampah yang di tendang Roy keras dan menatap tembok dan lantai.


Vani terkejut juga gemetaran,mendengar Roy yang terdengar marah,dalam hatinya ingin rasanya dia membalas perbuatan Roy,tapi dia juga sadar dia tak sekuat Roy,bukan hanya dia wanita tapi dia bukan siapa siapa lagi hanya pelayan pengantar win,bahkan terkadang dia harus menemani pria untuk minum bahkan bernyanyi,tapi Vani tidak melayani para tamu di ranjang itu sudah menjadi perjanjian Vani dengan bosnya.


Saat dirasa Roy sudah pergi,Vani keluar dengan hati hati karna dia hanya terfokus pada Roy dia dengan berjalan mundur memastikan Roy yang kembali bersama teman temanya,dia tidak melihat ada seseorang di belakangnya.


Bruk..


"Tuan tidak papa tuan."


Ucap salah satu bodyguard yang mendampingi orang yang di tabrak Vani.


Pria itu hanya mengangkat tanganya,saat para bodyguard ingin membantunya,tanda dia menolak bodyguard membantunya.


Vani mendongak keatas,dilihatnya pria paruh baya,yang bisa Vani pastikan dia seumuran kakeknya Vani yang menabrak,tapi Vani juga yang terpental karna tubuh pria itu yang di bilang masih terlihat tegap biarpun dia sudah berumur.


Melihat Vani pria itu tersenyum,dia bahkan menunduk dan mencoba membantu Vani berdiri,Vani secepatnya berdiri sendiri,takut jika dia bukan pria baik baik.


Vani menundukkan kepalanya,berulang kali minta maaf.

__ADS_1


"No problem little girl."


"Terima kasih tuan."


Vani melihat binar mata pria itu seakan dia tulus ingin membantunya.


Vani beranjak dari tempatnya berdiri,dari kejauhan pria paruh baya itu masih menatap dan melihat Vani sampai Vani tak terlihat lagi.


Entah apa yang di pikirkan pria itu,dia hanya tersenyum melihat tingkah Vani.


Kini Vani sampai di apartemen.


"Van kau sudah pulang???."


Tanya seorang perempuan yang bernama monic,


Vani hanya mengangguk.


"Heiii kau kenapa???."


Monic merasa ada sesuatu lagi pada Vani,"kau tidak dipaksa lagi menemani pengunjung kan???."


Monic mencoba mencari tau dengan sahabatnya,ya monic lah yang telah membantu Vani saat dia pergi dari Zo,berkali kali Vani mencari pekerjaan tapi tak lama dia di pecat karna kabar yang sudah menyebar tentang dirinya,dari resto pelayan toko,sampe akhirnya dia bertemu Monic dan di ajak bekerja di klub tempatnya bekerja,di tempatnya kerja tak mempermasalahkan tentang jati dirinya,berbeda dengan Monic menerima jasa + +,


bosnya mengijinkan Vani tidak menerima pelayanan di ranjang,walau mungkin akan lebih menguntungkan bagi bosnya jika Vani mau menerima pekerjaan sampingan itu melihat Kecantikan Vani,tapi bosnya masih punya hati tidak memaksa para pekerjanya.


"Nggak kok,aku baik baik saja."


Vani masih menyembunyikan siapa yang telah menodainya,dia tidak mau monic dalam masalah.


Vani sebenarnya masih khawatir,bukan hanya para pengunjung di klub itu yang selalu berusaha mendekati Vani bahkan mereka ingin Vani melayaninya,tapi juga kekhawatirannya terhadap Roy yang sudah mengetahuinya ada di sana.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.Gimana yah kira kira kelanjutanya,pasti lbih seru loh..

__ADS_1


**Jika suka kasih like n tinggalkan jejak komen ya man teman...


sehat selalu**


__ADS_2