Terenggutnya Kesucian Sang Primadona

Terenggutnya Kesucian Sang Primadona
38.Rahasia apa???


__ADS_3

Vani tetap bersikeras untuk meminta hasil masakan Leo.


Kini di meja terhidang oleh masakan Leo,dari nasgor yang keasinan juga terlalu banyak minyaknya,juga 5 telur ceplok yang gosong.


Vani bersiap untuk menyantapnya,walaupun Leo sudah bersikeras untuk melarang Vani namun usahanya tetap gagal.


"Girl please kau bisa sakit makan itu,lihatlah banyak makanan lezat yang masih layak dimakan di banding dengan makanan itu."


Leo tetap berusaha karna dia benar benar takut gadisnya sakit karna makanan yang gagal ia masak.


"Diamlah,aku mau makan!!."


Vani mulai menyuapkan suapan pertamanya kemulutnya,dia mulai mengunyah dan terlihat dia makan dengan lahap,ekspresi wajah Vani yang tambah bersemangat menyantapnya saat suapan suapan berikutnya,berbeda dengan Leo yang terasa menelan ludahnya susah saat menyaksikan Vani makan.


Apakah enak masakanya hingga Vani seperti tak ada masalah dengan rasanya,bahkan sangat berantusias untuk mengunyahnya.


"Girl.."


Leo ingin memastikan gadisnya baik baik saja.


"Hem..."


Jawab Vani yang masih melanjutkan makanya.


"Apa enak,kau sepertinya bersemangat sekali makanya."


Vani hanya mengangguk.


Leo merasa lega,merasa dia berhasil membuatkan nasgor telur ceplok untuk gadisnya.


Dia penasaran hasil karya pertamanya,dengan semangat pula ia mengambil sendok dan menyendokkan nasgor juga sedikit telurnya,saat di masukka ke mulutnya dia tampak bersemangat tapi..


"puuhhh uhuukk uhuukkk....."


Leo merasa masakanya benar benar tak layak dimakan,Vani mengambilkan air putih untuk Leo.


Setelah minum air putih dirasa tenggorokanya enakan,Leo mengambil paksa piring yang masih ada nasgor milik Vani.


"Aaaahhh bawaa siniiii.."


Vani memanyunkan bibirnya bentuk protesnya pada Leo.


"Girl ini sama sekali gk layak makan."


Lanjut Leo mengambil minum air putih untuk Vani.


Leo merasa masakanya yang kebanyakan minyak,juga rasanya yang asin ditambah lagi telurnya yang gosong membuat makananya terasa pahit.


"Yaudah kalo gitu aku gak mau makan,huhh."


Vani membuang muka dari Leo,Leo hanya pasrah dengan tingkah Vani.


"Udah dong girl jangan manyun trus,gmna kalo hari ini kita jalan terserah kau mau kemana saja oke."


Bujuk Leo.


""Beneran???,kemana aja boleh?,"Leo mengangguk seketika Vani terlihat girang."Yeeeeee,makasih."


Cup..


Kecupan singkat Vani daratkan di pipi Leo.


Leo hanya bengong dan hanya memegangi pipinya mendapati gadisnya menc*um pipinya,sedangkan Vani harus menanggung malu akibat ulahnya sendiri.


"Aku kekamar.."


Vani sesegera mungkin kabur dari Leo,berusaha menghindarinya karna dia tau pasti Leo akan menggodanya.

__ADS_1


Leo hanya tersenyum melihat Vani yang berlalu,dia merasa kini perlahan Vani mau menerima kehadiranya dihidup Vani,semoga kelak cintanya yang di terima.


Saat di kamar,


Klunting.


Dilihatnya Vani di phonselnya terdapat 1 pesan baru dari Leobelum juga di buka entah kenapa hatinya berdebar,saat di buka Vani tersenyum bahkan pipinya bertambah memerah.


Girl kenapa pake kabur,kan yang pipi sebelah belom dapet sun girl,kan gk adil😘😉,


Bahkan Leo menambahkan emoji di akhir pesanya, yang membuat Vani benar benar malu.


Selang beberapa detik.


Klunting...


Terdapat 1 pesan baru masuk lagi,masih dengan pengirim yang sama.


Dandan yang cantik hari ini kita akan jalan,bukankah kau mau jalan jalan bukan???.


Vani hanya tersenyum dan membalasnya singkat.


Iya.


Vani lanjut menuju ke kamar mandi.


2 jam sudah berlalu Kini Leo yang sudah menunggu gadisnya di dekat mobilnya,dengan menggunakan baju santai kaos polos putih lengan pendek dipadukan celana jeans dan jaket hitam.


Dari kejauhan terlihat Vani yang menggunakan dres putih bersih selutut lengan pendek dan sepatu high heels putih berlapis berlian.


Semua sudah disiapkan Leo untuk Vani,Vani begitu anggun bak seorang putri.


Tidak hanya Leo yang terpesona bahkan sopirnya juga Uun tertegun melihat Vani.


"Eheeem.."


Deheman Vani membuyarkan lamunan Leo,


Ucap Vani dengan tersenyum.Leo hanya mengangguk terasa terhipnotis oleh Vani.


Leo yang sudah tersadar dari pesona Vani dia mendapati sopirnya yang juga masih terasa menikmati kecantikan Vani.


"Apa kau sudah bosan bekerja denganku!!!!!."


Mendengar ucapan Leo,sopirnya tersadar dari pesona Vani,doa hanya menunduk dengan menggelengkan kepalanya,"tidak ada pria yang boleh tertarik dengan calon istri Leo Guinandra kau mengerti!!!."


Bentak Leo karna merasa tak suka miliknya di lirik orang,bahkan dia menggenggam jemari Vani,bhkan hanya seorang sopir yang mengagumi kecantikanya saja dia semarah singa apa lagi ingin memilikinya.


Uun yang melihat tingkah tuanya hanya menahan tawanya.


"Ihhh siapa calon istri kamu hemm..."


Vani menjewer telinga Leo hingga Leo meringis kesakitan.


"Girl,girl Aww aw aw...Sakit girl."


Wajah Leo terlihat memelas meminta untuk di lepas jeweran dari Vani.


"Makanya jangan kayak gitu,masak gitu aja marah,tuh lihat ."


Ucap Vani.


"Kan sayang girl."


Ucap Leo dengan menampilkan deretan giginya yang putih dan merangkul Vani.


"Udah ayok,klo gak jln sekarang gak jadi nih huh."

__ADS_1


Vani sudah tak sabar lagi meladeni Leo yang mlh semakin terlihat manja,


Setelah berada di dalam mobil Leo menanyakan arah tujuanya,namun Vani hanya tersenyum dan menunjukkan arah tanpa memberitahu tujuanya.


Dirasa Leo tak asing dengan jalan yang ditunjuk Vani lantas Leo menanyakannya apakah benar yang dia fikirkan.


"Girl,bukankah ini jalan rumahmu????."


Vani hanya mengangguk tiba tiba Leo memberhentikan laju mobilnya,Vani menatap Leo terasa keinginan Vani yang memintanya untuk diantar kerumahnya.


Seketika yang tadinya Vani banyak omong menjadi pendiam.


"Kau yakin,emm girl kenapa nggak ke taman kafe atau ke pantai???."


Leo terlihat gusar,seakan ada yang dia ketahui dan sengaja ditutupi.


"Pantai????,apa kau bercanda bahkan kau membuatku memakai gaun bahkan high heels setinggi ini dan kau menawariku ke pantai???."


Vani merasa heran dengan Leo yang tiba tiba terlihat cemas.


Terlintas Vani berfikir mungkin Leo khawatir jika kakaknya atau Alice akan marah saat mendapati Leo datang bersamanya.


"Kau jangan khawatir,aku bakalan bilang ke kak Alice kok,kalo kita tidak ada hubungan apa apa."


Ucap Vani menyakinkan Leo,tapi bukan masalah itu yang mengganggu pikirannya.


"Bukan itu girl,kalo masalah itu mereka taupun kita ada hubungan itu tak masalah bagiku,atau kalo perlu aku umumkan ke media,karna aku sudah memutuskan pertunangan kita girl,aku akan menikahi kamu."


Ucapan Leo membuat Vani terkejut.


Sesaat setelah mengetahui kenyataan tentang kesalah pahamanya dengan Vani ia memutuskan pertunanganya dengan Alice,beberapa kali Alice selalu mencoba mencari tahu alasan Leo memutuskanya,namun Leo menutup semua akses Alice menemui bahkan menghubunginya pun Alice tak bisa.


"Apa maksudm????,kau..Kau bercanda kan??."


Vani terlihat kecewa di dalam hatinya terlintas memang entah dari kapan hatinya sedikit nyaman dengan Leo tapi bukan berarti Leo harus melakukan itu untuk bersamanya,Alice akan lebih membencinya.


"Sebenarnya bukan hal itu yang menjadi pikiranku girl."


Leo hanya menunduk.


"Apaa???apa katakan!!!,apa yang kau ketahui dan tidak aku ketahui Leo???."


Perasaan Vani begitu tak nyaman karna terlihat dari wajah Leo yang masih ada yang di rahasiakanya.


"Kau akan tau,setelah kita sampai girl."


Leo hanya mengusap kepala Vani dengan lembut.


Leo tidak melanjutkan pembicaraanya,hanya melanjutkan laju mobilnya menuju kediaman Adi ayah Vani.


Vani berusaha meyakinkan hatinya,kalo semua pasti baik baik saja.


.


.


.


.


.


.


.


.****Maaf yah lagi lagi telat up nya,kira2 rahasia apa yah yang sengaja di tutupi Leo,sepertinya ada sesuatu yang bakal terjadi kira kira apa hayo..😀😀

__ADS_1


Tetap tunggu update terbaruku yah..


Sehat selalu buat Readers dan bahagia selalu....


__ADS_2